Nggak kerasa, hari Ramadan udah hampir di depan mata, nih! Selain persiapan mental dan fisik untuk beribadah, ada satu hal lagi yang biasanya bikin deg-degan, yaitu kondisi rekening.
Walaupun kita berpuasa dan frekuensi makan berkurang, pengeluaran di bulan ini seringkali justru melonjak drastis dibandingkan bulan-bulan biasanya. Sehingga, kamu perlu cara mengatur keuangan di bulan Ramadan.
Tenang, mengatur keuangan di bulan Ramadan bukan berarti kamu harus jadi pelit dan nggak menikmati suasana hari raya, kok. Justru, dengan strategi mengelola keuangan yang bijak, momen penuh berkah ini nggak berakhir dengan penyesalan saat melihat tagihan di akhir bulan.
BACA JUGA: Tema Bukber Seru
Pengeluaran Tambahan Paling Sering Muncul di Bulan Ramadan

Pengeluaran Tambahan Paling Sering Muncul di Bulan Ramadan | Sumber: Unsplash.com/socreativeagy
Apa aja sih, pengeluaran yang biasanya bikin kantong jebol selama bulan puasa? Pertama, tentu saja urusan perut.
Takjil yang harganya cuma Rp5.000-an sampai Rp10.000-an memang terlihat kecil. Namun, kalau kamu terus-terusan beli setiap hari, tanpa sadar bakal menumpuk jadi angka yang lumayan. Belum lagi godaan untuk memesan makanan via aplikasi online karena malas masak untuk sahur atau berbuka.
Selain itu, masih ada undangan buka puasa bersama alias bukber yang berderet. Pada acara tersebut, kamu harus mengeluarkan cukup banyak uang untuk pesan makanan di restoran, transportasi ke tempat bukber, dan mungkin godaan untuk belanja kecil-kecilan di mall habis belanja.
Terus, jangan lupakan juga pengeluaran untuk menyambut Idulfitri seperti baju baru, kue kering, hampers untuk kerabat, dekorasi Ramadan, uang angpao untuk sanak saudara, hingga dana transportasi untuk mudik.
Cara Mengatur Keuangan di Bulan Ramadan
Jadi, bagaimana cara mengatur keuangan di bulan Ramadan biar semua kebutuhan tetap terpenuhi dan dompet pun aman? Gampang, coba aja tips ini!
1. Buat budget dan rekening khusus Ramadan

Cara Mengatur Keuangan di Bulan Ramadan | Sumber: Unsplash.com/jakubzerdzicki
Bicara soal cara mengatur keuangan di bulan Ramadan, tentu kita nggak bisa melupakan budgeting. Ini merupakan langkah paling penting karena budget akan menentukan batas pengeluaran per kategori supaya uang nggak cepat habis.
Kuncinya, coba pisahkan antara kebutuhan rutin bulanan (seperti bayar kos, listrik, atau cicilan) dengan dana khusus Ramadan. Kalau perlu, kamu bisa buat rekening khusus agar uangnya nggak tercampur. Masukkan estimasi biaya takjil harian, budget bukber (misalnya dibatasi maksimal 3 kali selama sebulan), dan biaya belanja bahan makanan ekstra.
2. Prioritaskan pengeluaran untuk kebutuhan

Cara Mengatur Keuangan di Bulan Ramadan | Sumber: Unsplash.com/yiquanzhang
Selama bulan Ramadan, batas antara kebutuhan dan keinginan seringkali jadi kabur. Membeli makanan bergizi untuk sahur dan buka adalah kebutuhan, tapi membeli tiga jenis minuman manis dan lima jenis gorengan setiap sore itu namanya keinginan.
Supaya lebih hemat, fokuskan uangmu untuk hal-hal yang penting dulu. Ingat, esensi Ramadan adalah menahan diri, dan itu juga berlaku untuk urusan finansial. Saat kamu tergoda beli barang diskonan di marketplace, tanyakan ke diri sendiri: "Ini beneran butuh sekarang, atau cuma karena mumpung murah?"
3. Belanja kebutuhan Ramadan secara bertahap

Cara Mengatur Keuangan di Bulan Ramadan | Sumber: Unsplash.com/nicotitto
Banyak orang punya kebiasaan belanja barang kebutuhan seperti sembako, produk kebersihan, dan lainnya secara borongan tepat satu atau dua hari sebelum Ramadan dimulai. Padahal, harga barang pada saat itu biasanya lebih mahal karena tingginya permintaan.
Jadi, cara mengatur keuangan di bulan Ramadan yang lebih cerdas adalah dengan menyicil belanjaan jauh-jauh hari atau secara bertahap. Misalnya, kamu bisa beli bumbu dapur tahan lama, beras, minyak goreng, dan stok makanan beku seminggu sebelum puasa.
Selain kesempatan mendapatkan harga yang lebih kompetitif, kamu juga terhindar dari kerumunan di pasar atau supermarket yang biasanya sangat padat menjelang hari H Idulfitri.
4. Sisihkan uang untuk zakat dan sedekah

Cara Mengatur Keuangan di Bulan Ramadan | Sumber: Unsplash.com/deskijayantoro
Ramadan adalah bulannya berbagi. Jangan sampai kamu asyik mengatur urusan konsumsi sampai melupakan kewajiban zakat fitrah, zakat mal, atau keinginan untuk bersedekah. Supaya nggak lupa, masukkan komponen tersebut ke dalam rencana keuanganmu sejak awal bulan.
Dengan kata lain, jangan menunggu uang sisa di akhir bulan untuk bersedekah karena biasanya uangnya malah nggak akan pernah bersisa. Sebaliknya, sisihkan sekitar 10% sampai 20% dari total gajimu di awal bulan untuk zakat dan sedekah agar ibadahmu pun jadi lebih tenang.
5. Utamakan memasak hidangan sendiri

Cara Mengatur Keuangan di Bulan Ramadan | Sumber: Unsplash.com/nurlanisazade
Berbuka puasa atau jajan takjil di luar memang praktis. Tapi, kalau dilakukan terus-menerus, selisih biayanya bisa buat tabungan masa depan, lho! Sebaliknya, memasak sendiri di rumah jauh lebih hemat dan kesehatan makanannya lebih terjamin.
Soalnya, kamu bisa mengontrol penggunaan garam, gula, dan minyak. Selain itu, momen memasak bareng keluarga atau teman kos juga bisa jadi kegiatan ngabuburit yang seru dan produktif.
Kalau kamu merasa nggak punya banyak waktu, jangan khawatir. Kamu dapat mencoba teknik food preparation di akhir pekan, jadi kamu tinggal panaskan makanannya di oven atau kompor menjelang waktu makan.
BACA JUGA: Menu Buka Puasa Sederhana dan Praktis
6. Buat perencanaan menu dan porsi hidangan Ramadan

Cara Mengatur Keuangan di Bulan Ramadan | Sumber: Unsplash.com/swell
Masak makanan sendiri untuk sahur dan berbuka memang lebih hemat. Namun, tanpa perencanaan yang tepat, ini bisa menjadi sumber pemborosan yang cukup besar. Untuk mengatasinya, kamu perlu melakukan meal planning.
Sering kali kita beli bahan makanan berlebih yang akhirnya basi di kulkas karena nggak sempat dimasak atau kita bosan. Namun, dengan membuat daftar menu untuk seminggu ke depan, kamu tahu persis apa saja yang perlu dibeli saat ke pasar.
Selain itu, perhatikan porsi yang disajikan terlepas dari apakah kamu berbuka sama keluarga inti aja atau ngundang lebih banyak orang ke rumahmu. Saat lapar, kita cenderung memasak dalam jumlah besar.
Padahal, pas waktu berbuka tiba, perut kita kapasitasnya terbatas. Jadi, perhitungkan bahan yang kamu perlukan untuk jumlah porsi agar nggak ada sisa makanan yang terbuang.
7. Evaluasi pengeluaran setiap minggu

Cara Mengatur Keuangan di Bulan Ramadan | Sumber: Unsplash.com/black0ut
Cara mengatur keuangan di bulan Ramadan yang terakhir adalah jangan tunggu sampai rekening kosong dulu baru cek catatan keuangan. Biasakan untuk mengevaluasi pengeluaranmu setiap akhir pekan untuk melihat mana pengeluaran yang sudah sesuai rencana dan mana yang melenceng.
Misalnya, kalau ternyata budget bukber kamu sudah habis di minggu kedua, berarti di minggu ketiga dan keempat kamu harus lebih disiplin untuk makan di rumah. Evaluasi ini penting supaya kamu bisa melakukan penyesuaian sebelum semuanya terlambat.
BACA JUGA: Apa Itu Mudik
Jadi, bagaimana cara mengatur keuangan di bulan Ramadan? Utamakan kebutuhan, buat budget yang jelas, dan cek pengeluaran secara rutin. Kalau kamu disiplin menerapkannya, kamu bisa menjalani bulan puasa dengan lebih khusyuk dan tenang.
Nah, supaya kamu nggak ribet mencatat secara manual dan bingung uangnya lari ke mana saja, kamu bisa manfaatkan fitur Laporan Pengeluaran di aplikasi GoPay!
Fitur ini akan secara otomatis mencatat setiap transaksi yang kamu lakukan menggunakan GoPay. Kamu bisa melihat kategori pengeluaranmu, mulai dari makanan, transportasi, sampai tagihan, semuanya tersaji dalam grafik yang mudah dipahami. Jadi, kamu nggak perlu lagi menebak-nebak kenapa uangmu cepat habis.
Yuk, mulai kelola keuanganmu dengan lebih bijak mulai sekarang pakai aplikasi GoPay! Selamat menjalankan ibadah puasa, dan semoga Ramadan tahun ini membawa keberkahan buat ibadahmu sekaligus kesehatan buat finansialmu!






-small.webp)
