Hitung-hitungan Jujur Biaya Kendaraan Pribadi, Apakah Beneran Lebih Hemat dari Ojol?

21 July 2026

•

5 min

biaya kendaraan pribadi

Ringkasan

  • Ilusi Kehematan Kendaraan Pribadi: Meski bensin motor pribadi tampak lebih murah dibanding tarif ojol untuk jarak dekat, kepemilikan kendaraan pribadi memicu rentetan biaya pasca-pembelian yang sering kali luput dari perhitungan awal.
  • Akumulasi Beban Pemilik Kendaraan: Biaya tambahan bagi pemilik kendaraan pribadi meliputi servis rutin, biaya parkir harian, tarif tol, pajak tahunan (PKB & SWDKLLJ), hingga pengeluaran berkala untuk perpanjangan SIM serta STNK lima tahunan.
  • Analisis Finansial Terbuka: Ojek online (ojol) unggul dalam efisiensi perawatan karena beban biaya operasionalnya bernilai nol bagi konsumen, di mana pengguna dapat membandingkan kehematan kedua opsi ini lewat fitur Laporan Pengeluaran di Aplikasi GoPay.

Disclaimer: Ringkasan ini dibuat menggunakan Kecerdasan Buatan (AI)


“Daripada habis uang buat ojol tiap hari, mending cicil kendaraan sendiri aja.”

Kalau kamu pernah atau lagi punya pikiran yang sama, wajar banget! Cicilan mobil atau motor dibayar tiap bulan, sedangkan ongkos ojol terus keluar tiap kali kamu bepergian. Apalagi, kendaraan pribadi bisa bikin kamu lebih leluasa ke mana-mana.

Tapi, kalau dihitung dari semua sisi, benarkah biaya kendaraan pribadi lebih murah daripada ojol? Yang jelas, pengeluaranmu nggak lantas berhenti setelah cicilan. Masih ada biaya lain seperti bensin, pajak, sampai servis yang perlu dihitung.

Yuk, bedah satu per satu biaya kendaraan pribadi dan ojol secara lebih objektif! Jadi, kamu bisa lebih cermat dalam mengambil keputusan!

BACA JUGA: Cek Tagihan Pajak Mobil

1. Ongkos bensin

Ongkos bensin

Ongkos bensin | Sumber: Unsplash.com/enginakyurt

Ini dia pengeluaran punya mobil dan motor yang paling gampang dihitung. Mari kita bandingkan ongkos bensin vs ojol biar kamu punya gambaran.

Per 1 Juli 2026, harga BBM subsidi Pertalite adalah Rp10.000 per liter, sedangkan harga Pertamax (RON 92) adalah Rp16.250 per liter untuk wilayah Jabodetabek.

Katakanlah motormu bisa menempuh 40–50 km per liter, sementara jarak dari rumah ke kantor adalah 7 km sekali jalan atau 14 km PP. 

Berarti, kamu cuma butuh biaya Rp3.000–Rp4.000 per hari kalau pakai Pertalite. Dalam sebulan atau sekitar 22 hari kerja, totalnya mencapai Rp70.000–Rp90.000.

Kalau kamu pakai mobil, konsumsi BBM-nya tentu bakal jauh lebih banyak, belum lagi kalau harus macet-macetan. Ongkos bulanan buat bensin mobil bisa 3–5 kali lipat dari motor.

Nah, kalau naik ojol, tentu kamu harus bayar per trip sesuai jarak dan kondisi lalu lintas. Biaya ini biasanya udah termasuk ongkos bensin driver. 

Jadi, buat jarak pendek dan rutin, bensin motor pribadi emang kelihatan lebih murah. Tapi, ingat, ini baru satu komponen aja dari banyak biaya lain yang perlu kamu siapkan.

2. Biaya servis rutin

Biaya servis rutin

Biaya servis rutin | Sumber: Pexels.com/lumierestudiomx

Sebagai pemilik mobil atau motor, kamu perlu rutin servis biar selalu aman dan nyaman dipakai. Berapa biaya kendaraan pribadi buat servis rutin?

Untuk motor, servis ringan tanpa ganti spare part (cek rutin biasa) umumnya berkisar antara Rp80.000–Rp120.000. Kalau servis lengkap dengan ganti oli, busi, dan filter udara bisa mencapai Rp200.000–Rp400.000.

Idealnya, kamu perlu membawa motor servis tiap jarak tempuhnya mencapai kelipatan 2.000–3.000 km atau tiap 2–3 bulan. Dalam setahun, berarti kamu perlu siapin budget perawatan motor minimal Rp600.000–Rp1,2 juta.

Biaya servis mobil tentu lebih gede. Servis ringan buat ganti oli dan filter aja udah sekitar Rp300.000–Rp800.000 setiap Rp5.000–Rp10.000 km. Untuk servis menengah, biayanya mencapai Rp800.000–Rp2 juta. 

Kalau ditotal setahun, siapin minimal Rp1,5 juta–Rp3 juta buat servis mobil. Biaya ini bahkan belum termasuk ganti ban, rem, atau aku kalau udah waktunya.

Coba bandingin sama naik ojol. Kamu nggak perlu pusing mikirin ganti oli maupun servis rutin sama sekali. Biaya perawatan otomatis nol karena memang bukan tanggung jawabmu.

3. Biaya parkir dan tol

Biaya parkir dan tol

Biaya parkir dan tol | Sumber: Unsplash.com/mahathirr

Meskipun kelihatannya receh, biaya parkir dan tol bisa diam-diam bikin dompet kering, lho. Apalagi, kalau kamu sering lewat jalan tol atau kerja di gedung perkantoran.

Parkir motor di area perkantoran atau mall biasanya Rp2.000–Rp5.000. Ada juga yang berlangganan bulanan sekitar Rp100.000–Rp150.000 per motor.

Sementara itu, biaya parkir mobil bisa dua kali lipat, sampai Rp5.000–Rp15.000. Terus, kalau harus lewat tol dalam Kota Jakarta, kamu harus siapin lagi biaya kendaraan pribadi sekitar Rp11.000–Rp19.000 tergantung rute. 

Bayangin tiap hari PP rumah–kantor lewat tol, biayanya bisa tembus Rp500.000–Rp800.000 dalam 22 hari kerja!

Gimana kalau naik ojol? Urusan biaya parkir dan tol biasanya emang ditagih terpisah ke pelanggan. Tapi, at least kamu nggak perlu pusing cari tempat parkir sendiri. 

4. Pengeluaran pajak kendaraan

Pengeluaran pajak kendaraan

Pengeluaran pajak kendaraan | Sumber: Unsplash.com/mirzaie

Pajak tahunan adalah biaya kendaraan pribadi yang nggak bisa kamu hindari. Buat motor, komponen pajak tahunan umumnya terdiri dari Pajak Kendaraan Bermotor (PKB), Sumbangan Wajib Dana Kecelakaan Lalu Lintas Jalan (SWDKLLJ), dan biaya admin.

Sebagai gambaran, perpanjangan PKB motor matic totalnya sekitar Rp345.000. Untuk mobil, jumlahnya tentu lebih tinggi karena PKB dihitung berdasarkan nilai jual kendaraan.

Di Indonesia, PKB kendaraan roda empat sekitar 1,5–2% dari Nilai Jual Kendaraan Bermotor (NJKB). Semisal mobilmu punya NJKB Rp300 juta, berarti PKB-nya sekitar Rp4,5–6 juta per tahun. Biaya ini belum termasuk SWDKLLJ sekitar Rp143.000, ya.

Kalau naik ojol, tentu kamu nggak perlu ribet mikirin biaya pajak kendaraan. Nggak ada PKB maupun SWDKLJ yang harus kamu bayar sendiri tiap tahun.

5. Perpanjangan SIM dan STNK

Perpanjangan SIM dan STNK

Perpanjangan SIM dan STNK | Sumber: Unsplash.com/3mez

Perpanjangan SIM wajib hukumnya buat kamu yang nyetir mobil dan motor sendiri sehari-hari. Biayanya adalah Rp80.000 untuk perpanjangan SIM A (mobil) dan Rp75.000 untuk perpanjangan SIM C (motor).

Tapi, biaya tersebut belum termasuk tambahan semacam tes psikologi (Rp57.000–Rp100.000) dan tes kesehatan (Rp25.000–Rp50.000). 

Kalau ditotal, kamu perlu siapin budget sekitar Rp165.000–Rp280.000 buat perpanjangan SIM A, atau Rp160.000–Rp275.000 buat perpanjangan SIM C.

Selain itu, masih ada lagi perpanjangan STNK lima tahunan. Biaya perpanjangan STNK motor biasanya sekitar Rp300.000–Rp500.000. Sedangkan buat mobil, totalnya bisa mencapai Rp700.000–Rp1 jutaan.

Dibanding ojol, of course kamu nggak wajib punya SIM karena nggak perlu nyetir sendiri. Terus, nggak ada juga perpanjangan STNK yang perlu diurus.

BACA JUGA: Cara Bayar Pajak Mobil Online

Jadi, lebih hemat yang antara naik ojol dan punya kendaraan pribadi? Semuanya balik lagi ke kebutuhanmu, frekuensi bepergian, dan kemampuan finansialmu.

Terus, buat bayar printilan biaya kendaraan pribadi maupun ojol kayak parkir, bayar tol, dan bensin, pakai aplikasi GoPay aja! Nanti di akhir bulan, buka fitur Laporan Pengeluaran dan lihat berapa budget kendaraanmu yang sebenarnya. 

Baik naik ojol maupun kendaraan pribadi, pantau terus pengeluarannya di aplikasi GoPay untuk menjaga keuanganmu tetap stabil!

FAQ Biaya Kendaraan Pribadi

Q: Mengapa pengeluaran bensin harian tidak bisa dijadikan satu-satunya tolok ukur bahwa kendaraan pribadi lebih hemat dari ojol?
A: Karena bensin hanyalah satu komponen kecil. Pemilik kendaraan pribadi wajib memikirkan biaya jangka panjang dan biaya "tak kasat mata" lainnya, seperti penyusutan nilai aset, biaya servis berkala, parkir, tol, hingga kewajiban pajak tahunan yang jika akumulasinya dihitung bulanan bisa melebihi pengeluaran naik ojol.

Q: Berapa perkiraan biaya yang harus disiapkan oleh pemilik mobil untuk keperluan pajak dan servis rutin dalam satu tahun?
A: Untuk servis rutin menengah-ringan, pemilik mobil perlu menyiapkan sekitar Rp1,5 juta hingga Rp3 juta per tahun. Sementara untuk pajak tahunan (PKB), biayanya berkisar antara 1,5–2% dari Nilai Jual Kendaraan Bermotor (NJKB); jika NJKB mobil sebesar Rp300 juta, maka pajaknya berkisar Rp4,5 juta hingga Rp6 juta belum termasuk SWDKLLJ.

Q: Apakah pengguna ojol sama sekali terbebas dari pengeluaran untuk tol dan parkir selama perjalanan?
A: Secara tidak langsung, biaya tol dan parkir saat penjemputan/penurunan biasanya akan tetap dibebankan dan ditagihkan secara terpisah kepada penumpang ojol. Namun, keuntungan utamanya adalah penumpang terbebas dari stres mencari lahan parkir serta sewa slot parkir langganan bulanan di gedung perkantoran.

Q: Apa saja rincian biaya yang perlu dikeluarkan saat seseorang ingin memperpanjang SIM A atau SIM C mereka?
A: Biaya pokok PNBP adalah Rp80.000 untuk SIM A dan Rp75.000 untuk SIM C. Namun, Anda juga harus menyiapkan biaya tambahan wajib untuk tes psikologi sekitar Rp57.000–Rp100.000 dan tes kesehatan sebesar Rp25.000–Rp50.000, sehingga total anggarannya bisa mencapai Rp160.000 hingga Rp280.000.

Q: Bagaimana fitur Laporan Pengeluaran di Aplikasi GoPay membantu kita mengambil keputusan antara beli kendaraan atau tetap naik ojol?
A: Fitur Laporan Pengeluaran di Aplikasi GoPay secara otomatis mencatat seluruh transaksi harian Anda, mulai dari beli bensin, bayar parkir, tol, hingga biaya trip ojol. Di akhir bulan, Anda bisa melihat grafik pengeluaran riil untuk mengevaluasi opsi mana yang paling ramah dan sesuai dengan kondisi finansial Anda saat ini.

Artikel Terkait