Ringkasan:
- Kenali Kebutuhan & Cakupan Manfaat: Sesuaikan asuransi dengan riwayat medis keluarga serta pastikan manfaat rawat inap, rawat jalan, hingga penyakit kritis sudah mencakup kebutuhan spesifikmu.
- Cek Kesehatan Finansial & Sistem Limit: Pilih perusahaan yang terdaftar di OJK dengan skor kesehatan finansial (RBC) di atas 120%, serta pahami perbedaan sistem limit as charged (sesuai tagihan) dan inner limit (batas per tindakan).
- Prioritaskan Kemudahan Klaim & Digital: Pilih asuransi dengan sistem cashless untuk administrasi yang lebih cepat di rumah sakit, serta pastikan layanan tersedia secara digital agar proses klaim tidak ribet saat kondisi darurat.
Disclaimer: Ringkasan ini dibuat menggunakan Kecerdasan Buatan (AI)
Memilih asuransi kesehatan nggak bisa asal-asalan! Salah pilih, bisa-bisa kamu berakhir dengan premi yang tinggi tapi manfaat minim. Atau lebih parah, klaim asuransi ditolak pas kamu lagi butuh banget.
Biar hal seperti ini nggak kejadian, kamu perlu memahami cara memilih asuransi kesehatan yang sesuai dengan kebutuhan. Yuk, cari tahu selengkapnya di bawah ini!
BACA JUGA: Manfaat Asuransi untuk Generasi Muda
1. Sesuaikan dengan Kebutuhan Kesehatan

Sesuaikan dengan Kebutuhan Kesehatan | Pexels.com/polina-zimmerman/
Langkah mendasar dalam cara memilih asuransi kesehatan yang baik dan tepat adalah memahami kebutuhan kesehatanmu sendiri.
Coba cek riwayat penyakit keluarga, ada nggak riwayat kritis seperti diabetes, jantung, atau kanker dalam keluargamu. Informasi ini penting banget buat nentuin cakupan perlindungan yang kamu butuhin.
Terus, kalau kamu sering traveling ke luar kota atau bahkan luar negeri, sebaiknya cari asuransi kesehatan yang punya jaringan rumah sakit luas.
Nggak kalah penting, pertimbangin juga usia dan kondisi kesehatanmu saat ini. Semakin muda dan sehat kondisimu saat daftar, preminya bakal lebih terjangkau.
2. Perhatikan Manfaat dan Coverage

Perhatikan Manfaat dan Coverage | Pexels.com/kindelmedia
Saat mau beli asuransi kesehatan, perhatikan secara mendalam apa aja manfaat atau coverage yang ditawarin. Apakah produk asuransi tersebut udah benar-benar memenuhi kebutuhanmu?
Ini dia beberapa cakupan manfaat yang perlu kamu cek satu per satu!
- Rawat jalan: konsultasi dokter, pembelian obat di luar rawat inap, dan pemeriksaan laboratorium.
- Rawat inap: tindakan medis, biaya kamar, dan obat-obatan selama dirawat.
- Pembedahan dan tindakan medis khusus
- Penyakit kritis: apa ada manfaat tambahan untuk penyakit stroke, kanker, atau jantung?
- Persalinan, buat kamu yang merencanakan kehamilan.
- Layanan gawat darurat, termasuk ambulans.
Selain itu, jangan lupa baca bagian tentang definisi penyakit kritis, penyakit apa aja yang nggak di-cover, sampai prosedur klaim yang berlaku.
3. Cek Limit dan Biaya Pertanggungan

Cek Limit dan Biaya Pertanggungan | Pexels.com/vlad-deep-29415806
Dalam cara memilih asuransi kesehatan, ada yang namanya limit atau batas maksimal. Limit inilah yang menentukan seberapa banyak asuransi bakal menanggung biaya medis atau tagihan rumah sakitmu.
Ada dua sistem limit yang umumnya dipakai dalam asuransi kesehatan, yaitu inner limit dan as charged.
Inner limit memberikan batas pertanggungan per jenis tindakan. Misalnya, buat tindakan operasi usus buntu, mereka cuma menanggung sampai Rp15 juta walaupun bisa jadi tagihannya lebih dari itu.
Sedangkan, sistem as charged menanggung biaya sesuai jumlah tagihan sebenarnya. Dengan catatan, tagihan tersebut masih dalam batas tahunan yang udah disepakati dalam polis.
4. Bandingkan Premi dengan Manfaat

Bandingkan Premi dengan Manfaat | Unsplash.com/sixtynice
Cara memilih asuransi kesehatan yang tepat adalah memastikan bahwa premi yang kamu bayar benar-benar sebanding dengan manfaat yang kamu dapatkan.
Makanya, bandingkan dulu setidaknya tiga produk asuransi buat memilih yang terbaik. Saat membandingkan, pertimbangkan berbagai poin-poin berikut.
- Apakah cakupan manfaatnya sebanding dengan premi yang diminta? Buat masing-masing premi, cari tahu sistem limit yang dipakai, seberapa besar limitnya, sampai jaringan rumah sakit.
- Apakah ada rider atau manfaat tambahan yang kamu butuhkan? Prioritaskan rider yang krusial seperti penyakit kritis.
- Bagaimana skema kenaikan premi? Tanyakan apakah premi bisa naik setiap tahun akibat inflasi atau seiring bertambahnya usiamu, dan berapa estimasi kenaikannya.
5. Pilih Perusahaan Asuransi yang Tepercaya

Pilih perusahaan Asuransi yang Tepercaya | Freepik.com/tirachardz
Nggak kalah penting, pilihlah asuransi yang punya track record baik dan sehat secara finansial.
Sebagai indikator cara memilih asuransi kesehatan keluarga yang tepat, pastikan perusahaan udah terdaftar resmi di Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Kamu bisa cek langsung melalui situs ojk.go.id.
Selain itu, cari tahu risk based capital (RBC) perusahaan asuransi. Batas minimum RBC dari OJK adalah 120%. Semakin besar angkanya, semakin sehat pula kondisi finansial perusahaan.
Selain RBC, kamu juga perlu cari tahu claim settlement ratio (CSR) perusahaan asuransi. Waspadai kalau ternyata rate CSR perusahaan di bawah 80%. Itu berarti perusahaan biasanya sering menolak klaim.
Jangan lupa cek juga reputasi perusahaan asuransi melalui media sosial, website, dan forum-forum online. Kalau ada banyak yang mengeluhkan proses klaim ribet, sebaiknya hindari perusahaan tersebut.
6. Perhatikan Kemudahan Klaim

Perhatikan Kemudahan Klaim | Freepik.com/freepik
Mengecek kemudahan klaim juga nggak penting dalam cara memilih asuransi kesehatan keluarga terbaik. Jangan sampai klaim ditolak pas kamu lagi butuh perlindungan asuransi kesehatan.
Cari tahu apakah perusahaan asuransi menggunakan sistem klaim cashless atau reimbursement. Dengan klaim cashless, biasanya kamu cuma perlu menunjukkan kartu asuransi dan perusahaan bakal langsung menyelesaikan pembayaran dengan rumah sakit.
Sedangkan pada sistem reimbursement, kamu harus membayar pengobatan sendiri dulu. Habis itu, kamu bisa ajukan penggantian ke perusahaan asuransi sambil memberikan bukti-bukti tagihan.
7. Pilih yang Mudah Diakses secara Digital

Pilih yang Mudah Diakses secara Digital | Pexels.com/artempodrez
Bayangin kamu atau anggota keluarga lagi sakit, tapi masih harus ribet mengurus dokumen klaim. Buat menghindari hal tersebut, pilihlah produk asuransi yang mudah diakses secara digital.
Biasanya, asuransi yang digital-friendly menyediakan fitur pengajuan klaim dengan dokumen digital, informasi polis dan sisa limit secara real-time, sistem cashless di rumah sakit rekanan, dan layanan konsultasi medis online.
Selain itu, pastikan juga perusahaan asuransi mempunyai layanan pelanggan yang responsif di call center, WhatsApp, sampai live chat. Jadi, kalau ada pertanyaan atau masalah klaim, kamu bisa langsung dapat respons cepat.
BACA JUGA: Jenis Proteksi GoPay Asuransi
Ikuti cara memilih asuransi kesehatan di atas untuk mendapatkan produk asuransi yang benar-benar sesuai kebutuhan, kondisi medis, dan kemampuan finansialmu.Sekarang, kamu bisa mendapatkan asuransi kesehatan dengan lebih mudah melalui aplikasi GoPay. Cukup buka aplikasi GoPay, pilih produk GoPay Asuransi, dan daftarkan dirimu dalam beberapa langkah tanpa ribet. Proteksi kesehatan terbaik kini ada di genggaman tanganmu!







