Cara Hitung Pajak Restoran yang Benar Saat Patungan

31 July 2026

•

3 min

Cara hitung pajak restoran saat patungan

Ringkasan:

  • Menghitung pajak restoran (PB1 10%) saat makan bersama penting agar pembagian tagihan adil tanpa ada pihak yang merasa dirugikan.
  • Terdapat dua metode perhitungan: proporsional (pajak disesuaikan dengan nominal pesanan masing-masing) dan rata-rata (total pajak dibagi sama rata ke semua orang).
  • Pembagian tagihan beserta pajak kini bisa dihitung secara otomatis dan praktis tanpa kalkulator manual menggunakan fitur Split Bill di aplikasi GoPay.

Disclaimer: Ringkasan ini dibuat menggunakan Kecerdasan Buatan (AI)


Nggak ada yang bisa ngalahin serunya ngumpul dan makan bareng teman-teman buat catch up! Tapi, saat struk tagihan datang, suasana hangat dari obrolan sebelumnya bisa aja mendadak hening.

Niat awal mau bayar sesuai pesanan masing-masing, eh, total tagihan justru membengkak. Masalah ini biasanya muncul karena lupa masukin komponen pajak restoran atau PB1 sebesar 10% ke dalam hitungan per orang.

Akibatnya, sering kali ada satu orang yang terpaksa nombok atau ngerasa rugi. Belum lagi, bendahara di sirkel kamu pasti bakal kelimpungan. Nah, biar kegiatan nongkrong bebas drama, kamu perlu tau cara hitung pajak restoran saat patungan yang adil dan benar.

BACA JUGA: Apa Itu Patungan

Cara Hitung Pajak Restoran dengan Metode Proporsional

Cara Hitung Pajak Restoran dengan Metode Proporsional

Cara Hitung Pajak Restoran dengan Metode Proporsional | Sumber: Unsplash.com/jirehtakesphotos

Bisa dibilang, metode proporsional adalah cara hitung pajak restoran saat patungan yang paling adil. Soalnya, besaran pajak yang dibayar setiap orang udah disesuaikan dengan total harga makanan yang mereka pesan.

Makin mahal makanan yang kamu pesan, makin besar pula porsi pajak yang kamu tanggung. Jadi, teman yang cuma pesan menu murah nggak perlu ikut nanggung pajak dari pesanan mahal punya orang lain. Gimana, sih, rumusnya?

  • Pajak Individu = (Total pesanan kamu ÷ Total tagihan makanan sebelum pajak) x Total Pajak Restoran
  • Total yang Harus Dibayar = Total pesanan kamu + pajak individu

Biar lebih jelas, yuk, kita pakai contoh nyata! Bayangin aja kamu lagi makan bertiga bareng Budi dan Andi di restoran favorit. 

Total pesananmu adalah Rp50.000. Budi pesan senilai Rp100.000, dan Andi pesan senilai Rp50.000. Kalau ketiganya dijumlahin, total harga pesanan makanan sebelum pajak adalah Rp200.000.

Saat tagihan keluar, bakal ada pajak restoran 10% sebesar Rp20.000, sehingga total keseluruhannya jadi Rp220.000. Berapa yang harus kamu bayar?

Pertama, hitung dulu porsi pajak kamu dengan rumus di atas: (Rp50.000 ÷ Rp200.000) x Rp20.000 = Rp5.000. Berarti, total yang wajib kamu bayarkan adalah Rp50.000 + Rp5.000 = Rp55.000.

Dengan rumus yang sama, Budi mesti membayar Rp110.000 dan Andi membayar Rp55.000. Semuanya terbagi rata sesuai porsi masing-masing!

Cara Hitung Pajak Restoran dengan Metode Rata-rata

Cara Hitung Pajak Restoran dengan Metode Rata-rata

Cara Hitung Pajak Restoran dengan Metode Rata-rata | Sumber: Unsplash.com/irfanshmy

Pusing ngikutin cara hitung pajak restoran saat patungan pakai metode proporsional? Tenang, kamu bisa cobain metode rata-rata yang lebih simpel. Soalnya, kamu cuma perlu bagi rata total pajaknya dengan jumlah orang yang ikut makan bareng.

Dengan kata lain, metode ini nggak mempertimbangkan seberapa besar atau kecil harga pesanan tiap orang. Ini dia rumusnya!

  • Pajak per Orang = Total pajak restoran ÷ jumlah orang
  • Total yang Harus Dibayar = Total pesanan kamu + pajak per orang

Bingung bayangin gimana perbedaan cara hitungnya? Kita pakai aja contoh kasus yang sama kayak sebelumnya. Anggap aja total pajak restoran kamu makan bertiga dengan Budi dan Andi masih Rp20.000.

Dalam kasus ini, kamu perlu bagi total pajak dengan jumlah orang: Rp20.000 ÷ 3 orang = Rp6.666 (bisa dibulatkan jadi Rp6.700 biar lebih gampang).

Selanjutnya, tambahkan angka tersebut ke pesananmu. Artinya, kamu cukup bayar Rp50.000 + Rp6.700 = Rp56.700. Sementara itu, Budi membayar Rp106.700 dan Andi membayar Rp56.700.

Sebaiknya Pilih yang Mana?

Sebaiknya Pilih yang Mana

Sebaiknya Pilih yang Mana | Sumber: Unsplash.com/daniela_shams

Kapan sebaiknya kamu mesti bayar dengan perhitungan rata-rata atau bayar pesanan sendiri plus pajak secara proporsional? Sebenarnya, nggak ada jawaban mutlak karena semuanya tergantung pada situasimu.

Metode rata-rata lebih recommended kalau selisih harga menu yang kamu dan teman-temanmu pesan nggak terlalu jauh. Selain itu, kamu juga bisa coba metode ini kalau pesan menu sharing supaya lebih hemat waktu menghitungnya.

Sebaliknya, metode proporsional bakal lebih adil kalau harga menu pesanan kalian cukup bervariasi. Misalnya, kamu cuma pesan nasi goreng yang harganya murah, sedangkan teman-temanmu yang lain pesan steak mahal.

BACA JUGA: Split Bill Makan

Hitung-hitungan harga makanan plus pajak restoran emang sering bikin puyeng, dan berisiko ngerusak momen kebersamaan. Apalagi, kalau kondisi perut udah kenyang dan kamu pengin cepetan beristirahat di rumah.

Supaya nggak perlu ribet coret-coret kertas atau buka aplikasi kalkulator manual buat cobain cara hitung pajak restoran saat patungan, mendingan pakai Split Bill aplikasi GoPay!

Dengan fitur tersebut, kamu cukup foto struk pembayaranmu, dan sistem Split Bill GoPay bakal otomatis membagi pajak secara adil berdasarkan pesananmu masing-masing. Lebih gampang dan cepat, kan? Yuk, buktiin sendiri kemudahannya pas bayar!

FAQ Cara Hitung Pajak Restoran saat Patungan

Q: Apa itu pajak restoran (PB1) dan berapa besaran umumnya saat makan di luar?
A: PB1 adalah pajak restoran yang dikenakan atas pelayanan restoran dengan besaran tarif umumnya sebesar 10% dari total nilai pesanan sebelum pajak.

Q: Bagaimana rumus cara hitung pajak restoran menggunakan metode proporsional?
A: Rumusnya adalah (Total Pesanan Individu ÷ Total Tagihan Sebelum Pajak) × Total Pajak Restoran, lalu jumlahkan hasilnya dengan total harga pesanan pribadi.

Q: Kapan sebaiknya menggunakan metode rata-rata saat menghitung pajak patungan?
A: Metode rata-rata cocok digunakan jika selisih harga makanan antaranggota kelompok tidak terlalu jauh atau saat memesan menu makanan yang dinikmati bersama (sharing menu).

Q: Mengapa metode proporsional dianggap paling adil dalam pembagian tagihan?
A: Karena porsi pajak yang ditanggung seseorang disesuaikan langsung dengan nominal pesanan mereka, sehingga pemesan menu murah tidak perlu menanggung pajak dari menu mahal orang lain.

Q: Bagaimana cara membagi tagihan dan pajak restoran secara otomatis tanpa menghitung manual?
A: Kamu dapat menggunakan fitur Split Bill di aplikasi GoPay cukup dengan memfoto struk pembayaran, dan sistem akan membagi nominal pesanan beserta pajaknya secara otomatis.

Artikel Terkait