Ini 5 Kesalahan Umum Saat Transfer Uang Digital & Cara Menghindarinya

28 February 2026

5 min

Kesalahan Saat Transfer Uang Digital

Di zaman sekarang, siapa sih, yang nggak pakai dompet digital? Semuanya serba cepat, praktis, dan bisa dilakukan sambil rebahan. Mau bayar tagihan, jajan minuman kekinian, sampai kirim ke keluarga, kamu tinggal klik-klik dan uangnya langsung sampai. 

Tapi, di balik segala kemudahan itu, ada satu tantangan besar: kecepatan. Karena prosesnya yang instan, sering kali kita jadi kurang teliti dan terburu-buru. Akibatnya, risiko melakukan kesalahan saat transfer uang digital jadi meningkat drastis. 

Sekali salah klik, saldo kamu bisa aja nyasar ke tempat yang nggak seharusnya. Supaya saldo tetap aman, yuk, kita simak apa aja kesalahan saat transfer uang digital yang sering terjadi dan bagaimana cara menghindarinya di sini!

BACA JUGA: Tips Melindungi Akun E-Wallet

1. Salah input nomor atau akun

Salah input nomor atau akun

Salah input nomor atau akun | Sumber: Freepik.com/msgrowth

Kedengarannya sepele, tapi kesalahan saat transfer uang digital yang paling klasik adalah salah memasukkan nomor HP atau nomor rekening tujuan. Apalagi, kalau kamu mengetik nomor secara manual sambil melakukan hal lain. 

Nomor HP e-wallet biasanya terdiri dari 10 sampai 13 angka. Bayangin aja kalau satu angka saja terlewat atau tertukar. Uang kamu bisa mendarat di akun orang asing yang mungkin nggak akan mengembalikannya.

Misalnya, mungkin kamu lagi buru-buru mau bayar hutang ke teman sebesar Rp500.000. Kamu merasa hafal nomornya, lalu asal ketik saja: 0812-3456-7890. Padahal, nomor temanmu yang benar adalah 0812-3456-7809.

Setelah klik kirim, kamu baru sadar kalau angka di belakangnya tertukar. Panik? Pasti! Dan sayangnya, proses refund untuk kesalahan seperti ini sangat sulit dilakukan karena sistem menganggap transaksi tersebut sah.

Biar kamu nggak jadi korban jari jempol sendiri, mulailah membiasakan diri untuk selalu menggunakan fitur copy paste. Jangan pernah mengetik nomor secara manual kalau kamu bisa menyalinnya langsung dari chat atau kontak supaya lebih akurat.

Selain itu, kalau kamu sering transfer ke orang yang sama, sebaiknya langsung simpan nomor atau akunnya ke dalam daftar favorit atau kontak di dalam aplikasi agar besok-besok kamu tinggal mencari namanya saja tanpa input nomor lagi. 

Selain itu, kamu juga bisa menggunakan fitur scan kode QR terima uang milik orang tersebut kalau memang yang bersangkutan lagi di dekatmu. Cara ini jauh lebih aman daripada harus memasukkan sederet angka satu per satu.

2. Tidak cek nama penerima

Sering kali, banyak orang ngerasa udah memasukkan nomor dengan benar, lalu langsung menekan tombol "Kirim" tanpa melihat layar konfirmasi. 

Ini adalah kesalahan saat transfer uang digital yang sering kali disesali belakangan. Padahal, aplikasi biasanya selalu memunculkan nama pemilik akun sebelum transaksi diproses.

Anggap aja kamu pengen kirim uang ke seseorang bernama “Heru Setiono,” tapi ternyata di kontak aplikasi kamu ada dua nama Heru dengan inisial yang sama dan bahkan nama “Heri” yang beda tipis.

Kalau kamu nggak cek kembali nama lengkap atau inisial yang muncul di layar konfirmasi, kamu bisa aja transfer uang ke orang yang salah. Untuk mencegahnya, biasakan diri membaca nama yang muncul di layar konfirmasi dengan lantang maupun di dalam hati. 

Manfaatkan jeda satu atau dua detik di layar konfirmasi untuk melihat nama penerima sekali lagi secara teliti dan jangan biarkan mata kamu langsung loncat begitu saja ke tombol bayar. Hal ini bertujuan memastikan identitasnya udah benar-benar sesuai dengan orang yang kamu tuju. 

Kalau muncul nama yang nggak dikenal, jangan pernah ragu untuk langsung bertanya balik ke penerima demi mengonfirmasi identitas aslinya.

3. Salah ketik nominal uang

Salah ketik nominal uang

Salah ketik nominal uang | Sumber: Unsplash.com/bady

Pernah dengar cerita orang belanja online berujung salah ketik angka? Misalnya, mereka harus transfer uang sebesar Rp150.000. Karena jari mereka terlalu lincah, mereka menekan angka nol satu kali lagi sehingga menjadi Rp1.500.000. 

Kalau itu terjadi padamu dan saldo kamu mencukupi, sistem akan langsung memotongnya. Memang, kamu bisa minta pengembalian uang dari penjual, tapi prosesnya akan memakan waktu, tenaga, dan tentu saja bikin stres seharian.

Di Indonesia, penggunaan angka nol yang banyak sering kali bikin mata kita silap. Kurang satu nol artinya uang kurang, kelebihan satu nol artinya dompet jebol. Kesalahan ini sering terjadi karena kita pengen prosesnya cepat selesai.

Menghitung jumlah angka nol memang butuh konsentrasi ekstra, jadi pastikan kamu selalu memperhatikan tanda titik yang diberikan aplikasi sebagai pemisah ribuan. Dengan begitu, kamu nggak gampang terkecoh antara ratusan ribu dan jutaan rupiah. 

Saat sedang mengetik angka tersebut, cobalah untuk menyebutkan nominalnya dalam hati agar otak kamu bisa lebih sinkron dengan gerakan jari saat menekan layar ponsel.

Kalau memungkinkan, kamu juga bisa meminta si penerima untuk mengirimkan link tagihan atau fitur request money supaya nominalnya udah terisi secara otomatis.

4. Mengklik link instruksi palsu

Mengklik link instruksi palsu

Mengklik link instruksi palsu | Sumber: Unsplash.com/guerrillabuzz

Di era digital, penipuan bisa terjadi lewat link yang mencurigakan. Ini adalah salah satu bentuk kesalahan saat transfer uang digital yang paling berbahaya karena melibatkan pihak ketiga atau scammer.

Kamu mungkin pernah dapat chat WhatsApp dari profil dengan logo aplikasi dompet digital populer yang mengabari kalau akunmu bakal diblokir. Kecuali, kalau kamu melakukan verifikasi lewat link yang diberikan. 

Setelah kamu klik dan memasukkan data pribadi, bisa aja tiba-tiba saldo di akunmu terkuras habis. Soalnya, itu adalah situs palsu yang dirancang khusus untuk mencuri data login serta PIN rahasia milikmu.

Lantas, gimana cara menghindarinya? Abaikan  link apa pun dari sumber yang nggak dikenal karena pihak aplikasi resmi nggak akan pernah meminta data pribadi atau PIN melalui pesan chat. 

Kamu juga perlu selalu memastikan bahwa kamu hanya berinteraksi dengan akun resmi yang udah memiliki tanda centang biru sebagai bukti verifikasi. 

Satu hal penting lagi, jangan pernah membagikan kode OTP atau One Time Password kepada siapa pun dalam kondisi apa pun, bahkan jika orang tersebut mengaku-ngaku sebagai karyawan dari perusahaan dompet digital tersebut.

BACA JUGA: Modus Penipuan Online

5. Transfer dalam kondisi tidak fokus

Transfer dalam kondisi tidak fokus

Transfer dalam kondisi tidak fokus | Sumber: Freepik.com/benzoix

Kita sering merasa bangga bisa multitasking atau melakukan banyak hal sekaligus. Tapi, sebaiknya hindari ini saat kirim uang secara digital. Melakukan transaksi sambil mengobrol, menyetir, atau saat sedang emosional sering kali berujung pada kesalahan saat transfer uang digital.

Misalnya, sambil mengantre di kasir supermarket yang ramai, kamu mencoba transfer uang ke orang tua karena mendadak keingat. Karena suasana berisik dan kamu merasa harus buru-buru maju ke depan kasir, kamu melakukan semuanya tanpa konsentrasi penuh. 

Hasilnya, kamu salah memilih bank tujuan atau justru memasukkan nominal yang keliru karena perhatianmu terbagi antara layar ponsel dan barang belanjaan di depanmu.

Solusinya, berhenti sejenak dari aktivitas lain sampai proses transfer uang benar-benar selesai. Pastikan juga pikiranmu dalam kondisi tenang dan cobalah tarik napas sejenak agar kamu nggak kirim uang saat logika dan ketelitianmu lagi kabur. 

Selain fokus pada diri sendiri, jangan lupa untuk mengecek kondisi jaringan internetmu. Pasalnya, sinyal yang lemah sering kali memicu rasa frustrasi yang membuat kita cenderung menekan tombol berkali-kali tanpa berpikir panjang. Akibatnya, ada risiko salah pencet.

BACA JUGA: OTP dan PIN

Transfer uang digital memang bisa memudahkan hidup kita, tapi tanggung jawab tetap ada di tangan kita sebagai pengguna.

Dengan menghindari lima kesalahan saat transfer uang digital yang udah disebutkan, kamu udah selangkah lebih maju dalam menjaga keamanan finansialmu. 

Untungnya, aplikasi GoPay membantu banget untuk mengurangi risiko salah langkah dengan tampilan yang jelas dan konfirmasi sebelum kirim uang. Selain itu, ada juga fitur keamanan canggih seperti PIN serta fitur Touch ID dan Face ID untuk perlindungan ekstra saat melakukan transaksi. 

Jangan lupa, lebih baik kehilangan waktu 10 detik untuk mengecek ulang daripada kehilangan uang yang udah susah payah kamu kumpulkan. Yuk, lebih teliti lagi pas bertransaksi mulai dari sekarang!

Artikel Terkait