Fakta Menarik Harusnya Horror, Debut Sutradara Reza Arap Bareng Geng Marapthon

11 August 2026

•

5 min

fakta menarik film Harusnya Horror

Ringkasan:

  • Debut Penyutradaraan & Akting Reza Arap: Reza Arap resmi menjalani debutnya sebagai sutradara film layar lebar lewat Harusnya Horror. Tak hanya di balik layar, ia juga tampil sebagai pemeran utama sosok hantu unik berkarakter wibu.
  • Kolaborasi Skala Besar & Latar Emosional: Menggandeng AAA Clan, Marapthon, serta SinemArt (ESS Jay Pictures), film ini mengusung komedi-horor segar tentang komplotan kreator konten yang bekerja sama dengan hantu. Film ini juga menjadi karya layar lebar terakhir dari mendiang Lula Lahfah yang telah merampungkan syuting sebelum wafat pada Januari 2026.
  • Pemesanan Tiket Bebas Admin: Tiket bioskop XXI, CGV, maupun Cinepolis untuk penayangan Harusnya Horror mulai 20 Agustus 2026 dapat dipesan secara praktis, hemat, dan gratis biaya admin langsung melalui aplikasi GoPay.

Disclaimer: Ringkasan ini dibuat menggunakan Kecerdasan Buatan (AI)


Kalau selama ini kamu kenal Reza Arap sebagai musisi, streamer, sekaligus content creator yang nggak pernah kehabisan ide nyeleneh, sekarang saatnya melihat sisi lain dirinya sebagai sutradara.

Reza Arap resmi debut sebagai sutradara film layar lebar lewat Harusnya Horror. Ia juga mengerjakan proyek ini bareng geng Marapthon, lho!

Film Harusnya Horror mengisahkan sekelompok content creator yang lagi terlilit masalah finansial. Pas lagi cari cara buat bikin konten viral, mereka malah ketemu hantu yang anehnya nggak menyeramkan sama sekali. Dari sinilah kolaborasi absurd mereka dimulai. 

Bukan cuma premisnya yang seru. Di baliknya, ada banyak fakta menarik Harusnya Horror yang bikin film debut Reza Arap ini makin layak masuk watchlist-mu. Yuk, kita kepoin satu per satu sebelum filmnya resmi tayang di bioskop!

BACA JUGA: Film Horor Indonesia

1. Kolaborasi bersama AAA Clan, Marapthon, dan SinemArt 

Kolaborasi bersama AAA Clan, Marapthon, dan SinemArt

Kolaborasi bersama AAA Clan, Marapthon, dan SinemArt | Sumber: RRI.co.id

Harusnya Horror adalah film hasil kolaborasi gede-gedean. Gimana nggak? Film horor komedi ini dikerjakan oleh AAA Clan, Marapthon, dan SinemArt.

AAA Clan adalah sekelompok content creator dan streamer yang salah satunya beranggotakan Reza Arap. 

Kalau udah lama ngikuti AAA Clan, kamu pasti juga udah nggak asing sama Marapthon alias konten live streaming 24 jam selama berhari-hari yang dipandu langsung oleh Reza Arap and the gank

Sementara itu, SinemArt turut andil sebagai rumah produksi film Harusnya Horror melalui anak perusahaannya, ESS Jay Pictures.

Melihat kolaborasi antara kreator digital dengan fanbase gede dan rumah produksi berpengalaman, nggak kaget kalau proyek Harusnya Horror menarik perhatian banyak orang sejak awal diumumkan.

2. Reza Arap jadi pemeran sekaligus sutradara

Reza Arap jadi pemeran sekaligus sutradara

Reza Arap jadi pemeran sekaligus sutradara | Sumber: Tribunnews.com

Berikutnya, fakta menarik Harusnya Horror berasal dari sosok Reza Arap sendiri. Dalam film ini, ia ternyata nggak cuma duduk manis di kursi sutradara, lho. 

Reza juga ikut berakting sebagai salah satu pemeran utama, yaitu sosok hantu penggemar anime yang terpaksa bekerja sama dengan sekelompok content creator.

Menjalankan peran dobel dalam satu film tentunya jadi hal baru buat Reza. Ia bahkan sempat blak-blakan ngaku nggak punya pengalaman di dunia penyutradaraan sama sekali sebelum ini.

Meski begitu, dengan bermodalkan nekat dan kepercayaan dari rumah produksi, Reza serius membuktikan diri kalau dirinya siap bereksplorasi di dunia perfilman Indonesia.

3. Reza Arap nggak menggarap soundtrack film 

Reza Arap nggak menggarap soundtrack film

Reza Arap nggak menggarap soundtrack film | Sumber: Grid.id

Meskipun dikenal duluan sebagai musisi lewat Weird Genius, Reza Arap justru menolak permintaan produser buat menggarap soundtrack Harusnya Horror.

Ia merasa bahwa peran sebagai sutradara dan pemeran sekaligus udah cukup bikin dia keteteran. Jadi, daripada maksain diri handle semuanya, Reza memilih buat menyerahkan proses produksi soundtrack ke pihak lain biar hasilnya tetap maksimal.

Tapi, bukan berarti Reza lepas tangan begitu aja, kok. Ia tetap terlibat dalam proses supervisi, pemilihan soundtrack, sampai scoring film. Jadi, sentuhan musik khas Reza masih bakal tetap terasa selama kamu nonton Harusnya Horror.

BACA JUGA: Film Horor Terbaru

4. Naskah buatan Rahabi Mandra dan Syahrun Ramadhan 

Naskah buatan Rahabi Mandra dan Syahrun Ramadhan

Naskah buatan Rahabi Mandra dan Syahrun Ramadhan | Sumber: Merahputih.com

Ngomongin fakta menarik Harusnya Horror, kita nggak boleh skip soal penulisan naskah. Cerita film ini ditulis oleh Rahabi Mandra dan Syahrun Ramadhan. Keduanya bukan orang baru di industri film Indonesia, lho.

Rahabi dikenal sebagai penulis skenario berbagai judul, termasuk Merry Riana: Mimpi Sejuta Dolar (2014) yang jadi salah satu film terlaris tahun itu, serta Night Bus (2017) yang bikin dia menyabet Piala Citra untuk kategori Penulis Skenario Adaptasi Terbaik.

Selain itu, Rahabi juga merupakan sosok di balik naskah film Air Mata Surga (2015), Kadet 1947 (2021), Satria Dewa: Gatotkaca (2022), dan Gampang Cuan (2023).

Nah, Syahrun juga pernah berkolaborasi bareng Rahabi buat menulis naskah film Gampang Cuan. Beberapa judul lain yang menjadi karya Syahrun adalah Detektif Jaga Jarak (2023), Gak Nyangka!! (2025), dan serial Sugar Baby (2025).

5. Pembawaan hantu yang berbeda dan segar 

Pembawaan hantu yang berbeda dan segar

Pembawaan hantu yang berbeda dan segar | Sumber: Instagram.com/bioskop

Film horor umumnya berlomba-lomba nampilin hantu seseram mungkin. Tapi, Harusnya Horror justru ngambil pendekatan berbeda. Sosok hantu dalam film ini digambarkan nggak nakutin sama sekali, malah cenderung kocak dan bikin relate.

Ceritanya, hantu tersebut adalah wibu yang semasa hidupnya sering minder. Ia mendapat tugas dari akhirat buat nakut-nakutin 100.000 manusia. Masalahnya, si hantu sama sekali nggak nyeremin dan justru takut sama manusia.

Demi ngejalanin tugas dari akhirat, ia terpaksa jadi talent buat geng content creator horor gadungan. Mereka lagi kelilit masalah finansial dan butuh bikin konten viral. 

Dengan pendekatan horor-komedi yang fresh, Harusnya Horror pun sukses bikin banyak orang penasaran. Terus, karena porsi komedinya lumayan dominan, film ini juga cocok buat kamu yang selama ini kurang berani nonton film horor.

6. Persembahan terakhir Lula Lahfah 

Persembahan terakhir Lula Lahfah

Persembahan terakhir Lula Lahfah | Sumber: People.com

Di balik hype-nya, ada satu fakta menarik Harusnya Horror yang mengharukan. Film ini merupakan karya layar lebar terakhir Lula Lahfah, content creator yang saat itu dekat dengan Reza Arap.

Dalam film ini, Lula berperan sebagai karakter utama perempuan. Ia telah menuntaskan seluruh proses syuting pada 2025 sebelum meninggal dunia pada Januari 2026.

Film Harusnya Horror pun otomatis jadi proyek akting terakhir Lula yang begitu berkesan buat para fans-nya. 

Hal yang sama juga dirasakan oleh Reza. Baginya, film ini menyimpan makna emosional yang mendalam karena jadi kenangan berharga bareng orang terkasih.

7. Budget film yang mahal 

Budget film yang mahal

Budget film yang mahal | Sumber: Teknogav.com

Film Harusnya Horror ternyata jadi proyek yang cukup menguras budget. Memangnya, bagian apa yang butuh pengeluaran paling gede?

Ternyata, adegan yang diperankan Teguh Prakoso jadi bagian dengan budget paling mahal di sepanjang film. Tapi, tingginya biaya bukan buat membayar honor Teguh. 

Biaya besar ini murni demi kebutuhan sinematik. Reza pengin ningkatin kualitas sinematografi di tiap shot yang nampilin Teguh, soalnya karakter yang diperankan Teguh emang penting banget dalam alur cerita.

Demi menghasilkan visual yang maksimal, proses syuting adegan tersebut bahkan sampai berlangsung seharian dari pagi sampai malam.

BACA JUGA: Anime Horor Terbaik

Itu dia sederet fakta menarik Harusnya Horror yang bikin film ini punya daya tarik sendiri buat ditonton di bioskop. Penasaran gimana hasil debut penyutradaraan Reza Arap? 

Jangan lewatkan film Harusnya Horror yang bakal tayang pada 20 Agustus 2026 di seluruh bioskop Indonesia! Cuma di aplikasi GoPay, beli tiket bioskop GRATIS biaya admin! Kamu nggak perlu antre dan bisa beli tiket bioskop XXI, CGV, dan Cinepolis dalam satu aplikasi.

Bonusnya lagi, ada berbagai promo menarik lain yang bakal bikin pengalaman nonton jadi makin untung. Yuk, buruan beli tiketnya lewat aplikasi GoPay, pesan kursi favoritmu, dan selamat nonton Harusnya Horror!

FAQ Fakta Menarik Harusnya Horror

Q: Kapan film Harusnya Horror dijadwalkan tayang di bioskop Indonesia?
A: Film Harusnya Horror dijadwalkan resmi rilis dan tayang serentak di bioskop seluruh Indonesia pada tanggal 20 Agustus 2026.

Q: Bagaimana konsep hantu yang dihadirkan dalam film Harusnya Horror?
A: Film ini menghadirkan konsep hantu yang tidak menakutkan melainkan kocak; seorang hantu wibu yang semasa hidupnya pemalu dan bertugas menakuti 100.000 manusia dari akhirat, namun berakhir menjadi talent bagi geng kreator konten yang sedang bangkrut.

Q: Siapa saja penulis naskah di balik cerita film Harusnya Horror?
A: Naskah cerita dikerjakan oleh Rahabi Mandra (peraih Piala Citra untuk Night Bus) dan Syahrun Ramadhan, yang sebelumnya pernah sukses berkolaborasi lewat film Gampang Cuan.

Q: Peran apa yang dimainkan oleh mendiang Lula Lahfah dalam film ini?
A: Mendiang Lula Lahfah berperan sebagai karakter utama perempuan dan telah menyelesaikan seluruh proses syuting pada tahun 2025 sebelum berpulang pada Januari 2026.

Q: Bagaimana cara pesan tiket bioskop Harusnya Horror tanpa biaya administrasi?
A: Kamu bisa langsung memesan tiket melalui menu Tiket Bioskop di aplikasi GoPay untuk bioskop XXI, CGV, atau Cinepolis dengan fasilitas gratis biaya admin dan promo menarik lainnya.

Artikel Terkait