Apa Itu Brute Force Attack? Kenali Cara Kerja dan Cara Mencegahnya

27 April 2026

•

6 min

Apa itu brute force attack

Ringkasan

  • Definisi dan Cara Kerja: Brute force attack adalah metode serangan di mana pelaku mencoba menebak kombinasi kata sandi atau PIN secara berulang kali menggunakan teknik manual maupun perangkat lunak otomatis. Metodenya beragam, mulai dari menebak kata-kata populer (dictionary attack) hingga menggunakan data bocor dari platform lain (credential stuffing).
  • Dampak Bahaya yang Luas: Keberhasilan serangan ini dapat berujung pada pengambilalihan akun (account takeover), pencurian identitas untuk disalahgunakan pada layanan pinjol ilegal, hingga pengurasan saldo pada akun finansial seperti perbankan dan e-wallet. Kerugiannya tidak hanya finansial, tapi juga merusak reputasi digital dan hubungan dengan orang-orang di daftar kontak.
  • Langkah Proteksi Mandiri: Kamu bisa mencegah serangan ini dengan membuat kata sandi yang kompleks (kombinasi huruf, angka, dan simbol), menghindari PIN yang mudah ditebak, serta mengaktifkan autentikasi dua faktor (2FA). Penggunaan platform yang memiliki sistem keamanan kuat seperti GoPay, yang dilengkapi fitur biometrik (Touch ID/Face ID) dan Jaminan Saldo Kembali, akan memberikan perlindungan ekstra terhadap upaya peretasan.

Disclaimer: Ringkasan ini dibuat menggunakan Kecerdasan Buatan (AI)


E-wallet udah jadi salah satu andalan buat bayar banyak keperluan, mulai dari tagihan listrik sampai belanja online. Tapi, kalau nggak dijaga dengan baik, akun e-wallet bisa jadi sasaran empuk brute force attack.

Risiko brute force attack bisa bikin saldomu dicuri dan datamu disalahgunakan. Untungnya, ada cara yang bisa kamu lakukan buat mengamankan akun e-wallet dari risiko tersebut.

Tapi sebelum itu, yuk, kenalan dengan apa itu brute force attack biar kamu bisa lebih waspada terhadap jenis kejahatan siber satu ini!

BACA JUGA: Keamanan Data Pribadi di Era Digital

Apa Itu Brute Force Attack? 

Apa Itu Brute Force Attack?

Apa Itu Brute Force Attack? | Sumber: Unsplash.com/towfiqu999999

Brute force attack adalah jenis serangan siber ketika pelaku mencoba masuk ke suatu akun dengan menebak kombinasi username dan password berulang kali sampai ketemu yang benar.

Serangan ini nggak selalu butuh strategi khusus atau keahlian tinggi, tapi lebih mengandalkan kekuatan penuh (brute force) buat mencoba berbagai kemungkinan password

Pelaku bisa aja melakukan hal tersebut secara manual dengan mencoba satu per satu kombinasi password. Tapi, sekarang banyak juga pelaku yang udah menggunakan program komputer buat mencoba ribuan sampai jutaan kombinasi password dalam waktu singkat.

Biasanya, mereka cenderung menargetkan akun-akun bernilai tinggi seperti akun perbankan, e-commerce, serta e-wallet. Tujuannya bisa untuk mencuri data, mengambil alih akun, atau menguji validitas kredensial sebelum menjualnya di pasar gelap.

Cara Kerja Brute Force Attack 

Cara Kerja Brute Force Attack

Cara Kerja Brute Force Attack | Sumber: Unsplash.com/olalandro

Untuk memahami seberapa bahayanya brute force attack, kamu perlu mengenali metode-metode yang biasa dipakai oleh para pelaku. Ada apa aja, sih?

  • Simple brute force: Pelaku menebak username dan password login secara manual tanpa bantuan software khusus, biasanya dimulai dari kombinasi umum seperti ‘123456’ atau ‘password123’.
  • Dictionary attack: Pelaku memilih target, kemudian menguji daftar kata-kata yang kemungkinan besar dipakai sebagai password, misalnya nama atau frasa populer.
  • Hybrid attack: Gabungan antara simple brute force dengan dictionary attack. Pelaku mengambil kata umum, lalu menambahkan angka, karakter, atau simbol di bagian depan atau belakang (contoh: ‘password’ menjadi ‘P@ssw0rd123’).
  • Credential stuffing: Memanfaatkan daftar username dan password yang udah bocor dari pelanggaran data sebelumnya, kemudian mencoba kombinasi tersebut di platform lain.
  • Reverse brute force: Pelaku udah mengetahui suatu password, lalu mencari username yang cocok dengan password tersebut (biasanya berdasarkan data yang beredar di dark web).

Efek Bahaya Brute Force Attack

Efek Bahaya Brute Force Attack

Efek Bahaya Brute Force Attack | Sumber: Pexels.com/@rdne

Apa itu brute force attack bisa memberikan dampak langsung pada kehidupan sehari-hari. Kerugiannya nggak cuma finansial, tapi juga menyangkut kredensial. Ini dia efek paling berbahaya yang bisa terjadi kalau akunmu jadi target brute force attack!

1. Pengambilalihan akun 

Saat pelaku berhasil masuk ke akun korban, mereka biasanya nggak langsung mencuri saldo atau uang, tapi mengambil alih akun tersebut. Efeknya bakal meluas dan bahkan ikut merugikan orang-orang di sekitar korban. 

Soalnya, akun yang udah dikuasai bakal disalahgunakan buat mengirim pesan phishing atau link berbahaya ke daftar kontak korban, seperti keluarga, teman atau rekan kerja. Potensi buat klik link phishing pun lebih besar karena pesan datang dari akun yang mereka kenal.

Nggak cuma itu, pelaku brute force attack juga bisa aja menyebarkan malware melalui SMS atau email. Mereka menyembunyikan malware di dalam website palsu yang dibuat semirip mungkin dengan situs resmi.

Ketika korban mengunjungi website palsu tersebut, malware bakal langsung menginfeksi perangkat korban. Sementara itu, pelaku jadi bisa menyusup ke sistem dan jaringan buat menargetkan serangan yang lebih luas.

2. Pencurian data pribadi 

Begitu pelaku berhasil mengakses suatu akun, otomatis mereka langsung mendapatkan informasi nama lengkap, nomor telepon, nomor KTP, sampai data kontak milik korban.

Pelaku jadi bisa mencuri identitas korban dan memakainya buat menipu orang lain, menjual data ke pihak ketiga, atau memanfaatkannya buat melanjutkan serangan yang lebih luas.

Kalau di Indonesia, salah satu bahaya yang belakangan ini sering terjadi adalah penyalahgunaan data pribadi oleh pinjol ilegal. 

Mereka memakai data kontak yang berhasil dicuri untuk menjalankan contact harvesting, yaitu mengirim pesan kepada teman, keluarga, hingga rekan kerja korban buat meneror mereka agar membayar utang.

Parahnya lagi, data yang bocor tersebut juga bisa dipakai pelaku untuk mendaftarkan korban ke pinjol ilegal tanpa mereka tahu.

3. Pencurian uang

Efek satu ini biasanya terjadi pada akun finansial seperti perbankan atau e-wallet. Begitu pelaku berhasil masuk ke akun tersebut, mereka bisa langsung menguras saldo, melakukan transaksi pembelian tanpa izin, atau transfer dana.

Dampak tersebut dikenal juga dengan istilah account takeover, yang ternyata jadi salah satu risiko paling besar di lembaga keuangan. Sepanjang 2025, VPNRanks mencatat bahwa kerugian global akibat account takeover diperkirakan mencapai 17 miliar USD. 

Risiko ini dapat menimpa perusahaan besar maupun individu. Dampaknya pun nggak cuma kehilangan uang, tapi juga waktu, energi, dan tekanan psikologis akibat proses pemulihan akun yang nggak selalu gampang.

BACA JUGA: Ciri-ciri Dompet Digital Aman

Cara Mencegah Brute Force Attack

Cara Mencegah Brute Force Attack

Cara Mencegah Brute Force Attack | Sumber: Unsplash.com/cikstefan

Kabar baiknya, kamu nggak harus jadi ahli cyber security buat melindungi dari dari apa itu brute force attack. Mulai sekarang, lakukan berbagai cara sederhana berikut untuk meningkatkan keamanan digital akun-akunmu!

1. Buat password yang kuat 

Password merupakan benteng pertahanan pertama terhadap ancaman brute force attack. Biar bentengmu nggak mudah ditembus, password akun haruslah kuat.

Hindari membuat password dengan informasi yang mudah ditebak seperti nama, tanggal lahir, atau urutan angka semacam ‘123456’. 

Idealnya, password-mu harus terdiri dari kombinasi huruf besar, huruf kecil, angka, dan simbol. Semakin panjang dan kompleks password-nya, akunmu bakal semakin sulit juga buat diretas.

Nggak kalah penting, buatlah password yang berbeda buat setiap akun. Terus, biar nggak lupa, gunakan aplikasi password manager untuk menyimpan kata sandi yang udah kamu buat. Jangan menyimpan informasi password di Notes HP yang mudah diakses orang lain.

2. Aktifkan fitur 2FA 

Password yang kuat memang penting buat melindungi akun dari brute force attack, tapi itu aja belum cukup. Berikan lapisan perlindungan kedua dengan mengaktifkan autentikasi dua faktor atau 2FA.

Dengan mengaktifkan 2FA, brute force attack bakal lebih sulit dilakukan soalnya pelaku nggak cuma harus menebak password. Mereka juga perlu mengakses perangkat lain yang kamu pakai buat verifikasi tambahan.

Artinya, walaupun password-mu udah berhasil diretas, pelaku tetap nggak bisa masuk ke akunmu tanpa kode verifikasi yang dikirim ke perangkatmu.

3. Jangan gunakan PIN yang lemah

Selain password buat login, biasanya kamu juga diminta membuat PIN untuk verifikasi tambahan sebelum melakukan transaksi atau mengakses layanan tertentu.

Wajar kalau kamu pengin membuat PIN yang mudah diingat, tapi pastikan PIN tersebut nggak mudah ditebak. Soalnya, pelaku brute force attack biasanya bakal mencoba berbagai kemungkinan PIN buat mengakses akunmu.

Karena itu, hindari PIN yang lemah seperti ‘111111’, ‘123456’, atau tanggal lahir. Buatlah kombinasi angka yang benar-benar acak dan nggak punya pola yang mudah ditebak. 

4. Pantau aktivitas login secara berkala

Cegah kerugian yang lebih besar dengan mendeteksi apa itu brute force attack lebih awal. Caranya gampang banget, yaitu dengan rutin memantau aktivitas login di akunmu.

Dengan begini, kamu bisa mewaspadai aktivitas yang nggak biasa, misalnya transaksi besar tiba-tiba, perubahan pada pengaturan akun, atau akses dari lokasi yang nggak kamu kenal. 

Terus, kalau memang menemukan aktivitas mencurigakan, segera ganti password dan hubungi penyedia layanan untuk tindakan pencegahan lebih lanjut.

5. Hindari mengklik link phishing 

Phishing merupakan salah satu jalur utama pelaku buat mendapatkan data password korban. Maka dari itu, kenali ciri-ciri link phishing biar kamu nggak asal klik link yang dikirimkan melalui chat atau email.

Biasanya, isi pesan phishing bakal mendesakmu buat login ulang di akun yang udah ditargetkan. Terus, alamat pengirimnya sedikit beda dari situs resmi walaupun mirip (contohnya ‘g0pay.co.id alih-alih ‘gopay.co.id’). 

Kalau memang ragu, kamu bisa memastikan keaslian pesan dengan menghubungi contact center atau customer service resmi penyedia platform.

BACA JUGA: Cara Mengenali Link Phishing

Apa itu brute force attack memang berbahaya, tapi untungnya bisa dicegah dengan memperkuat perlindungan terhadap akunmu.

Selain menerapkan cara-cara proteksi di atas, pastikan kamu juga selalu menggunakan platform digital yang resmi, aman, dan tepercaya seperti e-wallet GoPay.

GoPay dirancang menggunakan sistem Trust & Safety yang kuat. Sistem ini dibekali dengan fitur keamanan canggih seperti Touch ID dan Face ID untuk mengamankan akunmu serta Jaminan Saldo Kembali yang memberikan ketenangan ekstra saat bertransaksi.

Dengan sistem perlindungan yang kuat, transaksi pakai GoPay pun jadi lebih aman dan nyaman!

Artikel Terkait