Ringkasan:
- Prioritas Kebutuhan Pokok dan Evaluasi Dana: Segera hentikan pengeluaran impulsif serta layanan berlangganan yang tidak mendesak. Lakukan audit menyeluruh terhadap tabungan dan dana darurat untuk memetakan berapa lama kamu bisa bertahan hidup tanpa penghasilan tetap.
- Optimalisasi Hak dan Pendapatan Tambahan: Manfaatkan uang pesangon dan klaim Jaminan Kehilangan Pekerjaan (JKP) secara bijak untuk biaya medis atau kebutuhan esensial. Sambil mencari kerja baru, cari penghasilan ekstra melalui kerja lepas (freelance) atau menjual barang layak pakai.
- Disiplin Keuangan Digital: Hindari mengambil utang baru di masa transisi dan gunakan fitur Laporan Pengeluaran di aplikasi GoPay untuk memantau arus kas secara otomatis. Hal ini memastikan setiap rupiah yang dikeluarkan tetap terkontrol tanpa perlu pencatatan manual.
Disclaimer: Ringkasan ini dibuat menggunakan Kecerdasan Buatan (AI)
Kena pemutusan hubungan kerja atau PHK secara tiba-tiba memang bikin kaget sekaligus cemas. Pasalnya, pemasukan yang biasanya lancar jadi langsung stop seketika. Tapi, jangan sampai rasa panik ini bikin kamu ngambil langkah yang salah.
Habis terdampak PHK, sebaiknya kamu berfokus menjaga kesehatan mental sekaligus finansial. Kabar baiknya, ada cara mengatur keuangan setelah terkena PHK yang bisa kamu terapkan sekarang juga. Yuk, simak!
BACA JUGA: Cara Kelola Keuangan Rumah Tangga
1. Tunda pengeluaran kurang penting dulu

Tunda pengeluaran kurang penting dulu | Sumber: Unsplash.com/fin21
Cara mengatur keuangan setelah terkena PHK yang harus segera kamu lakukan adalah menunda semua pengeluaran kurang penting. Dengan kata lain, kamu perlu bedain mana yang benar-benar butuh dan mana yang cuma sekadar lapar mata.
Misalnya, alangkah baiknya kamu tahan dulu keinginan buat beli gadget baru, baju baru, atau barang hobi yang nguras kantong. Sebaliknya, fokuslah ke pengeluaran untuk makanan, biaya tempat tinggal, listrik, dan air.
Dalam situasi seperti ini, jangan menambah beban baru, apalagi kalau sampai nekat ngambil utang atau pinjaman online. Berutang saat nggak ada pemasukan tetap hanya akan menjebakmu dalam masalah besar kelak.
2. Cek kondisi keuangan saat ini

Cek kondisi keuangan saat ini | Sumber: Unsplash.com/kellysikkema
Setelah mengerem pengeluaran, sekarang waktunya kamu memeriksa kondisi keuangan saat ini. Caranya, buka semua catatan tabungan, dompet digital, hingga amplop cadangan yang kamu punya.
Kalau udah, hitung dengan teliti berapa total dana darurat yang kamu miliki saat ini. Angka ini akan memberimu gambaran berapa bulan kamu bisa bertahan tanpa penghasilan tetap.
Jangan lupa juga buat mencatat semua pengeluaran rutin bulanan dan daftar cicilan yang masih harus dibayar. Dengan begitu, kamu bisa bikin prioritas pembayaran yang lebih tepat sasaran.
3. Cari sumber penghasilan tambahan

Cari sumber penghasilan tambahan | Sumber: Unsplash.com/sincerelymedia
Sambil menunggu panggilan kerja baru, jangan cuma berdiam diri di rumah meratapi keadaan. Ada cara mengatur keuangan setelah terkena PHK yang bisa kamu coba, yaitu mencari sumber penghasilan ekstra.
Kuncinya, jangan pilih-pilih pekerjaan selama itu halal dan manfaatkan keahlian yang kamu punya. Misalnya, kamu bisa kerja jadi freelancer atau buka jasa kursus online. Apalagi, dunia digital zaman sekarang memungkinkanmu bekerja dari mana aja.
Selain itu, kalau kamu punya barang-barang layak pakai yang udah nggak dipakai lagi, coba jual secara online. Uang hasil penjualannya bisa lumayan banget buat nambah tabungan daruratmu, lho!
4. Kurangi jumlah layanan berlangganan

Kurangi jumlah layanan berlangganan | Sumber: Unsplash.com/querysprout
Langkah berikutnya yang nggak kalah penting, periksalah daftar layanan berlangganan yang biasanya otomatis memotong saldo.
Kurangi atau, kalau bisa, hentikan dulu langganan platform streaming musik atau film bulanan. Apalagi, kalau kamu jarang pakai layanannya. Biaya-biaya kecil ini kalau dikumpulkan ternyata bisa jadi angka yang cukup gede, lho.
Sebagai gantinya, cari hiburan yang jauh lebih murah atau bahkan gratis sama sekali. Sebagai contoh, kamu bisa pinjam buku di perpustakaan terdekat atau nonton konten edukasi gratis di YouTube.
5. Manfaatkan hak yang kamu miliki

Manfaatkan hak yang kamu miliki | Sumber: Unsplash.com/vladdeep
Tau, nggak, kalau karyawan yang terkena PHK punya hak soal pesangon? Kamu bisa memanfaatkan hal tersebut buat memenuhi kebutuhan selama belum punya sumber pemasukan stabil.
Segera urus uang pesangon atau uang penghargaan masa kerja dari tempat kerja lama kamu. Terus, gunakan uangnya untuk kebutuhan penting seperti perawatan medis.
Ngomongin soal perawatan medis, jangan lupa cek juga status BPJS Kesehatan dan BPJS Ketenagakerjaan milikmu, terutama buat klaim Jaminan Kehilangan Pekerjaan (JKP). Soalnya, kamu tetap butuh perlindungan medis kalau tiba-tiba jatuh sakit di masa transisi ini.
BACA JUGA: Cara Mengatur Uang Jajan Bulanan
Kena PHK bukan berarti kamu cuma bisa menyerah dan berdiam diri, kok.
Justru, dengan menerapkan cara mengatur keuangan setelah terkena PHK yang udah disebutin, kamu bisa bangkit lagi dan dapetin karier yang lebih baik. Semuanya kembali lagi pada seberapa kuat niatmu untuk tetap disiplin dan berhemat.
Sekarang, kamu nggak perlu repot-repot memantau pengeluaran secara manual. Soalnya, udah ada fitur Laporan Pengeluaran di aplikasi GoPay yang praktis banget! Kamu bisa lihat setiap Rupiah yang keluar dengan gampang karena semua transaksi udah otomatis tercatat.







