Apa Itu Skor Kredit? Kenali "Rapor" Keuangan yang Menentukan Masa Depan Keuanganmu

15 August 2026

•

6 min

Apa itu skor kredit

Ringkasan:

  • Definisi & Sistem Penilaian: Skor kredit (sebelumnya BI Checking) adalah rekam jejak keuangan pribadi yang dicatat dalam Sistem Layanan Informasi Keuangan (SLIK) OJK untuk mengukur tingkat kepercayaan dan kedisiplinan seseorang dalam membayar utang.
  • Tingkat Kolektibilitas (Kol 1–5): SLIK OJK membagi status pembayaran menjadi 5 tingkat, mulai dari Kol 1 (Lancar) hingga Kol 3–5 (Macet/menunggak di atas 90 hari) yang menjadi syarat utama persetujuan pengajuan pinjaman besar seperti KPR, KKB, hingga modal usaha.
  • Membangun Skor Kredit via GoPay Later: Bagi yang belum memiliki riwayat keuangan, reputasi skor kredit dapat mulai dibangun dari nol secara praktis melalui penggunaan GoPay Later secara bijak dan selalu membayar tagihan tepat waktu.

Disclaimer: Ringkasan ini dibuat menggunakan Kecerdasan Buatan (AI)


Kamu pengin beli gadget impian, kendaraan baru, atau bahkan rumah sendiri, tapi nggak punya uang tunai yang cukup? Ada opsi cicilan! Tapi, sebelum kamu mengajukan pinjaman atau cicilan ke bank maupun lembaga keuangan, mereka bakal cek rekam jejakmu dulu.

Rekam jejak itu sering disebut sebagai skor kredit atau rapor keuangan pribadi. Tunggu dulu, sebenarnya apa itu skor kredit dan kenapa hal tersebut penting banget buat kondisi finansialmu ke depannya? Yuk, kita simak bareng-bareng di sini!

BACA JUGA: GoPay Later dan GoPay Pinjam

Apa Itu Skor Kredit?

Apa Itu Skor Kredit | Sumber: Unsplash.com/piggybank

Kalau kamu tanya apa itu skor kredit, itu adalah sistem penilaian berupa angka yang menggambarkan seberapa tepercaya kamu dalam mengelola dan membayar utang.

Di Indonesia, riwayat ini dicatat dalam Sistem Layanan Informasi Keuangan (SLIK) yang dikelola oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Dulu, masyarakat lebih mengenalnya dengan sebutan BI Checking.

Dalam SLIK OJK, ada 5 level skor kredit atau tingkat kolektibilitas kamu yang disebut sebagai Kol 1 sampai 5. Kayak gimana, sih, rinciannya?

  • Kolektibilitas 1 (Lancar): Kamu selalu bayar cicilan dan bunga tepat waktu tanpa keterlambatan sama sekali.
  • Kolektibilitas 2 (Dalam Perhatian Khusus): Kamu menunggak pembayaran cicilan dalam rentang waktu 1 hingga 90 hari.
  • Kolektibilitas 3 (Kurang Lancar): Pembayaran cicilan kamu udah menunggak selama 91 hingga 120 hari.
  • Kolektibilitas 4 (Diragukan): Tunggakan pembayaran kamu udah melewati batas waktu 121 hingga 180 hari.
  • Kolektibilitas 5 (Macet): Pembayaran pinjaman kamu menunggak lebih dari 180 hari dan dikategorikan sebagai gagal bayar.

Kalau skor kamu Kol 1, pengajuan pinjaman atau cicilanmu bakal lebih gampang diterima oleh lembaga keuangan. Sebaliknya, kalau kamu berada di Kol 3-5, pengajuanmu biasanya bakal langsung ditolak karena bank dan lembaga keuangan lain nggak mau ambil risiko.

Layanan yang Memerlukan Skor Kredit

Layanan yang Memerlukan Skor Kredit | Sumber: Unsplash.com/tierramallorca

Udah tau apa itu skor kredit? Sekarang saatnya kamu memahami layanan keuangan apa aja yang bakal memeriksa rekam jejak keuanganmu. Ini dia beberapa layanan utama yang selalu butuh pengecekan skor kredit!

1. Pinjaman tanpa jaminan

Kalau kamu mau mengajukan pinjaman tanpa jaminan seperti Kredit Tanpa Agunan (KTA) dan PayLater, lembaga penyedia bakal mengecek skor kreditmu.

Karena nggak ada syarat jaminan aset fisik seperti BPKB, sertifikat properti, dan lainnya, risiko yang ditanggung penyedia pinjaman jadi jauh lebih tinggi. Jadi, mereka sepenuhnya mengandalkan riwayat keuanganmu buat menilai kepatuhan bayar.

Semisal kamu punya riwayat pembayaran yang rajin dan selalu tepat waktu, pengajuan PayLater atau KTA bisa cair dengan cepat. Tapi, riwayat yang buruk bikin pengajuan langsung ditolak oleh sistem.

2. Kredit kepemilikan barang

Punya impian beli rumah sendiri atau kendaraan pribadi dengan cara dicicil? Layanan Kredit Pemilikan Rumah (KPR) dan Kredit Kendaraan Bermotor (KKB) pasti bakal memeriksa skor keuanganmu secara mendalam sebelum kamu bisa bayar.

Apa alasannya? Pembelian properti dan kendaraan melibatkan nominal uang yang gede banget dengan tenor pelunasan hingga bertahun-tahun. Makanya, analis kredit bank bakal teliti melihat seberapa disiplin kamu membayar tagihan masa lalu.

Skor yang mulus bakal bikin proses akad KPR jadi jauh lebih lancar dan berpeluang dapat tawaran menarik. Kalau ada catatan menunggak, bank bakal ragu memberi persetujuan buat pinjaman yang nilainya fantastis.

3. Pengajuan modal usaha

Buat kamu yang berencana bikin usaha sendiri tapi modalnya terbatas, kamu bisa cari pinjaman modal usaha dari bank. Nah, layanan ini mensyaratkan penilaian kredit yang ketat. Kenapa?

Gampangnya, pihak bank pengin memastikan bisnis yang mereka biayai memang dikelola oleh orang yang bertanggung jawab secara finansial. So, riwayat pembayaranmu bakal jadi acuan awal mereka.

Manajemen utang pribadi yang rapi ngasih sinyal positif bahwa kamu mampu mengelola dana usaha dengan baik. Alhasil, kesempatan dapetin suntikan modal ekstra pun makin terbuka lebar.

Fungsi Skor Kredit

Fungsi Skor Kredit | Sumber: Unsplash.com/mainermedia

Kenapa bank melakukan pengecekan skor kredit? Ternyata, ada kaitannya dengan tujuan bank dan lembaga keuangan buat menciptakan ekosistem keuangan yang aman serta efisien buat semua pihak, termasuk kamu. Berikut fungsi lengkapnya!

1. Penilaian risiko dengan akurat

Fungsi paling mendasar dari penilaian skor kredit adalah membantu lembaga keuangan mengukur tingkat risiko calon peminjam secara objektif.

Melalui data historis pembayaran, sistem bisa memprediksi seberapa besar kemungkinan kamu bakal melunasi kewajiban tepat waktu. Sehingga, proses verifikasi data pun selesai lebih cepat tanpa perlu wawancara yang berbelit.

Pada akhirnya, kamu bisa segera dapat persetujuan pinjaman sesuai kebutuhan kalau bank atau lembaga keuangan menilai skor kreditmu memang bagus.

2. Penetapan limit dan suku bunga

Tau nggak, kalau batas maksimal pinjaman dan besaran bunga bisa berbeda-beda buat tiap orang? Semua itu ditentukan oleh hasil penilaian bank terhadap riwayat keuanganmu, lho!

Nasabah dengan track record yang bagus biasanya dinilai berisiko rendah. Sebagai imbalannya, bank berani memberikan plafon pinjaman yang lebih tinggi dengan bunga yang lebih rendah.

BACA JUGA: Faktor yang Memengaruhi Limit PayLater

3. Membuka akses keuangan bagi nasabah

Skor keuangan yang baik ibarat paspormu di dunia finansial. Dengan paspor tersebut, kamu bisa lebih gampang mengakses berbagai produk perbankan modern, mulai dari kartu kredit premium sampai fasilitas pembiayaan khusus.

Fleksibilitas keuangan tersebut bakal ngasih kamu rasa tenang saat butuh dana darurat atau pengin ngambil peluang investasi yang berharga buat ngembangin usaha sendiri. Misalnya, dengan beli barang yang kamu butuh banget atau lainnya.

Bagaimana Skor Kredit Dinilai?

Bagaimana Skor Kredit Dinilai? | Sumber: Unsplash.com/gtomassetti

“Gimana, sih, cara algoritma keuangan menghitung skor kredit kita?” Penilaian ini nggak dilakukan secara asal-asalan, lho, karena ada beberapa data yang jadi acuan utama! Kamu bisa simak di bawah ini biar kamu tau apa yang harus ditingkatin dari riwayat keuanganmu.

1. Ketepatan waktu pembayaran

Seperti yang udah sempat dibahas, ketepatan waktu bayar tagihan cicilan atau melunasi pinjaman bakal menentukan banget seberapa bagus skor kreditmu.

Kalau kamu selalu bayar cicilan sebelum atau tepat pada tanggal jatuh tempo sampai lunas, poin kamu bakal makin meningkat. Sementara itu, keterlambatan beberapa hari aja bakal tetap tercatat dalam sistem dan bisa turunin skor kreditmu secara bertahap.

2. Jumlah utang aktif vs pendapatan

Selain seberapa bagus tingkat kolektibilitasmu, lembaga keuangan juga bakal bandingin debt-to-income ratio alias rasio total utangmu yang lagi berjalan terhadap total penghasilan bulananmu.

Biarpun kamu selalu bayar tagihan tepat waktu, bank bisa menganggapmu sebagai nasabah berisiko tinggi kalau kamu ngambil terlalu banyak pinjaman dalam suatu waktu. Jadi, usahakan agar total cicilan bulananmu nggak melebihi 30% dari total pendapatan bersih, ya!

3. Durasi pinjaman

Terakhir, berapa lama kamu udah pakai dan mengelola fasilitas kredit maupun pinjaman juga termasuk dalam perhitungan skor kreditmu. 

Pinjaman atau kredit berjangka panjang (dengan tenor minimal 6-12 bulan) ngasih kamu lebih banyak kesempatan buat bayar tepat waktu, sehingga sistem punya data yang cukup buat menghitung skor kreditmu dengan lebih akurat.

Itulah alasannya kenapa punya satu atau dua pinjaman kecil yang selalu kamu bayar tepat waktu sejak lama bakalan mendongkrak riwayat keuanganmu!

BACA JUGA: PayLater untuk Kebutuhan atau Gaya Hidup

Apa itu skor kredit? Sederhananya, ini adalah cerminan tingkat kepercayaan institusi finansial terhadap disiplin keuanganmu sehari-hari.

Punya skor yang tinggi akan memudahkan jalanmu meraih berbagai impian finansial di masa depan, mulai dari punya barang dalam wishlist hingga mampu ngembangin usaha sendiri.

Buat kamu yang belum punya riwayat pinjaman, jangan berkecil hati dulu! Kamu bisa mulai membangunnya dari nol bersama GoPay Later. Caranya, cukup pakai limitnya secara bijak dan selalu bayar tagihan tepat waktu.

Yuk, nikmati kemudahan bertransaksi sekaligus membangun reputasi keuangan yang oke mulai dari sekarang bareng GoPay Later!

FAQ Apa Itu Skor Kredit

Q: Apa bedanya istilah BI Checking dengan SLIK OJK dalam pencatatan skor kredit?
A: BI Checking adalah sistem pencatatan riwayat kredit lama yang dulunya dikelola oleh Bank Indonesia. Saat ini, sistem tersebut telah dialihkan dan dikelola oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dengan nama Sistem Layanan Informasi Keuangan (SLIK).

Q: Mengapa pengajuan pinjaman/KPR bisa langsung ditolak jika masuk kategori Kol 3 hingga Kol 5?
A: Kategori Kol 3 (Kurang Lancar) hingga Kol 5 (Macet) menandakan adanya penunggakan pembayaran lebih dari 90 hari. Lembaga keuangan menganggap calon peminjam pada kategori tersebut memiliki risiko tinggi (default) sehingga umumnya langsung menolak pengajuan kredit.

Q: Berapa persen rasio total utang ideal terhadap pendapatan agar skor kredit tetap aman?
A: Total cicilan atau tagihan utang bulanan disarankan tidak melebihi 30% dari total pendapatan bersih per bulan (debt-to-income ratio) agar tidak dianggap berisiko tinggi oleh analis bank.

Q: Bagaimana cara bagi orang yang belum pernah punya pinjaman untuk mulai membangun riwayat skor kredit?
A: Pemula dapat mulai membangun riwayat kredit dari nol dengan memanfaatkan fasilitas kredit digital kecil seperti GoPay Later, lalu rutin menggunakan limit secara bijak serta selalu membayar tagihan tepat waktu sebelum jatuh tempo.

Q: Apakah keterlambatan pembayaran PayLater beberapa hari dapat memengaruhi skor kredit?
A: Ya, keterlambatan pembayaran meskipun hanya beberapa hari tetap akan masuk dalam catatan histori kredit (Kol 2) dan secara bertahap dapat menurunkan skor atau reputasi keuangan di SLIK OJK.

Artikel Terkait