Calon Papa Mama Wajib Tau! Ini Biaya Kelahiran Anak Pertama yang Sering Terlupakan

22 July 2026

•

4 min

Biaya kelahiran anak pertama

Ringkasan

  • Ilusi Biaya Persalinan: Banyak calon orang tua salah mengira bahwa biaya kelahiran anak pertama hanya sebatas biaya rumah sakit (normal atau caesar), padahal ada rentetan pos pengeluaran pasca-melahirkan yang wajib disiapkan sejak masa kehamilan.
  • Akumulasi Pengeluaran Pasca-Lahir: Biaya setelah bayi lahir meliputi suplemen pasca-persalinan, kontrol dokter anak, vaksinasi rutin/tambahan (Rp800 ribu–Rp2 juta per kedatangan), perlengkapan bayi (baju dan stroller), hingga biaya bulanan konsisten untuk popok dan susu formula (Rp1,2 juta–Rp2,5 juta).
  • Alokasi Darurat Medis & Evaluasi: Mengingat daya tahan tubuh bayi di bawah satu tahun masih rentan, orang tua wajib menyiapkan dana darurat medis khusus minimal Rp5 juta, serta memantau kestabilan pengeluaran rutin tersebut lewat Aplikasi GoPay.

Disclaimer: Ringkasan ini dibuat menggunakan Kecerdasan Buatan (AI)


Menanti kehadiran buah hati pertama emang bikin berdebar-debar sekaligus bahagia. Kamu dan pasangan pasti udah sibuk cari nama terbaik, browsing dekorasi kamar bayi, sampai ngebayangin lucunya menggendong si kecil nanti.

Sayangnya, banyak calon orang tua baru yang mikir kalau biaya kelahiran anak pertama itu cuma sebatas bayar persalinan di rumah sakit sebesar Rp3-7 juta untuk persalinan normal atau Rp7-100 juta untuk persalinan caesar

Padahal, masih ada banyak pos pengeluaran lain setelah bayi lahir yang bisa bikin kaget kalau nggak disiapin dari jauh-jauh hari. Terus, apa aja persiapan finansial punya anak pertama yang harus kamu lakukan? Yuk, cari tau di sini!

BACA JUGA: Pos Keuangan Keluarga

1. Biaya perawatan setelah persalinan

Biaya perawatan setelah persalinan

Biaya perawatan setelah persalinan | Sumber: Magnific.com/freepik

Setelah menjalani persalinan di rumah sakit, calon ibu butuh suplemen tambahan, vitamin booster, dan konselor laktasi supaya nggak kelimpungan pas menyusui bayi. Semua kebutuhan tersebut harus masuk dalam budget bayi baru lahir sekitar Rp1,5-3,5 juta.

Nggak cuma itu, bayi baru lahir juga perlu kontrol rutin ke dokter spesialis anak 1 minggu setelah pulang dari rumah sakit. Sekali datang kontrol, kamu perlu siapin uang sekitar Rp300 ribu hingga Rp700 ribu buat jasa dokter dan suplemen bayi.

2. Biaya vaksinasi rutin

Biaya vaksinasi rutin

Biaya vaksinasi rutin | Sumber: Unsplash.com/charlesdeluvio

Ngomongin soal biaya kelahiran anak pertama, jangan lupakan vaksinasi rutin demi menjaga kekebalan tubuh si kecil selama sistem imunnya masih berkembang.

Pemerintah memang menyediakan beberapa imunisasi dasar gratis di Puskesmas, tapi mungkin aja kamu lebih memilih vaksin impor atau butuh vaksin tambahan di rumah sakit swasta demi kenyamanan anak.

Kalau dirata-rata, harga satu kali vaksinasi komplet atau tambahan, seperti PCV, rotavirus, dan influenza, berkisar antara Rp800 ribu sampai Rp2 juta.

3. Biaya popok dan susu anak

Biaya popok dan susu anak

Biaya popok dan susu anak | Sumber: Unsplash.com/ecodecko

Beberapa pos pengeluaran budget bayi baru lahir yang paling konsisten menguras dompet adalah popok dan susu formula. Soalnya, bayi baru lahir bisa habisin 8-10 popok sekali pakai dalam sehari karena kulit mereka yang masih sensitif banget.

Terus, kalau si kecil perlu dibantu dengan susu formula, siapin juga biaya Rp150-400 ribu per kaleng. Total pengeluaran rutin bulanan untuk popok dan susu formula anak bisa memakan anggaran sekitar Rp1,2 juta hingga Rp2,5 juta.

4. Biaya perlengkapan bayi

Biaya perlengkapan bayi

Biaya perlengkapan bayi | Sumber: Unsplash.com/freestocks

Selain popok, susu, dan vaksinasi, si kecil pasti perlu baju yang nyaman, bak mandi khusus, sterilizer botol susu, dan tempat tidur bayi yang aman. Masalahnya, biaya kelahiran anak pertama yang satu ini bisa menguras cukup banyak uang dari tabungan.

Mengingat semua barang tersebut bakalan langsung nggak kepakai saat si kecil bertumbuh besar, sebaiknya kamu bijak memilih barang mana yang harus dibeli baru atau cukup disewa aja, seperti stroller dan car seat

Kamu bisa alokasikan dana sekitar Rp3-8 juta buat semua keperluan tersebut tergantung pilihan brand yang kamu suka.

5. Dana darurat medis anak

Dana darurat medis anak

Dana darurat medis anak | Sumber: Unsplash.com/solenfeyissa

Terakhir dan nggak kalah penting, simpan dana darurat medis anak di tempat yang likuid dan mudah diakses kapan pun sebagai bagian dari persiapan finansial punya anak.

Ingat, daya tahan tubuh bayi berusia di bawah satu tahun masih belum berkembang dengan sempurna, sehingga mereka lebih rentan terserang demam atau alergi mendadak. Jadi, kamu harus siapin minimal Rp5 juta sejak awal kehamilan buat biaya IGD anak.

BACA JUGA: Tips Mengelola Keuangan Keluarga Saat Tabungan Menipis

Biaya kelahiran anak pertama yang berkisar antara Rp5 juta sampai puluhan juta Rupiah memang bisa bikin syok kalau nggak siap. Makanya, kamu perlu perencanaan yang matang. 

Supaya cash flow keluarga tetap stabil, jangan lupa bayar printilan bayi tercinta pakai aplikasi GoPay!

Aplikasi GoPay punya fitur Laporan Pengeluaran yang bakal merekap semua transaksi di GoPay secara otomatis, jadi kamu bisa lihat sendiri uangmu paling sering kepakai buat apa aja. Tunggu apa lagi? Yuk, mulai atur keuanganmu bersama GoPay!

FAQ Biaya Kelahiran Anak Pertama

Q: Mengapa orang tua baru disarankan menyewa beberapa perlengkapan bayi daripada membeli semuanya dalam kondisi baru?
A: Perlengkapan bayi tertentu seperti stroller, car seat, atau tempat tidur bayi memiliki masa pakai yang sangat singkat karena bayi bertumbuh besar dengan sangat cepat. Menyewa barang-barang ini bisa menghemat anggaran perlengkapan (yang kisarannya berkisar Rp3-8 juta) secara signifikan, sehingga sisa dananya bisa dialihkan untuk kebutuhan primer seperti vaksin dan popok.

Q: Berapa perkiraan anggaran rutin yang harus disiapkan setiap bulan khusus untuk pos popok sekali pakai dan susu formula?
A: Bayi baru lahir membutuhkan popok sekali pakai dalam jumlah banyak (sekitar 8-10 popok per hari). Jika ditambah dengan kebutuhan susu formula pendukung yang berkisar Rp150-400 ribu per kaleng, Anda perlu menyiapkan anggaran rutin bulanan yang konsisten sebesar Rp1,2 juta hingga Rp2,5 juta.

Q: Apakah imunisasi anak di Puskesmas benar-benar gratis, dan apa yang membuat biaya vaksinasi di rumah sakit swasta menjadi mahal?
A: Benar, imunisasi dasar yang disediakan pemerintah di Puskesmas bersifat gratis. Namun, biaya di rumah sakit swasta menjadi mahal (berkisar Rp800 ribu–Rp2 juta sekali datang) karena biasanya menggunakan jenis vaksin impor yang minim efek samping demam, serta mencakup vaksin tambahan di luar program wajib pemerintah seperti rotavirus dan influenza.

Q: Mengapa calon orang tua wajib memisahkan dana darurat medis anak minimal Rp5 juta sejak awal masa kehamilan?
A: Sistem kekebalan tubuh bayi berusia di bawah satu tahun belum terbentuk dengan sempurna, sehingga mereka sangat rentan mengalami demam tinggi, kolik, atau alergi mendadak yang membutuhkan penanganan cepat di IGD. Dana darurat minimal Rp5 juta yang bersifat likuid memastikan anak langsung mendapat tindakan medis tanpa merusak arus kas utama keluarga.

Q: Bagaimana fitur Laporan Pengeluaran di Aplikasi GoPay membantu orang tua baru dalam mengontrol anggaran bayi yang membengkak?
A: Anggaran pasca-melahirkan sering kali membengkak karena banyaknya printilan kebutuhan kecil yang dibeli secara terus-menerus. Fitur Laporan Pengeluaran di Aplikasi GoPay merekam setiap transaksi belanja popok, susu, atau kebutuhan bayi lainnya secara otomatis ke dalam grafik kategori yang ringkas, sehingga orang tua bisa mengevaluasi pos mana yang terlalu boros dan menjaga cash flow tetap stabil.

Artikel Terkait