Berkendara saat cuaca cerah itu beda jauh sama bepergian pas musim hujan. Soalnya, jalanan jadi lebih licin dan jarak pandang pun lebih terbatas. Belum lagi, ada genangan air yang dalam di beberapa titik. Makanya, risiko kecelakaan saat cuaca buruk pun lebih tinggi.
Kalau kita nggak waspada dan tahu cara antisipasinya, hal-hal yang nggak diinginkan bisa terjadi dalam hitungan detik. Kata pepatah, lebih baik mencegah daripada mengobati.
Supaya kamu tetap aman dan bisa sampai tujuan dengan selamat, yuk kita cari tahu bareng-bareng cara mencegahnya di sini!
BACA JUGA: Aktivitas Saat Terjebak Macet
1. Pastikan ban dan rem bekerja dengan baik

Pastikan ban dan rem bekerja dengan baik | Sumber: Unsplash.com/vpalania75
Saat melewati genangan, ban yang sudah aus dan botak nggak bakal bisa memecah air dengan baik. Akibatnya, kamu bakal lebih gampang kehilangan kendali, terus tergelincir keluar dari jalur sampai tabrakan sama mobil orang lain.
Jadi, jangan lupa sempatin waktu buat cek alur ban (TWI/Tread Wear Indicator) secara rutin. Kalau sudah tipis, sebaiknya segera diganti.
Nggak cuma ban, sistem pengereman juga harus oke. Rem yang pakem di cuaca cerah belum tentu bekerja sama baiknya saat kena air. Kadang, piringan cakram yang basah butuh waktu sepersekian detik lebih lama untuk mencengkeram.
Maka dari itu, pastikan kampas rem masih tebal dan minyak rem terisi sesuai takaran sebelum berangkat. Terutama, buat perjalanan panjang.
2. Nyalakan lampu depan saat berkendara

Nyalakan lampu depan saat berkendara | Sumber: Unsplash.com/l221l
Masih banyak yang mengira kalau lampu depan cuma perlu dinyalakan saat malam hari. Padahal, saat hujan deras di siang bolong pun, kamu tetap harus nyalain. Dengan begitu, kamu bisa lihat jalanan dengan lebih jelas, dan pengendara lain bakal tahu posisimu.
Gunakan lampu utama (low beam), bukan lampu jauh (high beam) karena pantulan cahaya lampu jauh pada butiran air hujan justru bisa bikin silau. Tentu, ini bakal membahayakan diri sendiri maupun orang lain.
Satu hal penting lagi: jangan pernah nyalain lampu hazard saat sedang berjalan di tengah hujan! Sebab, lampu tersebut cuma buat kondisi darurat saat kendaraan berhenti. Kalau kamu nyalain, yang ada pengendara lain malah bingung kamu mau belok atau nggak.
3. Kurangi kecepatan di jalan

Kurangi kecepatan di jalan | Sumber: Unsplash.com/4lexmccarthy
Pernah ngerasa mobil atau motor kamu tiba-tiba seolah melayang dan setir nggak merespons dengan baik saat melewati genangan air? Itulah aquaplaning. Hal ini termasuk aquaplaning ketika ban kendaraan kehilangan kontak langsung dengan aspal karena terhalang lapisan air yang cukup tebal.
Cara terbaik untuk menghindarinya adalah dengan menjaga kecepatan tetap rendah. Jangan memacu kendaraan lebih dari 40-60 km/jam saat hujan deras.
Kalau kamu terlanjur ngerasa kendaraan melayang, jangan langsung injak rem sekuat tenaga atau mendadak banting setir. Cukup lepasin pedal gas secara perlahan, dan biarkan kecepatan turun secara alami sampai grip ban kendaraan pada jalanan kembali seperti semula.
Dengan mengurangi kecepatan, kamu punya waktu reaksi lebih banyak kalau ada hambatan mendadak di depan.
4. Nyalakan defroster untuk mengurangi embun

Nyalakan defroster untuk mengurangi embun | Sumber: Unsplash.com/bruce_great
Kamu yang naik mobil pasti sering risih karena kaca bagian dalam terus berembun saat hujan. Penyebabnya? Perbedaan suhu yang cukup jomplang antara udara di luar dan interior mobil. Padahal, pandangan yang terhalang embun itu bahaya banget.
Untuk mencegah kecelakaan saat cuaca buruk akibat kaca berembun, pastikan fitur defroster (pemanas/pengusir embun kaca) mobil kamu berfungsi.
Semisal nggak ada, atur suhu AC agar sedikit lebih dingin dari suhu luar dan arahkan semprotan angin ke arah kaca depan. Sebaliknya, jangan malah mematikan AC karena itu justru bikin embun makin parah.
Terus, pastikan juga wiper kaca depan kamu masih elastis dan bisa menyapu air dengan bersih. Kalau wiper sudah berbunyi mendecit atau meninggalkan garis air, segera ganti dengan yang baru.
BACA JUGA: Tips Road Trip Seru
5. Hindari membawa barang berlebih

Hindari membawa barang berlebih | Sumber: Unsplash.com/daniloalvesd
Cuaca buruk bukan waktu yang tepat buat bawa barang numpuk sampai melebihi kapasitas kendaraan. Pasalnya, berat berlebih bakal mengganggu kinerja rem dan bikin jarak pengereman jadi lebih jauh.
Selain itu, buat kamu yang naik motor, terlalu banyak barang bawaan di setang atau jok belakang bisa mengacaukan keseimbanganmu ketika kena terpaan angin kencang.
Kalau memang nggak mendesak, usahakan bawa barang secukupnya saja supaya manuver kamu tetap lincah dan stabil.
6. Cari rute alternatif jika ada genangan dalam

Cari rute alternatif jika ada genangan dalam | Sumber: Unsplash.com/priscilladupreez
Sebaiknya jangan pernah coba-coba menerjang banjir atau genangan yang kedalamannya meragukan. Sebab, kamu nggak pernah tahu apa yang ada di balik genangan itu; bisa aja ada lubang besar, batu tajam, atau selokan terbuka yang nggak kelihatan.
Selain risiko terjatuh atau terperosok, air yang masuk ke saluran udara mesin bisa memicu water hammer. Akibatnya, mesin mobil atau motor kamu bakal mati total, dan kamu pun harus keluar banyak uang buat perbaikan.
Makanya, lebih baik putar balik atau cari rute alternatif yang lebih aman, meskipun harus nambah waktu perjalanan. Lebih baik terlambat sampai tujuan daripada nggak sampai sama sekali karena kecelakaan saat cuaca buruk.
7. Periksa perkiraan cuaca sebelum berangkat

Periksa perkiraan cuaca sebelum berangkat | Sumber: Unsplash.com/fp4
Zaman sekarang sudah canggih, jadi kamu bisa cek informasi perkiraan cuaca lewat aplikasi di HP hanya dalam hitungan detik.
Sebelum keluar rumah, sempatkan waktu 1 menit buat lihat kondisi cuaca hari ini. Kalau memang diprediksi bakal ada badai atau hujan badai di rute yang mau kamu lewati, sebaiknya tunda keberangkatan sampai cuaca lebih bersahabat.
Memantau informasi dari media sosial atau Google Maps juga penting buat tahu titik-titik kemacetan yang padat atau lokasi pohon tumbang akibat angin kencang. Dengan begitu, kamu nggak bakal terjebak di tengah situasi genting yang bisa memicu stres saat berkendara.
BACA JUGA: Cara Bayar Pajak Motor Online
Kita semua setuju kalau mencegah itu lebih baik daripada mengobati. Tapi, kita juga harus realistis. Sekecil apa pun itu, risiko di jalan raya itu selalu ada, bahkan setelah kita sudah menyiapkan ini-itu dengan baik. Itulah kenapa kamu perlu perlindungan tambahan.
Buat kamu yang pengen keamanan ekstra tanpa ribet, kamu bisa manfaatin GoPay Asuransi untuk mengantisipasi dampak dari kecelakaan.
Ada berbagai jenis perlindungan yang pas banget buat kebutuhan harian kamu, terlepas dari apakah kamu pengguna mobil atau motor. Plus, premi bulanannya fleksibel!
Stay safe di jalan, jangan lupa selalu waspada, dan semoga perjalananmu menyenangkan meski cuaca lagi nggak menentu!







