PayLater Kena Hack? Tenang, Ini Cara Mengatasi & Mencegahnya

29 September 2026

•

4 min

PayLater kena hack

Ringkasan:

  • Langkah Darurat Akun Diretas: Apabila akun PayLater terindikasi kena hack, tetap tenang, periksa riwayat transaksi, segera ubah password dan PIN, kumpulkan bukti screenshot, lakukan log out dari semua perangkat (log out from all devices), serta laporkan ke customer service resmi atau OJK Anti-Scam Center.
  • Pencegahan Kebocoran Data: Hindari membagikan data pribadi sensitif seperti e-KTP, PIN, OTP, dan password kepada pihak mana pun untuk mencegah peretasan akun.
  • Keamanan Fitur: Penggunaan GoPay Later didukung oleh pengawasan OJK serta perlindungan sistem keamanan berlapis (PIN, biometrik, dan 2FA).

Disclaimer: Ringkasan ini dibuat menggunakan Kecerdasan Buatan (AI)


Lagi enak-enak santai, eh tiba-tiba muncul transaksi PayLater yang nggak pernah kamu lakukan. Jangan langsung skip atau menganggapnya sepele! Bisa jadi itu indikasi PayLater kena hack.

Artinya, ada orang lain yang mengakses akun PayLater-mu tanpa izin. Terus, kalau udah gini, apa yang harus kamu lakukan biar akun tetap aman dan kerugian nggak membengkak? Ini dia beberapa langkah yang bisa kamu ambil!

BACA JUGA: PayLater Itu Apa?

1. Tetap tenang dan jangan panik

Tetap tenang dan jangan panik

Tetap tenang dan jangan panik | Sumber: Unsplash.com/conikal

Nemuin transaksi asing di akun PayLater emang bisa bikin jantung auto deg-degan. Otak juga rasanya langsung kepikiran yang aneh-aneh. Tapi percaya, deh, panik cuma bakal bikin kamu makin sulit mikir jernih.

Karena itu, coba ambil waktu sebentar buat menenangkan diri dan atur napas, baru mulai action. Cek lagi detail transaksi tersebut, mulai dari jumlah nominal, kapan dilakukan, dan pastikan itu emang bukan transaksi kamu.

Ingat, PayLater itu bisa dibilang fasilitas “talangan” dari penyedia Layanan Jasa Keuangan (LJK). Jadi, selama kamu bisa buktiin kalau itu bukan transaksimu, ada jalur yang bisa kamu tempuh buat menyelesaikannya.

2. Ubah password dan PIN transaksi

Ubah password dan PIN transaksi

Ubah password dan PIN transaksi | Sumber: Unsplash.com/techdailyca

Kalau emang ada dugaan akun PayLater kena hack, segera ubah password dan PIN akun PayLater dan aplikasi-aplikasi lain yang terhubung. 

Buat password dan PIN baru yang unik dan lebih sulit ditebak. Hindari menggunakan kombinasi yang gampang diketahui kayak nama, tanggal lahir, atau nomor telepon. 

Terus, jangan pula bikin password dan PIN yang sama buat banyak akun. Soalnya, kalau PIN atau password salah satu akun bocor, bisa-bisa akun lain bakal ikut kena.

3. Kumpulkan bukti transaksi mencurigakan

Kumpulkan bukti transaksi mencurigakan

Kumpulkan bukti transaksi mencurigakan | Sumber: Unsplash.com/kozumel

Sebelum lapor ke mana-mana, screenshot dulu semua bukti yang menunjukkan kalau akun PayLater kena hack. Contohnya seperti notifikasi tagihan, histori transaksi janggal, SMS atau email mencurigakan yang mungkin jadi pintu masuk hacker.

Bukti-bukti tersebut penting banget karena penyedia PayLater bakal menggunakannya untuk mengecek aliran dana. Terus, semisal kasusnya sampai harus dibawa ke ranah hukum, berbagai bukti ini juga bisa jadi lampiran penting saat melapor ke polisi.

Karena itu, jangan buru-buru menghapus notifikasi, chat, atau riwayat transaksi yang sekiranya mencurigakan. Simpan dan rapikan dulu semuanya. 

4. Log out akun PayLater dari semua perangkat terhubung

Log out akun PayLater dari semua perangkat terhubung

Log out akun PayLater dari semua perangkat terhubung | Sumber: Pexels.com/thirdman

Coba ingat-ingat lagi, apakah kamu pernah login akun PayLater di perangkat lain? Kalau iya, buruan masuk ke menu keamanan akun, terus pilih opsi “log out from all devices” biar semua sesi login di perangkat lain ikut terputus.

Soalnya, hacker biasanya tetap bisa “nempel” di sesi login lama walaupun kamu udah ganti password. Jadi, dengan logout kayak gini, ibaratnya kamu “ngunci pintu belakang” yang mungkin awalnya masih kebuka buat hacker masuk.

Setelah logout dari semua perangkat, coba login kembali di perangkatmu sendiri pakai password dan PIN baru.

5. Laporkan ke customer service resmi PayLater

Laporkan ke customer service resmi PayLater

Laporkan ke customer service resmi PayLater | Sumber: Pexels.com/antonishkraba-production

Udah berhasil ngamanin akun? Good! Tapi, jangan berhenti di situ aja. Segera laporkan transaksi mencurigakan tersebut ke customer service (CS) atau call center resmi penyedia PayLater.

Sampaikan adanya indikasi akun PayLater kena hack karena muncul transaksi yang nggak pernah kamu lakukan. Jelaskan kronologinya dan sertakan bukti yang udah kamu kumpulin supaya tim bisa lanjut investigasi.

Alternatifnya, kamu juga bisa lapor lewat kanal resmi Indonesia Anti-Scam Center (IASC) yang dibentuk Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Mereka bakal bantu kamu menangani laporan penipuan digital.

BACA JUGA: Cara Bijak Menggunakan PayLater

Buat mencegah PayLater kena hack, sebaiknya jangan pernah kasih data pribadi seperti info e-KTP, PIN, OTP, password, dan lainnya kepada siapa pun, termasuk pihak yang mengaku dari CS PayLater. 

Biar makin tenang, kamu bisa pakai GoPay Later yang aman! GoPay Later udah berizin dan diawasi OJK, serta dibekali sistem keamanan berlapis mulai dari password, PIN, biometrik, sampai autentikasi dua faktor (2FA).

Jadi, tetaplah bijak menggunakan GoPay Later dan maksimalkan fitur keamanan biar transaksi makin tenang!

FAQ PayLater Kena Hack

Q: Apa langkah pertama yang harus dilakukan saat menemukan transaksi PayLater asing yang tidak dikenal?
A: Tetap tenang, periksa detail transaksi (nominal dan waktu kejadian), lalu segera ubah password serta PIN transaksi akunmu.

Q: Mengapa perlu melakukan log out akun dari semua perangkat (log out from all devices)?
A: Fitur ini berfungsi untuk memutuskan seluruh sesi login aktif di perangkat lain yang mungkin masih digunakan oleh peretas meskipun password sudah diganti.

Q: Bukti apa saja yang wajib disimpan sebelum melapor ke pihak customer service?
A: Simpan dan lakukan screenshot pada notifikasi tagihan, riwayat transaksi asing, serta SMS atau email mencurigakan yang terkait dengan transaksi tersebut.

Q: Data pribadi apa saja yang tidak boleh diberikan kepada siapapun untuk mencegah hacking?
A: Informasi sensitif seperti foto/nomor e-KTP, PIN transaksi, kode OTP, dan password tidak boleh dibagikan kepada pihak mana pun, termasuk yang mengaku sebagai petugas CS.

Q: Lembaga resmi mana yang bisa membantu menangani laporan penipuan digital atau peretasan akun PayLater?
A: Selain melapor ke customer service resmi penyedia aplikasi, kamu bisa melaporkan kasus penipuan digital melalui kanal resmi Indonesia Anti-Scam Center (IASC) yang dibentuk oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Artikel Terkait