Opportunity Cost Resign untuk Lanjut S2, Ini Cara Hitung Biayanya!

22 July 2026

•

7 min

Opportunity cost resign untuk lanjut S2

Ringkasan:

  • Definisi Opportunity Cost: Biaya peluang (opportunity cost) saat memilih resign demi lanjut S2 merupakan nilai total dari potensi finansial dan karier yang dikorbankan, mencakup akumulasi gaji bulanan, bonus tahunan, serta kesempatan promosi yang hilang selama masa studi.
  • Perhitungan Investasi & Payback Period: Selain mengorbankan potensi pendapatan (misal simulasi rugi Rp240 juta dalam 2 tahun), calon mahasiswa harus menyiapkan modal studi sekitar Rp147,2 juta, yang jika digabungkan akan menghasilkan masa balik modal (payback period) yang panjang.
  • Strategi Mitigasi Finansial: Risiko finansial akibat hilangnya pendapatan dapat ditekan melalui perburuan beasiswa, pencarian kerja sampingan, penghematan gaya hidup konsumtif, serta pemetaan biaya hidup bulanan berbasis data akurat dari Aplikasi GoPay.

Disclaimer: Ringkasan ini dibuat menggunakan Kecerdasan Buatan (AI)


Pengin lanjut kuliah S2, tapi bentrok sama jadwal kerja? Solusi paling ideal tentu aja resign buat sementara waktu. Meski begitu, jangan langsung buru-buru serahin surat resign

Soalnya, kamu harus hitung dulu opportunity cost resign untuk lanjut S2. Gimanapun juga, kuliah S2 butuh biaya yang nggak sedikit, sedangkan pemasukanmu justru bakal stop sementara.

Opportunity cost adalah biaya atau risiko yang muncul ketika kamu memilih mengorbankan satu hal buat mendapatkan hal lain. 

Dengan menghitung biaya peluang resign untuk kuliah, kamu bisa tau nilai dari peluang karier yang kamu tinggalkan, contohnya seperti gaji, bonus, sampai kesempatan promosi.

Lantas, gimana cara menghitung opportunity cost resign untuk lanjut kuliah S2? Yuk, lanjut baca sampai habis biar kamu bisa mengambil keputusan dengan lebih bijak!

BACA JUGA: Tips Mengatur Keuangan untuk Fresh Graduate

Cara Hitung Opportunity Cost Resign untuk Lanjut S2

Cara Hitung Opportunity Cost Resign untuk Lanjut S2

Cara Hitung Opportunity Cost Resign untuk Lanjut S2 | Sumber: Pexels.com/kindelmedia

Ketika kamu resign buat lanjut kuliah, otomatis kamu harus punya persiapan dana kuliah S2. Pada saat bersamaan, kamu juga harus rela kehilangan berbagai kesempatan seandainya masih bekerja di kantor yang sama.

Nah, berbagai kesempatan ini punya nilai angka yang bisa kamu hitung dan jadikan pertimbangan sebelum resign

Tenang, kamu nggak perlu jadi ahli ekonomi buat ngitung opportunity cost resign untuk lanjut S2. Cukup siapin data-data keuanganmu, terus ikuti langkah-langkah di bawah ini!

1. Kalikan gaji bulanan dengan durasi kuliah 

Ini adalah langkah paling dasar buat tau seberapa banyak gaji yang bakal hilang selama kamu resign. Rumusnya simpel: Gaji bulanan x Durasi kuliah (bulan).

Sebagai contoh, saat ini gajimu adalah Rp8 juta per bulan, sementara kuliah S2 bakal berlangsung selama 24 bulan. Berarti, ada potensi gaji sebesar Rp192 juta (Rp8 juta x 24 bulan) yang nggak bakal kamu terima karena memilih resign sementara.

Angka tersebut belum termasuk tunjangan, bonus, dan potensi kenaikan gaji yang juga otomatis bakal kamu lewatkan.

2. Bandingkan dengan perkiraan kenaikan gaji 

Kalau kamu tetap lanjut kerja, ada kemungkinan gajimu bakal naik tiap tahun plus menerima bonus tahunan. Kamu juga perlu menghitungnya sebagai bagian dari opportunity cost karena bakal ikut “hilang” saat kamu resign.

Coba kita asumsikan ada kenaikan gaji 10% per tahun dan bonus tahunan setara 1x gaji, dengan durasi kuliah S2 selama 2 tahun. Kita-kira seperti ini skemanya:

  • Tahun ke-1: gaji jadi Rp8,8 juta per bulan. 

Total pendapatan setahun: (Rp8,8 juta x 12) + Rp8,8 juta = Rp114,4 juta.

  • Tahun ke-2: gaji jadi Rp9,68 juta per bulan.

Total pendapatan setahun: Rp(9,68 juta x 12) + Rp9,68 juta = Rp125,8 juta.

Jadi, total pendapatan yang bakal hilang selama kamu kuliah 2 tahun adalah sekitar Rp240 juta. 

3. Bandingkan dengan gaji lulusan S2 di bidangmu

Biar hitungan opportunity cost resign untuk lanjut S2 lebih realistis, cek juga potensi gajimu setelah lulus kuliah nanti. Menurut data dari US Bureau Labour of Statistics, lulusan S2 rata-rata memperoleh gaji 20% lebih tinggi daripada lulusan S1.

Dari basis gaji Rp8 juta per bulan, gaji yang kamu terima setelah S2 dengan kenaikan 20% bisa mencapai Rp9,6 juta per bulan. 

Coba bandingin angka tersebut sama prediksi gaji kamu kalau nggak resign. Berdasarkan hitungan di langkah 2, kamu baru akan mendapat gaji sekitar Rp9,68 juta di tahun ke-2. Ternyata, angkanya nggak jauh beda!

Tapi, penting diingat bahwa gelar S2 bukan jaminan gaji langsung naik. Kemampuan teknis, pengalaman kerja, kebutuhan perusahaan, sampai kondisi industri sangat memengaruhi jumlah penghasilanmu.

4. Hitung pengeluaran selama S2 

Selain kehilangan penghasilan, kamu juga harus keluar uang buat biaya kuliah. Biaya ini umumnya mencakup uang pendaftaran, uang pangkal, biaya semester, buku, biaya hidup, hingga riset dan tesis.

Angka spesifiknya tentu bergantung pada jurusan dan universitas pilihanmu. Tapi, sebagai gambaran, kira-kira seperti ini simulasi rata-rata biaya kuliah S2 di Indonesia!

Komponen

Estimasi Biaya

Uang pendaftaran

Rp1,2 juta

Uang pangkal

Rp22 juta

Kos bulanan (24 bulan)

Rp24 juta

Biaya operasional

Rp20 juta

Biaya semester (4 semester)

Rp80 juta

Total

Rp147,2 juta

Berdasarkan tabel simulasi tersebut, persiapan dana kuliah S2 bisa butuh sekitar Rp147,2 juta. Angka ini belum termasuk inflasi biaya pendidikan tiap tahun.

5. Hitung payback period setelah lulus S2 

Nggak kalah penting, kamu juga perlu tau berapa lama waktu yang dibutuhkan buat “balik modal” dari semua opportunity cost di atas. Cara hitungnya gampang, kamu bisa pakai rumus ini: Payback period = Total investasi kuliah S2 : Tambahan pendapatan tahunan.

Kita coba hitung menggunakan berbagai contoh di langkah-langkah di atas, ya

Total investasi kuliah S2 kamu = Opportunity cost + Biaya kuliah

= Rp240 juta + Rp147,2 juta

= Rp387,2 juta

Tambahan pendapatan tahunan = Selisih gaji setelah S2 dengan gaji awal seandainya kamu nggak resign

= Rp9,6 juta - Rp8 juta

= Rp1,6 juta x 12 bulan

= Rp19,2 juta per tahun

Payback period = Rp387,2 juta : Rp19,2 juta = sekitar 20 tahun.

BACA JUGA: Usaha untuk Mahasiswa

Tips Persiapan Dana Kuliah S2

Tips Persiapan Dana Kuliah S2

Tips Persiapan Dana Kuliah S2 | Sumber: Pexels.com/mikhail-nilov

Hasil perhitungan opportunity cost resign untuk lanjut S2 mungkin bikin kamu sedikit jantungan. Tapi, bukan berarti mimpi buat lanjut kuliah harus batal, kok. 

Kamu tetap bisa mewujudkan impian tersebut dengan strategi keuangan yang jelas, termasuk menabung untuk S2 sejak jauh-jauh hari. Biar lebih mudah, kamu bisa intip tips-tips berikut!

1. Pertimbangkan beasiswa

Kalau memang ada kesempatan buat dapat beasiswa, why not! Beasiswa bakal bikin biaya peluang resign untuk kuliah jadi jauh lebih kecil, soalnya kamu nggak perlu keluar uang pribadi buat uang pangkal maupun semesteran.

Kabar baiknya lagi, saat ini pilihan beasiswa semakin beragam, baik dari pemerintah, perusahaan swasta, maupun pihak kampus sendiri. Beberapa contohnya adalah LPDP, Chevening, dan Beasiswa Unggulan Kemendikdasmen.

Carilah informasi beasiswa sejak jauh-jauh hari biar persiapanmu lebih matang dan peluang lolos lebih besar.

Semisal kamu belum yakin bisa lolos beasiswa fully funded, pertimbangkan beasiswa parsial yang menanggung sebagian biaya. Lumayan banget buat mengurangi beban biaya kuliah!

2. Cari penghasilan sampingan

Kalau target kuliah S2-mu masih 1–2 tahun lagi, manfaatin waktu tersebut buat menambah penghasilan agar persiapan dana kuliah S2 lebih cepat terkumpul.

Kamu bisa jualan online, jadi freelancer sesuai skill kamu, kerja sebagai barista part-time, atau mengajar les. Sebisa mungkin, alokasikan seluruh penghasilan tambahan ke rekening khusus dana kuliah biar nggak tercampur sama rekening kebutuhan sehari-hari.

3. Kurangi gaya hidup konsumtif

Pengeluaran seperti ngopi di kafe tiap minggu, banyak langganan streaming tapi jarang ditonton, atau checkout impulsif pas ada diskon memang kelihatannya receh. Tapi, kalau ditotal per bulan, jumlahnya bisa lumayan gede.

Makanya, coba cek pengeluaranmu selama beberapa bulan terakhir. Terus, hapus 2–3 pos pengeluaran yang sebetulnya nggak penting-penting amat. Alokasikan uang tersebut buat pos dana kuliah S2 biar lebih cepat terkumpul.

4. Menabung setiap bulan

Dari perhitungan opportunity cost untuk lanjut S2 di atas, kamu udah tau estimasi kebutuhan dana kuliah. Angkanya memang terlihat bombastis, tapi kamu bisa memecahnya jadi tabungan bulanan agar terasa lebih ringan.

Estimasi total biaya kuliah S2 adalah Rp147,2 juta, sedangkan kamu berencana mulai kuliah 2 tahun lagi. Berarti, kamu perlu menyisihkan dana sekitar Rp6,13 juta setiap bulan demi mencapai target tersebut.

Biar konsisten, aktifkan aja sistem autodebit. Jadi, begitu gajian, sistem bakal otomatis transfer uang ke rekening tabungan kuliah S2-mu.

5. Disiplin memantau pengeluaran

Biasakan mengecek cash flow keuangan pribadimu secara rutin. Catatlah seluruh pemasukan dan pengeluaran biar kamu tau persis ke mana uang pergi tiap bulan.

Jadi, semisal ada pengeluaran yang mulai melenceng dari rencana, kamu bisa cepat sadar dan langsung memperbaikinya. Dengan begitu, progress persiapan dana kuliah S2 pun bisa terus on track.

BACA JUGA: Budget Hemat Makan di Kantor

Resign buat lanjut S2 adalah keputusan besar yang butuh pertimbangan matang. Dengan menghitung opportunity cost resign untuk lanjut S2, kamu bisa mengambil keputusan yang sesuai dengan kemampuan finansial dan tujuan karier.

Menyusun rencana studi juga berarti harus punya data pengeluaran hidup yang akurat.

Melalui Laporan Pengeluaran di aplikasi GoPay, kamu bisa melihat detail riwayat pengeluaran dengan lebih jelas. 

Data tersebut bakal membantumu memetakan budget kebutuhan pokok setiap bulan untuk bertahan hidup selama jadi mahasiswa lagi. Buktikan sendiri kemudahannya dengan pakai aplikasi GoPay, dan semoga rencana kuliah S2-mu berjalan mulus!

FAQ Opportunity Cost Resign untuk Lanjut S2

Q: Bagaimana cara menghitung nominal bersih dari pendapatan yang hilang (opportunity cost) jika saya memutuskan resign selama 2 tahun kuliah S2?
A: Anda harus menjumlahkan total gaji pokok Anda selama durasi kuliah ditambah dengan estimasi kenaikan gaji tahunan dan bonus yang batal diterima. Berdasarkan simulasi gaji awal Rp8 juta dengan asumsi kenaikan 10% dan bonus 1 kali gaji per tahun, total pendapatan yang hilang mencapai sekitar Rp240 juta dalam 2 tahun.

Q: Mengapa lulusan S2 tidak serta-merta mendapatkan jaminan lonjakan gaji yang tinggi sesaat setelah mereka lulus?
A: Meskipun secara statistik rata-rata gaji lulusan S2 bisa 20% lebih tinggi dibanding lulusan S1, gelar akademik bukanlah penentu tunggal di dunia kerja. Besaran penghasilan pasca-kelulusan akan tetap sangat dipengaruhi oleh kemampuan teknis (hard skills), rekam jejak pengalaman kerja nyata, kebutuhan spesifik perusahaan, serta kondisi industri pada saat itu.

Q: Bagaimana cara menggunakan rumus payback period untuk mengetahui waktu balik modal setelah berinvestasi pada kuliah S2?
A: Rumusnya adalah:

Payback Period = Total Investasi Kuliah S2 (Opportunity Cost + Biaya Kuliah)/Tambahan Pendapatan Tahunan

Menggunakan contoh simulasi, jika total investasi Anda sebesar Rp387,2 juta dan kenaikan selisih gaji pasca-S2 adalah Rp1,6 juta per bulan (Rp19,2 juta per tahun), maka waktu balik modalnya adalah sekitar 20 tahun.

Q: Apakah pemburu beasiswa parsial (partial scholarship) tetap harus memperhitungkan opportunity cost secara mendalam?
A: Tetap wajib. Beasiswa parsial hanya memotong sebagian komponen biaya kuliah langsung (seperti uang semesteran). Komponen opportunity cost terbesar—yaitu hilangnya pemasukan bulanan utama Anda karena tidak bekerja—tetap berjalan dan wajib ditutup secara mandiri menggunakan tabungan atau penghasilan sampingan.

Q: Bagaimana fitur Laporan Pengeluaran di Aplikasi GoPay membantu persiapan dana hidup bagi seseorang yang akan menjadi mahasiswa S2 kembali?
A: Selama kuliah S2 tanpa penghasilan tetap, Anda harus hidup dengan budget yang sangat ketat. Fitur Laporan Pengeluaran di Aplikasi GoPay membantu menganalisis riwayat pengeluaran riil Anda saat ini. Data grafik tersebut dapat digunakan untuk menyusun simulasi biaya operasional harian minimum yang Anda butuhkan agar bisa bertahan hidup selama masa studi 24 bulan.

Artikel Terkait