Cara Mengamankan Akun E-Wallet agar Tidak Mudah Dibobol

27 April 2026

•

3 min

Cara mengamankan akun e-wallet

Ringkasan

  • Proteksi Kredensial Utama: Keamanan akun dimulai dari pembuatan PIN yang kuat (hindari angka berulang, pola berurutan, atau tanggal lahir) serta komitmen untuk tidak pernah membagikan kode OTP kepada siapa pun, termasuk pihak yang mengaku sebagai petugas resmi.
  • Manajemen Keamanan Berkala: Penting untuk memperbarui PIN secara rutin setiap 3–6 bulan, mengaktifkan fitur autentikasi tambahan, serta mengatur limit transaksi harian guna meminimalisir potensi kerugian jika terjadi akses yang tidak sah.
  • Kewaspadaan Terhadap Akses Eksternal: Selalu pantau aplikasi atau platform pihak ketiga yang terhubung dengan akun e-wallet, waspadai tautan phishing yang mencurigakan, dan manfaatkan fitur biometrik seperti Touch ID atau Face ID yang tersedia di aplikasi GoPay untuk lapisan keamanan yang lebih personal dan sulit ditembus.

Disclaimer: Ringkasan ini dibuat menggunakan Kecerdasan Buatan (AI)


Bayangin kamu lagi buka aplikasi e-wallet, terus saldo yang tadinya ada ternyata lenyap. Padahal, nggak ada notifikasi transaksi yang muncul sebelumnya.

Bukannya mau nakut-nakutin, tapi situasi tersebut bisa terjadi pada siapa pun yang lengah menjaga keamanan akun e-wallet mereka. Mulai dari pembobolan akun, phishing, sampai malware, ancamannya beragam dan terus berkembang.

Untungnya, kamu bisa mencegah risiko tersebut dengan cara mengamankan akun e-wallet. Langkah-langkahnya mudah dan bisa langsung kamu terapkan!

BACA JUGA: Keamanan Data Pribadi di Era Digital

1. Gunakan PIN yang kuat 

Gunakan PIN yang kuat

Gunakan PIN yang kuat | Sumber: Unsplash.com/jakubzerdzicki

PIN adalah salah satu kunci utama akun e-wallet-mu. Namun, PIN juga kerap jadi celah pertama yang dimanfaatkan pelaku kejahatan siber.

Makanya, buatlah PIN yang kuat dan nggak gampang ditebak. Hindari kombinasi berikut saat membuat PIN akun e-wallet!

  • Angka berulang, seperti ‘111111’ atau ‘202020’.
  • Angka berpola, seperti ‘123456’ atau ‘654321’.
  • Tanggal lahir, seperti ‘100296’ atau ‘161194’.

Gunakan kombinasi angka yang acak dan nggak punya kaitan langsung dengan informasi pribadimu. Kalau khawatir lupa, simpan PIN di tempat yang aman, tapi jangan di Notes HP yang bisa diakses siapa aja.

2. Aktifkan verifikasi tambahan

Aktifkan verifikasi tambahan

Aktifkan verifikasi tambahan | Sumber: Unsplash.com/jonasleupe

PIN aja belum cukup buat mengamankan akun e-wallet. Tambahkan cara mengamankan akun e-wallet dengan mengaktifkan verifikasi tambahan berupa autentikasi.

Dengan fitur ini, setiap login maupun transaksi bakal butuh konfirmasi langsung dari kamu. Jadi, orang lain nggak bisa masuk ke akunmu begitu aja meskipun mungkin tahu password-mu.

3. Jangan bagikan OTP

Jangan bagikan OTP

Jangan bagikan OTP | Sumber: Unsplash.com/tinaflour

OTP atau One-time Password adalah kode verifikasi sekali pakai yang dikirimkan ke nomor HP terdaftar. Kode ini bersifat rahasia, bahkan pihak aplikasi e-wallet pun nggak pernah memintanya.

Masalahnya, para penipu sering berpura-pura jadi customer service aplikasi yang mengaku ada masalah pada akunmu. Terus, mereka bakal minta kode OTP dengan alasan “verifikasi”. 

Padahal, begitu kamu membagikan kode tersebut, pelaku bakal langsung ambil alih akun e-wallet-mu dalam hitungan detik.

Oleh sebab itu, jangan pernah share kode OTP ke siapa pun, ya. Cuma kamu yang boleh tau kode OTP akun e-wallet-mu sendiri.

4. Ganti PIN secara rutin

Ganti PIN secara rutin

Ganti PIN secara rutin | Sumber: Unsplash.com/gilleslambert

PIN e-wallet nggak seharusnya dibiarkan selamanya. Maksudnya, kamu perlu menggantinya secara berkala, misalnya 3–6 bulan sekali. Tujuannya untuk meminimalisir risiko seandainya PIN-mu tanpa sadar udah bocor atau ketahuan orang lain.

Setiap kali ganti PIN, usahakan buat nggak pakai PIN lama atau kombinasi angka yang udah pernah kamu pakai sebelumnya.

5. Aktifkan limit transaksi harian

Aktifkan limit transaksi harian

Aktifkan limit transaksi harian | Sumber: Unsplash.com/flyd2069

Jangan lupa aktifkan limit transaksi harian sebagai cara mengamankan akun e-wallet. Jadi, misalnya ada orang lain yang berhasil mengakses akunmu sekalipun, jumlah kerugian nggak bakal melebihi limit tersebut.

Sesuaikan aja limit transaksi harian sama kebutuhan real harianmu. Dengan begini, bakal ada batas maksimal yang nggak bisa dilampaui walaupun akunmu dibobol.

6. Perhatikan akun e-wallet terhubung ke mana 

Perhatikan akun e-wallet terhubung ke mana | Sumber: Unsplash.com/atlanticmoney

E-wallet bisa terhubung ke berbagai platform sehingga transaksi jadi lebih mudah dan praktis. Sayangnya, keunggulan ini juga berpotensi jadi celah kejahatan siber. Pelaku bisa aja mengakses e-wallet dari platform yang terhubung ke akunmu.

Untuk meminimalisir risiko tersebut, rutinlah cek daftar aplikasi atau marketplace yang tersambung ke akun e-wallet-mu. Pastiin semuanya merupakan platformresmi dan tepercaya.

Kalau memang ada koneksi yang nggak kamu kenal atau udah nggak kamu gunakan, segera putus aksesnya. Semakin sedikit koneksi yang nggak perlu, semakin kecil juga celah yang bisa dimanfaatin pelaku.

7. Waspadai tautan mencurigakan

Waspadai tautan mencurigakan

Waspadai tautan mencurigakan | Sumber: Unsplash.com/towfiqu999999

Salah satu ancaman paling umum yang menarget pengguna e-wallet adalah phishing, yaitu modus penipuan lewat link palsu. 

Biasanya, link tersebut dirancang semirip mungkin sama tampilan resmi penyedia e-wallet, lalu dikirim melalui WhatsApp, SMS, atau email. Tujuannya buat mengakalimu biar mau memasukkan PIN atau data pribadi.

Sebelum klik link apa pun yang berkaitan dengan akun e-wallet periksa dulu hal-hal penting berikut ini!

  • Apakah alamat URL udah pakai domain resmi (contoh: gopay.co.id, bukan g0pay-pr0mo.com)?
  • Apakah pesan berasal dari nomor atau akun resmi yang terverifikasi? 
  • Apakah ada iming-iming hadiah yang terlalu menggiurkan atau desakan buat segera bertindak?

Kalau ada satu aja yang mencurigakan, jangan klik link yang masuk karena kemungkinan besar itu adalah phishing

BACA JUGA: Keamanan Transaksi Digital: Manfaat dan Cara Mengamankannya

Dengan cara mengamankan akun e-wallet di atas, kamu udah selangkah lebih maju dalam melindungi aset digital dari ancaman siber. Mulai dari PIN yang kuat sampai meningkatkan kewaspadaan, semuanya merupakan kebiasaan sederhana yang dampaknya besar.

Kabar baiknya, kamu nggak harus melakukannya sendirian kalau pakai e-wallet GoPay. GoPay punya sistem Trust & Safety yang kuat buat melindungi seluruh data dan transaksi pengguna.

Terus, ada juga fitur keamanan canggih seperti Touch ID dan Face ID sehingga kamu bisa pakai biometrik unik buat mengunci akses ke akunmu. Tunggu apa lagi? Segera amankan akun GoPay-mu biar lebih terlindungi dari ancaman siber!

Artikel Terkait