Cara Mengatur Keuangan Bulanan di Era Serba Digital

9 February 2026

•

5 min

Cara mengatur keuangan bulanan

Gaji lima koma, tapi tanggal lima rekening sudah koma? Memang, tanpa pengelolaan keuangan yang baik, bukannya nggak mungkin gaji yang baru masuk bisa langsung menguap entah ke mana dalam sekejap. 

Apalagi, di era serba cashless seperti sekarang, cara mengatur keuangan bulanan berbeda dari sebelumnya karena uang nggak lagi berwujud fisik yang biasa kita lihat di dalam dompet.Dengan sekali klik atau scan QRIS, transaksi selesai tanpa kita sadar berapa banyak yang sudah keluar. 

Ditambah lagi dengan tren subscription-based yang membuat tagihan otomatis terpotong setiap bulan, mulai dari streaming musik, film, hingga aplikasi edit foto. Akibatnya, kita sering meremehkan pengeluaran kecil dan menganggap remeh pencatatan karena merasa, “Ah, saldo masih aman.”

Jadi, bagaimana cara mengatur keuangan bulanan dengan baik di era digital seperti sekarang? Yuk, kita pelajari di sini supaya kamu tetap bisa punya tabungan!

BACA JUGA: Tips Atur Keuangan untuk Hiburan, Anti Mati Gaya di Akhir Bulan!

1. Bedakan kebutuhan dan keinginan

Cara Mengatur Keuangan Bulanan di Era Digital

Cara Mengatur Keuangan Bulanan di Era Digital | Sumber: Unsplash.com/tobben63

Di dunia digital, algoritma media sosial sering kali sengaja memunculkan iklan barang-barang yang kelihatannya sangat kamu butuhkan, padahal itu cuma keinginan sesaat yang dipicu oleh FOMO alias Fear of Missing Out. Oleh sebab itu, kamu perlu benar-benar mengetahui cara membedakan kebutuhan dan keinginan sesaat.

Gampangnya, kebutuhan adalah sesuatu yang kalau nggak dipenuhi akan mengganggu kelangsungan hidupmu, seperti biaya sewa tempat tinggal, makan sehari-hari, transportasi kerja, dan tagihan listrik. 

Sementara itu, keinginan adalah segala sesuatu yang sifatnya meningkatkan status sosial atau kesenangan pribadi, seperti ganti gadget seri terbaru padahal yang lama masih oke.Solusinya, kamu bisa mencoba teknik tunda 24 jam sebelum menekan tombol beli di aplikasi belanja. 

Kalau setelah seharian kamu masih merasa butuh, baru pertimbangkan untuk beli. Cara mengatur keuangan bulanan ini sangat efektif untuk memangkas pengeluaran impulsif yang sering merusak anggaran.

2. Atur limit pengeluaran harian

Cara Mengatur Keuangan Bulanan di Era Digital | Sumber: Unsplash.com/goodnotes

Setelah bisa membedakan prioritas, saatnya kamu mengatur limit pengeluaran harian. Anggaran bulanan yang terlihat besar seringkali membuat kita merasa mendadak tajir di awal bulan, sehingga kita cenderung boros di minggu pertama. Inilah yang bikin saldo cepat ludes sebelum gaji masuk lagi.

Untuk mencegahnya, coba bagi total uang sakumu setelah dipotong tagihan tetap dengan jumlah hari dalam sebulan. Misalnya, kamu punya sisa uang Rp3 juta untuk jajan dan bensin, berarti limit harianmu adalah Rp100 ribu. Jika hari ini kamu menghabiskan Rp150 ribu, berarti besok kamu harus mengerem pengeluaran hanya Rp50 ribu saja.

3. Catat transaksi kecil yang sering kebobolan

Cara Mengatur Keuangan Bulanan di Era Digital

Cara Mengatur Keuangan Bulanan di Era Digital | Sumber: Unsplash.com/sincerelymedia

Pernah menghitung berapa kali kamu pesan camilan lewat ojek online dalam seminggu? Atau berapa banyak langganan digital yang sebenarnya jarang kamu pakai setelah masa free trial berakhir? 

Memang, uang Rp25 ribu untuk minuman kekinian atau Rp50 ribu untuk langganan aplikasi yang terlupakan mungkin terasa kecil secara satuan. Namun, kalau dikumpulkan, jumlahnya bisa mencapai ratusan ribu hingga jutaan rupiah per tahun. 

Oleh sebab itu, biasakan untuk mengecek kembali daftar langganan di App Store atau Play Store kamu. Jika ada aplikasi yang nggak kamu buka dalam sebulan terakhir, langsung saja unsubscribe. Mengaudit pengeluaran kecil ini adalah bagian dari cara mengatur keuangan bulanan yang paling sering disepelekan, padahal dampaknya sangat besar.

4. Gunakan metode 50/30/20 untuk alokasi gaji

Cara Mengatur Keuangan Bulanan di Era Digital

Cara Mengatur Keuangan Bulanan di Era Digital | Sumber: Unsplash.com/towfiqu999999

Agar alokasi gaji lebih rapi dan objektif, kamu bisa menggunakan metode 50/30/20 yang sudah sangat populer di dunia finansial. Intinya, kamu membagi pendapatanmu menjadi tiga pos besar: 50% untuk kebutuhan pokok (biaya hidup), 30% untuk keinginan atau hiburan (termasuk hobi dan jalan-jalan), dan 20% untuk tabungan, investasi, atau cicilan utang. 

Misalnya, kalau gajimu adalah Rp5 juta per bulan, sisihkan Rp2,5 juta untuk makan, sewa kos, dan tagihan. Kemudian, Rp1,5 juta bisa kamu gunakan untuk nongkrong atau belanja hal yang kamu suka, dan Rp1 juta wajib langsung masuk ke rekening tabungan atau dana darurat. 

Dengan pembagian yang saklek seperti ini, kamu nggak perlu merasa bersalah saat ingin bersenang-senang karena memang sudah ada jatahnya, asalkan pos kebutuhan dan tabungan sudah aman.

BACA JUGA: Cara Hemat Nongkrong Bareng Teman

5. Selalu prioritaskan pembayaran tagihan di awal bulan

Cara Mengatur Keuangan Bulanan di Era Digital

Cara Mengatur Keuangan Bulanan di Era Digital | Sumber: Unsplash.com/sumup

Habis terima gaji, lebih baik belanja bulanan dulu di supermarket atau bayar tagihan? Jawabannya selalu lunasi tagihan dulu! Jangan menunggu sisa uang di akhir bulan untuk membayar cicilan atau tagihan listrik, karena biasanya uangnya sudah habis duluan untuk hal-hal lain. 

Begitu gaji masuk, langsung amankan biaya tagihan sewa, internet, asuransi, dan utang jika ada. Membayar tagihan di awal bulan bikin kamu tenang karena kamu tahu beban utama sudah selesai. Selain itu, langkah ini akan menghindarkan kamu dari denda keterlambatan yang bisa cukup mahal.

6. Jangan lupakan dana darurat

Cara Mengatur Keuangan Bulanan di Era Digital

Cara Mengatur Keuangan Bulanan di Era Digital | Sumber: Unsplash.com/towfiqu999999

Kata orang, hari sial nggak pernah ada di kalender, mulai dari tiba-tiba ban kendaraan bocor, gadget rusak, hingga kondisi kesehatan yang menurun. Jadi, kamu perlu siap payung sebelum hujan dengan mengumpulkan dana darurat.

Idealnya, dana darurat minimum adalah 10% hingga 15% dari total pemasukan bulananmu jika kamu baru mulai menabung. Target jangka panjangnya, kamu sebaiknya punya dana darurat sebesar 3-6 kali lipat dari pengeluaran bulanan. Dengan begitu, saat ada kejadian tak terduga, kamu nggak perlu meminjam uang atau menggunakan kartu kredit yang bunganya mencekik.

7. Sempatkan waktu untuk evaluasi riwayat transaksi

Cara Mengatur Keuangan Bulanan di Era Digital

Cara Mengatur Keuangan Bulanan di Era Digital | Sumber: Unsplash.com/tranmautritam

Sudah rajin menerapkan cara mengatur keuangan bulanan tepat setelah terima gaji? Prosesnya belum selesai! Justru, kamu tetap butuh waktu untuk mengevaluasi riwayat transaksi secara berkala. 

Sebaiknya, sempatkan waktu setiap seminggu sekali, misalnya di hari Minggu sore, untuk melihat kembali catatan pengeluaranmu selama tujuh hari terakhir. Apakah ada yang melebihi budget? Apakah ada pengeluaran yang sebenarnya nggak penting-penting banget? 

Evaluasi mingguan jauh lebih efektif daripada evaluasi bulanan karena kamu masih bisa lebih mengingat transaksi yang sudah kamu lakukan. Lalu, kalau ternyata minggu ini kamu terlalu boros, kamu masih punya waktu tiga minggu ke depan untuk melakukan penyesuaian agar budget akhir bulan tetap seimbang

8. Bijak menggunakan promo dan cashback

Cara Mengatur Keuangan Bulanan di Era Digital

Cara Mengatur Keuangan Bulanan di Era Digital | Sumber: Unsplash.com/firmbee

Promo memang bisa sangat membantu menghemat uang, tapi bisa juga menjadi jebakan Batman. Banyak orang membeli barang yang sebenarnya nggak dibutuhkan hanya karena ada diskon atau cashback besar-besaran untuk nominal pembelian tertentu. 

Ingat, kamu nggak menghemat Rp500 ribu saat membeli sepatu diskonan yang sebenarnya nggak diperlukan. Justru, kamu kehilangan atau rugi Rp500 ribu. Jadi, gunakan promo hanya untuk barang yang memang sudah masuk dalam daftar belanjaan prioritasmu. Jadikan cashback sebagai bonus yang dikumpulkan untuk menambah saldo tabungan, bukan sebagai alasan untuk belanja lebih banyak lagi.

BACA JUGA: Cara Bijak Menggunakan Paylater

Cara mengatur keuangan bulanan di zaman sekarang memang butuh usaha lebih karena godaannya ada di ujung jari kita. 

Solusinya, mulailah dengan disiplin membedakan kebutuhan, membagi gaji dengan rumus 50/30/20, rutin menabung dana darurat, dan rajin mengevaluasi transaksi. Semakin rapi kamu mengelola uang, semakin tenang juga hidupmu. 

Untuk memudahkan semua proses ini, kamu bisa memanfaatkan fitur Laporan Pengeluaran di aplikasi GoPay yang mengelompokkan jenis transaksi per kategori dan merekap total transaksi bulanan. Alhasil, nggak perlu pusing-pusing mencatat manual lagi, deh. 

Yuk, mulai kelola transaksi harianmu dengan lebih rapi di aplikasi GoPay!

Artikel Terkait