Sudah Berkeluarga? Ini Cara Menyiapkan Dana Darurat Keluarga yang Ideal

10 September 2026

•

4 min

Cara menyiapkan dana darurat keluarga

Ringkasan:

  • Target & Tempat Simpanan yang Tepat: Hitung total pengeluaran bulanan rumah tangga dan tetapkan target 6–12 kali pengeluaran. Simpan dana tersebut di instrumen berisiko rendah yang mudah dicairkan seperti Reksa Dana Pasar Uang (RDPU), emas, atau deposito jangka pendek.
  • Strategi Alokasi & Pemisahan Saldo: Sisihkan minimal 10% gaji di awal bulan langsung ke rekening terpisah (bebas/rendah biaya admin), serta lakukan evaluasi pengeluaran rutin bersama pasangan untuk memangkas pos non-esensial.
  • Pencatatan Otomatis Lewat GoPay: Gunakan aplikasi GoPay untuk kebutuhan transaksi rumah tangga harian agar pengeluaran terekap secara otomatis pada fitur Laporan Keuangan untuk mempermudah evaluasi alokasi dana darurat.

Disclaimer: Ringkasan ini dibuat menggunakan Kecerdasan Buatan (AI)


Menikah sama pujaan hati dan membina keluarga bareng memang momen yang membahagiakan. Tapi, kita nggak bisa nyangkal kalau tanggung jawab finansialnya jadi makin gede.

Soalnya, dulu waktu masih lajang, kebutuhan hidup cuma buat diri sendiri. Tapi, sehabis nikah dan punya momongan, kamu mesti memenuhi kebutuhan harian plus masa depan pasangan dan anak.

Belum lagi, risiko kehidupan seperti sakit mendadak, kendaraan rusak, atau pemutusan hubungan kerja bisa terjadi kapan aja. Karena itu, kamu perlu tau cara menyiapkan dana darurat keluarga sejak dini. Yuk, simak caranya!

BACA JUGA: Cara Mengatur Uang Belanja Rumah Tangga Cashless

1. Tentukan target dana darurat

Tentukan target dana darurat

Tentukan target dana darurat | Sumber: Unsplash.com/esteejanssens

Sebelum coba-coba cara menyiapkan dana darurat keluarga, kamu harus pasang target dulu. Caranya, hitung total pengeluaran bulanan rumah tanggamu secara detail, mulai dari cicilan, belanja dapur, tagihan listrik, air, sampai kebutuhan anak.

Kalau udah dapat angkanya, kalikan pengeluaran tersebut dengan target ideal. Buat kamu yang udah berkeluarga, jumlah dana darurat yang disarankan adalah 6-12 kali pengeluaran bulanan.

Misalnya, kalau pengeluaran keluargamu Rp5 juta per bulan, berarti target dana darurat kamu berkisar antara Rp30 juta dan Rp60 juta. Angka ini bakal ngasih kamu kelegaan kalau ada kondisi nggak terduga.

2. Segera alokasikan dana darurat setelah gajian

Segera alokasikan dana darurat setelah gajian

Segera alokasikan dana darurat setelah gajian | Sumber: Unsplash.com/constantinevdokimov

Jangan pernah nunggu sisa uang di akhir bulan buat tabungan darurat. Justru, kebiasaan nunggu sisa biasanya malah bikin kamu nggak menabung sama sekali karena uangnya keburu habis buat hal lain.

Begitu gaji masuk ke rekening, langsung sisihkan sebagian untuk tabungan darurat. Kamu bisa mulai dari alokasi kecil dulu, misalnya 10% dari total pendapatan bulananmu. Tapi, kalau 10% masih dirasa terlalu berat, mulai aja dari nominal kecil yang realistis.

Seiring berjalannya waktu, kamu bisa tingkatkan persentasenya secara bertahap saat arus kas keluarga udah makin stabil. Ingat, kunci dari cara menyiapkan dana darurat keluarga adalah konsistensi.

3. Simpan dana di instrumen yang aman dan mudah dicairkan

Simpan dana di instrumen yang aman dan mudah dicairkan

Simpan dana di instrumen yang aman dan mudah dicairkan | Sumber: Unsplash.com/micheile

Dana darurat fungsinya buat dipakai pas keadaan mendesak, jadi tempat menyimpannya nggak boleh sembarangan. Sebaiknya, hindari menyimpan dana darurat dalam instrumen investasi berisiko tinggi seperti saham atau kripto.

Sebaliknya, pilihlah instrumen keuangan yang nilainya stabil dan gampang dicairkan kapan aja. Soalnya, kamu butuh akses cepat sewaktu-waktu kalau musibah atau kebutuhan mendadak kejadian.

Contoh tempat simpanan yang cocok adalah rekening deposito jangka pendek, emas, atau Reksa Dana Pasar Uang (RDPU). RDPU cukup populer karena ngasih potensi return yang menarik dengan risiko yang tergolong rendah.

4. Gunakan rekening terpisah untuk menabung dana darurat

Gunakan rekening terpisah untuk menabung dana darurat

Gunakan rekening terpisah untuk menabung dana darurat | Sumber: Unsplash.com/pampouks

Dalam cara menyiapkan dana darurat keluarga, jangan pernah menyatukan uang buat berjaga-jaga kalau ada musibah dalam rekening yang kamu pakai buat belanja harian. Pasalnya, kamu bisa aja tergiur pakai uang tersebut buat beli ini itu.

Solusinya, bukalah satu rekening baru khusus buat nyimpan dana darurat keluarga, dan pilihlah bank yang ngasih biaya admin bulanan kecil atau bahkan gratis supaya saldomu nggak terus kepotong.

5. Kurangi pengeluaran yang nggak terlalu penting

Kurangi pengeluaran yang nggak terlalu penting

Kurangi pengeluaran yang nggak terlalu penting | Sumber: Unsplash.com/superyuyakun

Minimal sebulan sekali, cobalah duduk bareng pasangan dan cermati kembali catatan pengeluaran bulan lalu. Kamu pasti bakal ketemu beberapa pengeluaran kecil yang sebenarnya bisa dihemat atau dihilangkan.

Contohnya bisa aja mencakup langganan layanan streaming yang jarang ditonton, makan di restoran tiap weekend, atau belanja impulsif saat ada diskon. Dari sana, kamu bisa pangkas pengeluaran kurang penting tersebut.

Terus, uang hasil penghematannya bisa langsung kamu pindahin ke rekening khusus tabungan darurat. Sedikit demi sedikit, lama-lama jadi bukit!

BACA JUGA: Cara Atur Uang ala Sandwich Generation

Cara menyiapkan dana darurat keluarga emang butuh proses dan disiplin tinggi. Nggak kalah penting, kamu perlu gambaran akurat tentang ke mana aja perginya uangmu. 

Supaya nggak ribet ngumpulin struk satu per satu, pilih GoPay sebagai metode pembayaran buat transaksi harian rumah tanggamu! Soalnya, semua transaksi di aplikasi GoPay bakal tercatat secara otomatis lewat fitur Laporan Keuangan.

Dari sana, kamu bakal lebih gampang mengevaluasi pengeluaran tiap bulan dan nemuin sisa dana buat ditabung. Yuk, coba sekarang!

FAQ Cara Menyiapkan Dana Darurat Keluarga

Q: Berapa jumlah ideal dana darurat yang wajib disiapkan oleh pasangan yang sudah berkeluarga?
A: Idealnya adalah 6 hingga 12 kali dari total pengeluaran bulanan rumah tangga. Jumlah ini memperhitungkan risiko kebutuhan mendesak untuk pasangan dan anak-anak.

Q: Mengapa dana darurat keluarga sebaiknya tidak disimpan di saham atau kripto?
A: Saham dan kripto memiliki volatilitas atau risiko penurunan nilai yang tinggi, serta proses penarikan dana yang tidak selalu instan saat dibutuhkan dalam keadaan mendesak.

Q: Apa langkah pertama jika belum mampu menyisihkan 10% gaji bulanan untuk dana darurat?
A: Mulailah dari nominal terkecil yang mampu disisihkan secara konsisten setiap awal bulan. Tingkatkan persentasenya secara bertahap seiring dengan makin stabilnya arus kas keluarga.

Q: Bagaimana cara memilah pos pengeluaran yang bisa dipangkas demi menambah tabungan darurat?
A: Lakukan evaluasi berkala bersama pasangan terhadap riwayat pengeluaran bulanan. Identifikasi dan kurangi pos non-esensial seperti langganan streaming yang jarang dipakai atau kebiasaan makan di luar.

Q: Bagaimana fitur Laporan Keuangan di aplikasi GoPay membantu pengolahan dana darurat keluarga?
A: Fitur Laporan Keuangan di aplikasi GoPay mencatat dan merangkum seluruh transaksi belanja harian rumah tangga secara otomatis, memudahkan analisis ke mana alur kas pergi serta menemukan potensi penghematan.

Artikel Terkait