5 Tips Menyusun Skala Prioritas Keuangan Keluarga Saat Libur Panjang

13 May 2026

•

1 min

Tips menyusun skala prioritas keuangan keluarga saat liburan panjang

Ringkasan:

  • Prioritas Kebutuhan Utama: Fokuskan anggaran pada pengeluaran wajib yang tidak bisa ditunda seperti transportasi, akomodasi, konsumsi selama perjalanan, dan obat-obatan. Memesan tiket sejak jauh hari sangat disarankan untuk mendapatkan harga yang lebih kompetitif.
  • Manajemen Anggaran dan Dana Darurat: Batasi belanja impulsif dengan membuat daftar belanja serta menyisihkan 5–10% dari total anggaran liburan sebagai dana darurat untuk mengantisipasi kejadian tak terduga seperti kendaraan mogok atau masalah kesehatan.
  • Strategi Cicilan dan Efisiensi Agenda: Pastikan cicilan tetap terbayar (menggunakan metode snowball atau avalanche) meski sedang libur. Selain itu, kurangi jumlah destinasi wisata dan pilihlah agenda yang lebih efisien untuk memangkas biaya operasional perjalanan.
  • Monitoring Transaksi Real-time: Gunakan fitur Laporan Pengeluaran di aplikasi GoPay untuk memantau semua transaksi digital secara otomatis selama liburan, sehingga kamu bisa memastikan pengeluaran tetap sesuai dengan skala prioritas yang telah disusun.

Disclaimer: Ringkasan ini dibuat menggunakan Kecerdasan Buatan (AI)


Liburan panjang akhirnya tiba! Walaupun udah ditunggu-tunggu, nggak bisa dimungkiri kalau momen ini rentan bikin pengeluaran keluarga bengkak.

Mulai dari tiket wisata, biaya transportasi yang naik, makan di luar, sampai godaan promo belanja, semuanya bisa bikin saldo terkuras. Biar tetap terkendali, kamu perlu tips menyusun skala prioritas keuangan keluarga saat libur panjang. Ada apa aja?

BACA JUGA: Tips Liburan Low Budget

1. Dahulukan kebutuhan wajib 

Dahulukan kebutuhan wajib

Dahulukan kebutuhan wajib | Sumber: Pexels.com/mikhail-nilov

Kalau memang udah niat liburan keluarga, rencanakan sematang mungkin biar nggak bikin keuangan boncos. Salah satu kunci utamanya adalah mendahulukan kebutuhan wajib, yakni pengeluaran buat keperluan liburan yang sifatnya urgent dan nggak bisa ditunda. 

Contohnya kayak transportasi utama (mau naik kereta api, pesawat, bus, atau kendaraan sendiri?), makan dan minum selama perjalanan, akomodasi kalau nggak menginap di rumah saudara, serta obat-obatan pribadi dan biaya kesehatan.

Buat yang berencana naik transportasi umum, pesanlah tiket jauh-jauh hari karena biasanya harganya lebih terjangkau. Jangan lupa bandingkan harganya di beberapa aplikasi travel buat mendapatkan harga termurah.

2. Batasi belanja konsumtif yang kurang perlu

Batasi belanja konsumtif yang kurang perlu | Sumber: Pexels.com/karola-g

Selama liburan, godaan buat belanja memang sulit banget dibendung. Mau itu pakaian baru, ngopi, sampai oleh-oleh, semuanya kelihatan menarik buat dibeli. Ini dia jebakan yang sering bikin keuangan keluarga keteteran setelah liburan usai.

Makanya, dalam tips menyusun skala prioritas keuangan keluarga saat libur panjang, belanja konsumtif nggak masuk daftar teratas. Sebaliknya, justru kamu perlu menghindari pengeluaran tersebut.

Sebelum memutuskan buat belanja, tanyakan lagi ke dirimu sendiri apakah kamu benar-benar membutuhkan barang tersebut. Terus, tinggalin toko buat jalan-jalan ke tempat lain dulu. Kalau sungguhan butuh, besar kemungkinan kamu bakal ingat kembali ke sana.

Tapi, bukan berarti kamu nggak boleh belanja sama sekali, kok. Sebelum berangkat, buatlah daftar belanja dan batas anggarannya. Terus, selama liburan, pantau pengeluaranmu secara teratur biar nggak melebihi anggaran yang udah ditentuin.

3. Jangan lupakan dana darurat

Jangan lupakan dana darurat | Sumber: Pexels.com/defrinomaasy

Tujuan liburan memang buat senang-senang sekaligus family time. Masalahnya, kita nggak pernah tau situasi di depan seperti apa. 

Bisa aja terjadi kondisi di luar rencana yang butuh pengeluaran tambahan. Misalnya seperti mobil mogok, anak mendadak demam sehingga butuh ke IGD, atau kehilangan barang.

Nah, buat mengantisipasi kejadian nggak terduga seperti itu, siapkan minimal 5–10% dari total budget liburan sebagai dana darurat. Jadi, semisal total budget-mu adalah Rp10 juta, berarti dana darurat yang perlu kamu siapkan adalah Rp500.000–Rp1 juta.

Dengan adanya dana darurat, kamu sekeluarga jadi punya jaring pengaman yang bakal menyelamatkan keuangan kalau sampai terjadi hal-hal di luar dugaan pas liburan.

4. Buat strategi pelunasan cicilan

Buat strategi pelunasan cicilan

Buat strategi pelunasan cicilan | Sumber: Unsplash.com/towfiqu999999

Pelunasan cicilan nggak bisa lepas dari tips menyusun skala prioritas keuangan keluarga saat libur panjang. 

Soalnya, liburan keluarga bukan berarti cicilan ikut libur. Tagihan bakal tetap berjalan dan kalau sampai telat bayar, bisa-bisa kamu kena denda atau bunga tambahan yang makin membebani keuangan keluarga.

Maka dari itu, buatlah strategi pelunasan cicilan. Ada dua cara yang bisa kamu pilih sesuai kondisi keuangan: snowball dan avalanche.

Metode snowball melunasi cicilan dari tagihan yang paling sedikit. Tujuannya adalah membangun “momentum” biar satu cicilan cepat terlunasi, sehingga kamu termotivasi buat melunasi cicilan selanjutnya.

Sementara itu, metode avalanche memprioritaskan cicilan dengan bunga tertinggi agar beban keuangan nggak makin berat ke depannya.

5. Kurangi jumlah agenda perjalanan 

Kurangi jumlah agenda perjalanan

Kurangi jumlah agenda perjalanan | Sumber: Pexels.com/shotpot

Semakin banyak destinasi liburan yang kamu kunjungi, bakal semakin besar pula pengeluaranmu. Makanya, salah satu tips menyusun skala prioritas keuangan keluarga saat libur panjang adalah memangkas jumlah agenda perjalanan.

Misalnya, kamu mau liburan sekaligus silaturahmi keluarga. Pilihlah rumah keluarga yang nggak terlalu jauh untuk menghemat biaya perjalanan. 

Buat keluarga yang jaraknya terlalu jauh, kamu bisa video call sebagai alternatif silaturahmi. Lagi pula, kualitas silaturahmi nggak harus selalu diukur dari jarak tempuh, kok.

Nggak kalah penting, sebaiknya tunda dulu mengunjungi destinasi wisata secara impulsif. Tentukan 2–3 destinasi utama dan ikuti itinerary secara disiplin buat menghindari pengeluaran di luar anggaran.

BACA JUGA: Item Checklist Sebelum Traveling

Liburan panjang bareng keluarga memang butuh strategi biar keuangan nggak membengkak. Untungnya, ada tips menyusun skala prioritas keuangan keluarga saat libur panjang seperti di atas.

Biar bisa tetap memantau pengeluaran tanpa ribet selama liburan, gunakan aplikasi GoPay buat transaksi apa pun! Seluruh transaksi digitalmu bakal otomatis tercatat di fitur Laporan Pengeluaran, sehingga kamu bisa lebih mudah mengontrol anggaran liburan keluarga.

Dengan aplikasi GoPay, liburan keluarga bisa tetap seru tanpa bikin finansial berantakan!

Artikel Terkait