Diperankan Sal Priadi hingga Iqbaal Ramadhan, Ini Sinopsis Film Monster Pabrik Rambut yang Perlu Kamu Tau Sebelum Nonton

3 June 2026

•

7 min

Sinopsis film monster pabrik rambut

Ringkasan:

  • Sinopsis Horor Surealis Tanpa Jumpscare Hantu: Dijadwalkan tayang di bioskop tanah air mulai 4 Juni 2026, Monster Pabrik Rambut merupakan film horor surealis garapan sutradara Edwin yang berfokus pada kisah tiga kakak-beradik (Putri, Ida, dan Bona) dalam membongkar misteri kematian ibu mereka setelah bekerja non-stop. Uniknya, film ini sama sekali tidak menampilkan sosok hantu, melainkan membangun atmosfer mencekam dari isu nyata seputar eksploitasi tenaga kerja dan overwork.
  • Kolaborasi Sinematik Lintas Negara dan Sineas Berkelas: Proyek ini menandai debut Edwin menyutradarai genre horor, berkolaborasi dengan novelis ternama Eka Kurniawan serta sineas asal Jepang Daishi Matsunaga untuk menulis naskahnya. Diproduksi oleh Palari Films bersama rumah produksi dari Jepang, Singapura, Prancis, hingga Jerman, film ini diperkuat oleh DOP senior Jepang Akiko Ashizawa dan menghadirkan aktor berbakat seperti Rachel Amanda, Lutesha, Sal Priadi, Kev Lukman, Didik Nini Thowok, serta Iqbaal Ramadhan yang juga merangkap sebagai executive producer.
  • Beli Tiket Bioskop Praktis dan Bebas Antre via GoPay: Mengamankan kursi bioskop terbaik untuk menyaksikan film horor yang sudah mendapat sambutan hangat di Berlin International Film Festival ini sekarang menjadi lebih mudah. Penonton tidak perlu lagi mengantre di loket bioskop karena tiket dapat dibeli secara instan langsung lewat aplikasi GoPay gratis biaya admin, serta berkesempatan memenangkan voucer nonton gratis dan total 1 juta GoPay Coins melalui fitur Daily Quiz di aplikasi GoPay.

Disclaimer: Ringkasan ini dibuat menggunakan Kecerdasan Buatan (AI)


Suka film horor dengan cerita yang beda dari biasanya? Kamu wajib masukin film Monster Pabrik Rambut ke watchlist Juni 2026!

Karya terbaru sutradara Edwin ini berkisah tentang tiga kakak-beradik yang berusaha membongkar misteri kematian ibu mereka. Soalnya, sang ibu meninggal dunia setelah bekerja non-stop di sebuah pabrik yang penuh teror supranatural.

Nggak cuma punya premis menarik, Monster Pabrik Rambut juga mempertemukan banyak aktor ternama tanah air. Plus, masih ada sederet fakta menarik lain yang bikin film ini layak banget buat ditunggu!

Biar makin excited nonton filmnya di bioskop, yuk, simak dulu fakta menarik dan sinopsis film Monster Rambut Pabrik yang udah GoPay rangkum!

BACA JUGA: Film Lokal Bioskop

1. Menghadirkan deretan artis terkenal 

Menghadirkan deretan artis terkenal

Menghadirkan deretan artis terkenal | Sumber: Jogja.suara.com

Film horor Monster Pabrik Rambut dibintangi oleh nama-nama terkenal di dunia hiburan Indonesia. Ada Lutesha, Iqbaal Ramadhan, Rachel Amanda, Sal Priadi, dan Kev Lukman.

Rachel Amanda memerankan tokoh Putri, anak sulung yang harus balik ke kampung halaman setelah sang ibu meninggal di pabrik tempatnya bekerja. Lalu, Lutesha berperan sebagai Ida si anak tengah yang percaya sama eksistensi hantu.

Sedangkan, Iqbaal Ramadhan menjadi anak bungsu bernama Bona yang punya kemampuan unik, yakni meregenerasi bagian tubuhnya. 

Sal Priadi dan Kev Lukman semakin menambah keseruan cerita melalui peran mereka sebagai buruh pabrik. Selain itu, ada juga Didik Nini Thowok yang memerankan tokoh Maryati si pemilik pabrik.

2. Mengungkit isu eksploitasi pekerja yang nyata 

Mengungkit isu eksploitasi pekerja yang nyata

Mengungkit isu eksploitasi pekerja yang nyata | Sumber: JPNN.com

Sekilas, sinopsis film Monster Pabrik Rambut emang terdengar agak menyeramkan karena berkaitan sama alam gaib. Tapi ternyata, film ini nggak menampilkan hantu sama sekali, lho!

Monster Pabrik Rambut justru bakal menyorot isu overwork dan eksploitasi tenaga kerja yang sayangnya masih sering terjadi di Indonesia. Nah, isu inilah yang bakal jadi sumber teror dalam cerita film.

Demi menampilkan kondisi tersebut secara nyata di layar lebar, Edwin dan para pemain melakukan riset mendalam dengan langsung mengunjungi pabrik dan ikut menjalani proses produksi.

Jadi, buat kamu yang cari film horor tanpa hantu, jangan sampai kelewatan nonton Monster Pabrik Rambut di bioskop, ya!

3. Kolaborasi Edwin dengan dua novelis ternama 

Kolaborasi Edwin dengan dua novelis ternama

Kolaborasi Edwin dengan dua novelis ternama | Sumber: instagram/filmnasional

Naskah film horor Monster Pabrik Rambut digarap oleh Edwin bersama Eka Kurniawan dan Daishi Matsunaga. 

Eka Kurniawan adalah seorang novelis ternama tanah air yang karya-karyanya dikenal penuh dengan satire sosial sera elemen surealis, seperti Lelaki Harimau dan Cantik Itu Luka.

Ini bukan pertama kalinya Edwin bekerja sama dengan Eka. Sebelumnya, ia pernah menyutradarai film yang diadaptasi dari novel Eka, Seperti Dendam, Rindu Harus Dibayar Tuntas.

Sementara itu, Daishi Matsunaga adalah sutradara asal Jepang yang terkenal dengan pendekatan cerita emosional dalam film-filmnya. 

Kehadiran Daishi dan Eka bikin film Monster Pabrik Rambut jadi punya nuansa horor yang lebih artistik, jadi nggak cuma ngandelin jumpscare.

4. Pengalaman pertama Edwin menggarap film horor

Pengalaman pertama Edwin menggarap film horor

Pengalaman pertama Edwin menggarap film horor | Sumber: Hypeabis.id

Edwin bukanlah nama baru di dunia film tanah air. Ia udah menggarap banyak film arthouse dan drama yang beberapa di antaranya sukses meraih penghargaan. 

Karyanya yang berjudul Kara, Anak Sebatang Pohon berhasil menjadi Film Pendek Terbaik di Festival Film Indonesia (FFI) 2005. Lalu, melalui film Posesif, Edwin dinobatkan sebagai Sutradara Terbaik di FFI 2017.

Menariknya, Monster Pabrik Rambut jadi film horor pertama yang digarap oleh Edwin. Untuk memberikan cerita horor yang berbeda, Edwin menciptakan atmosfer mencekam lewat kisah surealis, kritik sosial, dan rasa nggak nyaman yang dibangun perlahan sepanjang film.

5. Vibes yang terinspirasi dari film Jordan Peele

Vibes yang terinspirasi dari film Jordan Peele

Vibes yang terinspirasi dari film Jordan Peele | Sumber: Berlinale.de

Pas nonton Monster Pabrik Rambut di bioskop, jangan kaget kalau kamu jadi teringat sama film-film Jordan Peele semacam Get Out (2017) dan Us (2019). Ternyata, Edwin emang terinspirasi dari film-film Jordan Peele buat membangun vibe cerita Monster Pabrik Rambut.

Inspirasi ini kelihatan jelas dari pendekatan yang Edwin ambil. Ia menggunakan genre horor buat menyampaikan kritik sosial. 

Tapi tenang aja, Edwin tetap memberikan sentuhan lokal dalam karya terbarunya ini, kok. Makanya, nggak heran kalau sinopsis film Monster Pabrik Rambut punya nuansa horor yang kuat sekaligus tetap relevan sama kehidupan modern sekarang.

BACA JUGA: Film Horor Indonesia

6. Produksi yang melibatkan berbagai negara 

Produksi yang melibatkan berbagai negara 

Produksi yang melibatkan berbagai negara | Sumber: Koma.id

Ternyata, film horor Monster Pabrik Rambut merupakan hasil kolaborasi internasional, lho!

Selama proses produksi, Palari Films bekerja sama dengan Hassaku Lab dari Jepang, Giraffe Pictures dari Singapura, Apsara Films dari Prancis, dan In Good Company dari Jerman.

Salah satu tujuan utamanya adalah agar Monster Pabrik Rambut bisa ikut dirayakan di negara-negara tersebut.

Meski begitu, kolaborasi internasional ini nggak cuma fokus pada distribusi film, tapi juga sampai jajaran kru kreatif. Salah satu Director of Photography (DOP) didatangkan langsung dari Jepang, yaitu Akiko Ashizawa. 

Perempuan berusia 75 tahun ini sudah aktif menjadi DOP sejak tahun 1990-an. Sebelumnya, Akiko juga pernah menjadi DOP untuk film karya Edwin yang berjudul Seperti Dendam, Rindu Harus Dibayar Tuntas.

7. Iqbaal Ramadhan jadi executive producer 

 Iqbaal Ramadhan jadi executive producer

Iqbaal Ramadhan jadi executive producer | Sumber: Medcom.id

Saat baca sinopsis film Monster Pabrik Rambut, muncul nama Iqbaal Ramadhan sebagai salah satu tokoh utama yang bernama Bona. Tapi ternyata, peran Iqbaal dalam film ini nggak cuma akting. Soalnya, ia juga duduk di kursi executive producer!

Iqbaal sadar banget gimana populernya film horor di Indonesia. Hampir tiap bulan, ada aja judul film horor baru yang tayang di layar lebar.

Nah, dengan peran sebagai executive producer, Iqbaal bisa ikut nentuin arah film biar berbeda dari film-film horor lain tersebut. 

Bersama Palari Film selaku rumah produksi utama, ia berusaha menciptakan pengalaman nonton film horor yang nggak monoton. Kira-kira, gimana hasilnya? Langsung buktikan aja sendiri di bioskop, ya!

8. Riset menyeluruh ke pabrik rambut nyata 

Riset menyeluruh ke pabrik rambut nyata

Riset menyeluruh ke pabrik rambut nyata | Sumber: Kompas.com

Film horor Monster Pabrik Rambut emang merupakan cerita fiksi. Meski begitu, bukan berarti Edwin menulis cerita cuma dari imajinasi. Demi menampilkan cerita horor yang tetap realistis dan relevan, Edwin dan tim melakukan riset mendalam terlebih dulu.

Mereka sampai berkunjung ke pabrik rambut yang ada di Bali buat mempelajari kondisi kerja, proses operasional, elemen-elemen teknis, sampai tantangan kerja. 

Dari hasil riset tersebut, barulah Edwin merancang ekosistem cerita buat filmnya, mulai dari rutinitas pekerja, atmosfer yang melelahkan di dalam pabrik, sampai tekanan target produksi.

Makanya, nggak heran kalau cerita film Monster Pabrik Rambut terasa lebih relatable dibanding kisah supranatural biasa. Plus, kritik sosialnya pun jadi lebih kuat!

9. Shooting yang berlatar di set sendiri 

Shooting yang berlatar di set sendiri

Shooting yang berlatar di set sendiri | Sumber: RBG.id

Buat shooting film horor Monster Pabrik Rambut, tim Palari Films nggak mengambil gambar di pabrik rambut beneran. Mereka membangun set sendiri di Produksi Film Negara (PFN).

Keputusan ini memberikan kebebasan penuh bagi tim produksi dalam membangun atmosfer horor yang sesuai sama kebutuhan cerita film

Dengan membuat set sendiri, detail lorong pabrik, mesin produksi, ruang kerja, sampai pencahayaan bisa diatur maksimal demi menghasilkan nuansa mencekam.

Terus, buat menciptakan vibe visual horor klasik, tim Palari Films mengambil gambar menggunakan kamera digital. Kemudian, mereka memproses hasilnya dengan teknik Digital Film Data (DFD) yang merupakan hasil kolaborasi Indonesia dan Prancis. 

Hasilnya, gambar film Monster Rambut Pabrik pun cenderung bertekstur grain dan punya kedalaman warna yang bakal ngingetin kamu sama hasil film seluloid klasik.

10. Dapat sambutan positif dari festival film internasional 

Dapat sambutan positif dari festival film internasional 

Dapat sambutan positif dari festival film internasional | Sumber: Kompas.com

Film Monster Pabrik Rambut emang dijadwalin rilis di Indonesia pada 4 Juni 2026. Tapi ternyata, film ini udah tayang lebih dulu di Berlin International Film Festival pada Februari 2026 lalu, tepatnya dalam program Berlinale Special Midnight.

Dengan mengangkat isu tekanan kerja yang relatable di belahan dunia mana pun, Monster Pabrik Rambut menerima sambutan positif dari penonton internasional.

Bahkan, jejak internasional film horor Monster Pabrik Rambut nggak berhenti di Berlin aja. Selain itu, film ini juga udah diputar di Festival Film Fantastik Internasional Brussel, Festival Film Internasional Hong Kong, dan Fantasia Film Festival 2026 di Montreal, Kanada.

Pencapaian ini menunjukkan bahwa Monster Pabrik Rambut adalah karya sinematik yang kualitasnya udah diakui secara internasional.

BACA JUGA: Film Box Office

Sinopsis film Monster Pabrik Rambut menawarkan cerita horor menarik dengan isu sosial yang menggigit. 

Ditambah cast bertabur bintang dan pengakuan dari dunia internasional, nggak heran kalau Monster Pabrik Rambut jadi salah satu film lokal yang paling layak dinanti tahun ini. Catat tanggal tayangnya, mulai 4 Juni 2026 di bioskop tanah air!

Biar nggak kehabisan kursi, buruan beli tiket bioskop lewat aplikasi GoPay karena kamu nggak perlu ngantre di depan kasir! Bahkan, cuma di aplikasi GoPay kamu bisa beli tiket bioskop GRATIS biaya admin.

Sambil nunggu hari H film tayang, ikuti Daily Quiz di aplikasi GoPay buat dapetin 1 juta GoPay Coins dan GRATIS voucher nonton! Makanya, yuk, buruan buka aplikasi GoPay dan segera amankan tiket film Monster Pabrik Rambut!

FAQ Sinopsis Film Monster Pabrik Rambut

Q: Siapa saja nama karakter tiga kakak-beradik di film Monster Pabrik Rambut dan siapa aktor yang memerankannya?
A: Karakter tiga kakak-beradik tersebut adalah Putri si anak sulung (diperankan oleh Rachel Amanda), Ida si anak tengah yang percaya hantu (diperankan oleh Lutesha), dan Bona si anak bungsu yang memiliki kemampuan unik meregenerasi bagian tubuhnya (diperankan oleh Iqbaal Ramadhan).

Q: Dari mana sutradara Edwin mendapatkan inspirasi untuk membangun atmosfer dan vibe kritik sosial dalam film horor ini?
A: Edwin mendapatkan inspirasi dari gaya penyutradaraan film-film horor psikologis-kritik sosial milik Jordan Peele, seperti Get Out (2017) dan Us (2019), namun tetap dibalut dengan sentuhan lokal serta unsur surealisme yang relevan.

Q: Novel populer apa saja yang pernah ditulis oleh Eka Kurniawan, salah satu penulis naskah film ini?
A: Eka Kurniawan merupakan novelis ternama Indonesia di balik buku fiksi penuh satire dan elemen surealis yang mendunia seperti Lelaki Harimau dan Cantik Itu Luka. Ia juga menulis novel Seperti Dendam, Rindu Harus Dibayar Tuntas yang sebelumnya telah diadaptasi menjadi film oleh Edwin.

Q: Mengapa visual dan warna dalam film Monster Pabrik Rambut tampak unik menyerupai film seluloid klasik?
A: Karena gambar yang diambil menggunakan kamera digital diproses ulang lewat teknik Digital Film Data (DFD)—sebuah kolaborasi teknologi antara Indonesia dan Prancis—sehingga menghasilkan visual bertekstur grain dengan kedalaman warna klasik.

Q: Di mana saja film Monster Pabrik Rambut telah diputar dalam rangkaian festival film internasional sebelum tayang di Indonesia?
A: Film ini telah diputar di Berlin International Film Festival (program Berlinale Special Midnight), Festival Film Fantastik Internasional Brussel, Festival Film Internasional Hong Kong, dan Fantasia Film Festival di Montreal, Kanada.

Q: Keuntungan apa yang ditawarkan aplikasi GoPay bagi para penonton yang ingin membeli tiket bioskop film ini?
A: Dengan membeli tiket bioskop langsung lewat aplikasi GoPay, penonton bisa memesan kursi secara praktis tanpa antre, menikmati fasilitas gratis biaya admin, serta berkesempatan memenangkan voucer nonton gratis dan total 1 juta GoPay Coins lewat fitur Daily Quiz.

Artikel Terkait