Cara Mengenali Customer Service Palsu agar Tidak Tertipu

2 February 2026

•

3 min

Cara mengenali customer service palsu

Pernah tiba-tiba dihubungi oleh nomor asing yang mengaku dari pihak bank atau aplikasi belanja online? Waspadalah! Berdasarkan pernyataan dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK), jumlah kasus penipuan digital di Indonesia bisa mencapai 700 hingga 800 kasus dalam sehari. Mirisnya, sebagian besar dari kasus tersebut menggunakan modus customer service bodong, jadi kamu perlu tahu cara mengenali customer service palsu.

Selain jago ngomong, para penipu itu juga cukup pintar bikin tampilan akun media sosial dan halaman web palsu yang mirip banget sama aslinya. Banyak orang yang akhirnya keceplosan kasih data penting karena merasa sedang bicara dengan petugas resmi. Nah, biar kamu nggak jadi korban selanjutnya, simak tips membedakannya di sini!

BACA JUGA: Cara Membedakan Customer Service GoPay dari yang Palsu

1. Menghubungi lebih dulu tanpa diminta

Ciri-ciri Customer Service Palsu

Ciri-ciri Customer Service Palsu | Sumber: Freepik.com/benzoix

Ini adalah red flag nomor satu. Secara SOP (Standard Operating Procedure), pihak resmi jarang banget menghubungi nasabah atau pengguna lebih dulu kecuali kamu memang punya laporan yang sedang diproses. 

Biasanya, kalau ada pengumuman penting, perusahaan akan mengirimkannya lewat notifikasi resmi di aplikasi, email resmi berdomain perusahaan (bukan Gmail atau Yahoo!), atau lewat SMS dengan nomor dan nama perusahaan. Bukan nomor HP biasa!

Kalau tiba-tiba ada CS yang nge-chat atau telepon bilang ada masalah padahal kamu nggak ngerasa lapor apa-apa, fiks itu adalah CS palsu.

2. Menggunakan nada mendesak atau menakut-nakuti

Ciri-ciri Customer Service Palsu

Ciri-ciri Customer Service Palsu | Sumber: Freepik.com/benzoix

Penipu itu butuh kamu bertindak cepat tanpa sempat berpikir jernih. Dalam psikologi, ini disebut dengan Social Engineering. Saat kamu panik, otak kamu nggak bakal sempat ngecek apakah ini nomor asli atau bukan.

Jadi, mereka bakal menyerang sisi emosional kamu, terutama rasa takut. Misalnya, dengan kalimat seperti, "Akun Anda akan diblokir dalam 30 menit jika tidak melakukan verifikasi!" atau "Ada transaksi mencurigakan senilai 5 juta rupiah di akun Anda!"

Terkadang, mereka juga menggunakan modus transaksi mencurigakan senilai jutaan rupiah atau klaim hadiah undian besar yang akan hangus kalau nggak segera diproses. Nada bicara mereka bakal bikin kamu merasa terpojok atau justru terlalu senang sampai kehilangan logika. 

Ingat, perusahaan besar nggak akan memberikan ancaman seperti itu lewat telepon atau chat personal. Sebab, mereka punya sistem keamanan otomatis yang bekerja tanpa harus meneror penggunanya.

3. Meminta data sensitif

Ciri-ciri Customer Service Palsu

Ciri-ciri Customer Service Palsu | Sumber: Unsplash.com/szolkin

Ingat, customer service resmi nggak akan pernah meminta OTP (One-Time Password), PIN, password, atau kode CVV kartu kredit kamu. Data-data ini sifatnya rahasia banget dan cuma kamu yang boleh tahu. 

Salah satu cara mengenali customer service palsu adalah dengan memperhatikan apa yang mereka minta di akhir percakapan. Penipu akan selalu mengarahkan pembicaraan ke arah verifikasi data yang ujung-ujungnya meminta kode OTP dengan alasan untuk membatalkan transaksi palsu. 

Jangan pernah percaya karena begitu kamu memberikan kode tersebut, saldo kamu bisa langsung ludes.

Justru, CS asli cuma butuh nama lengkap atau nomor tiket laporan kamu, bukan kunci masuk ke akun keuanganmu. Jadi, kalau ada yang minta kode 6 angka yang masuk lewat SMS, langsung tutup teleponnya!

4. Mengarahkan pengguna klik link atau install aplikasi mencurigakan

Ciri-ciri Customer Service Palsu

Ciri-ciri Customer Service Palsu | Sumber: Unsplash.com/whitelist

Terkadang, penipu yang menyamar jadi CS palsu akan mengirim link yang alamatnya aneh (contohnya, ada typo sedikit atau pakai ekstensi yang jarang ditemukan). Bahkan, nggak menutup kemungkinan mereka akan menyuruhmu install file APK. 

Hati-hati, website palsu dan file APK itu bisa jadi malware yang bakal nyedot semua data di smartphone kamu, termasuk SMS OTP bank. Sebaliknya, CS asli bakal nyuruh kamu pakai aplikasi resmi yang ada di Play Store atau App Store, bukan kirim file mentah lewat WhatsApp.

5. Gaya bahasa kurang profesional

Ciri-ciri Customer Service Palsu

Ciri-ciri Customer Service Palsu | Sumber: Unsplash.com/machec

Perusahaan besar punya standar branding dan komunikasi yang sangat ketat. Jadi, tim CS asli udah dilatih untuk bicara dengan sopan, rapi, dan menggunakan bahasa Indonesia yang baik.

Untuk cara mengenali customer service palsu dari komunikasi mereka, kamu bisa memperhatikan detail kecil seperti typo yang bertebaran. Sebab, penipu sering kali terburu-buru saat beraksi.

Selain itu, penggunaan bahasa alay atau singkatan seperti "yg", "blm", dan "sy" serta penggunaan emoji yang berlebihan juga pertanda CS palsu.

Nggak kalah penting, kamu juga perlu mengecek foto profil mereka. Biasanya, logo perusahaan yang digunakan berkualitas rendah atau pecah karena hasil tangkapan layar. 

Jangan terkecoh dengan gambar centang biru di foto profil karena centang biru yang asli seharusnya berada di sebelah nama akun sebagai tanda verifikasi resmi dari platform media sosial tersebut.

BACA JUGA: Tips Melindungi Akun E-Wallet Sebelum Terkena Hack

Di zaman sekarang, cara mengenali customer service palsu adalah skill bertahan hidup digital yang wajib dimiliki semua orang. Para pelaku kejahatan siber nggak akan pernah berhenti mencari cara baru buat menipu, tapi selama kamu punya edukasi yang cukup dan tetap tenang, mereka nggak akan bisa menyentuh akunmu.

Untuk menghindari penipuan berkedok customer service palsu, selalu cek kanal resmi, jangan bagikan data sensitif kepada siapa pun, segera hentikan komunikasi yang mencurigakan, dan verifikasi nomor yang digunakan CS.

Kalaupun kamu dihubungi oleh nomor atau akun yang nggak dikenal, sebaiknya jangan direspons. Selain itu, ingatlah bahwa perusahaan layanan keuangan yang baik selalu memprioritaskan keamanan penggunanya. 

Salah satu contohnya adalah GoPay yang sudah menyediakan kanal komunikasi resmi dan sistem Trust & Safety yang super ketat untuk melindungi setiap transaksi kamu. 

GoPay punya tim customer service yang bekerja 24/7 buat memastikan semua pengguna aman dari gangguan pihak-pihak nggak bertanggung jawab. Kalau kamu butuh bantuan terkait GoPay, pastikan cuma lewat email customerservice@gopay.co.id, nomor Call Center 1500729, atau media sosial resmi seperti Instagram @gopayindonesia yang sudah terverifikasi. Stay safe dan selalu waspada, ya!

Artikel Terkait