Ringkasan:
- Awal Kemunculan (2014): Layanan PayLater pertama kali lahir di Indonesia sekitar tahun 2014 bertepatan dengan booming-nya e-commerce, sebagai hasil kolaborasi antara platform belanja online dan perusahaan fintech lending berizin OJK.
- Ekspansi ke Sektor Lain (2018): Metode pembayaran ini merambah ke platform Online Travel Agent (OTA) seperti Traveloka dan Tiket.com (bekerja sama dengan Kredivo) untuk pembelian tiket transportasi serta pemesanan hotel.
- Integrasi Kebutuhan Harian & Pandemi: Peluncuran GoPay Later (bekerja sama dengan Findaya pada 2018–2019) mengubah pola panggunaan PayLater menjadi pemenuhan kebutuhan sehari-hari (GoFood, GoRide, tagihan). Popularitasnya semakin melonjak tajam saat pandemi COVID-19 (2020) hingga menjadi metode pembayaran digital utama hingga saat ini.
Disclaimer: Ringkasan ini dibuat menggunakan Kecerdasan Buatan (AI)
Dulu, kalau belum punya yang buat beli sesuatu, pilihannya mungkin cuma nabung dulu atau tahan checkout. Nah, sekarang udah ada opsi pembayaran yang bikin kamu bisa beli duluan dan bayar nanti: PayLater!
Nggak heran kalau kini PayLater makin familier dalam kehidupan sehari-hari dan makin banyak orang Indonesia terbiasa menggunakannya.
Tapi, pernah nggak kamu bertanya-tanya sejak kapan ada PayLater di Indonesia? Gimana ceritanya sampai PayLater bisa jadi salah satu metode pembayaran yang “ada di mana-mana”?
Yuk, kita flashback bareng-bareng ke awal kemunculan PayLater di Indonesia dan ikuti perkembangannya sampai sekarang!
BACA JUGA: PayLater Itu Apa?
Kapan PayLater Pertama Kali Muncul di Indonesia?

Kapan PayLater Pertama Kali Muncul di Indonesia? | Sumber: Pexels.com/shvetsa
Kalau ngomongin sejak kapan ada PayLater di Indonesia, jawabannya nggak lepas dari booming-nya era e-commerce di Indonesia.
Sekitar tahun 2014, tren belanja online lagi kenceng-kencengnya, apalagi dengan banyaknya platform belanja online yang menerima investasi gede-gedean.
Di tengah euforia inilah muncul ide: gimana caranya agar orang yang belum punya kartu kredit tetap bisa “ngutang” buat belanja, tapi dengan cara yang lebih simpel?
Dari situlah awal mula PayLater lahir. Awalnya, layanan ini muncul lewat kerja sama antara platform e-commerce dan perusahaan fintech lending yang punya izin Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
Lambat laun, PayLater pun makin populer seiring naiknya tren belanja online di Indonesia.
PayLater Merambah ke Berbagai Platform

PayLater Merambah ke Berbagai Platform | Sumber: Pexels.com/cottonbro
Terjawab sudah sejak kapan ada PayLater di Indonesia, yaitu mulai tahun 2014 pas tren belanja online dan e-commerce lagi marak-maraknya.
Memasuki 2018, ceritanya mulai berubah. Kala itu, aplikasi Online Travel Agent (OTA) seperti Traveloka meluncurkan fitur PayLater.
Pengguna jadi bisa pesan kamar hotel dan tiket transportasi tanpa perlu langsung bayar saat itu juga. Sebagai gantinya, pengguna dapat menyicil pembayaran hingga maksimal 12 bulan atau melunasi di akhir bulan.
Nggak lama setelah itu, adopsi PayLater langsung “nular” ke berbagai platform online lainnya. Contohnya, Tiket.com juga menyediakan layanan serupa melalui Kredivo.
Dari sinilah PayLater mulai “naik kelas”. Dari yang awalnya cuma buat belanja di e-commerce, PayLater jadi bisa dipakai buat beli tiket pesawat, kereta api, pesan kamar hotel, sampai belanja kebutuhan sehari-hari.
Popularitas PayLater untuk Pesan Kebutuhan Sehari-hari

Popularitas PayLater untuk Pesan Kebutuhan Sehari-hari | Sumber: Pexels.com/pavel-danilyuk
Sejak saat itu, PayLater terasa makin dekat dengan aktivitas sehari-hari. Salah satu pemicu utamanya adalah kehadiran GoPay Later, yakni layanan PayLater yang diluncurkan GoPay dengan bekerja sama bareng Findaya pada 2018–2019.
Terus, apa bedanya GoPay Later dengan PayLater versi aplikasi OTA?
PayLater dari GoPay dapat digunakan untuk memesan berbagai layanan Gojek, mulai dari GoRide, GoCar, GoSend, GoFood, hingga GoBills. Momen ini bisa dibilang jadi milestone penting dalam perkembangan PayLater di Indonesia.
Dari yang tadinya cuma dipakai buat transaksi besar seperti beli barang elektronik atau tiket pesawat, sekarang PayLater bisa digunakan buat kebutuhan sehari-hari: pesan makan siang pas dompet lagi tipis, pesan ojek online buat ngantor, sampai bayar tagihan bulanan.
Booming PayLater Saat dan Setelah Pandemi Covid-19

Booming PayLater Saat dan Setelah Pandemi Covid-19 | Sumber: Pexels.com/mikhail-nilov
Kemudian, datanglah pandemi COVID-19 pada 2020 yang mengubah kebiasaan masyarakat dalam beraktivitas.
Karena nggak boleh ke mana-mana, masyarakat jadi ngandelin transaksi online buat menuhin kebutuhan sehari-hari. Mau itu belanja bulanan, delivery makanan, sampai bayar berbagai tagihan.
Alhasil, pemakaian PayLater pun ikut naik. Menurut hasil survei Kredivo dan Katadata Insight Center, sebanyak 55% pengguna PayLater pada saat itu adalah pengguna baru.
Menariknya, setelah pandemi mereda, PayLater masih terus tumbuh dan justru jadi fitur pembayaran yang komprehensif.
Salah satu contohnya adalah GoPay Later yang terintegrasi di aplikasi harian masyarakat (super-app), termasuk di ekosistem Gojek dan Tokopedia.
Artinya, PayLater saat ini udah jadi bagian dari pengalaman transaksi digital sehari-hari. Berbagai kebutuhan hidup pun bisa kamu penuhi dengan lebih fleksibel menggunakan PayLater!
BACA JUGA: Manfaat PayLater untuk Belanja Bulanan
Evolusi PayLater membuktikan bahwa kebutuhan masyarakat akan akses kredit yang cepat, aman, dan inklusif semakin terakomodasi dengan baik oleh teknologi. Apalagi, syarat buat daftar PayLater pun gampang banget karena umumnya cuma butuh KTP.
Jadi, setelah tau sejak kapan ada PayLater di Indonesia, sekarang saatnya kamu nikmatin kemudahan transaksi digital dengan cara lebih praktis. Aktifkan GoPay Later di aplikasi GoPay sekarang juga dan jadilah bagian dari modernitas transaksi digital di Indonesia!
FAQ Sejak Kapan Ada PayLater di Indonesia
Q: Sejak kapan PayLater pertama kali muncul dan diperkenalkan di Indonesia?
A: PayLater pertama kali hadir di Indonesia sekitar tahun 2014, terdorong oleh pesatnya pertumbuhan industri e-commerce dan kolaborasi dengan perusahaan fintech lending.
Q: Kapan layanan PayLater mulai bisa digunakan untuk memesan tiket perjalanan dan hotel?
A: Sekitar tahun 2018, ketika platform Online Travel Agent (OTA) seperti Traveloka meluncurkan fitur PayLater untuk pemesanan tiket pesawat, kereta api, dan kamar hotel.
Q: Apa peran GoPay Later dalam perkembangan tren PayLater di Indonesia?
A: Diluncurkan sekitar 2018–2019 bersama Findaya, GoPay Later menjadi pelopor yang memperluas fungsi PayLater dari transaksi besar menjadi transaksi harian seperti layanan transportasi, pesan-antar makanan, dan pembayaran tagihan.
Q: Mengapa penggunaan PayLater mengalami lonjakan besar saat pandemi COVID-19?
A: Pembatasan aktivitas fisik memaksa masyarakat beralih ke transaksi online untuk kebutuhan harian. Berdasarkan riset Kredivo dan Katadata, sekitar 55% pengguna PayLater pada masa pandemi merupakan pengguna baru.
Q: Apa persyaratan umum yang dibutuhkan untuk mengajukan PayLater saat ini?
A: Proses pengajuan PayLater terbilang sangat praktis dan inklusif, di mana pengguna umumnya hanya memerlukan identitas resmi berupa KTP melalui aplikasi digital terkait.








