Ringkasan:
- Perencanaan & Manajemen Bahan: Hemat pengeluaran dengan menentukan menu mingguan realistis, mengecek stok kulkas sebelum belanja, menyusun daftar belanja spesifik, serta mengalokasikan satu hari khusus untuk belanja dan persiapan bahan.
- Penyimpanan & Penyajian yang Benar: Gunakan wadah kedap udara berlabel tanggal, pahami batas simpan kulkas/freezer, serta panaskan makanan secukupnya (hindari memanaskan ulang bayam, seledri, jamur, dan telur untuk menjaga nutrisi).
- Pengawasan Keuangan: Manfaatkan pembayaran nirkas via aplikasi GoPay saat belanja bahan makanan agar seluruh pengeluaran dapur terekap otomatis melalui fitur Laporan Keuangan.
Disclaimer: Ringkasan ini dibuat menggunakan Kecerdasan Buatan (AI)
Nggak bisa disangkal, pesan makanan online atau jajan di luar pas jam makan siang memang lebih praktis sekaligus enak. Tapi, kalau keterusan, hal ini tentu bikin uang saku maupun gaji bulanan cepat habis. Udah begitu, mengontrol asupan gizi juga lebih susah.
Makanya, nggak heran kalau belakangan ini gaya hidup bikin meal prep yang lebih hemat dan sehat bisa ngetren banget di kalangan anak muda! Bahkan, cara membuat meal prep sebenarnya juga nggak susah-susah amat, kok.
Yup, siapa pun bisa mulai dengan langkah-langkah simpel tanpa harus menguras banyak energi. Penasaran? Yuk, simak panduan berikut!
BACA JUGA: Cara Hemat Anak Kos
1. Tentukan menu mingguan

Tentukan menu mingguan | Sumber: Unsplash.com/webfactoryltd
Sebelum coba-coba cara membuat meal prep, kamu perlu nyusun rencana menu masakan selama seminggu ke depan. Kalau kamu baru mulai, bersikaplah realistis soal waktu dan skill yang kamu punya.
Alih-alih nyobain resep yang rumit, sebaiknya pilih resep yang simpel dan gampang diolah. Soalnya, hal ini penting banget supaya kamu nggak pusing sampai kehilangan motivasi di tengah jalan.
Biar lebih praktis, kamu bisa pakai rumus batch cooking, yaitu memasak satu jenis bahan protein utama yang serbaguna untuk dipadukan dengan berbagai sayuran. Contohnya, ayam filet bumbu bisa dijadiin pelengkap capcay atau salad.
Nggak cuma itu, menyusun menu di awal juga bakal membantumu menghitung perkiraan biaya yang kamu butuhin secara lebih terukur.
2. Cek stok bahan baku di kulkas

Cek stok bahan baku di kulkas | Sumber: Unsplash.com/zhenyao_photo
Udah tau mau masak menu apa aja? Jangan buru-buru berangkat belanja! Justru, kamu perlu sempatin waktu sebentar aja dulu buat cek isi kulkas dan lemari penyimpanan makanan.
Tips ini penting banget buat mengurangi pemborosan bahan makanan dan uang secara langsung.
Dengan ngecek kulkas dan lemari dapur, kamu bisa tau bahan apa aja yang masih bersisa, mana yang harus segera diolah, dan mana yang benar-benar habis. Sehingga, kamu nggak perlu beli bahan makanan yang sama secara berulang.
Sayang banget, kan, kalau kamu telanjur beli sayuran baru padahal di kulkas masih ada stok yang belum kesentuh sampai akhirnya membusuk?
3. Buat daftar belanja yang spesifik

Buat daftar belanja yang spesifik | Sumber: Unsplash.com/tobben63
Langkah berikutnya dalam cara membuat meal prep adalah bikin daftar belanja berisi bahan-bahan yang harus dibeli. Tulis apa aja yang mau kamu beli secara detail beserta jumlah yang kamu perlukan.
Misalnya, daripada cuma nulis "beli ayam dan sayur", sebaiknya kamu cantumkan "dada ayam 1 kg, wortel 500 gram, dan buncis 250 gram." Catatan yang jelas bikin waktu belanja kamu di pasar atau supermarket jadi jauh lebih efisien.
Kenapa, sih, kamu perlu bikin daftar belanja? Tujuannya jelas supaya kamu tetap fokus pada tujuan awal meal prep. Kamu jadi nggak gampang tergiur beli camilan atau barang lain yang nggak perlu, sehingga tetap hemat!
4. Tentukan waktu untuk belanja dan mengolah makanan

Tentukan waktu untuk belanja dan mengolah makanan | Sumber: Unsplash.com/roninfehr
Kunci keberhasilan meal prep terletak pada manajemen waktu yang teratur. So, ada baiknya kamu pilih satu hari khusus dalam seminggu buat belanja sekaligus mengolah makanan. Misalnya, pada hari Sabtu atau Minggu pagi saat lagi nggak kuliah maupun kerja.
Sehabis pulang belanja, langsung bersihin dan kelompokkan bahan makanan sesuai jenisnya. Begitu juga kalau kamu pengin marinasi daging dengan bumbu sederhana sebelum disimpan di kulkas.
Kalau kamu mengolah dan mencuci bahan masakan secara bersamaan dalam sehari, ini tentu lebih hemat waktu ketimbang kamu potong sayur atau ngolah daging setiap kali mau makan pada pagi hari sebelum beraktivitas.
BACA JUGA: Apa Itu Shrinkflation
5. Ketahui masa penyimpanan makanan yang ideal

Ketahui masa penyimpanan makanan yang ideal | Sumber: Unsplash.com/elloproducts
Mubazir banget kalau bahan masakan yang udah kamu cuci, potong, dan bumbuin susah payah dengan segenap hati malah berujung basi sampai nggak bisa dikonsumsi! Karena itu, kamu harus paham ketahanan tiap jenis bahan di kulkas maupun freezer.
Ingat, nggak semua makanan punya daya simpan yang sama. Sayuran berdaun yang udah dicuci bersih dan dikeringin biasanya bisa awet selama sekitar 3-5 hari di dalam chiller. Sementara itu, masakan matang umumnya bertahan 3-4 hari di kulkas bawah.
Kalau kamu berniat bikin stok makanan untuk jangka waktu yang lebih lama dari 4 hari, manfaatkanlah freezer. Kalau disimpan dalam suhu beku yang stabil, makanan matang atau daging yang udah dimarinasi bisa bertahan sampai 1-2 bulan.
6. Simpan meal prep dalam wadah kedap udara

Simpan meal prep dalam wadah kedap udara | Sumber: Unsplash.com/elloproducts
Langkah teknis yang nggak kalah penting dalam cara membuat meal prep adalah penggunaan wadah penyimpanan yang tepat. Sebaiknya kamu pakai wadah kedap udara (airtight container) berlabel BPA-free atau wadah bahan kaca berkualitas tinggi.
Wadah kedap udara berfungsi mencegah masuknya bakteri serta menjaga aroma makanan agar nggak saling bercampur di dalam kulkas. Kamu bisa bagi masakan ke dalam wadah porsi sekali makan supaya lebih praktis saat mau dikonsumsi.
Selain pilihan wadah, jangan lupa tempelin label tanggal pada setiap kotak makanan sebelum kamu masukin ke kulkas. Nggak usah ribet, tulis aja nama masakan dan tanggal kamu membuatnya pakai kertas dengan selotip atau stiker polos kecil.
Dengan adanya label tanggal, kamu nggak perlu takut lupa kapan makanan tersebut dibuat dan kamu bisa prioritasin untuk habisin makanan yang diolah duluan.
7. Panaskan makanan dengan tepat

Panaskan makanan dengan tepat | Sumber: Unsplash.com/louishansel
Udah mau makan? Kamu tinggal ambil wadah meal prep dari kulkas dan panasin di microwave, oven, atau kompor. Nah, supaya rasa makanannya tetap enak dan kandungan gizinya nggak rusak, perhatikan cara yang benar.
Intinya, kamu cuma perlu panasin porsi yang mau dimakan pada saat itu juga, bukan panasin ulang wadah berukuran gede secara berulang. Terus, sebaiknya kamu pakai suhu yang nggak terlalu panas (di microwave atau oven) atau api sedang di kompor.
Nggak kalah penting, ada juga beberapa jenis bahan makanan yang sebaiknya nggak dipanasin kembali karena bisa ngerusak kandungan nutrisinya.
Sebagai contoh, senyawa nitrat yang baik buat tubuh dalam seledri dan bayam bisa berubah jadi nitrit kalau dipanasin berlebih. Nah, senyawa nitrit ini bisa ningkatin risiko keracunan makanan.
Selain itu, olahan jamur dan telur matang juga sebaiknya langsung dikonsumsi setelah kamu masak. Kalau terus-terusan dipanasin ulang, nanti teksturnya bisa tambah keras. Terus, senyawa di dalamnya bisa berubah dan berpotensi memicu gangguan pencernaan.
BACA JUGA: Cara Atur Keuangan Saat di Kantor
Mengubah kebiasaan makan biar lebih sehat dengan cara membuat meal prep emang butuh effort di awal. Tapi, manfaat jangka panjangnya worth it banget! Selain bikin tubuh lebih sehat dan bahan makanan yang terjamin bersih, kamu juga bisa berhemat ratusan ribu sebulan.
Biar sesi belanja bahan meal prep di pasar atau supermarket favoritmu makin praktis dan menguntungkan, kamu cukup bayar secara cashless pakai aplikasi GoPay. Selain nggak usah repot cari kembalian, semua transaksi di aplikasi GoPay bakal otomatis tercatat.
Dengan begitu, kamu bisa cek Laporan Keuangan buat liat seberapa besar pengeluaranmu untuk memasak sekaligus berapa banyak uang yang berhasil kamu hemat setiap bulannya!
FAQ Cara Membuat Meal Prep
Q: Apa yang dimaksud dengan teknik batch cooking dalam menyusun meal prep?
A: Batch cooking adalah teknik mengolah satu jenis bahan utama (seperti protein ayam filet) dalam jumlah banyak dengan bumbu serbaguna, yang kemudian dapat dipadukan dengan berbagai jenis sayuran berbeda sepanjang minggu.
Q: Berapa lama daya simpan meal prep di dalam kulkas dan freezer?
A: Sayuran berdaun awet 3–5 hari di chiller, masakan matang bertahan 3–4 hari di kulkas bawah, sedangkan makanan matang atau daging marimasi di freezer dapat bertahan hingga 1–2 bulan.
Q: Mengapa sayuran seperti bayam dan seledri tidak disarankan untuk dipanaskan berulang kali?
A: Memanaskan ulang bayam dan seledri dapat mengubah senyawa nitrat alami menjadi nitrit, yang berpotensi memicu gangguan pencernaan dan keracunan makanan.
Q: Bagaimana cara memilih wadah penyimpanan meal prep yang aman?
A: Gunakan wadah kedap udara (airtight container) yang berlabel BPA-free atau berbahan kaca berkualitas tinggi untuk mencegah kontaminasi bakteri dan menjaga kualitas aroma makanan di kulkas.
Q: Bagaimana cara memantau total penghematan biaya makan setelah beralih ke meal prep?
A: Lakukan transaksi belanja bahan makanan di pasar atau supermarket menggunakan aplikasi GoPay. Fitur Laporan Keuangan akan mencatat dan merekap pengeluaran harian secara otomatis sehingga anggaran belanja dapur mudah dievaluasi.







