Kalau kamu sering scrolling media sosial, pasti kamu pernah ketemu cerita orang lain kehilangan akunnya. Semua cerita tersebut jadi bukti kalau menjaga keamanan data pribadi di era digital itu penting banget. Soalnya, semua hal itu berkaitan erat sama nama lengkap, alamat, nomor HP, sampai detail kartu debit atau kreditmu.
Mungkin kamu mikir, "Ah, cuma nama sama nomor HP doang kok, emang kenapa?" Eits, jangan salah sangka! Data pribadi itu ibarat kunci rumah versi digital. Kalau kuncinya jatuh ke tangan orang yang salah, mereka bisa masuk sesuka hati dan mengambil apa pun yang ada di dalamnya.
Jadi, gimana sih, cara menjaga keamanan data pribadi di era digital? Simak di sini, yuk!
BACA JUGA: Tips Hindari Penipuan di Dunia Digital
Dampak Buruk Kebocoran Data

Dampak Buruk Kebocoran Data | Sumber: Unsplash.com/juliolopez
Salah satu risiko yang paling ngeri dari kebocoran data pribadi adalah pemalsuan identitas. Para pelaku kejahatan siber bisa pakai data kamu buat daftar pinjaman online (pinjol) ilegal. Akibatnya, kamu bakal ditagih utang jutaan rupiah padahal gak pernah pinjam sepeser pun.
Selain itu, identitas kamu juga bisa dipakai buat bikin akun palsu untuk menipu orang lain, dan akhirnya nama baik kamu yang jadi taruhannya.
Terus, dalam kasus aplikasi keuangan, akun kamu bisa diambil alih (account takeover). Kalau penipu sudah berhasil masuk ke akun perbankan atau dompet digital kamu, saldo yang kamu kumpulin dengan susah payah bisa terkuras habis dalam hitungan detik.
Lebih seramnya lagi, mereka bisa ganti PIN, nomor HP, dan alamat email pemulihan sampai akhirnya kamu terkunci dari akun sendiri.
Kebiasaan yang Membuat Data Pribadi Lebih Rentan
Kebocoran data itu sering kali terjadi karena kombinasi antara sistem yang lemah dan kebiasaan kita sendiri yang kurang waspada. Coba cek, apakah kamu masih sering ngelakuin hal-hal di bawah ini?
1. Menggunakan WiFi umum untuk transaksi keuangan

Kebiasaan yang Membuat Data Pribadi Lebih Rentan | Sumber: Unsplash.com/markusspiske
Siapa sih, yang nggak suka WiFi gratisan di kafe atau bandara? Sayangnya, WiFi publik umumnya nggak punya sistem enkripsi yang kuat.
Saat kamu login ke akun mobile banking atau belanja online pakai WiFi umum, kamu perlu mewaspadai man-in-the-middle. Artinya, ada orang di antara kamu dan server yang bisa ngintip semua data kamu, termasuk username dan password.
2. Mengunduh aplikasi di luar sumber resmi
Pernah tergiur aplikasi versi mod yang fiturnya lebih lengkap dan nggak perlu bayar biaya berlangganan? Hati-hati, sering kali ada malware atau spyware di balik aplikasi yang kamu download di luar Play Store dan App Store.
Kedua jenis program jahat tersebut bisa bekerja di balik layar buat merekam apa yang kamu ketik, buka galeri foto, sampai nyontek daftar kontak kamu tanpa kamu sadari.
3. Membagikan informasi sensitif

Kebiasaan yang Membuat Data Pribadi Lebih Rentan | Sumber: Unsplash.com/dlxmedia
Di media sosial, nggak menutup kemungkinan kamu bakal menemukan kuis lucu-lucuan yang menanyakan nama ibu kandung, nama hewan peliharaan, sekolah di mana, dan lain-lain.Kelihatannya seru, tapi sadar gak sadar, itu adalah pertanyaan rahasia buat reset password.
Selain itu, jangan gampang kegoda sama survei berhadiah yang minta data lengkap banget sampai nomor KTP dan password akun. Bukannya dapat hadiah, yang ada data pribadimu malah dicuri.
4. Menggunakan kata sandi yang sama di semua platform

Kebiasaan yang Membuat Data Pribadi Lebih Rentan | Sumber: Unsplash.com/mr_fresh
Lupa password itu wajar, apalagi kalau kita menggunakan banyak aplikasi. Biar gampang, mungkin kamu pernah pakai password yang sama di semua aplikasi, atau bahkan menggunakan pola berulang seperti “abc123456.”
Kata sandi tersebut sangat gampang ditebak oleh hacker, dan kalau satu akun aja jebol, ini bakal merambas ke yang lain.
5. Tidak memeriksa izin akses aplikasi atau website
Pas install aplikasi, godaan untuk asal pencet “Ya” atau “Izinkan” itu kuat banget karena ada dorongan untuk bisa langsung pakai app-nya.
Tapi, kalau kamu nggak baca jenis izin akses yang diminta aplikasi, ini berbahaya banget. Soalnya, data-data tersebut bisa dikumpulin dan dijual ke pihak ketiga tanpa izin kamu.
Cara Melindungi Data Pribadi
Tenang, menjaga keamanan data pribadi di era digital itu sebenernya nggak sesulit yang dibayangkan, kok. Kuncinya, kamu cuma perlu lebih disiplin menerapkan langkah-langkah pencegahan ini!
1. Buat PIN atau kata sandi yang kuat dan berbeda

Cara Melindungi Data Pribadi | Sumber: Unsplash.com/mourimoto
Jangan pernah pakai tanggal lahir atau 1 kata sederhana aja buat password. Justru, kamu perlu bikin password yang terdiri dari beberapa kata sampai membentuk frase panjang. Kombinasikan juga huruf besar, huruf kecil, angka, dan simbol biar lebih aman.
Satu hal penting lagi, pastiin kamu membedakan password antara akun media sosial, email, aplikasi keuangan, dan platform lainnya. Ngerasa ribet hafalinnya? Tenang, kamu bisa pakai bantuan password manager yang terpercaya.
2. Aktifkan autentikasi 2 faktor

Cara Melindungi Data Pribadi | Sumber: Unsplash.com/onurbinay
Dengan autentikasi 2 faktor atau 2FA, kalaupun orang lain tahu password kamu, mereka tetap nggak bisa masuk. Soalnya, mereka butuh scan sidik jari atau input kode tambahan yang dikirim ke SMS/aplikasi autentikator HP kamu.
Meski begitu, sebaiknya kamu menganggap 2FA sebagai lapisan keamanan tambahan untuk password yang kuat, bukan satu-satunya perlindungan buat password lemah.
BACA JUGA: Jenis-Jenis Autentikasi
3. Selalu perbarui aplikasi digital yang digunakan

Cara Melindungi Data Pribadi | Sumber: Unsplash.com/zelebb
Update aplikasi itu bukan cuma buat dapetin fitur baru, lho! Justru, di setiap update versi, pengembang akan nutup celah keamanan yang ada sebelumnya biar oknum nakal nggak bisa masuk ke akunmu. Jadi, kalau ada notifikasi update, jangan ditunda-tunda!
4. Jangan klik link atau download aplikasi mencurigakan
Kalau dapet SMS atau chat yang isinya "Kamu menang hadiah 100 juta, klik link ini buat klaim", langsung hapus aja dan blokir namanya! Soalnya, itu adalah teknik phishing dengan website yang mirip banget sama aslinya. Padahal, tujuannya cuma buat nyolong data kamu.
Perhatikan ejaan alamat URL dan domain-nya. Semisal ada yang aneh seperti gopay-official.xyz atau gop4y.co.id, sudah pasti itu palsu.
5. Hindari membagikan data sensitif sembarangan
Terakhir, sebelum posting foto atau dokumen, cek dulu apakah ada informasi sensitif yang bisa bocor. Pastikan nggak ada nomor kartu identitas atau alamat rumah yang kelihatan jelas.
Hal ini juga berlaku saat kamu ketemu angket berhadiah. Sebaiknya segera tutup halamannya kalau survei tersebut meminta data sensitif, dan jangan diisi.
BACA JUGA: Tips Aman Transaksi Online
Keamanan itu adalah kerja sama dua arah antara penyedia layanan dan kamu sebagai pengguna. Misalnya, GoPay berkomitmen menjaga keamanan data pribadi di era digital dengan teknologi enkripsi canggih, sistem 2FA dengan fitur Touch ID dan Face ID, PIN, dan kebijakan privasi jelas sesuai regulasi Bank Indonesia.
GoPay terus berinovasi untuk memastikan setiap transaksi yang kamu lakukan tetap aman dan nyaman. Namun, secanggih apa pun sistemnya, benteng pertahanan utamanya tetap ada di tangan kamu.
Dengan tetap waspada dan mengikuti tips di atas, kamu bisa menikmati semua kemudahan digital tanpa perlu rasa khawatir. Yuk, mulai lebih peduli dengan data pribadimu sekarang juga!







