Modus Penipuan yang Memanfaatkan OTP, Ini yang Wajib Kamu Waspadai

21 July 2026

5 min

Modus penipuan yang memanfaatkan OTP

Ringkasan

  • Ancaman OTP Misterius: Menerima kode OTP tanpa adanya aktivitas masuk (login) atau transaksi merupakan indikasi awal bahwa ada pihak asing yang sedang mencoba membobol akun digital Anda.
  • 5 Modus Manipulasi OTP: Berbagai kedok kejahatan siber yang marak meliputi alasan pembatalan transaksi salah transfer fiktif, penyamaran sebagai customer service (CS) palsu, iming-iming klaim menang undian, jebakan kode pengalihan panggilan (call forwarding), serta tautan situs web tiruan (link phishing).
  • Benteng Perlindungan Berlapis: Menjaga kerahasiaan OTP wajib dikombinasikan dengan pengaktifan proteksi tambahan berbasis biometrik seperti Touch ID dan Face ID yang telah terintegrasi di Aplikasi GoPay.

Disclaimer: Ringkasan ini dibuat menggunakan Kecerdasan Buatan (AI)


Pernah menerima SMS, WhatsApp, atau email berisi kode OTP padahal kamu nggak lagi login maupun bertransaksi? Jangan cuma dicuekin! Bisa jadi, ada orang jahat yang lagi coba mengakses akunmu.

Belakangan ini, modus penipuan yang memanfaatkan OTP memang semakin marak. Para pelaku makin canggih dalam mengelabui calon korbannya. 

Karena itu, nggak ada salahnya mengenali berbagai modus penipuan OTP biar kamu nggak jadi korban berikutnya. Yuk, cari tau sama-sama!

BACA JUGA: Kode OTP

1. Pembatalan transaksi fiktif 

Pembatalan transaksi fiktif

Pembatalan transaksi fiktif | Sumber: Unsplash.com/luisviol

Modus satu ini biasanya diawali dengan telepon, SMS, atau chat dari seseorang yang mengaku salah transfer ke rekeningmu. Terus, mereka bakal minta kamu membacakan kode OTP buat “batalin” transaksi tersebut.

Padahal, begitu kamu kasih kode tersebut, pelaku justru bakal menggunakannya buat login ke akunmu atau memproses transaksi baru. Akibatnya, akunmu bisa dibobol dan saldo berisiko terkuras.

Penting buat diingat bahwa transaksi maupun aktivitas apa pun nggak bakal diproses kalau belum memasukkan kode OTP. Jadi, kalau ada orang yang bilang butuh OTP kamu buat “batalin” sesuatu, jelas itu modus penipuan yang memanfaatkan OTP. 

Kunci buat menghindari modus ini adalah jangan gampang percaya, jangan panik, dan jangan pernah kasih OTP ke siapa pun lewat apa pun.

2. Customer service palsu 

Customer service palsu

Customer service palsu | Sumber: Unsplash.com/machec

Kamu pernah menerima telepon, WhatsApp, atau SMS dari orang yang mengaku sebagai customer service (CS) lembaga resmi? Jangan langsung percaya, bisa jadi itu pelaku modus penipuan yang memanfaatkan OTP!

Biasanya, mereka bakal bilang kalau akunmu terdeteksi bermasalah atau mencurigakan. Ujung-ujungnya, kamu diminta memberikan kode OTP dengan alasan memulihkan akun, membatalkan transaksi mencurigakan, atau verifikasi keamanan.

Masalahnya, para CS palsu ini udah pro banget sehingga mereka terdengar meyakinkan. Nggak sedikit korban yang jadi panik dan berakhir membagikan kode OTP mereka. Padahal, pelaku menggunakan OTP buat membobol akun korban.

Ingat, pihak resmi nggak bakal pernah memintamu membacakan kode OTP. Kalau ragu dengan keaslian penelepon atau pengirim pesan, sebaiknya segera akhiri percakapan dan hubungi layanan pelanggan melalui website atau aplikasi resmi untuk memastikan.

3. Promo atau undian palsu

Promo atau undian palsu

Promo atau undian palsu | Sumber: Pexels.com/max-fischer

Siapa, sih, yang nggak tergiur kalau tiba-tiba dikabari menang undian atau dapat promo besar? Sayangnya, rasa senang inilah yang justru dimanfaatkan para penipu.

Biasanya, pelaku mengirim SMS atau chat buat ngasih tau kalau kamu menang undian, cashback, atau hadiah tertentu. 

Buat mengklaim “hadiah” tersebut, kamu bakal diminta mengisi data pribadi dan memberikan kode OTP. Setelah OTP diberikan, barulah penipu mengambil alih akunmu.

Maka dari itu, jangan mudah percaya sama iming-iming menang undian atau promo dari nomor atau akun nggak resmi. Most likely ini adalah modus penipuan yang memanfaatkan OTP. 

Jadi, jangan ikuti instruksi apa pun dari pesan tersebut, dan selalu cek informasi promo melalui website resmi atau aplikasi penyedia layanan.

4. Penipuan call forwarding

Penipuan call forwarding

Penipuan call forwarding | Sumber: Pexels.com/cottonbro

Call forwarding sebetulnya adalah fitur buat mengalihkan panggilan telepon ke nomor lain. Masalahnya, fitur ini justru dijadikan modus penipuan yang memanfaatkan OTP.

Umumnya, pelaku lebih dulu menelepon dengan mengaku sebagai CS, operator seluler, atau kurir. Terus, mereka bakal minta kamu mengetik kode tertentu di menu panggilan. 

Alasannya buat memperbaiki jaringan, mengaktifkan layanan, atau mempermudah pengiriman paket. Padahal, kode tersebut justru mengaktifkan fitur call forwarding alias buat mengalihkan panggilan ke nomor milik pelaku. 

Akibatnya, pas aplikasi mengirim OTP, kode tersebut justru diterima oleh penipu sehingga mereka bisa membobol akunmu.

Jadi, jangan pernah mengetik kode apa pun pas lagi telepon, apalagi sama orang yang nggak kamu kenal. 

Selain itu, cek juga pengaturan call forwarding di HP-mu. Kalau ada fitur pengalihan yang aktif padahal kamu nggak pernah mengaktifkannya, segera nonaktifkan fiturnya dan ganti password di semua akun pentingmu.

5. Link phishing

Link phishing

Link phishing | Sumber: Pexels.com/markusspiske

Kalau kamu menerima pesan email, chat, atau SMS berisi link yang katanya untuk “mengamankan transaksi” atau “verifikasi akun”, kamu patut curiga. Bisa jadi itu adalah link phishing

Begitu diklik, link tersebut bakal mengarahkanmu ke website palsu yang dibuat semirip mungkin dengan aslinya. Tujuannya biar kamu nggak sadar kalau lagi memasukkan data di platform yang salah, termasuk kode OTP. 

Otomatis, data tersebut bakal jatuh ke tangan pelaku buat digunakan untuk membobol akunmu dan menguras saldo.

Agar terhindar dari modus phishing, jangan asal klik link yang dikirim lewat apa pun, apalagi dari nomor atau pihak yang nggak dikenal. Sebelum memasukkan data diri dan kode OTP, periksa URL baik-baik dan pastikan alamat website memakai domain resmi

Semisal muncul permintaan OTP setelah kamu membuka link mencurigakan, segera batalkan proses dan tutup halaman website.

BACA JUGA: OTP PIN

Modus penipuan yang memanfaatkan OTP umumnya punya pola yang mirip: pelaku membuat skenario palsu agar korban mau membagikan kode tersebut. Ingat, OTP bersifat rahasia dan nggak boleh dikasih tahu ke siapa pun, termasuk pihak resmi sekalipun.

Untuk berjaga-jaga, sebaiknya aktifkan juga pengaman tambahan selain OTP, seperti Touch ID dan Face ID. Jadi, cuma kamu yang bisa mengakses akun di perangkatmu.

Di aplikasi GoPay, fitur biometrik ini merupakan bagian dari sistem Trust & Safety yang dirancang dengan lapisan keamanan berlapis. Yuk, lebih ketat lagi menjaga kerahasiaan OTP, dan aktifkan fitur keamanan tambahan biar kamu terhindar dari modus penipuan!

FAQ Modus Penipuan yang Memanfaatkan OTP

Q: Mengapa modus penipuan call forwarding dinilai sangat berbahaya bagi keamanan kode OTP kita?
A: Modus ini sangat berbahaya karena pelaku menjebak Anda untuk mengetik kode operator tertentu di menu panggilan HP. Begitu kode tersebut aktif, seluruh panggilan telepon ke nomor Anda akan dialihkan (forward) secara otomatis ke nomor pelaku, sehingga pelaku dapat menerima kode OTP berbasis suara (voice call) untuk membobol akun Anda tanpa Anda sadari.

Q: Bagaimana cara membedakan antara link verifikasi yang asli dengan link phishing?
A: Selalu periksa URL atau alamat domain website sebelum Anda mengetik data apa pun. Situs resmi institusi atau e-wallet pasti menggunakan domain formal dan dilindungi protokol keamanan (https://). Sebaliknya, link phishing biasanya dikirim oleh nomor tidak dikenal, menggunakan singkatan tautan (shortlink), atau memiliki ejaan nama domain tiruan yang janggal.

Q: Apa alasan logis mengapa sistem pembatalan transaksi dengan meminta kode OTP dipastikan adalah penipuan?
A: Secara sistem, kode OTP hanya berfungsi untuk meratifikasi atau mengesahkan sebuah tindakan baru, seperti menyetujui transfer uang atau masuk ke akun. Tidak ada satu pun sistem perbankan atau dompet digital yang menggunakan input kode OTP dari korban untuk membatalkan suatu transaksi yang sudah berjalan.

Q: Mengapa hadiah undian atau promo sering kali dijadikan umpan oleh para pelaku kejahatan siber?
A: Pelaku memanfaatkan manipulasi psikologis (social engineering) berupa rasa senang dan antusiasme korban saat mendengar kabar memenangkan hadiah. Ketika korban tergiur dan tidak berpikir jernih, mereka akan dengan mudah mengikuti instruksi pelaku, termasuk mengisi formulir palsu dan menyerahkan kode OTP yang memicu pengambilalihan akun.

Q: Bagaimana fitur biometrik di Aplikasi GoPay memberikan perlindungan jika kode OTP kita terlanjur bocor?
A: Aplikasi GoPay dilengkapi dengan sistem keamanan Trust & Safety berlapis. Dengan mengaktifkan fitur biometrik seperti Touch ID (sidik jari) atau Face ID (pemindaian wajah), orang lain yang berhasil mencuri kode OTP Anda akan tetap terblokir dan tidak bisa mengakses atau menguras saldo akun tanpa verifikasi fisik tubuh Anda secara langsung.

Artikel Terkait