Cara Menghindari Social Engineering yang Mengatasnamakan E-Wallet

21 July 2026

4 min

cara menghindari penipuan social engineering e-wallet

Ringkasan

  • Ancaman Manipulasi Psikologis: Social engineering menjadi senjata utama penipu yang menyamar sebagai CS e-wallet dengan memanfaatkan kepanikan atau iming-iming hadiah untuk mencuri data sensitif korban.
  • 5 Langkah Tangkal Penipuan: Proteksi akun dapat dilakukan dengan memverifikasi riwayat transaksi secara berkala, melakukan konfirmasi ke kanal resmi bercentang biru, merahasiakan kode OTP, menghindari tautan asing (link palsu), serta mengaktifkan proteksi biometrik.
  • Sistem Keamanan Berlapis: Melindungi saldo kini makin praktis berkat dukungan sistem Trust & Safety serta fitur keamanan Touch ID dan Face ID yang bisa diaktifkan langsung di Aplikasi GoPay.

Disclaimer: Ringkasan ini dibuat menggunakan Kecerdasan Buatan (AI)


Pernah terima telepon, chat, atau DM yang mengaku dari customer service (CS) aplikasi e-wallet? Hati-hati, bisa jadi itu adalah social engineering

Social engineering adalah metode penipuan yang memanipulasi korban agar sukarela membagikan data penting, seperti password atau kode OTP. Pelaku biasanya pura-pura jadi pihak yang tepercaya, termasuk CS e-wallet

Mereka bakal menawarkan hadiah, mengaku ada masalah pada akunmu, atau menciptakan situasi palsu yang terlihat mendesak. Tujuannya biar kamu panik dan mengikuti instruksi mereka tanpa pikir panjang.

Kalau sampai berhasil, dampaknya nggak main-main, lho. Akun e-wallet-mu bisa diambil alih, data pribadimu disalahgunakan, dan saldomu terkuras habis. Kabar baiknya, ada sejumlah cara menghindari penipuan social engineering e-wallet. Apa aja?

BACA JUGA: Cara Mengenali Customer Service Palsu

1. Selalu periksa riwayat transaksi dan komunikasi 

Selalu periksa riwayat transaksi dan komunikasi

Selalu periksa riwayat transaksi dan komunikasi | Sumber: Unsplash.com/mr_fresh

Wajar, kok, kalau kamu panik saat tiba-tiba ada “petugas CS” e-wallet yang bilang bahwa akunmu bakal diblokir atau ada transaksi mencurigakan. 

Tapi, jangan langsung percaya gitu aja. Sebelum melakukan apa pun, segera cek riwayat transaksi di aplikasi e-wallet-mu. Dari sini, kamu bisa lihat apakah memang benar ada transaksi yang nggak kamu kenali.

Kemudian, periksa juga riwayat email, chat, maupun SMS dari akun resmi e-wallet. Kalau ternyata nggak ada aktivitas yang sesuai sama klaim mereka, kemungkinan besar itu adalah modus penipuan social engineering.

Sebagai langkah antisipasi, periksa riwayat transaksimu secara berkala dan aktifkan notifikasi transaksi. Jadi, semisal ditemukan transaksi mencurigakan, kamu bisa langsung ambil tindakan sebelum dampaknya makin besar.

2. Konfirmasi kembali dengan CS resmi e-wallet

Konfirmasi kembali dengan CS resmi e-wallet

Konfirmasi kembali dengan CS resmi e-wallet | Sumber: Pexels.com/mart-production

Dapat telepon, chat, atau DM dari orang yang mengaku-ngaku CS e-wallet? Jangan buru-buru percaya! Apalagi, kalau mereka sampai meminta data pribadi atau mengarahkanmu buat melakukan tindakan tertentu.

Karena itu, cara menghindari penipuan social engineering e-wallet adalah konfirmasi langsung ke CS resmi e-wallet. Hubungi mereka melalui aplikasi atau saluran resmi yang tersedia, seperti nomor call center atau WhatsApp bercentang biru.

Tanyakan apakah benar ada masalah dengan akun e-wallet-mu, atau apakah informasi yang kamu terima memang berasal dari pihak resmi.

3. Jangan bagikan OTP dan data pribadi

Jangan bagikan OTP dan data pribadi

Jangan bagikan OTP dan data pribadi | Sumber: Unsplash.com/purzlbaum

OTP termasuk salah satu data sensitif yang sifatnya personal banget dan nggak boleh diketahui siapa pun. Makanya, jangan pernah membagikan kode tersebut ke siapa pun, termasuk orang yang mengaku sebagai CS e-wallet.

Biasanya, pelaku social engineering sering mengarang cerita biar kamu panik dan mau ngasih kode OTP secara sukarela. Misalnya, untuk klaim hadiah, verifikasi akun, atau membatalkan transaksi.

Kalau sampai kamu memberikan OTP, mereka bakal langsung mengambil alih akun e-wallet-mu buat menguras saldo atau melakukan transaksi tanpa izin.

Ingat, CS resmi nggak bakal pernah meminta kode OTP ke pengguna, baik melalui telepon, chat, email, maupun SMS. Jadi, kalau ada orang yang minta, sebaiknya langsung abaikan aja, ya!

4. Jangan sembarangan klik link

Jangan sembarangan klik link

Jangan sembarangan klik link | Sumber: Pexels.com/jeswin

Pelaku social engineering juga sering mengirim link palsu yang sekilas terlihat seperti situs resmi. Terus, buat memancing kamu biar mau membukanya, mereka bakal pakai alasan tertentu seperti klaim hadiah, pembaruan data, atau aktivitas fitur eksklusif.

Padahal, begitu diklik, link tersebut bakal membawamu ke website palsu yang bisa mencuri data login-mu. Kemudian, mereka menggunakan data tersebut untuk mengambil alih akunmu dan menguras saldo.

Untungnya, ada cara menghindari penipuan social engineering e-wallet yang melibatkan link palsu seperti ini. Sebelum klik link apa pun, cek dulu alamat website-nya. 

Kalau memakai domain yang nggak resmi, terlihat aneh, atau berasal dari pengirim yang nggak dikenal, sebaiknya jangan dibuka. Hal ini juga berlaku buat link pendek (shortlink), ya!

Semisal kamu memang butuh mengakses layanan e-wallet, buka langsung aplikasi resminya atau ketik sendiri alamat website resmi di browser perangkatmu.

5. Pastikan fitur keamanan akun aktif 

Pastikan fitur keamanan akun aktif

Pastikan fitur keamanan akun aktif | Sumber: Unsplash.com/danny144

Last but not least, aktifkan sebanyak mungkin fitur keamanan pada akun e-wallet-mu. Terapkan fitur two-factor authentication (2FA) agar orang lain sulit mengakses akunmu tanpa kode verifikasi tambahan.

Buatlah password yang unik dan kuat dengan kombinasi huruf kecil dan besar, angka, dan simbol. Hindari memakai informasi yang gampang ditebak, seperti tanggal lahir atau nama keluarga.

Selain itu, gunakan juga fitur biometrik seperti Face ID dan fingerprint jika tersedia. Pertimbangkan pula aplikasi autentikator yang menghasilkan kode verifikasi dari perangkatmu langsung, sehingga bakal sulit diakses orang lain.

BACA JUGA: Modus Penipuan Online

Terapkan cara menghindari penipuan social engineering e-wallet di atas agar akun GoPay-mu lebih aman. Selalu waspada dan hanya gunakan channel resmi GoPay untuk keamanan transaksi. 

Meski begitu, kamu nggak perlu terlalu khawatir karena GoPay udah dilengkapi sistem Trust & Safety yang kuat. Sistem ini berfungsi melindungi akun dan transaksimu secara menyeluruh.

Mau lebih aman? Aktifkan fitur Touch ID dan Face ID, sehingga cuma kamu yang bisa mengakses e-wallet-mu. Yuk, tingkatkan keamanan akun GoPay-mu sekarang juga!

FAQ Cara Menghindari Penipuan Social Engineering E-Wallet

Q: Mengapa pelaku social engineering sering membuat skenario yang terdengar sangat mendesak?
A: Pelaku sengaja menciptakan situasi darurat (seperti ancaman akun diblokir atau transaksi ilegal) untuk memicu kepanikan instan. Saat korban panik, logika mereka akan melemah sehingga cenderung mengikuti instruksi pelaku tanpa pikir panjang, termasuk menyerahkan data rahasia seperti OTP atau PIN.

Q: Apa tindakan pertama yang harus dilakukan jika menerima pesan bahwa akun e-wallet kita bermasalah?
A: Jangan langsung panik atau membalas pesan tersebut. Tindakan pertama yang wajib dilakukan adalah membuka langsung aplikasi e-wallet Anda secara mandiri untuk memeriksa riwayat transaksi dan notifikasi resmi di dalamnya. Jika tidak ada kejanggalan, Anda bisa memastikan bahwa pesan tadi adalah penipuan.

Q: Bagaimana cara membedakan customer service yang asli dengan yang palsu saat dihubungi lewat WhatsApp?
A: CS resmi dari institusi terpercaya atau penyedia layanan e-wallet selalu menggunakan akun bisnis resmi yang memiliki tanda verifikasi berupa centang biru. Selain itu, petugas CS yang asli tidak akan pernah meminta data pribadi yang bersifat rahasia seperti kode OTP, PIN, atau password dengan alasan apa pun.

Q: Mengapa mengklik link atau shortlink dari orang tidak dikenal sangat berbahaya bagi keamanan saldo e-wallet?
A: Tautan atau shortlink palsu tersebut biasanya mengarah ke situs phishing yang tampilannya dibuat sangat mirip dengan website resmi. Jika Anda memasukkan data login atau data pribadi di sana, pelaku akan langsung merekamnya untuk membobol akun e-wallet Anda dan menguras habis saldo di dalamnya.

Q: Fitur keamanan apa saja yang bisa diaktifkan di Aplikasi GoPay untuk mencegah pengambilalihan akun?
A: Anda sangat disarankan untuk mengaktifkan fitur keamanan biometrik seperti Touch ID (sidik jari) dan Face ID (pengenalan wajah) di dalam Aplikasi GoPay. Dengan begitu, aplikasi tidak akan bisa diakses atau digunakan untuk bertransaksi oleh orang lain meskipun HP Anda berada di tangan mereka.

Artikel Terkait