Ringkasan
- Ancaman Kesehatan di Musim Pancaroba 2026: Ketidakstabilan cuaca dan perubahan kelembapan udara yang drastis memicu perkembangbiakan virus, bakteri, dan parasit secara masif, yang berisiko menyerang daya tahan tubuh manusia.
- 7 Jenis Penyakit yang Sering Muncul: Berbagai keluhan kesehatan yang wajib diwaspadai meliputi infeksi hidung dan tenggorokan (Flu), penyakit mematikan akibat gigitan nyamuk (DBD), gangguan pernapasan yang rentan menyerang anak-anak (ISPA), masalah pencernaan akibat makanan terkontaminasi (Diare), demam tinggi karena bakteri Salmonella typhi (Tipes), peradangan kelopak mata (Infeksi Mata), hingga jamur akibat kulit terlalu lembap atau basah (Infeksi Kulit).
- Solusi Finansial Menghadapi Risiko Sakit: Langkah antisipasi penanganan medis darurat agar tabungan tidak terkuras habis kini bisa diakses secara praktis melalui fitur GoPay Asuransi di Aplikasi GoPay.
Disclaimer: Ringkasan ini dibuat menggunakan Kecerdasan Buatan (AI)
Musim pancaroba bikin cuaca jadi labil! Pagi terasa cerah, tapi sore tiba-tiba hujan deras. Mau nggak mau, tubuh harus beradaptasi sama perubahan cuaca tersebut. Inilah kenapa musim pancaroba banyak penyakit.
Semisal daya tahan tubuhmu lagi turun, bisa-bisa penyakit musim pancaroba jadi lebih mudah menyerang.
Karena itu, sebaiknya kenali berbagai penyakit yang muncul saat musim pancaroba biar kamu bisa lebih waspada. Yuk, cari tau apa aja penyakit saat musim pancaroba yang paling sering terjadi sekaligus cara mencegahnya!
BACA JUGA: Dampak Musim Pancaroba
1. Flu

Flu | Sumber: Pexels.com/olly
Flu adalah salah satu penyakit pada musim pancaroba yang terjadi akibat infeksi virus influenza, tepatnya menyerang hidung dan tenggorokan.
Virus tersebut bisa masuk ke tubuhmu lewat percikan droplet saat penderita flu bersin, batuk, berbicara. Gejala umumnya adalah hidung tersumbat, bersin, sakit kepala, sakit tenggorokan, demam ringan, dan nyeri otot.
Semisal flu nggak kunjung reda setelah 2 minggu, atau malah makin memburuk, segera periksakan diri ke dokter untuk pemeriksaan lebih lanjut.
2. Demam berdarah dengue

Demam berdarah dengue | Sumber: Unsplash.com/matteofusco
Penyakit lain yang juga rentan terjadi di musim pancaroba adalah demam berdarah dengue (DBD). Penyebabnya adalah infeksi virus dengue yang masuk ke tubuh manusia lewat gigitan nyamuk Aedes aegypti.
Selama musim pancaroba, risiko penularan DBD biasanya meningkat karena banyaknya genangan air yang jadi tempat berkembang biak nyamuk.
DBD bisa dibilang diam-diam mematikan karena gejalanya baru muncul 4–7 hari setelah seseorang tergigit nyamuk Aedes aegypti.
Gejala paling umum adalah demam tinggi selama 2–7 hari, nyeri otot dan sendi, nyeri di belakang mata, sakit kepala, sampai mual dan muntah.
Karena itu, sebaiknya segera periksakan diri ke dokter kalau kamu atau orang terdekat mengalami demam sampai 3 hari, apalagi kalau disertai muntah darah dan mimisan.
3. Infeksi saluran pernapasan akut

Infeksi saluran pernapasan akut | Sumber: Unsplash.com/towfiqu
Infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) adalah penyakit musim pancaroba yang lebih sering menyerang anak-anak. Itulah kenapa ISPA dikenal sebagai salah satu penyakit anak.
Meski begitu, bukan berarti ISPA nggak bisa menyerang orang dewasa, ya. Risikonya emang lebih tinggi pada anak-anak, terutama di musim sakit seperti pancaroba atau ketika kualitas udara memburuk.
Umumnya, ISPA disebabkan oleh infeksi bakteri atau virus dengan gejala seperti sakit tenggorokan, hidung tersumbat, pusing, demam, badan lelah, dan sesak napas. Berbagai gejala ini biasanya berlangsung selama 1–2 minggu.
Jadi, kalau kondisimu nggak kunjung membaik setelah 14 hari, apalagi sampai disertai nyeri dada dan sesak napas berat, segera periksa ke dokter.
4. Diare

Diare | Sumber: Unsplash.com/giorgiotrovato
Pancaroba adalah musim dengan perubahan cuaca yang nggak menentu. Kondisi ini membuat virus, bakteri, dan parasit jadi lebih cepat tumbuh, termasuk pada makanan dan minuman.
Kalau makanan dan minuman yang terkontaminasi itu sampai masuk ke tubuh, bisa-bisa kamu bakal diare. Gejalanya jelas, yaitu lebih sering buang air besar yang encer.
Terus, biasanya penyakit musim pancaroba ini juga dibarengi sama gejala lain seperti mual, dehidrasi, sakit atau kram perut, nggak nafsu makan, sampai muntah.
Pada banyak kasus, diare bisa diatasi dengan memperbanyak asupan cairan ke dalam tubuh. Tapi, kalau nggak kunjung mereda dalam 14 hari, segera cek kondisimu ke dokter, ya!
5. Tipes

Tipes | Sumber: Pexels.com/timo-miroshnichenko
“Kerja terus nanti tipes, lho!”
Kamu mungkin udah sering denger celetukan tersebut dari orang-orang di sekitar. Tapi, sebetulnya tipes itu apa? Dan gimana musim pancaroba bikin sakit tipes?
Dalam dunia kedokteran, tipes disebut demam tifoid. Ternyata, penyakit ini terjadi akibat infeksi bakteri Salmonella typhi. Bakteri tersebut menular lewat makanan atau minuman yang terkontaminasi urin atau feses penderita.
Saat musim pancaroba, risiko tipes meningkat karena genangan air dan lingkungan yang lembap makin mempermudah kontaminasi bakteri pada makanan dan minuman.
Saat seseorang kena tipes, gejala awal yang sering muncul adalah demam sampai 39–40 derajat Celsius. Selain itu, penderita tipes juga bisa mengalami sakit kepala, mual, muntah, sakit perut, dan nyeri tubuh.
Segeralah ke dokter kalau kamu mengalami gejala-gejala tersebut, apalagi kalau bepergian ke wilayah yang punya kasus tinggi dalam penyebaran tipes.
6. Infeksi mata

Infeksi mata | Sumber: Pexels.com/towfiqu-barbhuiya
Infeksi mata atau konjungtivitis adalah peradangan pada selaput transparan yang melapisi kelopak dan bagian putih mata. Penyebabnya bermacam-macam, mulai dari infeksi virus atau bakteri sampai reaksi alergi terhadap debu, produk makeup atau bulu hewan.
Karena peradangan tersebut, mata jadi berair dan terasa gatal. Lalu, untuk infeksi yang disebabkan infeksi virus, biasanya mata akan kering dan membengkak.
Sementara itu, infeksi bakteri membuat mata merah, terasa iritasi, hingga mengeluarkan kotoran yang lengket.
Kabar baiknya, penyakit musim pancaroba ini biasanya bisa mereda sendiri dalam 5–7 hari. Jadi, kalau sampai melebihi waktu tersebut, apalagi penglihatan mulai terganggu, jangan tunda ke dokter.
7. Infeksi kulit

Infeksi kulit | Sumber: Pexels.com/kevin-malik
Kalau kulitmu terasa gatal, nyeri atau perih, bahkan sampai muncul ruam dan sensasi panas di area tertentu, bisa jadi kamu terkena infeksi kulit. Dalam kondisi yang lebih parah, kulit bahkan bisa bengkak, luka, sampai keluar nanah.
Gimana kondisi tersebut bisa terjadi di musim pancaroba? Kembali lagi ke apa yang dimaksud musim pancaroba, situasi ini bikin kelembapan udara berubah-ubah.
Saat cuaca lagi panas-panasnya, tubuh bisa mengeluarkan keringat berlebih sehingga kulit jadi terlalu lembap. Kondisi inilah yang rentan menyebabkan kulit terinfeksi jamur, virus, bakteri, atau parasit.
Saat hujan pun, kulit juga bisa berisiko terkena infeksi. Jenis infeksi yang paling umum terjadi adalah kurap dan kutu air.
Segera cari bantuan medis kalau infeksi kulit tersebut meluas, bengkak, nyeri, muncul luka berisi nanah, atau disertai demam tinggi.
BACA JUGA: Penyakit Kritis dan Risikonya
Nggak ada orang yang mau sakit di musim pancaroba maupun hari-hari lain. Meski begitu, nggak ada salahnya tetap mewaspadai gejala-gejala penyakit musim pancaroba agar bisa segera ditangani dan cepat sembuh.
Tapi, nggak bisa bohong kalau penanganan medis yang cepat juga butuh dukungan finansial memadai. Di sinilah pentingnya punya asuransi kesehatan supaya tabunganmu nggak boncos.
Kabar baiknya, sekarang kamu bisa dapetin asuransi kesehatan dengan lebih mudah lewat GoPay Asuransi. Cukup buka aplikasi GoPay dan kamu udah bisa langsung beli produk asuransi kesehatan dari HP. Mudah, cepat, dan praktis!
FAQ Penyakit Musim Pancaroba
Q: Mengapa kasus demam berdarah dengue (DBD) cenderung mengalami lonjakan saat memasuki musim pancaroba?
A: Lonjakan kasus DBD terjadi karena intensitas hujan yang tidak menentu selama musim pancaroba sering kali meninggalkan genangan air bersih di berbagai tempat. Genangan air tersebut menjadi lingkungan dan tempat ideal bagi nyamuk Aedes aegypti untuk berkembang biak secara masif dan menyebarkan virus dengue ke masyarakat.
Q: Kapan seseorang yang mengalami gejala diare atau ISPA harus segera dibawa ke dokter?
A: Untuk kasus diare dan ISPA ringan, gejala umumnya dapat mereda dalam waktu 1 hingga 2 minggu dengan penanganan mandiri dan istirahat. Namun, jika kondisi tubuh tidak kunjung membaik setelah melewati batas waktu 14 hari, atau mulai disertai dengan gejala berat seperti sesak napas akut dan nyeri dada (pada ISPA) serta tanda dehidrasi berat (pada diare), segeralah pergi ke fasilitas medis terdekat.
Q: Bagaimana proses penularan bakteri penyebab penyakit tipes terjadi di lingkungan sekitar kita?
A: Tipes atau demam tifoid disebabkan oleh bakteri bernama Salmonella typhi. Bakteri ini menular melalui konsumsi makanan atau minuman yang telah terkontaminasi oleh urin atau feses dari penderita tipes. Di musim pancaroba, lingkungan yang lembap serta genangan air mempermudah penyebaran bakteri ini ke area pengolahan makanan yang kurang higienis.
Q: Apa perbedaan gejala antara infeksi mata yang disebabkan oleh virus dengan yang disebabkan oleh bakteri?
A: Meskipun sama-sama membuat mata menjadi merah, konjungtivitis akibat infeksi virus biasanya ditandai dengan kondisi mata yang cenderung berair, terasa kering, disertai pembengkakan pada area kelopak. Sementara itu, infeksi mata akibat bakteri umumnya membuat mata terasa sangat gatal, iritasi, dan memicu keluarnya kotoran mata (belek) yang kental dan lengket.
Q: Bagaimana cara membeli asuransi kesehatan secara instan lewat aplikasi GoPay untuk berjaga-jaga dari risiko sakit?
A: Anda dapat mengamankan proteksi kesehatan langsung melalui ponsel pintar Anda. Cukup buka Aplikasi GoPay, masuk ke menu GoPay Asuransi, lalu pilih opsi Asuransi Kesehatan. Silakan pilih tipe kepesertaan (perorangan atau keluarga) serta paket premi yang sesuai dengan kebutuhan finansial Anda, lalu lengkapi data diri secara online untuk mengaktifkan polis perlindungannya.







