Ringkasan:
- Suku Bunga dan Imbal Hasil: Interest Rate adalah persentase keuntungan tahunan, sedangkan Projected Interest adalah estimasi hasil sebelum dipotong Pajak (PPh) sebesar 20%. Dalam sistem syariah, bunga diganti dengan Nisbah atau rasio bagi hasil antara nasabah dan bank.
- Jangka Waktu dan Perpanjangan: Tenor menentukan lama uang dikunci hingga tanggal Jatuh Tempo. Kamu bisa memilih fitur ARO (Automatic Roll Over) untuk perpanjangan otomatis pokok saja, atau ARO Plus untuk menggabungkan pokok dan bunga (Compound Interest) agar keuntungan lebih maksimal.
- Keamanan dan Pencairan: Simpanan dijamin oleh LPS selama tidak melebihi Suku Bunga Penjaminan. Jika butuh uang sebelum jatuh tempo, kamu mungkin terkena Penalti, kecuali menggunakan fitur Breakable Deposit yang lebih fleksibel. Seluruh pengelolaan ini kini bisa dilakukan secara digital melalui GoPay Deposito by Jago.
Disclaimer: Ringkasan ini dibuat menggunakan Kecerdasan Buatan (AI)
Mau mulai investasi tapi bingung lihat aplikasi perbankan? Sebagai pemula, manusiawi kalau kamu ngerasa asing dengan berbagai istilah dalam deposito yang sering muncul.
Memahami istilah deposito adalah langkah awal yang paling penting sebelum kamu pindahin uang dingin ke dalam rekening tabungan tersebut.
Tanpa tau istilah dalam dunia deposito, kamu bisa aja salah pilih tabungan dan malah rugi gara-gara uangnya nggak bisa diambil saat dibutuhkan. Yuk, pelajari bareng-bareng daftar istilah penting di deposito berikut ini biar rencana finansialmu makin matang!
BACA JUGA: Apa Itu Deposito
1. Interest Rate

Interest Rate | Sumber: Unsplash.com/sasun1990
Lebih dikenal dengan istilah suku bunga dalam bahasa Indonesia, interest rate adalah persentase keuntungan yang dikasih bank kepada kamu sebagai imbalan karena udah menaruh uangmu.
Biasanya, bunga ini dihitung dalam setahun (per annum). Jadi, kalau kamu lihat bunga 5%, itu bukan berarti tiap bulan kamu dapat 5% dari total uangmu ya.
2. Projected Interest
Sebelum kamu klik tombol konfirmasi, biasanya aplikasi perbankan bakal nunjukin angka estimasi keuntungan. Itulah yang disebut dengan projected interest atau proyeksi bunga.
Angka ini bakal membantumu bayangin berapa kira-kira hasil akhir yang akan kamu terima saat tabungan deposito jatuh tempo. Tapi ingat, proyeksi tersebut biasanya belum dipotong pajak.
3. Tenor (Jangka Waktu)
Sering lihat istilah dalam deposito perbankan yang satu ini? Tenor berarti lamanya waktu kamu berkomitmen buat ngunci uang di bank. Tenor yang ada juga macam-macam banget, mulai dari 1 bulan, 3 bulan, sampai 12 bulan. Pilih aja sesuai dengan target keuanganmu!
4. Jatuh Tempo (Maturity)
Istilah jatuh tempo merujuk pada tanggal berakhirnya masa simpanan deposito kamu. Di tanggal inilah kamu punya hak penuh untuk ngambil kembali uang pokok beserta bunganya.
Kalau udah sampai pada tanggal tersebut, status deposito kamu akan berubah. Kamu bisa pilih mau mencairkannya atau memperpanjangnya kembali.
5. ARO (Automatic Roll Over)
Mau punya tabungan deposito yang praktis dan nggak perlu repot diurus tiap bulan? ARO adalah sistem perpanjangan otomatis untuk nilai pokok deposito kamu saat udah jatuh tempo.
Dengan begitu, uang kamu akan langsung terdaftar lagi pada periode baru. Tapi, bunga yang kamu dapetin di periode sebelumnya bisa aja masuk ke rekening tabungan biasa.
6. ARO Plus
Sedikit berbeda dari ARO biasa, ARO Plus menggabungkan nilai pokok dan bunga yang kamu dapetin. Total gabungan itulah yang bakal diperpanjang secara otomatis di periode berikutnya. Sistem ini cocok banget buat kamu yang mau manfaatin efek bunga berbunga.
7. Bagi Hasil
Dalam deposito syariah, istilah bunga bakal diganti sama bagi hasil. Tapi, kurang lebih cara kerjanya tetap sama, kok.
Ini merupakan keuntungan yang diperoleh bank dari pengelolaan dana nasabah, lalu dibagi sesuai kesepakatan awal antara kamu dan pihak bank. Besarannya nggak dipatok di awal secara kaku seperti bunga bank konvensional.
8. Bilyet Deposito

Bilyet Deposito | Sumber: Universalbpr.co.id
Istilah dalam deposito ini berarti bukti fisik kepemilikan atas tabungan deposito, biasanya dalam bentuk selembar kertas berharga. Meski zaman sekarang udah serba digital, masih ada bank yang menerbitkan bilyet ini sebagai bukti sah.
Simpan bilyet ini baik-baik karena biasanya dokumen ini wajib dibawa pas kamu pengin melakukan pencairan manual. Jangan sampai hilang atau rusak, ya!
9. Biaya Administrasi
Meski nggak semua bank menerapkannya, ada beberapa bank yang membebankan biaya administrasi bulanan atau biaya pembukaan. Tapi, tren deposito digital saat ini biasanya sudah membebaskan biaya ini.
Kamu perlu cek detail biaya ini di awal supaya keuntungan bungamu nggak cepat habis gara-gara kepotong biaya admin.
10. Bunga Deposito
Bunga deposito adalah imbal hasil yang kamu terima secara rutin, bisa tiap bulan atau saat jatuh tempo. Kamu biasanya bakal ketemu istilah ini dalam deposito bank konvensional, bukan syariah.
Besaran bunga ini umumnya lebih tinggi daripada bunga tabungan konvensional. Itulah alasan utama kenapa banyak orang memilih deposito daripada sekadar menyimpan uang di rekening biasa.
11. Breakable Deposit
Pernah dengar soal deposito yang bisa dicairin kapan aja tanpa kena denda? Itulah yang disebut dengan breakable deposit atau deposito yang fleksibel.
Biasanya, fitur ini ditawarkan oleh bank digital modern untuk menarik minat anak muda. Meski fleksibel, suku bunga yang ditawarkan biasanya sedikit lebih kecil daripada deposito konvensional.
12. Cash Collateral
Cash collateral artinya tabungan deposito yang dijadiin jaminan buat dapat pinjaman dari bank. Dengan begitu, kamu nggak perlu cairin deposito lebih cepat hingga kena penalti.
Melalui jaminan ini, kamu bisa terima pinjaman bank dengan proses yang lebih cepat, nilai simpananmu tetap aman, dan tabungan depositomu tetap menghasilkan bunga.
13. Compound Interest

Compound Interest | Sumber: Unsplash.com/kamil916
Compound interest adalah bunga yang didapatkan dari bunga yang udah dihasilkan sebelumnya. Makanya, istilah ini punya nama lain “bunga yang berbunga”. Ia berkaitan erat dengan fitur ARO Plus yang udah dibahas sebelumnya.
Semakin lama kamu membiarkan bunga tersebut numpuk, semakin besar juga keuntungan yang bisa kamu dapetin. Menarik, kan?
14. Deposan
Jangan bingung kalau pihak bank memanggilmu dengan sebutan ini. Deposan merupakan istilah resmi untuk orang atau badan hukum yang menaruh uangnya di bank dalam bentuk deposito.
15. Deposito Berjangka
Ini adalah salah satu jenis deposito yang paling umum ditemui di masyarakat. Cara kerjanya, kamu nyimpan uang dalam jangka waktu tertentu dengan bunga yang tetap sampai masa kontrak berakhir.
Deposito berjangka cocok buat kamu yang punya tujuan keuangan jangka pendek hingga menengah. Misalnya, untuk dana liburan tahun depan atau bayar DP rumah.
16. Deposito On Call
Kalau kamu punya uang dalam jumlah yang gede banget tapi cuma pengin disimpan selama beberapa hari, ini pilihannya. Sebab, deposito on call umumnya hanya berdurasi minimal 7 hari sampai kurang dari sebulan.
Biasanya, deposito satu ini butuh pemberitahuan beberapa hari dulu sebelum kamu bisa mencairkan dananya. Terus, suku bunganya pun ditetapkan lewat proses negosiasi khusus antara kamu dengan pihak bank.
17. Endorsement
Dalam konteks bilyet fisik, endorsement adalah proses pemindahtanganan kepemilikan deposito dengan membubuhi tanda tangan di bagian belakang dokumen tersebut.
Tapi, di era digital seperti sekarang, fitur ini udah jarang banget digunakan oleh nasabah perorangan. Soalnya, transaksi digital jauh lebih praktis dan aman daripada cara lama ini. Makanya, endorsement lebih banyak dilakukan badan perusahaan.
18. Effective Interest Rate
Jangan terkecoh sama angka bunga yang dipajang di depan aja. Perhatikan juga effective interest rate yang ngasih gambaran jujur.
Soalnya, istilah dalam deposito ini merujuk pada berapa sebenarnya bunga yang kamu terima habis menghitung frekuensi pemberian bunga. Misalnya, tiap sebulan sekali atau langsung dalam 3-6 bulan sesuai waktu jatuh tempo.
19. Fixed Rate
Hampir semua deposito sekarang pakai sistem fixed rate atau suku bunga tetap. Artinya, kalau kamu sepakat dapat bunga 5% saat pembukaan, angka itu nggak akan berubah sampai jatuh tempo. Ya, bahkan saat suku bunga di pasar tiba-tiba turun.
20. Grace Period
Ada kalanya nasabah telat memberikan instruksi setelah deposito jatuh tempo. Pada situasi tersebut, bank akan ngasih grace period atau masa tenggang sebelum memutuskan tindakan selanjutnya pada uangmu.
Manfaatkan masa ini buat segera mencairkan atau memperpanjang deposito kalau kamu nggak pakai fitur ARO.
21. Kapitalisasi Bunga
Kapitalisasi bunga berarti bunga yang kamu dapetin dari deposito ditambah langsung ke nilai pokok simpanan. Jadi, dasar penghitungan bunga di periode berikutnya pun lebih gede.
22. Lembaga Penjamin Simpanan (LPS)
LPS bertugas menjamin uang kamu di bank tetap aman kalau amit-amit bank tersebut kena masalah atau malah bangkrut suatu hari nanti.
Tapi, jaminan tersebut cuma berlaku untuk persentase suku bunga tertentu dan di bank yang udah terdaftar sebagai peserta LPS.
23. Likuiditas
Likuiditas artinya seberapa cepat aset kamu bisa diubah jadi uang tunai. Levelnya sendiri ada tinggi, menengah, dan rendah.
Deposito dianggap punya likuiditas menengah karena kamu harus nunggu jatuh tempo dulu sebelum bisa tarik uangnya kalau nggak mau kena penalti. Tapi, ada juga bank yang nggak memberlakukan penalti buat penarikan lebih awal.
BACA JUGA: Perbedaan Tabungan Konvensional dan Deposito
24. Manual Roll Over
Kebalikan dari ARO, manual roll over mengharuskanmu datang ke kantor bank atau masuk ke aplikasi perbankan buat perpanjang deposito. Kalau nggak ada instruksi sampai waktu yang ditentukan, biasanya deposito akan otomatis cair ke rekening tabungan.
Pilihan ini bagus buat kamu yang mau mengevaluasi kondisi keuangan tiap kali deposito berakhir. Dari sana, kamu bisa tau apakah pengin lanjut atau pindah ke instrumen lain.
25. Nisbah
Dalam deposito syariah, kamu bakal sering ketemu kata nisbah. Ini adalah angka rasio pembagian keuntungan antara nasabah dan bank. Angka ini disepakati di awal akad simpanan.
Misalnya, nisbah 60:40 berarti 60% keuntungan pengelolaan dana untuk bank dan 40% untuk kamu.
26. Non-ARO
Kalau kamu pilih opsi non-ARO, deposito kamu akan otomatis berhenti saat tanggal jatuh tempo tiba. Uang pokok dan bunga akan langsung masuk ke rekening tabungan utamamu.
Opsi ini recommended kalau kamu udah punya rencana penggunaan uang tepat di tanggal tersebut.
27. Pajak Penghasilan (PPh)
Jangan lupa kalau pemerintah juga ikut andil dalam keuntungan tabungan deposito kamu. Sesuai aturan, bunga deposito dikenakan PPh final sebesar 20% untuk nilai simpanan di atas Rp7,5 juta.
Jadi, hasil bersih yang kamu terima adalah bunga kotor dikurangi potongan pajak ini.
28. Penalti
Inilah sanksi yang bakal kamu dapetin kalau sampai mencairkan deposito sebelum tanggal jatuh tempo. Penalti dari bank bisa berupa pemotongan nilai pokok atau bunga yang nggak dibayarkan sama sekali. Semuanya kembali lagi ke kebijakan masing-masing bank.
29. Pencairan (Redemption)
Proses mengambil kembali dana deposito kamu disebut dengan pencairan atau redemption. Di aplikasi modern, proses ini biasanya hanya butuh beberapa klik aja. Nanti, uangnya akan langsung masuk ke rekening bank yang terhubung.
30. Pokok (Principal)
Pokok atau principal adalah jumlah uang awal yang kamu setor di tabungan deposito. Bunga yang kamu terima nantinya akan dihitung berdasarkan persentase dari nilai pokok ini.
Semakin besar nilai pokok yang kamu masukkan, jelas nominal bunga yang didapat bakalan makin tinggi.
31. Sertifikat Deposito

Sertifikat Deposito | Sumber: Kibrispdr.org
Mirip dengan bilyet, tapi sertifikat deposito ini punya sifat atas pembawa. Artinya, siapa pun yang memegang kertas tersebut dianggap sebagai pemilik sahnya.
Karena sifatnya yang mudah dipindahtangankan, sertifikat ini bisa diperjualbelikan kepada pihak lain. Tapi, risiko kehilangannya jauh lebih tinggi karena bisa diklaim siapa aja.
32. Suku Bunga Acuan
Ini adalah angka bunga yang ditetapkan oleh Bank Indonesia, sehingga juga dikenal dengan nama lain BI Rate. Suku bunga deposito di tiap bank biasanya akan bergerak mengikuti tren suku bunga acuan ini.
Jika BI menaikkan suku bunga, biasanya bunga deposito di bank juga akan ikut naik.
33. Suku Bunga Penjaminan
Suku bunga penjaminan adalah batas maksimal suku bunga yang dijamin oleh LPS, yaitu 3,5% per tahun untuk bank umum dan 6% per tahun untuk bank perkreditan rakyat.
Kalau tabungan deposito kamu punya suku bunga yang lebih tinggi dari batasan tersebut, simpananmu nggak akan dijamin oleh LPS semisal bank tersebut nggak bisa membayarkan bunga yang jadi hakmu.
34. Standing Instruction
Istilah dalam deposito ini berarti perintah tetap yang kamu berikan kepada bank untuk melakukan transaksi otomatis. Misalnya, perintah untuk mentransfer bunga deposito langsung ke rekening orang tua tiap bulan.
35. Warkat
Warkat adalah istilah perbankan untuk menyebut surat berharga atau dokumen tertulis yang punya nilai uang. Bilyet dan sertifikat deposito termasuk dalam kategori warkat ini.
BACA JUGA: Keuntungan Deposito
Sekarang kamu udah jauh lebih paham soal berbagai istilah dalam deposito yang sering muncul, kan? Kalau kamu tahu arti dari istilah penting deposito, kamu bisa lebih pede pas merencanakan masa depan keuanganmu.
Biar menabung deposito jadi lebih praktis, kamu bisa buka GoPay Deposito by Jago cukup lewat aplikasi GoPay di smartphone dan cek promo GoPay Deposito yang menarik. Yuk, rasakan kepraktisannya sendiri dan selamat menumbuhkan tabunganmu!
FAQ Istilah dalam Deposito
Q: Apa perbedaan utama antara sistem perpanjangan deposito jenis ARO dengan ARO Plus?
Q: Mengapa nasabah bisa dikenakan sanksi berupa penalti oleh pihak bank terkait tabungan depositonya?







