Ringkasan
-
Musim pancaroba adalah masa peralihan ekstrem antara musim hujan dan kemarau yang sering memicu penurunan sistem imun akibat perubahan suhu dan kelembapan udara yang drastis.
-
Dampak kesehatan yang paling sering muncul meliputi gangguan saluran pernapasan (flu/ISPA), masalah pencernaan, penyakit kulit, hingga risiko tinggi infeksi virus seperti DBD dan influenza.
-
Untuk menjaga kondisi tubuh tetap prima, disarankan untuk memenuhi kebutuhan cairan, menjaga pola makan bergizi, rutin berolahraga, serta menjaga kebersihan tangan guna menangkal bakteri dan virus.
Disclaimer: Ringkasan ini dibuat menggunakan Kecerdasan Buatan (AI)
Tiba-tiba bersin-bersin di kantor dan badan mulai meriang, padahal rasanya kemarin sehat-sehat aja? Kemungkinan itu adalah dampak musim pancaroba.
Musim pancaroba memang dijuluki sebagai “musim sakit”. Soalnya, musim pancaroba adalah periode peralihan antara musim hujan dan kemarau, atau sebaliknya.
Pada masa ini, suhu dan kelembapan udara bisa berubah drastis dalam hitungan jam. Akibatnya, sistem imun tubuh jadi kewalahan beradaptasi. Sehingga, bakteri dan virus pun lebih mudah menyerang.
Biar kamu nggak jadi korban berikutnya, penting banget buat memahami apa yang dimaksud dengan musim pancaroba, dampaknya buat kesehatan, dan cara melindungi tubuh selama masa peralihan musim ini. Yuk, dapatkan informasi lengkapnya di sini!
BACA JUGA: Kecelakaan Saat Cuaca Buruk
Dampak Musim Pancaroba bagi Kesehatan

Dampak Musim Pancaroba bagi Kesehatan | Unsplash.com/edward-jenner
Walaupun termasuk fenomena alam yang wajar terjadi, apa itu musim pancaroba nggak bisa dianggap sepele. Soalnya, dampak musim pancaroba bisa cukup serius bagi kesehatan tubuh. Contohnya seperti beberapa kondisi berikut ini!
1. Gangguan saluran pernapasan
Ketika suhu dan kelembapan udara berubah ekstrem saat musim pancaroba, virus dan bakteri penyebab Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) jadi lebih mudah berkembang dan menyebar melalui udara.
Padahal, sistem kekebalan tubuh sedang melemah. Akibatnya, kamu lebih berisiko mengalami gangguan saluran pernapasan seperti pilek, flu, batuk, sampai bronkitis.
2. Gangguan pencernaan
Dampak musim pancaroba ternyata nggak cuma berhenti di saluran pernapasan, tapi juga sistem pencernaan. Saat hujan mendadak turun, bakal muncul genangan air yang berpotensi membawa virus dan bakteri serta mencemari makanan dan minuman.
Alhasil, penyakit infeksi saluran pencernaan seperti diare, muntaber, dan tifus pun cenderung meningkat selama musim pancaroba.
3. Masalah kulit
Pancaroba adalah musim yang identik dengan cuaca nggak menentu. Saat kelembapan tinggi, kulit jadi lebih rentan terinfeksi bakteri dan jamur sehingga memicu masalah seperti gatal-gatal, ruam, dan eksim.
Sebaliknya, pas udara lagi kering, kulit jadi berisiko kering dan pecah-pecah. Terus, saat suhu terasa panas di siang hari, kamu bakal lebih sering berkeringat hingga dapat menyebabkan biang keringat, jamur kulit, sampai alergi kulit.
4. Risiko infeksi virus meningkat
Setelah hujan deras, biasanya muncul genangan air yang menjadi tempat berkembang biaknya nyamuk Aedes aegypti penyebab Demam Berdarah Dengue (DBD). Pada kasus yang lebih parah, DBD bahkan bisa sampai menyebabkan
Nggak cuma itu, dampak musim pancaroba juga menyebabkan virus influenza lebih mudah menyebar pada suhu dan kelembapan udara yang nggak stabil.
5. Masalah kesehatan mental
Perubahan tekanan udara dan berkurangnya cahaya matahari saat musim pancaroba bisa memengaruhi mood kamu. Jadi, wajar banget kalau kamu sampai mood swing, merasa lesu, atau bahkan depresi ringan selama pancaroba berlangsung.
Di sisi lain, kondisi tubuh yang jadi sering sakit bisa menyebabkan stres. Padahal, ketika stres, tubuh mengeluarkan hormon kortisol dalam jumlah tinggi. Kalau ini berlangsung dalam waktu lama, respons sistem imun tubuh terhadap ancaman luar pun terhambat.
Cara Menjaga Tubuh di Musim Pancaroba

Cara Menjaga Tubuh di Musim Pancaroba | Unsplash.com/ron-lach
Setelah mengetahui apa yang dimaksud musim pancaroba dan berbagai dampaknya, langkah selanjutnya adalah menjaga daya tahan tubuh tetap prima. Yuk, lakukan cara-cara berikut ini!
1. Minum air putih yang cukup
Saat musim pancaroba, cuaca panas terik bisa bikin tubuh kehilangan cairan lebih cepat daripada biasanya. Kondisi dehidrasi inilah yang rentan menyebabkan sakit kepala, pusing, sampai demam.
Makanya, minumlah air putih yang cukup setidaknya 2 liter atau sekitar 8 gelas per hari buat mencegah dehidrasi. Biasakan bawa tumbler berisi air putih ke mana pun kamu pergi dan pasang reminder di HP biar nggak lupa minum.
2. Makan makanan bergizi
Jaga asupan nutrisi untuk meningkatkan sistem kekebalan tubuh. Utamakan makanan kaya vitamin, mineral, dan antioksidan seperti sayuran, buah-buahan, dan biji-bijian. Imbangi juga dengan protein sehat dari daging, ikan, dan kacang-kacangan.
Selain dari makanan, kamu juga bisa memperkuat daya tahan tubuh dengan rutin konsumsi suplemen, apalagi kalau asupan gizi harianmu nggak selalu konsisten. Tapi, sebaiknya konsultasi dulu sama dokter buat mengetahui suplemen mana yang pas untukmu.
3. Rajin cuci tangan
Dampak musim pancaroba seperti batuk dan pilek bisa terjadi karena virus dan bakteri yang menempel di tangan, lalu masuk ke tubuh melalui mulut, hidung, atau mata.
Cegah risiko tersebut dengan rajin cuci tangan menggunakan sabun dan air mengalir. Gosok seluruh permukaan tangan termasuk telapak, sela-sela jari, kuku, dan punggung tangan selama sekitar 20 detik.
Kalau lagi nggak ada air mengalir, kamu bisa pakai hand sanitizer yang dibawa di dalam tas.
4. Sempatkan waktu olahraga
Tingkatkan stamina dan sistem imun tubuh dengan rutin olahraga, minimal 30 menit setiap hari. Sebaiknya, lakukan saat pagi hari biar kamu bisa sekaligus mendapat vitamin D dari paparan sinar matahari yang bagus buat tulang dan daya tahan tubuh.
Nggak perlu berolahraga berat, kamu bisa mulai dari yang ringan seperti jalan kaki, jogging, bersepeda, atau yoga.
5. Istirahat yang cukup
Nggak kalah penting, kamu juga perlu istirahat yang cukup setiap hari. Soalnya, selama beristirahat, tubuh bakal meregenerasi sel-sel yang rusak sehingga turut meningkatkan sistem kekebalan tubuh.
Buat orang dewasa, usahakan buat tidur sekitar 7–8 jam tiap malam. Sebisa mungkin hindari begadang karena bisa menurunkan performa sistem imun.
BACA JUGA: Cara Atur Budget Olahraga
Dengan membaca ulasan di atas, semoga kamu nggak bingung lagi apakah sekarang musim pancaroba. Musim ini datang dua kali setiap tahun saat peralihan dari musim kemarau ke hujan dan juga sebaliknya.
Selain melakukan cara-cara di atas buat menjaga diri dari dampak musim pancaroba, nggak ada salahnya juga tetap memiliki proteksi kesehatan tambahan dalam bentuk asuransi.
Cara daftarnya gampang banget karena sekarang kamu bisa mendapatkan asuransi kesehatan melalui aplikasi GoPay! Jadi, sambil menjaga tubuh dari dalam, kamu juga bisa mendapat perlindungan dari luar dengan GoPay Asuransi.







