Baru masuk awal bulan, saldo di rekening tiba-tiba udah raib. Kamu nggak sendirian! Fenomena uang numpang lewat ini memang sering banget dialami oleh siapa saja. Bahkan, nominal uang besar juga nggak luput. Maka dari itu, kamu perlu mengetahui cara mengatur uang jajan bulanan dengan tepat.
Pasalnya, kalau kamu terus-menerus membiarkan uang jajan habis sebelum waktunya, kamu bakal terjebak dalam siklus stres setiap akhir bulan. Padahal, dengan sedikit strategi dan disiplin, kamu bisa tetap jajan enak tanpa harus mengorbankan tabungan atau makan mi instan melulu di tanggal tua.
BACA JUGA: Tips Atur Keuangan untuk Hiburan
1. Tentukan batas pengeluaran harian

Bagaimana Cara Mengatur Uang Jajan Bulanan | Sumber: Unsplash.com/windows
Kesalahan paling umum adalah membiarkan uang mengalir begitu saja tanpa rencana. Kamu mungkin berpikir, "Ah, uangnya masih ada kok!"
Tapi, tanpa budget yang tertulis, kamu jadi nggak punya batasan yang jelas. Akibatnya, kamu lebih gampang tergoda menghabiskan uang untuk belanja atau nongkrong berlebihan.
Pernah dengar istilah Latte Factor? Ini adalah pengeluaran-pengeluaran kecil yang sering kita anggap remeh, padahal kalau dijumlahkan totalnya bakal bikin kaget. Misalnya, beli kopi kekinian setiap hari, langganan parkir yang sebenarnya bisa dihindari, sampai jajan cemilan di minimarket setiap kali lewat.
Nominalnya mungkin cuma Rp15.000 atau Rp20.000 sekali bayar, tapi kalau dikali 30 hari, totalnya bisa mencapai ratusan ribu rupiah.
Cara mengatur uang jajan bulanan yang paling ampuh adalah membagi total uang jajanmu dengan jumlah hari dalam sebulan. Tentunya, setelah dikurangi kewajiban seperti biaya kost atau transportasi tetap, ya!
Misalnya, jatah jajan bersihmu adalah Rp1.500.000 per bulan. Artinya, batas pengeluaran harianmu adalah Rp50.000. Jika hari ini kamu menghabiskan Rp70.000, berarti besok kamu harus menghemat dan hanya boleh bertransaksi Rp30.000.
2. Prioritaskan kebutuhan daripada keinginan

Bagaimana Cara Mengatur Uang Jajan Bulanan | Sumber: Unsplash.com/joshrh19
Gaya hidup konsumtif seringkali dipicu oleh rasa takut ketinggalan tren atau FOMO (Fear of Missing Out). Kamu beli barang bukan karena butuh, tapi karena lagi viral atau biar kelihatan keren di depan teman-teman.
Padahal, kepuasan dari belanja barang tersier itu biasanya cuma sebentar, tapi dampaknya ke kantong bisa terasa berbulan-bulan.
Jadi, nggak kalah penting, bedakan mana yang butuh dan mana yang ingin. Kebutuhan adalah hal-hal yang bisa mengganggu kesehatan dan kenyamananmu jika nggak terpenuhi, seperti makan sehat, biaya transportasi, dan pulsa internet untuk kerja atau belajar.
Di sisi lain, keinginan adalah hal-hal ekstra seperti ganti casing HP baru atau beli sneakers model terbaru padahal yang lama masih bagus.
Untuk mengetahui apakah barang tersebut benar-benar kamu butuhkan, coba terapkan aturan 24 jam. Kalau kamu pengen beli sesuatu, tunggu 24 jam dulu. Biasanya setelah lewat sehari, keinginan itu bakal berkurang atau bahkan hilang.
3. Sisihkan untuk tabungan kecil

Bagaimana Cara Mengatur Uang Jajan Bulanan | Sumber: Unsplash.com/towfiqu999999
Kebanyakan dari kita mungkin punya prinsip "Tabung sisanya saja." Masalahnya, kalau kamu menunggu akhir bulan untuk menabung, kemungkinan besar uangnya sudah habis terpakai untuk hal-hal yang kurang penting.
Idealnya, kamu harus menyisihkan minimal 10% hingga 20% dari total uang jajanmu untuk tabungan atau dana darurat. Kalau kamu merasa 20% terlalu berat, mulailah dari 5% saja dulu yang penting konsisten.
Berapa pun persentase yang kamu tentukan, pastikan segera dipisahkan dari rekening belanja langsung menerima uang jajan.
Sebaiknya, uang tabungan ini jangan pernah disentuh kecuali untuk keadaan yang benar-benar mendesak. Contohnya, buat perawatan medis di rumah sakit, perbaikan kendaraan buat berangkat kerja, renovasi rumah, dan lain-lain. Intinya, jangan dipakai buat jajan.
BACA JUGA: Cara Hemat Nongkrong Bareng Teman
4. Pastikan tidak ada pembelian berulang yang tidak dibutuhkan

Bagaimana Cara Mengatur Uang Jajan Bulanan | Sumber: Unsplash.com/popcornmatch
Zaman sekarang, hampir semua layanan berbasis langganan. Mungkin saja kamu berlangganan layanan streaming musik, film, battle pass game, atau edit foto/video? Coba cek lagi di App Store atau Play Store HP-mu untuk memastikan adakah layanan yang jarang kamu pakai.
Mungkin kamu langganan dua platform streaming film, padahal waktumu cuma cukup buat nonton di satu platform saja. Apalagi, kalau sampai melewati masa free trial tanpa menghentikan pembayaran. Padahal, mematikan satu atau dua langganan yang nggak perlu bisa bikin uang jajanmu bersisa lebih banyak di akhir bulan.
5. Manfaatkan aplikasi pembayaran digital

Bagaimana Cara Mengatur Uang Jajan Bulanan | Sumber: Unsplash.com/plhnk
Kalau kamu sering bingung uang Rp100 ribu kemarin dipakai untuk apa aja, besar kemungkinan kamu jarang mencatat pengeluaran. Tanpa catatan, kamu nggak akan tahu bocor halus di keuanganmu ada di mana.
Kalau diterapkan pada semua transaksi, nggak kebayang total pemborosannya bakal sebesar apa!
Untungnya, teknologi ada untuk memudahkan hidup, termasuk dalam urusan duit. Aplikasi pembayaran digital atau e-wallet zaman sekarang bukan cuma buat bayar ini itu pakai promo diskon dan cashback yang menggiurkan, lho!
Justru, ada banyak fitur canggih di dalamnya untuk cara mengatur uang jajan bulanan, misalnya pencatatan transaksi secara otomatis, filter kategori transaksi, hingga grafik total pengeluaran per minggu atau bulan.
BACA JUGA: Tips Atur Budget Skincare
Kunci dari cara mengatur uang jajan bulanan ada pada kesadaran dan disiplin. Kamu nggak perlu jadi orang pelit yang nggak pernah jajan sama sekali, tapi jadilah orang yang sadar ke mana perginya setiap rupiah yang kamu punya.
Caranya, mulailah dengan membuat budget, tentukan prioritas, tabung uang jajan di awal bulan, dan selalu pantau pengeluaranmu.
Nah, biar kamu gak ribet lagi mencatat uangmu pergi ke mana secara manual pakai kertas dan pulpen, kamu bisa banget pakai aplikasi GoPay.
Soalnya, GoPay punya fitur Laporan Pengeluaran untuk merekap semua transaksi yang kamu lakukan, membaginya dalam sejumlah kategori, dan menampilkan total pengeluaranmu dalam sebulan. Jadi, kamu bisa lihat secara visual pengeluaranmu paling banyak untuk apa aja.
Yuk, mulai atur pengeluaran harianmu dengan lebih bijak dan manfaatkan fitur Laporan Pengeluaran di aplikasi GoPay biar dompetmu tetap sehat sampai tanggal tua nanti!






-small.webp)
