Cara Mengenali Aplikasi Keuangan Palsu agar Tidak Tertipu

12 February 2026

•

4 min

Cara mengenali aplikasi keuangan palsu

Pernah tergiur sama aplikasi keuangan yang menjanjikan keuntungan melimpah atau pinjaman kilat tanpa syarat? Eits, tunggu dulu! McAfee baru-baru ini menemukan ada 15 aplikasi keuangan palsu yang beredar luas, dan 3 di antaranya menargetkan pengguna di Indonesia. Sehingga, kita perlu tau cara mengenali aplikasi keuangan palsu.

Kasus penipuan lewat aplikasi keuangan bodong memang makin marak karena tampilannya sering kali mirip banget dengan aplikasi aslinya. Penipu menggunakan logo yang meyakinkan, nama yang hampir serupa, hingga testimoni palsu untuk menjebak korban. Akibatnya, uang dan data pribadi raib digondol penjahat.

Memangnya, gimana cara mengenali aplikasi keuangan palsu? Yuk, cari tahu ciri-cirinya di sini biar kamu nggak kejebak!

BACA JUGA: Cara Mengamankan Akun Dompet Digital

1. Tidak memiliki label izin dan pengawasan OJK

Ciri-ciri Aplikasi Keuangan Palsu

Ciri-ciri Aplikasi Keuangan Palsu | Sumber: Unsplash.com/nordwood

Setiap aplikasi yang mengelola uang masyarakat, baik itu pinjaman, investasi, maupun dompet digital, wajib terdaftar dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK). 

Makanya, aplikasi yang legal akan memajang logo OJK dengan bangga di halaman depan atau di deskripsi aplikasi. Jika kamu nggak menemukan logo ini, atau logonya terlihat mencurigakan karena hasil editan kasar, kamu patut curiga.

Tapi, nggak menutup kemungkinan ada aplikasi bodong yang memasang logo berizin dan diawasi OJK, padahal aslinya nggak terdaftar. Jadi, jangan cuma percaya sama logo OJK yang ada di gambar aplikasi. Justru, kamu harus proaktif buat cek kebenarannya. 

Untungnya, sekarang cara melihat apakah aplikasi keuangan udah terdaftar di OJK atau belum itu gampang banget. Kamu bisa download aplikasi OJK Mobile, buka website ojk.go.id, atau kirim chat ke WhatsApp resmi OJK di nomor 081157157157. 

Keseluruhan prosesnya cuma makan waktu 2 menitan, tapi bisa menyelamatkan tabungan seumur hidupmu.

2. Tidak memerlukan proses verifikasi pengguna

Ciri-ciri Aplikasi Keuangan Palsu

Ciri-ciri Aplikasi Keuangan Palsu | Sumber: Unsplash.com/kommumikation

Aplikasi keuangan resmi biasanya sangat ketat soal keamanan untuk memastikan bahwa pengguna adalah orang yang asli dan mencegah pencucian uang. 

Caranya, mereka akan meminta kamu melakukan proses Know Your Customer (KYC), seperti mengunggah foto KTP dan foto selfie dengan memegang KTP.

Sebaliknya, aplikasi palsu seringkali menawarkan kemudahan yang tidak masuk akal, contohnya "langsung cair tanpa KTP" atau "daftar hanya butuh nomor HP."

Ingat, kalau prosesnya terlalu gampang, itu pertanda mereka sebenarnya nggak peduli soal keamanan data. Justru, mereka hanya ingin menarik sebanyak mungkin korban.

3. Mengakses foto dan dokumen pribadi tanpa izin

Ciri-ciri Aplikasi Keuangan Palsu

Ciri-ciri Aplikasi Keuangan Palsu | Sumber: Unsplash.com/towfiqu999999

Saat pertama kali di-install, aplikasi keuangan resmi biasanya meminta izin akses buat hal-hal yang relevan, misalnya kamera untuk verifikasi wajah atau lokasi untuk keamanan transaksi.

Di sisi lain, aplikasi palsu bakal minta akses ke galeri foto, daftar kontak, isi chat atau SMS, bahkan sampai ke file dokumen pribadi kamu. Bahkan, sampai mengharuskanmu memberikan izin akses setiap saat setelah keluar dari aplikasi. 

Soalnya, data-data itulah yang nantinya akan digunakan para penipu untuk meneror kamu kalau ada masalah, atau mereka bakal menjualnya ke pihak ketiga. Jadi, mendingan langsung uninstall aja!

4. Tidak memiliki kanal dan sistem pengaduan yang jelas

Ciri-ciri Aplikasi Keuangan Palsu

Ciri-ciri Aplikasi Keuangan Palsu | Sumber: Unsplash.com/charanjeet_dhiman

Aplikasi keuangan yang kredibel pasti peduli sama pengalaman pengguna. Oleh sebab itu, mereka punya layanan konsumen (customer service) yang jelas, mulai dari nomor telepon resmi, email dengan domain perusahaan (bukan @gmail.com atau @yahoo.com), sampai media sosial yang terverifikasi (centang biru).

Untuk mengenali aplikasi palsu, coba cek apa mereka punya alamat kantor yang jelas, nomor call center yang bisa dihubungi, dan alamat email yang profesional. Tanpa semua hal tersebut, kalau kamu mengalami masalah, uangmu bakal dianggap hilang begitu aja.

5. Tidak ada informasi legal yang jelas 

Ciri-ciri Aplikasi Keuangan Palsu

Ciri-ciri Aplikasi Keuangan Palsu | Sumber: Unsplash.com/esen_aza

Perusahaan keuangan yang beneran pasti bangga menunjukkan identitas mereka. Mereka bakal terang-terangan menyebutkan nama PT atau pengembang aplikasinya, alamat kantor fisik yang bisa dilacak di Google Maps, dan alamat website resmi yang informatif.

Sementara itu, aplikasi palsu sering kali menggunakan nama pengembang yang aneh atau asal-asalan, seperti "Dana Cepat Aman 123" atau "Pinjam Mudah Banget". Alamat kantornya pun kalau dicek biasanya fiktif atau malah berada di luar negeri yang nggak jelas hukumnya.

BACA JUGA: Ciri-Ciri Customer Service Palsu

6. Disebarkan di luar sumber resmi

Biasanya, penipu menyebarkan aplikasi keuangan palsu lewat link dalam SMS, chat WhatsApp, atau iklan di website yang nggak jelas. 

Misalnya, mungkin kamu pernah dapat SMS "Selamat, Anda mendapatkan limit pinjaman 50 juta, klik link di bawah ini"? Sebaiknya segera dihapus karena itu adalah teknik phishing

Link tersebut biasanya bakal mengarahkan kamu ke website palsu yang tampilannya mirip banget sama aplikasi aslinya, atau langsung mengunduh malware ke HP kamu. Akibatnya, penipu bisa mencuri data pribadi dan saldo keuanganmu.

Ingat, tempat paling aman buat download aplikasi apa pun cuma ada dua: Google Play Store (untuk Android) dan App Store (untuk iOS).

Meskipun terkadang masih ada aplikasi nakal yang lolos dari pengawasan di kedua platform tersebut, sistem keamanan Google dan Apple jauh lebih baik dalam menyaring malware dibanding kalau kamu download file APK sembarangan dari internet.

7. Memiliki rating tinggi dengan review palsu

Ketika mampir ke halaman aplikasi keuangan palsu yang lolos celah pengawasan di Play Store atau App Store, mungkin kamu pernah lihat review-nya tinggi banget karena mayoritas terdiri dari penilaian bintang 5. 

Namun, perlu diingat bahwa review tersebut bisa dimanipulasi pakai bot yang bakal terus spam review bintang 5 dengan bahasa kaku.

Supaya nggak tertipu, coba baca review bintang 1, 2, atau 3. Biasanya, di situ pengguna jujur bakal cerita kalau aplikasinya bermasalah, bunganya tiba-tiba naik, atau cara penagihannya kasar.

Selain itu, coba cari opini lain di forum-forum seperti Kaskus, Twitter (X), atau grup Facebook yang bahas soal finansial. Kalau banyak orang yang komplain soal aplikasi tersebut, itu pertanda kamu harus menjauh sejauh mungkin.

Tips Download Aplikasi Keuangan dengan Aman

Setelah tau ciri-cirinya, sekarang gimana kita bisa bertindak? Jangan panik dulu! Pastikan kamu mengikuti langkah-langkah ini saat pengen download aplikasi keuangan biar tetap aman.

  • Selalu dapatkan aplikasi dari sumber resmi.
  • Hindari mengklik link yang sumbernya tidak jelas.
  • Pastikan aplikasi keuangan sudah terdaftar di aplikasi OJK Mobile atau website OJK.
  • Periksa ulasan pengguna lain di berbagai sumber.
  • Perhatikan jenis izin akses yang diminta.

BACA JUGA: Tips Hindari Penipuan di Dunia Digital

Cara mengenali aplikasi keuangan palsu sebenarnya cukup sederhana kalau kita nggak gampang tergiur sama promosi atau kemudahan instan yang ditawarkan. Ingat, nggak ada yang gratis atau benar-benar instan dalam dunia keuangan yang sehat. Semua butuh proses dan regulasi yang jelas.

Daripada ambil risiko besar dengan aplikasi yang nggak jelas asal-usulnya, sebaiknya kamu pakai aplikasi keuangan yang sudah teruji dan punya standar keamanan tinggi. Contohnya, aplikasi GoPay yang memiliki sistem Trust & Safety mumpuni. 

Dengan sistem keamanan berlapis melalui fitur Touch ID dan Face ID, Jaminan Saldo Kembali untuk pengguna GoPay Plus, serta layanan pelanggan 24/7, kamu bisa transaksi tanpa perlu takut data disalahgunakan atau saldo tiba-tiba raib. Namun, sebaiknya tetaplah waspada dan bertransaksi dengan cerdas, ya!

Artikel Terkait