Ringkasan:
- Fenomena Serangan Jantung Usia Muda: Data Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023 menunjukkan bahwa kelompok usia 25–34 tahun mendominasi pasien jantung (140.206 orang), diikuti usia 15–24 tahun (139.891 orang), membuktikan bahwa penyakit jantung bukan lagi hanya penyakit orang tua.
- 7 Faktor Risiko Utama: Penyebab serangan jantung di usia muda meliputi faktor genetik/riwayat keluarga, kolesterol dan gula darah tinggi, tekanan darah tinggi (silent killer), kebiasaan merokok/vaping, gaya hidup kurang gerak (sedentari), stres berlebih dan kurang tidur, serta konsumsi alkohol berlebihan.
- Pencegahan & Proteksi Finansial: Pencegahan dapat dilakukan melalui pola hidup sehat, olahraga rutin minimal 150 menit/minggu, pemeriksaan kesehatan berkala, serta melengkapi diri dengan perlindungan finansial dari GoPay Asuransi di aplikasi GoPay.
Disclaimer: Ringkasan ini dibuat menggunakan Kecerdasan Buatan (AI)
Dulu, serangan jantung mungkin lebih identik sebagai penyakit orang tua, tapi sekarang udah beda cerita. Data Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023 mencatat kelompok usia 25–34 justru mendominasi jumlah pasien jantung di dalam negeri, yakni 140.206 orang.
Angka tersebut cuma sedikit lebih tinggi daripada kelompok usia 15–24 tahun yang berjumlah 139.891 pasien. Dari sana, udah jelas banget bahwa penyakit jantung, termasuk serangan jantung, bisa menyerang anak muda.
Karena itu, penting untuk mengenali apa aja penyebab serangan jantung usia muda agar kamu bisa menghindarinya. Yuk, cari tahu bareng-bareng berbagai faktor risikonya!
BACA JUGA: Apa Itu Asuransi Kesehatan?
1. Riwayat keluarga

Riwayat keluarga | Sumber: Pexels.com/towfiqu-barbhuiya
Apakah orang tua, saudara kandung, atau anggota keluarga dekatmu pernah mengalami penyakit jantung, kolesterol tinggi, atau hipertensi? Kalau iya, risikomu terkena serangan jantung juga bakal lebih tinggi.
Faktor risiko satu ini emang nggak bisa diubah karena berkaitan dengan genetik. Meski begitu, bukan berarti kamu pasti bakal mengalami serangan jantung.
Untuk menekan risikonya, kamu dianjurkan buat menerapkan gaya hidup sehat, menjaga pola makan, medical check-up ke dokter secara berkala, serta rutin memantau tekanan darah, kolesterol, dan gula darah.
2. Kolesterol dan gula darah tinggi

Kolesterol dan gula darah tinggi | Sumber: Unsplash.com/isensusa
Sering mengonsumsi gorengan, makanan cepat saji, makanan tinggi lemak jenuh, dan makanan dan minuman tinggi gula bisa bikin kadar kolesterol LDL dan gula darah naik.
Kalau terus dibiarin, hal tersebut bakal menyebabkan plak menumpuk di dinding arteri koroner yang mengalirkan darah ke jantung. Akibatnya, pasokan darah ke jantung jadi berkurang sehingga meningkatkan risiko serangan jantung.
Selain itu, kadar gula darah yang nggak terkendali juga termasuk penyebab serangan jantung usia muda. Kondisi ini bisa merusak pembuluh darah sekaligus meningkatkan risiko diabetes, yang menjadi faktor penyebab penyakit jantung.
3. Tekanan darah tinggi

Tekanan darah tinggi | Sumber: Pexels.com/martabranco
Berbagai penyebab serangan jantung di usia muda sering kali nggak bergejala, termasuk tekanan darah tinggi atau hipertensi. Itulah kenapa hipertensi sering disebut sebagai silent killer.
Kalau nggak dikendalikan, tekanan darah tinggi bakal memaksa jantung bekerja lebih keras buat memompa darah ke seluruh tubuh. Akibatnya, otot ventrikel kiri jadi menebal, sehingga meningkatkan risiko serangan jantung di usia muda.
Karena itu, periksalah tekanan darah secara rutin untuk memantau kondisinya, apalagi kalau kamu punya riwayat hipertensi dalam keluarga atau selama ini menjalani gaya hidup kurang sehat.
4. Kebiasaan merokok dan vaping

Kebiasaan merokok dan vaping | Sumber: Unsplash.com/julez97
Masih banyak orang yang menganggap kalau vape lebih “aman” daripada rokok biasa. Padahal, keduanya sama-sama termasuk penyebab serangan jantung usia muda.
Kandungan nikotin dan zat kimia lain dalam rokok maupun vape bisa mempersempit pembuluh darah, meningkatkan tekanan darah, dan mengurangi pasokan oksigen ke jantung.
Semakin lama kamu biarin kebiasaan merokok atau vaping, semakin besar pula risiko anak muda terkena serangan jantung.
5. Jarang berolahraga

Jarang berolahraga | Sumber: Unsplash.com/a_d_s_w
Duduk seharian di depan laptop, lanjut rebahan sambil scroll medsos, dan skip olahraga bikin tubuh jadi jarang bergerak aktif. Kebiasaan ini bisa meningkatkan risiko penyakit jantung, lho.
Sebaliknya, rutin berolahraga bakal membantu kamu menstabilkan kadar kolesterol, menurunkan tekanan darah, dan menjaga berat badan ideal.
Agar kesehatan jantung selalu terjaga, Kementerian Kesehatan Indonesia menganjurkan berolahraga minimal 150 menit per minggu.
6. Stres berlebih

Stres berlebih | Sumber: Pexels.com/kampus
Tekanan pekerjaan, masalah keuangan, sampai tuntutan kehidupan sehari-hari bisa memicu stres serius dan menjadi penyebab serangan jantung usia muda.
Sebab, ketika mengalami stres kronis, tubuh bakal memproduksi hormon kortisol yang meningkatkan tekanan darah dan denyut jantung.
Kalau ditambah kebiasaan begadang atau kurang tidur, risiko tekanan darah tinggi, penyakit jantung, dan gangguan metabolisme bakal ikut naik.
Karena itu, luangkan waktu untuk tidur cukup dan lakukan aktivitas yang bisa membantumu mengelola stres, seperti meditasi, olahraga ringan, atau menjalankan hobi.
7. Konsumsi alkohol berlebih

Konsumsi alkohol berlebih | Sumber: Unsplash.com/jerryzhang
Konsumsi alkohol dalam jumlah berlebih juga termasuk salah satu penyebab serangan jantung di usia muda.
Kalau terus dilakukan dalam jangka panjang, kebiasaan ini bisa meningkatkan tekanan darah dan melemahkan otot jantung. Keduanya merupakan faktor risiko penyebab kardiovaskular, termasuk serangan jantung.
BACA JUGA: Cara Memilih Asuransi Kesehatan
Hindari penyebab serangan jantung usia muda dengan menerapkan gaya hidup sehat. Nggak kalah penting, siapkan pula perlindungan finansial berupa asuransi kesehatan.
Jadi, seandainya terjadi risiko gangguan jantung, adanya asuransi dapat membantu biaya perawatan sampai pemulihan.
Kabar baiknya lagi, sekarang kamu bisa dapetin asuransi kesehatan secara praktis karena ada GoPay Asuransi. Tinggal buka aplikasi GoPay, dan kamu bisa langsung pilih produk asuransi kesehatan sesuai kebutuhan, termasuk untuk serangan jantung.
Yuk, lebih peduli dengan kesehatan jantung dari sekarang! Lengkapi juga perlindungan dirimu dengan GoPay Asuransi!
FAQ Penyebab Serangan Jantung Usia Muda
Q: Apakah vaping atau rokok elektrik lebih aman bagi kesehatan jantung dibandingkan rokok biasa?
A: Tidak. Baik rokok biasa maupun vape sama-sama mengandung nikotin dan zat kimia berbahaya yang dapat mempersempit pembuluh darah, meningkatkan tekanan darah, dan menjadi penyebab serangan jantung di usia muda.
Q: Berapa lama durasi olahraga yang dianjurkan untuk menjaga kesehatan jantung?
A: Kementerian Kesehatan Indonesia menganjurkan untuk berolahraga minimal 150 menit per minggu (misalnya 30 menit sehari selama 5 hari) guna menstabilkan kolesterol dan tekanan darah.
Q: Mengapa stres kronis dapat memicu serangan jantung pada anak muda?
A: Saat mengalami stres berlebih, tubuh memproduksi hormon kortisol yang memicu peningkatan tekanan darah dan denyut jantung. Jika dikombinasikan dengan kurang tidur, risiko gangguan kardiovaskular akan meningkat signifikan.
Q: Bagaimana cara mendapatkan proteksi finansial untuk kesehatan jantung secara praktis?
A: Kamu bisa membeli dan memilih produk asuransi kesehatan atau perlindungan penyakit kritis yang sesuai dengan kebutuhan langsung melalui fitur GoPay Asuransi di aplikasi GoPay.







