Galau mendingan nabung sebagian dari gaji bulanan di rekening biasa atau rekening deposito? Tenang aja, banyak juga yang mengalaminya!
Memang, sekilas keduanya terlihat sama-sama untuk menyimpan dana. Padahal, perbedaan tabungan dan deposito itu cukup mencolok, mulai dari segi keuntungan, fleksibilitas, hingga tujuan akhirnya.
Memahami perbedaan ini penting banget supaya strategi finansial kamu nggak salah langkah. Nggak pakai lama lagi, kamu bisa simak bedanya di sini!
BACA JUGA: Apa itu Investasi
1. Jangka waktu penyimpanan dana

Jangka waktu penyimpanan dana | Sumber: Pexels.com/@picasjoe
Hal pertama yang paling mencolok dari perbedaan tabungan dan deposito adalah soal waktu.
Kalau kamu menabung di tabungan konvensional, rasanya seperti punya dompet digital yang nggak ada batas waktunya. Kamu bisa simpan uang hari ini dan membiarkannya di sana sampai kapan pun tanpa ada kontrak khusus.
Tapi, beda cerita sama deposito. Bisa dibilang, deposito itu ibarat kamu punya perjanjian sama bank. Kamu harus memilih jangka waktu tertentu atau sering disebut tenor, misalnya 1 bulan, 3 bulan, 6 bulan, sampai 12 bulan.
Selama masa tenor itu belum habis, uang kamu akan tetap tersimpan di bank dan kamu nggak bisa asal ambil.
Memang sih, kamu juga bisa tarik dana deposito lebih awal kalau kesepakatan di bank memang mengizinkannya. Tapi, biasanya keuntungan yang didapetin bakal kurang maksimal.
2. Suku bunga dan nilai tambah

Suku bunga dan nilai tambah | Sumber: Pexels.com/@pixabay
Jujur aja, siapa yang nggak mau dapat bunga besar? Di sinilah perbedaan tabungan dan deposito terasa makin nyata.
Tabungan konvensional biasanya menawarkan suku bunga yang cenderung kecil, atau bahkan terkadang hanya cukup untuk menutupi biaya administrasi bulanan. Memang, fungsinya lebih ke tempat penitipan uang yang aman dan praktis.
Sebaliknya, deposito cocok banget buat kamu yang mengejar nilai tambah. Karena kamu bersedia menyimpan uang dalam jangka waktu tertentu tanpa menyentuhnya, bank memberikan imbalan berupa suku bunga yang jauh lebih tinggi daripada tabungan biasa.
Jadi, bunga deposito ini bisa menjadi instrumen investasi yang aman dan minim risiko untuk melawan inflasi.
3. Fleksibilitas penarikan dana

Fleksibilitas penarikan dana | Sumber: Pexels.com/@pixabay
Pernah nggak kamu lagi jalan-jalan di mal, lihat diskon gede, terus bisa langsung bayar secara cashless dari rekening bank? Itulah kemewahan tabungan konvensional.
Kamu punya akses 24/7 ke uangmu lewat kartu ATM, mobile banking, atau teller. Fleksibilitasnya luar biasa tinggi karena memang didesain untuk kebutuhan transaksi sehari-hari.
Lalu, gimana dengan deposito? Di sini kamu harus lebih sabar. Karena sudah ada perjanjian tenor di awal, kamu nggak bisa menarik uang sembarangan sebelum tanggal jatuh tempo.
Memang, kamu tetap dapat mencairkannya dalam keadaan darurat, tapi biasanya ada konsekuensinya. Bank bisa memberikan denda atau penalti, dan kamu mungkin kehilangan hak atas bunga yang seharusnya kamu terima.
Maka dari itu, deposito sangat recommended buat kamu yang sulit untuk menabung gara-gara uangnya kepakai terus. Kalau kamu taruh uang di rekening deposito, uangnya nggak mudah ditarik sembarangan, dan kamu bisa dapat keuntungan lebih dari bunganya.
4. Tujuan penggunaan dana

Tujuan penggunaan dana | Sumber: Pexels.com/@ahsanjaya
Tabungan konvensional cocok jadi wadah dana darurat atau uang operasional bulanan karena sifatnya cair. Contohnya, buat bayar tagihan listrik, belanja mingguan, atau pegangan kalau tiba-tiba kendaraan butuh servis.
Sementara itu, deposito lebih tepat disebut sebagai alat untuk mencapai target finansial tertentu di masa depan. Misalnya, kalau kamu lagi ngumpulin uang buat bayar DP rumah tahun depan, atau buat biaya pernikahan dua tahun lagi.
5. Biaya yang berlaku
Tabungan konvensional biasanya memberlakukan biaya administrasi bulanan yang dipotong langsung dari saldo kamu. Ada juga biaya kartu ATM atau biaya transfer antar bank.
Meskipun kecil, kalau didiamkan lama-lama tanpa ada saldo yang bertambah, uang kamu bisa berkurang karena dimakan biaya ini.
Untuk deposito, biasanya nggak ada biaya administrasi bulanan seperti tabungan. Namun, ada satu hal yang wajib kamu tahu: bunga yang kamu dapatkan dari deposito akan dikenakan pajak penghasilan (PPh).
Selain itu, seperti yang udah dibahas sebelumnya, ada biaya penalti kalau kamu nekat mencairkan deposito sebelum jatuh tempo.
BACA JUGA: Rekomendasi Investasi Bagi Pemula
Sekarang kamu udah tau apa aja perbedaan tabungan dan deposito. Kalau kamu butuh akses cepat, tabungan biasa jawabannya. Tapi, kalau kamu ingin uangmu tumbuh lebih optimal dan aman, deposito lebih cocok.
Udah mantap ingin menyisihkan uang ke rekening deposito? Sekarang, kamu nggak perlu ribet lagi ke bank! Kamu bisa mulai dengan buka akun GoPay Deposito by Jago.
Prosesnya praktis banget lewat aplikasi GoPay, sehingga cocok buat pemula yang pengen mulai disiplin secara finansial. Bahkan, kamu juga bisa pakai promo GoPay Deposito biar pengalaman investasimu makin hemat dan menguntungkan. Yuk, mulai amankan masa depanmu dari sekarang!







