70+ Istilah Dalam Trading Crypto yang Wajib Diketahui Agar Nggak Bingung

25 May 2026

12 min

istilah dalam trading crypto

Ringkasan:

  • Istilah Kondisi Pasar: Bull Market adalah kondisi saat harga aset sedang naik drastis (optimis), sedangkan Bear Market berarti pasar sedang lesu dan harga cenderung turun. Jika sebuah aset mencapai harga tertinggi sepanjang sejarah, momen tersebut disebut ATH (All-Time High).
  • Keamanan & Penyimpanan: Terdapat dua jenis dompet, yaitu Hot Wallet (terhubung internet, praktis untuk transaksi) dan Cold Wallet (luring, lebih aman dari peretas). Hal terpenting yang wajib dijaga adalah Private Key atau Seed Phrase, karena kehilangan keduanya berarti kehilangan akses ke aset selamanya.
  • Strategi & Analisis: Trader sering melakukan DYOR (Do Your Own Research) melalui Fundamental Analysis (FA) untuk nilai proyek atau Technical Analysis (TA) dengan membaca grafik Candlestick. Strategi populer lainnya adalah HODL (menyimpan jangka panjang) atau Staking (mengunci koin untuk mendapat bunga).

Disclaimer: Ringkasan ini dibuat menggunakan Kecerdasan Buatan (AI)


Belajar istilah dalam trading crypto itu penting banget buat kamu yang mau mulai terjun ke dunia digital ini. 

Memahami bahasa pasar bikin kamu lebih percaya diri pas ambil keputusan investasi. Tanpa tau istilah-istilah dasarnya, kamu bakal gampang kena tipu atau cuma ikut-ikutan arus tanpa strategi.

Kalau kamu baru banget masuk ke dunia trading crypto, pasti ada banyak kata asing yang kedengarannya rumit banget. Tenang aja, ada daftar lengkap istilah kata dalam crypto supaya kamu nggak bingung lagi pas liat grafik. 

Yuk, langsung aja kita kenalan sama istilah yang sering muncul lengkap sama artinya di bawah ini!

BACA JUGA: Apa Itu Cryptocurrency

1. Airdrop

Airdrop itu momen ketika sebuah proyek crypto bagi-bagi token gratis ke dompet para penggunanya sebagai cara promosi. Kamu biasanya cuma perlu ngerjain tugas simpel kayak follow media sosial mereka.

2. All-Time High (ATH)

Istilah dalam dunia crypto ini dipakai buat nyebut harga tertinggi yang pernah dicapai suatu aset sepanjang sejarahnya. Kalau koin favorit kamu lagi kena ATH, biasanya semua orang di komunitas bakal heboh banget ngerayainnya.

3. All-Time Low (ATL)

Kebalikan dari ATH, ATL adalah rekor titik harga paling rendah sebuah koin. Biasanya ini jadi momen sedih buat para holder, tapi bisa jadi kesempatan buat yang mau cicil beli di harga murah.

4. Altcoin

Altcoin

Altcoin | Sumber: Unsplash.com/traxer

Semua koin crypto selain Bitcoin disebut sebagai altcoin atau koin alternatif. Ethereum, Solana, sampai koin-koin kecil lainnya masuk ke kategori ini karena Bitcoin dianggap sebagai raja dari segala koin.

5. Arbitrage

Arbitrage merujuk kepada teknik dapetin keuntungan trading dengan manfaatin selisih harga koin yang sama di dua platform pertukaran berbeda. Caranya, kamu beli di tempat yang murah, terus langsung jual di tempat lain yang harganya lebih tinggi.

6. Bagholder

Istilah dalam trading crypto ini biasanya buat nyebut orang yang tetap pegang asetnya pas harganya lagi terjun bebas. Kadang mereka bertahan karena terlalu sayang sama koinnya atau memang lagi nyangkut di harga tinggi.

7. Bear Market

Kalau pasar lagi lesu dan harga-harga terus turun dalam waktu lama, itu namanya Bear Market. Kenapa namanya begitu? Mirip kayak beruang yang lagi tidur di musim dingin, semuanya terasa lambat.

8. Bid-Ask Spread

Ini adalah selisih antara harga beli tertinggi yang diajukan pembeli (bid) dan harga jual terendah dari penjual (ask). Makin kecil selisihnya, berarti likuiditas pasar tersebut makin bagus dan sehat.

9. Block Explorer

Anggap aja block explorer sebagai mesin pencari khusus buat blockchain. Kamu bisa cek status transaksi, isi saldo dompet orang lain, sampai detail blok tertentu cuma dengan masukin alamat atau ID transaksinya.

10. Bull Market

Kebalikan dari Bear Market, Bull Market adalah kondisi pas harga koin crypto lagi naik drastis. Namanya berasal dari cara banteng nyeruduk musuhnya ke arah atas.

11. Burn

Proses burn berarti memusnahkan sejumlah token secara permanen dengan cara ngirim ke alamat dompet yang nggak bisa diakses. Tujuannya supaya jumlah koin yang beredar berkurang dan harganya berpotensi naik karena makin langka.

12. Buy the Dip

Pas harga koin lagi turun tajam, kamu bakal lihat banyak trader yang teriak "buy the dip!" Ini artinya ajakan buat beli aset pas harganya lagi diskon sebelum nanti harganya balik naik lagi.

13. Candlestick

Candlestick

Candlestick | Sumber: Unsplash.com/nick604

 

Candlestick adalah jenis grafik yang bentuknya kayak lilin buat nunjukkin pergerakan harga. Kamu bisa lihat harga pembukaan, penutupan, serta harga tertinggi dan terendah dalam satu periode waktu tertentu.

14. Centralized Exchange (CEX)

Ini adalah platform jual beli crypto yang dikelola oleh sebuah perusahaan atau entitas pusat. Beberapa contohnya? Binance, Coinbase, Kraken, dan masih banyak lagi. Untuk bisa bertransaksi di sana, kamu perlu bikin akun dan melakukan verifikasi identitas (KYC).

15. Circulating Supply

Angka ini nunjukkin jumlah koin yang benar-benar ada di pasar dan bisa diperjualbelikan sekarang. Penting buat tahu ini karena jumlah koin yang beredar bakal sangat nentuin harga pasar suatu aset.

16. Cold Wallet

Cold wallet berarti dompet digital yang nggak terhubung ke internet, sehingga tingkat keamanannya paling tinggi dari serangan siber peretas. Biasanya, bentuknya kayak USB drive yang kamu simpan di laci.

17. Day Trading

Sesuai namanya, day trading adalah istilah dalam trading crypto yang berarti buka dan tutup posisi di hari yang sama. Artinya, kamu cari untung dari fluktuasi harga harian yang cepat tanpa berniat nyimpan aset selama berminggu-minggu.

18. Decentralized Exchange (DEX)

Berbeda dari CEX, platform DEX seperti SushiSwap, Uniswap, dan lain-lain nggak punya otoritas pusat dan semua transaksi terjadi langsung antarpengguna. Kamu nggak perlu KYC; cukup sambungin dompet crypto kamu ke aplikasinya buat mulai trading.

19. DeFi (Decentralized Finance)

Ini adalah sistem keuangan masa depan yang jalan di atas blockchain tanpa bantuan bank tradisional. Jadi, kamu bisa pinjam uang, nabung, atau asuransi cuma modal koneksi internet dan dompet digital doang.

20. DYOR (Do Your Own Research)

Pernah ketemu singkatan ini di disclaimer konten tentang prediksi harga sebuah koin crypto? Ini berarti sebaiknya kamu nggak hanya bergantung pada omongan influencer atau teman. Kamu harus riset sendiri dulu sebelum naruh uang kamu di koin mana pun.

BACA JUGA: Jenis-Jenis Crypto

21. Dump

Kondisi ini terjadi pas harga sebuah aset jatuh drastis dalam waktu yang sangat singkat. Biasanya dipicu oleh penjualan massal dari para holder besar yang bikin panik trader lainnya.

22. Dust

Sesuai sama namanya yang berarti debu, istilah kata dalam crypto ini merujuk kepada sisa-sisa koin milikmu yang jumlahnya kecil atau receh banget sampai nggak bisa ditransaksikan. Meski begitu, kalau terus dikumpulin, jumlahnya bisa lumayan, lho!

23. Ethereum Virtual Machine (EVM)

EVM itu ibarat otak raksasa di jaringan Ethereum yang ngejalanin semua kode dan smart contract. Banyak blockchain lain sekarang pakai teknologi ini supaya bisa saling terhubung dengan gampang sama ekosistem Ethereum.

24. Exchange

Ini adalah tempat utama buat kamu tukar uang Rupiah kamu jadi crypto atau sebaliknya.

25. FA (Fundamental Analysis)

Teknik analisis ini berfokus ke nilai asli dari suatu proyek crypto. Caranya adalah dengan cek siapa timnya, apa kegunaan koinnya, gimana teknologinya, sampai seberapa besar potensi pasarnya di masa depan nanti.

26. Fiat

Uang fiat adalah mata uang resmi yang dikeluarin sama pemerintah, contohnya Rupiah atau Dolar Amerika. Di dunia crypto, istilah ini sering dipakai pas kamu mau tukar aset digital balik jadi uang cash.

27. FUD (Fear, Uncertainty, Doubt)

FUD adalah taktik nyebarin berita negatif atau rumor nggak jelas buat bikin orang panik dan jual koinnya. Hati-hati, sering kali FUD dipakai orang tertentu supaya mereka bisa beli koin di harga murah.

28. Futures

Trading futures memungkinkan kamu buat nebak harga koin di masa depan tanpa harus punya koinnya secara fisik. Kamu bisa ambil untung pas harga naik maupun pas harga lagi terjun bebas sekalipun.

29. Gas Fee

Jangan terkecoh sama namanya yang sekilas berarti biaya bensin atau gas. Justru, ini adalah bayaran atas jasa para penjaga jaringan yang udah validasi transaksimu setiap kali kamu kirim koin atau pakai aplikasi di blockchain.

30. Genesis Block

Ini adalah blok pertama yang pernah dibuat di sebuah jaringan blockchain. Ibarat fondasi bangunan, genesis block jadi awal mula dari semua sejarah transaksi yang bakal tercatat setelahnya.

31. Halving

Halving berarti imbalan buat para penambang koin dikurangi jadi setengahnya. Hal ini biasanya bikin jumlah koin baru yang muncul jadi makin sedikit, sehingga harga koin tersebut melambung tinggi.

32. Hard Cap

Ini adalah batas maksimal dana yang mau dikumpulin sama sebuah proyek crypto saat masa penggalangan dana. Begitu angka ini tercapai, mereka nggak bakal terima investasi tambahan lagi dari publik.

33. Hash Rate

Angka ini nunjukkin seberapa besar kekuatan komputasi yang dipakai buat nambang dan ngamanin sebuah jaringan blockchain. Makin tinggi angkanya, berarti jaringan tersebut makin susah buat diserang atau diretas orang jahat.

34. HODL

Lahir dari salah ketik kata 'hold', istilah ini jadi semboyan buat orang yang mau simpan koinnya dalam waktu lama. Kepanjangannya adalah hold on for dear life alias pegang terus asetnya.

35. Hot Wallet

Beda dari cold wallet, hot wallet adalah dompet crypto yang selalu terhubung ke internet, biasanya dalam bentuk aplikasi di HP atau ekstensi di browser. Gampang banget dipakai buat transaksi harian, tapi kamu harus lebih hati-hati soal keamanannya.

36. ICO (Initial Coin Offering)

Tahu IPO alias penawaran perdana saham di BEI? ICO mirip kayak gitu, tapi ini adalah istilah dalam dunia crypto. Perusahaan baru bakal nawarin token mereka ke publik buat cari modal pengembangan proyek mereka sebelum koinnya masuk ke market besar.

37. IDO (Initial DEX Offering)

Mirip sama ICO, tapi bedanya, peluncuran koinnya dilakukan langsung di platform bursa desentralisasi (DEX). Ini sering dianggap lebih adil karena siapa aja bisa ikutan tanpa proses yang terlalu ribet.

38. Limit Order

Jenis order ini bikin kamu bisa pasang harga beli atau jual koin crypto sesuai kemauan kamu sendiri. Transaksinya baru bakal terjadi kalau ada orang lain yang mau jual atau beli di harga pilihanmu.

39. Liquidity

Likuiditas artinya seberapa gampang suatu aset bisa dituker jadi aset lain tanpa ngerusak harganya. Koin dengan likuiditas tinggi biasanya punya volume transaksi yang gede, jadi kamu nggak bakal susah kalau mau jual cepat.

40. Liquidation

Ini adalah mimpi buruk buat trader yang pakai utang (leverage). Kenapa? Likuidasi terjadi pas posisi trading kamu ditutup paksa sama sistem karena saldo kamu udah nggak cukup buat nahan kerugian dari pergerakan harga.

41. Long

Long merupakan istilah dalam trading crypto yang berarti kamu bertaruh harga koin bakal naik. Kalau harganya beneran naik sesuai prediksi kamu, kamu bakal dapet profit dari selisih harganya itu.

42. Mainnet

Mainnet adalah jaringan blockchain yang udah benar-benar jadi dan beroperasi secara penuh buat publik. Sebelum sampai di sini, biasanya sebuah proyek bakal lewatin tahap uji coba yang namanya testnet dulu.

43. Margin Trading

Dengan teknik margin trading, kamu pinjam dana ke platform untuk jual beli token dengan modal yang lebih gede daripada uang dinginmu. Untungnya bisa berkali lipat, tapi ingat, risiko ruginya juga jauh lebih ngeri kalau kamu salah langkah.

44. Market Cap

Market cap adalah nilai total dari seluruh koin yang beredar. Untuk menghitungnya, tinggal kalikan aja harga sekarang dengan jumlah koinnya. Ini cara paling umum buat ngukur seberapa besar ukuran sebuah koin dibanding koin lainnya.

45. Market Order

Kalau kamu mau beli atau jual koin detik ini juga tanpa antre, pakai aja sistem market order. Transaksi kamu bakal langsung diproses di harga terbaik yang tersedia di pasar saat itu juga.

46. Mining

Proses nambang crypto ini dilakukan pakai komputer canggih buat mecahin teka-teki matematika rumit. Sebagai imbalannya, si penambang bakal dapet koin baru karena udah bantu jagain keamanan jaringan.

47. Moon

Kalau kamu pernah lihat trader yang yakin harga sebuah koin bakal to the moon, itu berarti mereka optimis banget harganya akan meroket tinggi sampai seolah-olah terbang ke bulan.

48. Node

Tiap komputer yang terhubung ke jaringan blockchain dan menyimpan salinan data transaksi disebut sebagai node. Semua komputer tersebut kerja bareng buat pastiin semua data sinkron dan nggak ada yang curang di dalam jaringan.

49. Order Book

Ini adalah daftar antrean harga beli dan harga jual yang lagi nunggu buat dieksekusi di market. Kamu bisa lihat di mana banyak orang memasang harga, yang sering kali jadi petunjuk ke mana harga bakal bergerak selanjutnya.

50. OTC (Over-the-Counter)

Transaksi OTC dilakukan langsung antara dua pihak di luar bursa umum, biasanya buat jumlah yang gede banget. Cara ini dipakai biar penjualan besar-besaran nggak langsung bikin harga di market umum hancur.

51. P2P (Peer-to-Peer)

P2P (Peer-to-Peer)

P2P (Peer-to-Peer) | Sumber: Unsplash.com/kanchanara

Sistem ini bikin kamu bisa transaksi langsung sama orang lain tanpa ada perantara di tengahnya. Di crypto, kamu bisa beli koin langsung dari sesama pengguna pakai transfer bank lokal dengan aman. Caranya lewat sistem escrow atau rekening bersama.

52. Paper Hands

Julukan buat trader yang gampang panik dan langsung jual koinnya begitu lihat harga turun sedikit aja. Mereka biasanya nggak punya mental kuat buat nahan aset pas market lagi gonjang-ganjing.

53. Private Key

Ini adalah kunci rahasia buat mengakses dompet crypto kamu, ibarat PIN di ATM atau aplikasi e-wallet. Jangan pernah bocorin ke siapa pun karena kalau orang lain tau, mereka bisa menguras semua aset kamu.

54. Proof of Stake (PoS)

Sistem penjagaan keamanan jaringan oleh orang yang mengunci koin mereka (staking). Makin banyak koin yang kamu simpan, makin besar kesempatan kamu buat dapet hadiah koin baru dari jaringan.

55. Proof of Work (PoW)

Sistem keamanan yang dipakai Bitcoin. Jadi, komputer harus kerja keras pakai listrik buat validasi transaksi. Walau aman banget, sistem ini sering dikritik karena dianggap lebih boros energi dibandingkan dengan sistem lainnya.

56. Pump and Dump

Skema jahat yang dilakukan sekelompok oknum dengan menggoreng harga koin sampai naik tinggi banget (pump). Begitu banyak orang luar ikutan beli karena FOMO, kelompok tersebut bakal langsung jual serentak (dump) buat ambil untung hingga harganya amblas.

57. Resistance

Ini adalah titik harga koin berhenti naik karena ada banyak orang yang antre buat jualan di sana. Kalau sebuah koin berhasil nembus titik resistance ini, biasanya harganya bakal lanjut naik lebih tinggi lagi.

58. ROI (Return on Investment)

Singkatnya, ini adalah persentase keuntungan atau kerugian yang kamu dapet dari modal awal kamu. Dengan menghitung ROI, kamu jadi tahu apakah strategi investasi kamu selama ini beneran cuan atau malah buntung.

59. Satoshi (Sat)

Satoshi (Sat)

Satoshi (Sat) | Sumber: Unsplash.com/silverhousehd

Kalau kamu tanya apa istilah satuan dalam crypto yang paling kecil buat aset Bitcoin, Satoshi jawabannya. Namanya diambil dari founder Bitcoin, Satoshi Nakamoto. 

Satu Bitcoin itu terdiri dari seratus juta Satoshi, jadi kamu nggak perlu beli satu koin utuh kalau modalmu terbatas.

60. Scalping

Gaya trading super cepat yang tujuannya ngambil untung kecil-kecil, tapi dilakukan berkali-kali dalam sehari. Trader yang pakai teknik ini biasanya cuma nahan posisi dalam hitungan menit atau bahkan detik aja.

61. Seed Phrase

Kumpulan 12 sampai 24 kata acak yang berfungsi sebagai kunci utama buat memulihkan akses ke dompet crypto kamu. Catat di kertas dan simpan di tempat paling aman karena ini satu-satunya cara untuk mengakses asetmu kalau HP hilang.

62. Short

Kebalikannya dari Long, kamu ambil posisi Short kalau yakin harga koin bakal jatuh. Kamu bakal dapet untung kalau harga koin itu beneran turun sesuai ekspektasi kamu sebelumnya.

63. Slippage

Selisih antara harga yang kamu harapkan dengan harga eksekusi yang sebenarnya kamu dapet pas transaksi. Ini sering terjadi di market yang lagi volatil banget atau pas kamu mau beli koin dalam jumlah yang terlalu gede.

64. Smart Contract

Ini adalah kontrak digital otomatis yang bakal jalan sendiri kalau syarat-syaratnya udah terpenuhi. Teknologi inilah yang bikin DeFi dan NFT bisa ada karena semuanya diatur oleh kode komputer tanpa perlu admin manusia.

65. Stablecoin

Jenis koin crypto yang harganya dipatok tetap, biasanya ngikutin nilai mata uang USD. Bisa dibilang, stablecoin jadi tempat aman buat investasi pas harga koin lain lagi nggak stabil banget.

66. Staking

Mirip kayak deposito di bank, staking berarti kamu ngunci koin crypto kamu di dalam jaringan buat bantu keamanan. Sebagai gantinya, kamu bakal dapet bunga atau imbalan berupa koin tambahan secara rutin selama koin itu dikunci.

67. Support

Support adalah titik penurunan harga koin bakal berhenti karena ada banyak pembeli yang nunggu di harga tersebut. Ibarat lantai, titik support ini nahan harga supaya nggak makin amblas lagi.

68. TA (Technical Analysis)

Sedikit beda dari fundamental analysis, technical analysis pakai data harga masa lalu dan volume transaksi buat nebak arah pergerakan harga selanjutnya. Umumnya, sih, melalui berbagai indikator dan garis-garis di grafik.

69. Tokenomics

Tokenomics berarti studi tentang ekonomi di balik sebuah token, mulai dari cara pembagiannya, total jumlahnya, sampai kegunaannya buat apa aja. Proyek dengan tokenomics yang bagus biasanya punya potensi jangka panjang yang lebih sehat dan stabil.

70. Total Value Locked (TVL)

Angka ini nunjukkin berapa banyak total aset yang lagi disimpan atau dikunci di dalam sebuah protokol DeFi. Makin besar TVL sebuah aplikasi, biasanya itu pertanda makin banyak orang yang percaya buat pakai layanan mereka.

71. Uptrend

Uptrend artinya grafik harga terus nunjukin tren kenaikan secara konsisten dalam periode tertentu. Di masa uptrend, strategi yang paling sering dipakai adalah beli saat harga sedikit koreksi, lalu jual pas udah naik lagi.

72. Volatility

Istilah kata dalam crypto yang berarti seberapa cepat dan seberapa jauh harga suatu koin bisa naik-turun dalam waktu singkat. Crypto terkenal punya volatilitas tinggi, jadi kamu berpotensi cuan gede dengan cepat sekaligus rugi banyak dalam sekejap.

73. Wallet

Dompet digital buat menyimpan kunci akses ke aset crypto kamu di blockchain. Perlu diingat, wallet bukanlah tempat menaruh saldo koin crypto di dalamnya. Justru, isinya cuma kunci yang berfungsi membuktikan kalau aset ini beneran punya kamu.

74. Whitepaper

Dokumen resmi yang diterbitkan oleh tim proyek crypto buat jelasin visi, teknologi, dan rencana masa depan mereka. Kamu wajib baca ini kalau mau tau seberapa kredibel suatu proyek sebelum kamu naruh modal di sana.

75. Yield Farming

Strategi buat maksimalin keuntungan dengan cara memindahkan aset crypto kamu ke berbagai platform DeFi yang kasih bunga paling gede. Ibaratnya, mirip petani yang selalu cari tanah paling subur buat dapetin hasil panen terbaik.

BACA JUGA: Tips Investasi Crypto

Sekarang kamu udah tahu lebih paham berbagai istilah dalam trading crypto yang paling sering dipakai di pasar, kan? Memahami bahasa-bahasa ini bakal bikin kamu nggak gampang bingung lagi pas baca berita atau ngobrol di komunitas. 

Kalau udah paham dasar-dasarnya dan pengin mulai berinvestasi secara aman, sekarang caranya udah makin gampang, lho! Kamu bisa pakai GoPay Investment buat mulai investasi crypto langsung dari smartphone kamu. 

Apalagi, sering ada promo investasi GoPay yang menarik dan tentunya bisa bikin pertumbuhan asetmu makin maksimal. Selamat memulai perjalanan investasimu!

FAQ Istilah dalam Trading Crypto (Kripto)

Q: Apa perbedaan mendasar antara platform Centralized Exchange (CEX) dengan Decentralized Exchange (DEX)?
A: CEX dikelola oleh perusahaan pusat dan mewajibkan pengguna melakukan verifikasi identitas (KYC) untuk bertransaksi, sedangkan DEX beroperasi tanpa otoritas pusat dengan menghubungkan dompet crypto langsung antarpengguna tanpa perlu KYC.

Q: Mengapa cold wallet dinilai memiliki tingkat keamanan yang jauh lebih tinggi daripada hot wallet?
A: Karena cold wallet berbentuk perangkat fisik (seperti USB) yang sama sekali tidak terhubung ke jaringan internet, sehingga aset di dalamnya sepenuhnya aman dari risiko serangan siber atau peretasan online.

Q: Kapan seorang trader crypto menggunakan teknik Short saat melakukan trading futures?
A: Posisi Short diambil ketika trader memprediksi atau meyakini bahwa harga suatu koin crypto akan mengalami penurunan tajam, sehingga mereka bisa meraup keuntungan dari selisih kejatuhan harga tersebut.

Q: Apa tujuan sebuah proyek cryptocurrency melakukan proses pemusnahan koin atau Burn?
A: Proses burn bertujuan untuk mengurangi jumlah total koin yang beredar di pasar secara permanen agar koin tersebut menjadi lebih langka dan nilai harganya berpotensi naik di masa depan.

Q: Apa yang dimaksud dengan skema Pump and Dump yang sering merugikan para investor retail?
A: Pump and Dump adalah praktik manipulasi pasar oleh oknum tertentu yang menggoreng harga koin hingga melonjak tinggi demi memicu kepanikan beli (FOMO), lalu menjual seluruh aset mereka secara massal hingga harganya anjlok seketika.

Q: Mengapa penting menerapkan prinsip DYOR (Do Your Own Research) sebelum membeli koin crypto?
A: Agar Anda tidak mudah terjebak oleh rumor negatif (FUD) atau sekadar ikut-ikutan rekomendasi influencer, melainkan memiliki dasar strategi yang matang berdasarkan hasil riset mandiri.

Q: Bagaimana fitur GoPay Investment mempermudah para pemula yang ingin mulai masuk ke pasar crypto?
A: Fitur GoPay Investment di dalam aplikasi GoPay mempermudah prosesnya karena Anda bisa langsung membeli dan memantau aset crypto pilihan lewat smartphone dengan mudah, aman, sekaligus bisa memanfaatkan promo investasi GoPay.

Artikel Terkait