Cara Kerja Reksadana yang Perlu Kamu Pahami Sebelum Investasi

18 June 2026

7 min

Cara kerja reksadana

Ringkasan:

  • Mekanisme Kolektif dan Pengelolaan Profesional: Reksadana bekerja dengan cara mengumpulkan dana dari para investor sebagai wadah modal bersama yang kemudian dikonversikan menjadi Unit Penyertaan (UP). Dana kolektif tersebut dikelola secara profesional oleh Manajer Investasi (MI) resmi berizin OJK untuk dialokasikan ke berbagai instrumen keuangan melalui strategi diversifikasi guna menekan risiko kerugian.
  • Sistem Keamanan dan Transparansi Nilai: Dalam ekosistem reksadana, aset investor disimpan dan diawasi secara independen oleh Bank Kustodian untuk menjamin dana tidak disalahgunakan oleh MI. Perkembangan nilai investasi dapat dipantau secara transparan oleh investor melalui fluktuasi harga Nilai Aktiva Bersih per Unit Penyertaan (NAB/UP) serta laporan bulanan berupa fund fact sheet.
  • Keuntungan dan Proses Pencairan Lewat GoPay: Keuntungan investasi diperoleh dari capital gain (kenaikan harga NAB/UP) maupun pembagian dividen yang otomatis menambah nilai portofolio. Proses penarikan dana (redemption) diproses oleh MI dan Bank Kustodian dengan batas waktu maksimal 7 hari kerja, yang kini bisa diakses secara praktis melalui fitur GoPay Investasi di aplikasi GoPay lengkap dengan penawaran promo GoPay Investasi menarik bagi pemula.

Disclaimer: Ringkasan ini dibuat menggunakan Kecerdasan Buatan (AI)


Belakangan ini, investasi reksadana makin diminati karena dianggap cocok buat pemula. Prosesnya mudah, pilihan produknya beragam, dan modalnya pun terjangkau banget.

Meski begitu, kamu tetap perlu paham cara kerja reksadana sebelum menaruh uang buat investasi. Jangan sampai kamu cuma ikut-ikutan cuma karena tren tanpa benar-benar tau gimana uangmu bakal dikelola.

Padahal, dengan memahami cara kerjanya, kamu bisa memilih produk reksadana yang sesuai dengan profil risiko dan tujuan finansial. Dari sinilah kamu bisa memaksimalkan keuntungan sekaligus meminimalisir risiko.

Jadi, sebenarnya gimana cara kerja dari reksadana? Yuk, kita bedah bareng-bareng!

BACA JUGA: Apa Itu Reksadana

1. Pengumpulan Dana

Pengumpulan Dana

Pengumpulan Dana | Sumber: Unsplash.com/sugarcoatit

Biar lebih paham cara kerja reksadana, kita perlu tau arti reksadana terlebih dulu. Reksadana adalah jenis investasi yang mengumpulkan dana dari para pemodal atau investor. Kemudian, dana tersebut bakal dikelola oleh manajer investasi buat diinvestasikan ke berbagai aset.

Nah, prosesnya dimulai ketika kamu sebagai investor menyerahkan dana buat membeli Unit Penyertaan (UP) reksadana. Kamu bisa membelinya melalui berbagai saluran resmi seperti bank maupun platform investasi digital.

Nggak harus pakai modal besar, sekarang kamu udah bisa berinvestasi reksadana mulai dari Rp10.000 aja. Walaupun mungkin jumlahnya kecil, modalmu bakal jadi bagian dari wadah dana bersama yang jauh lebih besar.

Bayangin aja kamu dan teman-teman patungan bahan-bahan buat masak. Kalau bahannya dari satu orang aja, jumlahnya mungkin cuma sedikit dan jenis masakan yang bisa dibuat pun terbatas.

Tapi kalau banyak orang yang patungan, kamu dan teman-teman bakal punya lebih banyak bahan buat dimasak jadi hidangan yang enak. Kekuatan kolektif inilah yang jadi nilai penting reksadana.

2. Pengelolaan oleh Manajer Investasi

Pengelolaan oleh Manajer Investasi

Pengelolaan oleh Manajer Investasi | Sumber: Pexels.com/yankrukov

Kumpulan dana dari para investor bakal dikelola oleh Manajer Investasi (MI). MI nggak kerja sendirian; mereka umumnya berbentuk perusahaan yang terdiri dari tim analis profesional. Mereka bekerja memantau pasar biar bisa meletakkan danamu di instrumen investasi yang tepat.

Terus, nggak semua perusahaan analis keuangan bisa jadi MI. Mereka harus resmi terdaftar dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK), sudah mengantongi sertifikasi Wakil Manajer Investasi (WMI), dan mampu bertanggung jawab atas setiap keputusan investasi yang diambil.

Masih ingat sama bahan-bahan masakan hasil patunganmu sama teman-teman? Ibaratnya, seluruh bahan ini udah terkumpul, tapi kamu sama teman-teman bingung mau masak apa.

Akhirnya, kamu pun menyerahkan seluruh bahan tersebut ke chef profesional yang tau cara mengolahnya buat menghasilkan hidangan terbaik, jadi kamu bisa tinggal nikmatin hasilnya. Nah, chef inilah yang berperan sebagai MI di cara kerja reksadana.

3. Pembagian ke Berbagai Instrumen

Pembagian ke Berbagai Instrumen

Pembagian ke Berbagai Instrumen | Sumber: Pexels.com/jakubzerdzicki

Ibarat chef lagi bawa telur dari hasil patunganmu dan teman-teman, tentu lebih aman kalau telur tersebut disimpan di beberapa keranjang daripada satu keranjang besar. Jadi, semisal satu keranjang jatuh, masih ada telur yang aman di keranjang lain.

Prinsip tersebut sama kayak cara kerja reksadana. Sebagai “chef”, Manajer Investasi (MI) bakal membagi danamu ke berbagai instrumen, atau disebut juga dengan istilah diversifikasi. Pembagian ini biasanya disesuaikan sama jenis reksadana yang kamu pilih.

Misalnya, untuk reksadana pasar uang, mayoritas danamu bakal ditaruh di deposito dan surat utang jangka pendek. Tapi kalau reksadana saham, MI bakal membagi dana investor ke saham berbagai perusahaan.

Jadi, seandainya nilai salah satu instrumen tersebut lagi turun, masih ada instrumen lain buat menutupi kerugian tersebut. Dengan begini, kamu pun tetap bisa untung.

4. Pengawasan oleh Bank Kustodian

Pengawasan oleh Bank Kustodian

Pengawasan oleh Bank Kustodian | Sumber: Unsplash.com/poeti8

Cara kerja reksadana melibatkan banyak pihak. Selain Manajer Investasi (MI), ada juga bank kustodian yang berfungsi mencatat administrasi transaksi, menyimpan aset reksadana, serta mengawasi pengelolaan dana yang dilakukan MI.

Karena seluruh aset disimpan dan diawasi secara terpisah oleh bank kustodian, MI pun nggak bisa sembarangan memakai dana investor. Artinya, semisal perusahaan MI bangkrut sekalipun, danamu bakal tetap aman.

Jadi, kalau MI adalah chef restoran, bisa dibilang bank kustodian adalah auditor eksternal yang memastikan seluruh uang dan bahan masakan tercatat dengan benar dan nggak disalahgunakan.

BACA JUGA: Keuntungan Investasi Reksadana

5. Fluktuasi Harga NAB Per Unit

Dari mana kita bisa tau kalau reksadana yang dibeli untung atau justru rugi?

Jawabannya bisa kamu lihat dari perubahan Nilai Aktiva Bersih (NAB) per Unit Penyertaan (NAB/UP). NAB adalah total nilai aset dan biaya pengelolaan reksadana, seperti biaya jasa MI dan bank kustodian.

Kalau harga aset naik, NAB/UP bakal ikut naik sehingga investasimu untung. Sebaliknya, kalau nilai aset menurun, nilai investasimu bakal turun karena NAB/UP juga menurun.

Buat mengetahui perkembangan harga NAB/UP, kamu bisa memantaunya lewat website resmi Manajer Investasi (MI) atau platform reksadana digital. 

Selain itu, biasanya MI juga cukup rutin menerbitkan laporan bulanan (fund fact sheet) berisi ringkasan kinerja dan isi portofolio reksadana.

6. Hasil Investasi Diterima Investor 

Hasil Investasi Diterima Investor

Hasil Investasi Diterima Investor | Sumber: Unsplash.com/sasun1990

Dalam cara kerja reksadana, keuntungan investor berasal dari capital gain atau kenaikan nilai NAB/UP. Misalnya, kamu beli produk reksadana seharga Rp1 juta. Setelah enam bulan, harganya naik jadi Rp1,2 juta. Nah, selisih Rp200.000 inilah yang jadi keuntunganmu.

Selain itu, kamu juga bisa menerima keuntungan dari pembagian hasil investasi, contohnya dividen atau kupon obligasi.

Terus, di mana kamu bisa mengakses hasil keuntungan investasi tersebut?

Hal ini bergantung sama produk reksadana yang kamu beli. Beberapa produk langsung mengirimkan hasil investasi ke rekening bank yang terdaftar pas pembukaan akun.

Tapi, buat produk reksadana yang menghasilkan keuntungan berupa dividen atau bunga, biasanya mereka bakal memasukkan kembali dana keuntungan tersebut ke portofoliomu. Otomatis, nilai investasimu pun terus bertambah.

Tenang aja, kamu bakal menerima laporan transaksinya secara rutin, kok. Jadi, kamu bisa terus memantau perkembangan portofolio reksadana.

7. Penarikan Dana Investasi Reksadana 

Penarikan Dana Investasi Reksadana

Penarikan Dana Investasi Reksadana | Sumber: Pexels.com/karola-g

Salah satu alasan kenapa reksadana begitu populer adalah karena pencairannya yang mudah. Proses penarikan dana ini disebut juga dengan redemption

Kamu bisa menjual Unit Penyertaan (UP) reksadana melalui platform tempatmu dulu membelinya. Kemudian, Manajer Investasi (MI) bakal memproses permintaan penjualan tersebut. 

Di sisi lain, bank kustodian bertugas melakukan penghitungan, pencatatan, dan administrasi transaksi penjualan sebelum transfer dana ke rekening investor. 

Dana hasil redemption biasanya cuma bisa dicairkan ke rekening bank yang udah terdaftar saat kamu buka akun, dan rekening ini umumnya harus atas nama investor sendiri.

Keseluruhan proses redemption ini idealnya butuh waktu tujuh hari kerja sejak investor mengajukan pencairan. 

Tapi, sekarang beberapa platform digital menyediakan instant redemption buat produk reksadana pasar uang tertentu, sehingga kamu bisa menerima dana hasil penjualan lebih cepat dari batas maksimal tujuh hari kerja.

BACA JUGA: Cara Memilih Reksa Dana

Paham cara kerja reksadana penting banget buat bekal investasi. Dengan mengetahui gimana danamu dikelola sampai ke mana investasimu dialokasikan, kamu jadi bisa ambil keputusan finansial yang sesuai sama tujuan keuangan.

Setelah memahami cara kerja tersebut, apakah sekarang kamu udah siap berinvestasi? Nggak perlu khawatir ribet, pakai aja GoPay Investasi yang lebih praktis dan menguntungkan! 

Soalnya, lagi ada berbagai promo GoPay Investasi yang bakal bikin pengalaman investasimu makin hemat dan nyaman. Yuk, mulai investasi sedini mungkin biar bisa nikmatin keuntungan maksimal!

FAQ Cara Kerja Reksadana

Q: Apa yang dimaksud dengan Unit Penyertaan (UP) dalam mekanisme investasi reksadana?
A: Unit Penyertaan adalah satuan bukti kepemilikan investor atas bagian dana kolektif yang dititipkan dan dikelola di dalam suatu produk reksadana.

Q: Mengapa seorang Manajer Investasi (MI) harus mengantongi izin resmi dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK)?
A: Izin dari OJK wajib dimiliki untuk memastikan bahwa perusahaan tersebut legal, memiliki tim analis bersertifikasi Wakil Manajer Investasi (WMI), serta bertanggung jawab penuh secara hukum atas pengelolaan dana masyarakat.

Q: Bagaimana strategi diversifikasi instrumen dapat membantu meminimalisasi risiko kerugian investor reksadana?
A: Melalui diversifikasi, Manajer Investasi membagi dana ke berbagai instrumen (seperti saham, obligasi, atau deposito) sehingga jika nilai salah satu aset jatuh, kerugiannya dapat diredam oleh aset lain yang nilainya stabil atau naik.

Q: Apa perbedaan mendasar antara aset yang terkandung dalam reksadana pasar uang dan reksadana saham?
A: Reksadana pasar uang menempatkan mayoritas dananya pada instrumen jangka pendek yang aman seperti deposito dan surat utang, sedangkan reksadana saham mengalokasikan dananya ke lembar saham berbagai perusahaan publik.

Q: Apa jaminan keamanan bagi dana investor seandainya perusahaan Manajer Investasi (MI) mengalami kebangkrutan?
A: Dana investor dijamin tetap aman karena seluruh aset reksadana disimpan, dicatat, dan diawasi secara terpisah oleh Bank Kustodian, bukan di dalam rekening operasional milik perusahaan Manajer Investasi.

Q: Faktor apa saja yang memengaruhi naik dan turunnya harga Nilai Aktiva Bersih per Unit (NAB/UP)?
A: Fluktuasi NAB/UP dipengaruhi langsung oleh perubahan harga pasar dari aset-aset yang ada di dalam portofolio reksadana tersebut serta potongan biaya pengelolaan operasional tahunan.

Q: Di mana investor dapat melihat rangkuman kinerja produk dan persentase alokasi aset reksadana mereka?
A: Investor dapat melihatnya melalui dokumen laporan bulanan resmi yang disebut fund fact sheet, yang diterbitkan oleh Manajer Investasi atau tersedia di platform investasi digital.

Q: Bagaimana sistem pembagian keuntungan berupa dividen dikelola di dalam portofolio reksadana investor?
A: Keuntungan berupa dividen umumnya akan diinvestasikan kembali secara otomatis oleh sistem ke dalam portofolio Anda, sehingga jumlah Unit Penyertaan yang Anda miliki akan bertambah.

Q: Mengapa proses penarikan dana reksadana (redemption) secara umum membutuhkan waktu hingga tujuh hari kerja?
A: Batas waktu tersebut diperlukan karena Manajer Investasi harus menjual aset di pasar terlebih dahulu, kemudian Bank Kustodian melakukan penghitungan, pencatatan administrasi, hingga mentransfer dana ke rekening bank investor.

Q: Bagaimana cara berinvestasi reksadana dengan modal terjangkau sekaligus mendapatkan keuntungan promo tambahan?
A: Anda bisa berinvestasi mulai dari Rp10.000 saja melalui fitur GoPay Investasi di aplikasi GoPay, yang menyediakan kemudahan transaksi dari ponsel sekaligus berbagai promo GoPay Investasi menarik agar investasi lebih hemat.

Artikel Terkait