Berapa Bunga Deposito dan Bagaimana Cara Menghitungnya? Ini Penjelasan Lengkapnya!

20 May 2026

•

6 min

cara menghitung bunga deposito

Ringkasan:

  • Rumus Perhitungan Manual: Untuk mengetahui keuntungan bersih, gunakan rumus Jumlah Setoran x Suku Bunga x 80% (setelah pajak 20%) x Tenor. Sebagai gambaran, pajak 20% dibebankan ketika besaran deposito lebih dari Rp7,5 juta.
  • Faktor Penentu Keuntungan: Besaran imbal hasil sangat dipengaruhi oleh tenor (semakin lama biasanya bunga semakin tinggi), nominal setoran, serta kebijakan bank yang mengikuti suku bunga acuan Bank Indonesia (BI Rate). Harap diingat bahwa pencairan sebelum jatuh tempo dapat dikenakan denda penalti.
  • Kemudahan Simulasi dan Akses: Kamu bisa menggunakan kalkulator deposito di situs web bank untuk estimasi instan. Untuk cara yang lebih praktis, GoPay Deposito by Jago memungkinkan pembukaan dan pengelolaan deposito secara digital melalui HP dengan potensi promo cashback tambahan.

Disclaimer: Ringkasan ini dibuat menggunakan Kecerdasan Buatan (AI)


Sekilas, menabung di deposito terlihat simpel banget: simpan uang, tunggu sampai jatuh tempo, lalu dapat bunga. Tapi, kenyataannya nggak sesederhana itu, lho.

Jumlah bunga yang kamu terima belum tentu sama kayak jumlah yang kamu lihat. Soalnya, ada faktor seperti tenor dan pajak yang harus ikut dihitung.

Itulah kenapa kamu perlu memahami cara menghitung bunga deposito sebelum memulai. Tenang aja, rumusnya nggak sulit dipahami, bahkan oleh pemula sekalipun. Yuk, kita pelajari bareng-bareng!

BACA JUGA: Apa Itu Deposito

Cara Menghitung Bunga Deposito

Cara Menghitung Bunga Deposito

Cara Menghitung Bunga Deposito | Sumber: Unsplash.com/jakubzerdzicki

Deposito termasuk salah satu instrumen investasi populer di Indonesia karena menawarkan keamanan modal serta imbal hasil (return) yang lebih tinggi daripada tabungan biasa.

Meski begitu, sebaiknya kamu nggak buru-buru langsung menempatkan uang di sana. Pahami dulu cara hitung bunga deposito biar bisa lebih akurat memperkirakan keuntungan yang bakal kamu terima. Begini metodenya!

1. Rumus total bunga setelah jatuh tempo

Salah satu cara menghitung bunga deposito adalah berdasarkan total investasi yang bakal kamu terima setelah jatuh tempo. Rumusnya bisa kamu lihat di bawah ini!

Total Deposito = Jumlah Setoran + (Keuntungan Bunga Deposito - Jumlah Pajak Deposito)

Sedangkan, untuk menghitung keuntungan bunga deposito dan jumlah pajak, kamu bisa pakai rumus berikut.

  • Keuntungan Bunga Deposito = (Jumlah Setoran x Suku Bunga x Jumlah Tenor) / 365 Hari
  • Jumlah Pajak Deposito = Keuntungan Bunga Deposito x Tarif Pajak

FYI, pemerintah Indonesia udah menetapkan pajak 20% atas total bunga deposito kalau nominal tabungan depositonya lebih dari Rp7,5 juta.

Biar lebih jelas, mari ambil contoh cara menghitung bunga deposito 100 juta. Misalnya, kamu menyetor dana Rp100 juta buat jangka waktu 12 bulan (365 hari). Suku bunga deposito adalah 6%, sedangkan potongan pajaknya 20%.

Berarti, langkah pertama adalah menghitung keuntungan bunga depositonya dulu.

  • Keuntungan Bunga Deposito = (Rp100 juta x 6% x 365) / 365 = Rp6 juta

Setelah itu, hitunglah pajak yang harus dibayar.

  • Jumlah Pajak Deposito = Rp6 juta x 20% = Rp1,2 juta

Terakhir, kamu bisa menghitung total dana yang bakal diterima saat jatuh tempo deposito.

Total Deposito = Rp100 juta + (Rp6 juta - Rp1,2 juta) = Rp104.800.000

Jadi, setelah 12 bulan, kamu bakal menerima Rp104.800.000. Nominal ini udah termasuk keuntungan bersih setelah dikurangi pajak.

2. Rumus besaran bunga per bulan 

Selain menghitung total keuntungan saat jatuh tempo, ada juga cara menghitung bunga deposito per bulan. Melalui cara ini, kamu bisa tahu jumlah bunga bersih yang bakal kamu terima setiap bulannya. Yuk, cari tahu rumusnya!

Total Bunga = (Jumlah Setoran x Suku Bunga x 80% x 30 hari) / 365 Hari

Angka 80% adalah persentase pendapatan setelah dikurangi pajak 20% yang udah ditetapkan pemerintah.

Sebagai contoh, kamu menaruh deposito sebesar Rp30 juta selama 6 bulan dengan suku bunga 6%. Begini penghitungan bunga bersih deposito yang bakal kamu terima per bulan.

Total Bunga = (Rp30 juta x 6% x 80% x 30) / 365

= Rp43,2 juta / 365

= Rp118.356

Artinya, total keuntungan yang bakal kamu dapatkan selama 6 bulan adalah: Rp118.356 x 6 = Rp710.136.

Karena rumus ini udah memperhitungkan faktor pajak, hasil penghitungan tersebut merupakan bunga bersih yang bisa langsung kamu nikmati.

3. Gunakan kalkulator deposito

Cara menghitung bunga deposito nggak melulu harus manual pakai rumus, kok. Sekarang, kamu bisa melakukannya dengan jauh lebih praktis pakai kalkulator bunga deposito. 

Kamu bisa menemukannya di aplikasi atau situs web berbagai bank. Beberapa bank besar di Indonesia yang menyediakan fitur ini adalah Bank Jago (di situs resmi maupun aplikasi GoPay), BCA, CIMB Niaga, Mandiri, OCBC, dan BNI. 

Cara menggunakannya juga gampang banget karena biasanya kamu cuma perlu memasukkan tiga informasi berikut.

  • Nominal setoran yang rencananya mau kamu tempatkan di deposito.
  • Tenor atau jangka waktu penyimpanan.
  • Suku bunga deposito yang berlaku.

Setelah itu, kalkulator bakal langsung menampilkan estimasi bunga kotor dan bunga bersih yang bisa kamu terima. Dengan hasil simulasi ini, kamu jadi bisa memahami perkiraan keuntungan sejak awal sehingga dapat membuat keputusan keuangan yang lebih bijak dan realistis.

BACA JUGA: Perbedaan Tabungan dan Deposito

Faktor yang Memengaruhi Bunga Deposito

Faktor yang Memengaruhi Bunga Deposito | Sumber: Unsplash.com/micheile

Jumlah bunga deposito bisa beragam banget antara satu nasabah dengan nasabah lain, bahkan di bank yang sama sekalipun. Hal ini terjadi karena adanya faktor-faktor yang memengaruhi bunga deposito. Apa aja?

1. Tenor deposito

Pada umumnya, tenor deposito berlangsung mulai dari 1 bulan, 3 bulan, 6 bulan, 12 bulan, sampai 24 bulan. 

Semakin panjang tenor yang kamu pilih, akan semakin tinggi pula suku bunga yang ditawarkan. Soalnya, bank pengin kamu menyimpan dana deposito dalam jangka waktu lebih lama. 

Biasanya, sih, suku bunga deposito berkisar antara 4–7% per tahun. Angka pastinya bergantung pada kebijakan masing-masing bank.

Kalau kamu udah menentukan tenor deposito, danamu bakal langsung “terkunci” sampai tenor selesai atau jatuh tempo. Gimana kalau kamu melakukan penarikan atau pencairan dana sebelum itu? 

Kemungkinan besar, bank bakal memberimu penalti. Mereka berhak untuk nggak membayarkanmu bunga pada bulan berjalan. Makanya, sebelum memilih tenor, pertimbangkan dulu matang-matang kapan dana deposito bakal kamu pakai.

2. Nominal setoran

Kalau melihat cara menghitung bunga deposito, rumusnya selalu membutuhkan nominal setoran alias dana yang kamu tempatkan. 

Nggak heran, soalnya nominal setoran ternyata ikut memengaruhi suku bunga deposito. Semakin banyak jumlah setoranmu, biasanya bakal makin tinggi juga bunga yang bisa kamu dapatkan.

Bank melakukan hal tersebut karena dana besarmu dianggap sebagai kontribusi yang lebih besar juga bagi likuiditas bank.

Maka dari itu, kalau kamu punya uang dingin berjumlah besar, nggak ada salahnya buat menempatkannya di deposito. Bandingkan dulu suku bunga yang ditawarkan berbagai bank biar kamu bisa dapetin keuntungan maksimal.

3. Kebijakan bank

Setiap bank pasti punya kebijakan yang berbeda terkait deposito, mulai dari promo bunga, ketentuan pencairan sebelum jatuh tempo, sampai auto-rollover (ARO). Perbedaan inilah yang bikin jumlah bunga deposito bisa beragam.

Namun, di balik perbedaan tersebut, kebijakan bunga di seluruh bank umumnya dipengaruhi oleh dua hal: suku bunga acuan Bank Indonesia (BI rate) dan kebutuhan likuiditas.

BI rate berpengaruh langsung terhadap bunga deposito. Semisal BI meningkatkan suku bunga acuan, otomatis bunga deposito di bank pun akan cenderung ikut naik. Hal yang sama berlaku jika BI rate turun.

Lalu, untuk menarik dana dari nasabah, biasanya bank bakal menawarkan bunga deposito yang lebih tinggi. Keputusan ini umumnya ditentukan oleh kebutuhan likuiditas.

Misalnya, kalau jumlah simpanan di suatu bank sedang menurun, mereka bisa aja meningkatkan bunga deposito demi mendapatkan lebih banyak nasabah.

BACA JUGA: Keuntungan Deposito

Cara menghitung bunga deposito ternyata mudah banget, kan? Dengan mengetahui estimasi keuntungan dari deposito, kamu jadi bisa menyesuaikan pilihan nominal dan tenor sesuai tujuan finansial. Keuntungan yang didapat juga bakal lebih maksimal, deh!

Gimana, tertarik menyimpan uang di deposito? Nggak perlu repot datang ke kantor cabang bank, kamu hanya perlu pakai HP buat buka tabungan GoPay Deposito by Jago!

Prosesnya serba digital, mulai dari pembukaan akun sampai pengelolaan, sehingga kamu bisa mengaksesnya kapan aja dan dari mana aja. Plus, kamu juga bisa lebih untung karena lagi ada promo GoPay Deposito berupa cashback!

Pakai aplikasi GoPay, proses deposito pun jadi lebih mudah, praktis, dan yang pasti menguntungkan!

FAQ Cara Menghitung Bunga Deposito
Q: Bagaimana rumus untuk menghitung keuntungan bunga kotor deposito sebelum dipotong pajak?
A: Keuntungan bunga kotor dapat dihitung dengan rumus: (Jumlah Setoran x Suku Bunga x Jumlah Tenor) / 365 Hari.

Q: Berapa batas nominal tabungan deposito yang mulai dikenakan potongan pajak oleh pemerintah?
A: Berdasarkan ketentuan pemerintah Indonesia, pajak sebesar 20% atas total bunga deposito hanya akan dikenakan jika nominal tabungan deposito Anda lebih dari Rp7,5 juta.

Q: Bagaimana cara menghitung bunga bersih yang diterima nasabah setiap bulannya?
A: Anda bisa menggunakan rumus bulanan: (Jumlah Setoran x Suku Bunga x 80% x 30 hari) / 365 Hari. Angka 80% tersebut merupakan persentase sisa pendapatan setelah dikurangi potongan pajak 20%.

Q: Apa konsekuensi finansial jika nasabah mencairkan dana deposito sebelum tanggal jatuh tempo?
A: Jika dicairkan secara prematur, bank biasanya akan memberikan penalti berupa denda atau kebijakan untuk tidak membayarkan keuntungan bunga Anda pada bulan berjalan.

Q: Mengapa nominal setoran yang besar bisa memengaruhi tingkat suku bunga yang ditawarkan bank?
A: Nominal setoran yang besar dianggap memberikan kontribusi yang lebih besar bagi likuiditas bank, sehingga bank biasanya mengapresiasi nasabah dengan menawarkan tingkat suku bunga yang lebih tinggi.

Q: Faktor eksternal apa saja yang memengaruhi kebijakan sebuah bank dalam menaikkan atau menurunkan bunga deposito?
A: Kebijakan bunga bank sangat dipengaruhi oleh pergerakan suku bunga acuan Bank Indonesia (BI rate) serta kebutuhan likuiditas internal bank itu sendiri untuk menarik dana nasabah.

Q: Data apa saja yang perlu dimasukkan saat kita ingin menggunakan fitur kalkulator deposito?
A: Anda hanya perlu memasukkan tiga informasi dasar, yaitu nominal uang yang akan disetor, pilihan tenor atau jangka waktu penyimpanan, dan persentase suku bunga deposito yang berlaku di bank tersebut

Q: Bagaimana cara membuka akun deposito tanpa harus datang ke bank dan apa keuntungan tambahannya di GoPay?
A: Anda bisa langsung membuka GoPay Deposito by Jago secara serba digital melalui aplikasi GoPay di HP. Selain praktis, Anda juga bisa menikmati keuntungan lebih lewat promo GoPay Deposito berupa cashback yang sedang tersedia.

Artikel Terkait