30+ Istilah Dalam Reksadana yang Wajib Diketahui Sebelum Berinvestasi

25 May 2026

•

9 min

istilah dalam reksadana,

Ringkasan:

  • Pengelola dan Nilai Aset: Manajer Investasi (MI) adalah pihak profesional yang mengelola dana kamu, sementara Bank Kustodian bertugas menyimpan aset tersebut agar aman. Nilai investasi kamu dipantau melalui NAB/Unit (harga per unit reksadana) yang tercatat dalam laporan bulanan bernama Fund Fact Sheet (FFS).
  • Strategi dan Risiko: Kenali Risk Profile kamu sebelum memilih produk. Gunakan strategi Diversifikasi (menyebar aset) untuk meminimalisir kerugian. Kamu bisa memilih metode Lump Sum (setor besar di awal) atau memantau Return (keuntungan) untuk melihat apakah performa reksadana sudah melampaui Benchmark (tolok ukur standar).
  • Proses Transaksi: Pembelian unit disebut Subscription, sedangkan penarikan dana disebut Redemption. Jika ingin memindah dana antarproduk dalam satu MI, kamu bisa menggunakan fitur Switching. Seluruh bukti kepemilikan kamu akan tercatat secara sah dalam sistem S-INVEST.

Disclaimer: Ringkasan ini dibuat menggunakan Kecerdasan Buatan (AI)


Bayangin aja kamu masuk ke coffee shop, tapi ada banyak istilah minuman yang kamu nggak ngerti. Pasti kamu bakal ragu buat pesan, kan? Hal tersebut juga berlaku buat investasi reksadana. 

Kalau kamu nggak ngerti istilah-istilah dalam reksadana, bisa-bisa kamu malah salah pilih strategi. Sebaliknya, paham istilah dan pengertiannya dalam reksadana bakal bikin strategi investasimu makin tepat sasaran.

Bingung harus mulai dari mana? Yuk, simak daftar istilah dalam reksadana yang paling sering muncul plus artinya di sini!

BACA JUGA: Apa Itu Reksadana

1. Manajer Investasi (MI)

Manajer Investasi (MI)

Manajer Investasi (MI) | Sumber: Unsplash.com/towfiqu999999

Manajer Investasi atau MI adalah perusahaan profesional yang bertugas mengelola dana yang udah kamu kumpulin bersama investor lain. Merekalah yang akan memutuskan kapan harus beli saham atau jual obligasi. Jadi, kamu tinggal duduk manis aja.

2. Nilai Aktiva Bersih (NAB)

Istilah NAB dalam reksadana sering banget muncul di halaman depan aplikasi investasi. NAB ini sebenarnya adalah total nilai pasar dari semua aset yang dikelola dalam satu produk reksadana. Setelah dikurangi biaya operasional, angka bersihnya jadi ketahuan.

3. NAB/Unit

Kalau NAB ibaratnya total nilai dari satu loyang kue besar, NAB per Unit adalah harga per potongnya. Inilah angka yang kamu lihat sebagai harga beli atau harga jual reksadana setiap harinya. 

Angka ini berubah-ubah mengikuti perkembangan pasar di bursa. Jadi, kamu bisa pantau apakah investasi kamu sedang naik atau malah lagi diskon.

4. Net Asset Value (NAV)

Istilah NAV dalam reksadana sebenarnya sama aja dengan NAB, tapi dalam versi bahasa Inggris. Banyak analis atau aplikasi global yang lebih suka pakai singkatan ini. 

Jadi, jangan bingung kalau kamu menemukan istilah ini di berita ekonomi luar negeri. Intinya tetap merujuk pada nilai aset bersih yang ada di dalam dana tersebut, kok.

5. Return

Ini dia istilah dalam reksadana yang paling disukai oleh semua investor di dunia. Return adalah hasil atau keuntungan yang kamu dapetin dari investasi selama periode tertentu. Bentuknya bisa berupa persentase kenaikan harga atau pembagian hasil.

6. Portofolio

Portofolio

Portofolio | Sumber: Unsplash.com/kmuza

Portofolio itu seperti koleksi barang-barang berharga yang kamu miliki dalam satu wadah. Isinya bisa bermacam-macam, mulai dari saham, obligasi, sampai deposito. 

MI bertugas menyusun isi portofolio ini supaya performanya maksimal. Tapi, kamu juga bisa punya portofolio pribadi yang isinya campuran berbagai jenis reksadana.

7. Money Market Fund

Money Market Fund

Money Market Fund | Sumber: Unsplash.com/markuswinkler

Istilah dalam reksadana ini berarti reksadana pasar uang dalam bahasa Inggris. Isinya adalah instrumen pasar uang yang jatuh temponya kurang dari satu tahun. Risikonya rendah dan pergerakannya cenderung stabil naik setiap harinya, sehingga cocok buat pemula.

8. Fixed Income Fund

Ini adalah nama lain dari reksadana pendapatan tetap yang fokus pada surat utang atau obligasi. Minimal 80% dananya harus ditaruh di instrumen yang memberikan bunga atau kupon secara rutin. 

Secara risiko, jenis ini ada di tengah-tengah antara pasar uang dan saham. Ini pilihan pas kalau kamu mau investasi jangka menengah sekitar 1-3 tahun.

9. Reksadana Campuran

Sesuai namanya, di dalam reksadana ini ada kombinasi saham, obligasi, dan pasar uang dengan porsi yang lebih fleksibel. 

MI dapat mengatur komposisinya sesuai dengan kondisi pasar sekarang. Jadi, kamu bisa dapat potensi keuntungan gede dengan risiko yang lebih terjaga.

10. Pencairan (Redemption)

Redemption adalah proses saat kamu ingin menarik kembali uang yang udah diinvestasikan. Caranya, kamu menjual unit penyertaan kamu kembali ke Manajer Investasi melalui aplikasi, dan uangnya bakal masuk ke rekening kamu dalam beberapa hari kerja.

11. Unit Penyertaan (UP)

Unit Penyertaan adalah bukti bahwa kamu punya bagian di dalam reksadana tersebut. Semakin banyak uang yang kamu setorkan, semakin banyak pula UP yang kamu miliki. 

Jumlah UP kamu bakal tetap selama kamu nggak melakukan pembelian atau penjualan lagi. Justru, nilai investasi kamu bisa berubah karena harga per unitnya yang bergerak naik atau turun.

12. Fund Fact Sheet (FFS)

FFS adalah laporan resmi dari MI yang merangkum performa reksadana dalam satu lembar. Di sini, kamu bisa lihat aset apa aja yang paling banyak dipegang oleh produk tersebut. Jadi, jangan malas baca, ya!

13. Prospektus

Sering lihat istilah dalam reksadana saham yang satu ini? Prospektus sebenarnya merupakan dokumen berisi profil perusahaan, struktur organisasi, laporan keuangan, tujuan penggunaan dana investasi, risiko investasi, persetujuan hukum, dan masih banyak lagi.

Memang, jumlah halamannya banyak banget dan bahasanya agak formal, tapi isinya sangat penting. Kamu harus baca ini sebelum ngambil keputusan buat naruh uang di reksadana saham.

14. Diversifikasi

Kalau kamu pernah dengar wejangan "jangan taruh semua telur dalam satu keranjang,” itulah inti dari strategi diversifikasi. Caranya, kamu menyebar uang ke berbagai jenis aset seperti reksadana pasar uang, saham, dan lainnya.

Alhasil, kalau nilai dari satu aset lagi turun, harapannya aset yang lain bisa menutupi atau tetap stabil.

15. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG)

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG)

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) | Sumber: Cnbcindonesia.com

IHSG adalah barometer kesehatan pasar modal di Indonesia secara keseluruhan. Indeks ini menghitung rata-rata pergerakan harga semua saham yang tercatat di bursa. Kalau IHSG hijau, biasanya reksadana saham kamu juga untung.

16. Risk Profile

Risk profile atau profil risiko membantu kamu mengenali seberapa berani kamu mengambil risiko, terutama kalau nilai aset lagi turun. Ada tipe konservatif yang sangat hati-hati, sampai tipe agresif yang berani menghantam badai. Kira-kira kamu tipe yang mana?

17. Asset Under Management (AUM)

Istilah AUM dalam reksadana berarti seberapa besar dana yang dipercayakan masyarakat ke satu produk. AUM yang besar biasanya menunjukkan tingkat kepercayaan investor yang tinggi pada produk tersebut. 

Tapi ingat, AUM besar bukan jaminan return bakal selalu paling tinggi. Ini cuma salah satu indikator likuiditas dan popularitas sebuah dana.

18. Bank Kustodian

Manajer investasi bertugas mengelola portofoliomu, tapi mereka nggak boleh pegang uang kamu secara langsung. Justru, itu peran Bank Kustodian sebagai pihak yang menyimpan aset dan mengelola administrasi investasi. 

Dengan kata lain, mereka adalah pengawas independen yang memastikan uang kamu aman dan nggak dibawa lari.

19. Agen Penjual Efek Reksa Dana (APERD)

APERD adalah toko tempat kamu membeli produk reksadana. Walaupun judulnya toko, sebenarnya sekarang udah ada banyak APERD yang hadir dalam bentuk aplikasi smartphone.

Mereka bekerja sama dengan MI untuk memasarkan produk ke masyarakat luas. Kamu bisa memilih ratusan produk dari berbagai MI hanya dalam satu aplikasi aja.

20. Subscription Fee

Tau biaya platform di aplikasi belanja atau pesan makanan online? Subscription fee adalah biaya pembelian yang diberlakukan oleh sebuah platform digital saat kamu nyetor uang atau beli reksadana.

Ada yang mengenakan biaya 1-2%, tapi banyak juga aplikasi yang kasih promo gratis biaya beli.

21. Exit Fee

Kebalikan dari subscription fee, exit fee merupakan biaya yang dipotong saat kamu melakukan pencairan dana. 

Biasanya, biaya ini dikenakan kalau kamu menarik uang dalam jangka waktu yang terlalu singkat. Tujuannya supaya investor lebih disiplin dalam berinvestasi jangka panjang. Kalau kamu sudah simpan lama, biasanya biaya ini bakal jadi nol persen.

22. Switching

Kalau kamu ngerasa performa reksadana kamu sekarang kurang oke, kamu bisa melakukan switching. Ini adalah fitur untuk memindahkan dana dari satu produk ke produk lain dalam MI yang sama. Prosesnya biasanya lebih cepat daripada kamu tarik uang dulu baru beli lagi.

23. Lump Sum

Dalam konteks reksadana, lump sum merupakan metode investasi dengan cara menyetor uang dalam jumlah besar sekaligus di awal. 

Cara ini cocok kalau kamu baru aja dapat bonus tahunan atau warisan yang mau segera diputar biar nggak usah repot nyetor uang tiap bulan. Tapi, kamu harus pintar mencari waktu beli yang pas.

24. Benchmark

Setiap reksadana butuh pembanding untuk mengukur apakah performanya udah bagus atau belum. 

Benchmark adalah tolok ukur standar, misalnya IHSG untuk reksadana saham atau bunga deposito untuk pasar uang. Kalau return reksadana kamu di bawah benchmark, artinya kinerjanya kurang maksimal.

25. Likuiditas

Likuiditas

Likuiditas | Sumber: Unsplash.com/bady

Istilah dalam reksadana ini berkaitan dengan seberapa cepat aset kamu bisa jadi uang tunai. Reksadana pasar uang punya likuiditas yang sangat tinggi karena proses pencairannya cepat. 

Semakin likuid sebuah investasi, semakin mudah kamu bisa pakai saat ada kebutuhan mendesak.

26. Inflasi

Kamu pasti udah sering dengar istilah ini dari berita. Memang, inflasi merujuk kepada kondisi harga barang secara umum yang terus-terusan naik. Apa kaitannya sama investasi? Tujuan investasi adalah supaya pertumbuhan uang kita lebih tinggi dari angka inflasi.

BACA JUGA: Keuntungan Investasi Reksadana

27. Compound Interest

Compound interest artinya bunga yang berbunga. Simpelnya, keuntungan investasimu menghasilkan keuntungan lagi di periode berikutnya. Semakin awal kamu mulai investasi, efek compound interest-nya tentu juga lebih gede.

28. Pasar Modal

Pasar modal adalah tempat bertemunya pihak yang butuh modal dengan pihak yang mau kasih modal. Di sinilah transaksi saham, obligasi, dan reksadana terjadi secara resmi dan diawasi pemerintah.

29. Efek

Dalam bahasa investasi, efek adalah surat berharga yang punya nilai ekonomi dan bisa diperjualbelikan. Contohnya kayak saham, obligasi, sukuk, dan lain-lain yang ada di dalam portofolio kamu. Reksadana juga termasuk efek yang dikelola secara kolektif.

30. Dividen

Beberapa perusahaan suka membagikan sebagian labanya kepada para pemegang sahamnya. Uang tunai yang dibagikan ini disebut dengan dividen. 

Kalau ngomongin istilah dalam reksadana saham, dividen yang didapat MI biasanya dimasukkan kembali ke dalam NAB untuk menambah nilai investasi. Jadi, secara nggak langsung saldo investasi kamu bakal bertambah.

31. Bursa Efek

Bursa Efek adalah pasar fisik atau sistem yang memfasilitasi perdagangan efek. Di Indonesia, kita punya Bursa Efek Indonesia (BEI) yang bermarkas di Jakarta. MI bertransaksi di sini setiap hari kerja untuk mengelola dana yang kamu titipkan.

32. Aset Alokasi

Aset alokasi merupakan strategi membagi dana ke berbagai kelas aset yang berbeda. Misalnya, kamu bisa menaruh 50% di saham, 30% di obligasi, dan sisanya di pasar uang. Strategi ini harus disesuaikan dengan tujuan keuangan yang mau kamu capai.

33. KIK (Kontrak Investasi Kolektif)

KIK adalah kontrak antara manajer investasi dan bank kustodian yang mewakili kepentingan para investor. Tujuannya untuk memastikan bahwa semua pihak menjalankan tugasnya sesuai aturan OJK. Jadi, investasi kamu punya landasan hukum yang sangat kuat dan sah.

34. S-INVEST

Saat mulai investasi, kamu bakal punya ID unik yang tercatat di sistem S-INVEST. Ini adalah sistem terpusat yang mencatat semua transaksi reksadana di seluruh Indonesia secara transparan, apa pun aplikasi yang kamu pakai.

35. Instruksi (Order)

Setiap kali kamu tekan tombol beli atau jual, kamu sedang memberikan instruksi atau order. Instruksi ini akan diproses oleh sistem sesuai dengan jam operasional bursa yang berlaku.

36. Investment Objective

Investment objective berarti tujuan investasi dari tiap produk reksadana. Ada yang fokus buat jaga nilai uang, ada juga yang agresif cari pertumbuhan nilai yang tinggi. Kamu harus baca bagian ini di prospektus supaya nggak salah pilih produk.

37. Bid Price

Meski di reksadana kita lebih sering pakai NAB/Unit, istilah bid price kadang muncul di platform yang lebih kompleks. Ini bisa merujuk pada harga jual atau penawaran yang tersedia di pasar.

38. Diversified Fund

Diversified Fund

Diversified Fund | Sumber: Unsplash.com/polarmermaid

Sesuai namanya, diversified fund adalah istilah untuk dana yang isinya nggak cuma fokus ke satu sektor. Misalnya, reksadana saham yang terdiri dari saham perusahaan perbankan, FMCG, teknologi, properti, sampai manufaktur otomotif. 

Tujuannya supaya kalau satu sektor lagi lesu, sektor lain bisa menopang performa keseluruhan portofolio kamu.

39. Penitipan Kolektif

Reksadana bekerja dengan sistem penitipan kolektif yang menyatukan aset semua investor. Meski begitu, pencatatan porsi masing-masing orang tetap dilakukan secara akurat melalui Unit Penyertaan. Jadi, kamu bisa beli saham mahal dengan modal ratusan ribu Rupiah aja.

40. Good Fund

Sebutan ini sering dipakai buat produk reksadana yang punya rekam jejak konsisten dan manajemen yang jujur. Untuk menemukannya, kamu harus lihat gimana manajer investasinya menangani kondisi saat pasar lagi jatuh parah.

BACA JUGA: Cara Beli Reksadana di Bibit

Habis kupas tuntas istilah-istilah dalam reksadana di atas, sekarang kamu udah lebih siap berinvestasi, kan? Memang awalnya kelihatan banyak, tapi kalau udah dijalani, lama-lama semua istilah dan pengertiannya dalam reksadana bakal nancep di ingatan.

Kalau mau mulai investasi reksadana nggak pakai ribet, kamu bisa coba GoPay Investment! Cukup modal aplikasi smartphone, kamu tinggal beli reksadana yang diinginkan dalam sekali klik. Terus, jangan lupa pakai promo investasi GoPay biar lebih untung!

FAQ Istilah dalam Reksadana

Q: Apa perbedaan peran yang mendasar antara Manajer Investasi (MI) dengan Bank Kustodian?
A: Manajer Investasi (MI) berperan sebagai pihak profesional yang mengelola dan mengambil keputusan jual-beli aset portofolio, sedangkan Bank Kustodian bertugas sebagai pihak independen yang menyimpan dana dan mengurus administrasi agar uang investor aman.

Q: Bagaimana cara membaca pergerakan harga reksadana yang tertera pada aplikasi investasi setiap harinya?
A: Anda bisa memantau angka NAB/Unit (Nilai Aktiva Bersih per Unit) atau NAV, yang merupakan harga bersih dari satu keping unit penyertaan reksadana yang terus berubah mengikuti perkembangan bursa efek.

Q: Apa yang dimaksud dengan dokumen Prospektus dan mengapa investor wajib membacanya sebelum membeli produk?
A: Prospektus adalah dokumen legal formal yang berisi profil perusahaan MI, laporan keuangan, risiko, hukum, dan investment objective (tujuan investasi) suatu produk, sehingga wajib dibaca agar investor tidak salah memilih strategi.

Q: Mengapa jenis Reksadana Pasar Uang (Money Market Fund) sangat disarankan bagi para investor pemula?
A: Karena reksadana pasar uang mengalokasikan dananya pada instrumen jangka pendek di bawah satu tahun, sehingga memiliki tingkat risiko yang rendah, likuiditas tinggi, dan pergerakan grafiknya cenderung stabil naik.

Q: Bagaimana strategi diversifikasi (diversified fund) bekerja dalam mengamankan portofolio investasi Anda?
A: Strategi ini bekerja dengan menyebar modal ke berbagai kelas aset atau sektor usaha yang berbeda, sehingga jika salah satu sektor mengalami penurunan harga, performa keseluruhan portofolio tetap ditopang oleh sektor lain yang stabil.

Q: Apa perbedaan antara biaya subscription fee dengan exit fee yang berlaku pada transaksi reksadana?
A: Subscription fee adalah biaya admin yang dipotong saat Anda membeli atau menyetor dana ke reksadana, sedangkan exit fee adalah biaya yang dikenakan saat Anda mencairkan (redemption) dana sebelum jangka waktu yang ditentukan.

Q: Di mana pemula bisa mulai berinvestasi reksadana dengan mudah menggunakan aplikasi di smartphone?
A: Anda bisa langsung menggunakan fitur GoPay Investment di dalam aplikasi GoPay untuk berinvestasi reksadana secara praktis sekaligus menikmati keuntungan dari penawaran promo investasi GoPay yang sedang berjalan.

Artikel Terkait