Ringkasan:
- Analisis Bunga dan Tenor: Bandingkan suku bunga antar bank (termasuk bank digital) dan pilih tenor (1–24 bulan) yang sesuai dengan likuiditasmu. Gunakan fitur Automatic Roll Over (ARO) untuk perpanjangan otomatis agar dana tetap produktif tanpa jeda.
- Keamanan dan Legalitas: Pastikan bank terdaftar di OJK dan merupakan peserta penjaminan LPS. Perhatikan batas suku bunga penjaminan agar dana tetap aman jika terjadi risiko pada bank, serta pelajari kebijakan penalti jika terpaksa menarik dana sebelum jatuh tempo.
- Aksesibilitas dan Kemudahan Digital: Pilih layanan yang memungkinkan pembukaan hingga pemantauan deposito secara online agar lebih praktis. Kamu bisa memanfaatkan GoPay Deposito by Jago untuk proses yang cepat, aman, dan sering tersedia promo menarik.
Disclaimer: Ringkasan ini dibuat menggunakan Kecerdasan Buatan (AI)
Bingung mau ngapain sama uang dingin yang nganggur di rekening? Kenapa nggak taruh di deposito aja! Tapi, sebelum buru-buru ambil tindakan, kamu harus tahu dulu beberapa tips memilih deposito yang tepat dan tepercaya supaya uangmu ngasih imbal hasil yang optimal.
Kenapa memahami cara memilih deposito yang tepat itu penting? Sederhananya, setiap bank punya kebijakan yang berbeda-beda. Hal ini bakal berpengaruh langsung pada seberapa fleksibel kamu bisa menarik uang nantinya dan berapa besar keuntungannya.
Jadi, gimana tips memilih deposito yang tepat dan terpercaya? Yuk, kita simak bareng-bareng di sini!
BACA JUGA: Apa Itu Deposito
1. Perhatikan suku bunga deposito

Perhatikan suku bunga deposito | Sumber: Pexels.com/tima-miroschinenko
Hal pertama yang pasti langsung kamu lirik pas lihat brosur deposito bank adalah angka persentase suku bunganya.
Suku bunga deposito biasanya jauh lebih tinggi daripada tabungan biasa, jadi wajar kalau ini jadi daya tarik utama. Tapi, kamu harus teliti melihat berapa bunga efektif yang ditawarkan oleh bank tersebut setiap bulannya.
Suku bunga ini biasanya bersifat kompetitif dan sering berubah mengikuti kebijakan bank sentral atau kondisi pasar. Jadi, rajin-rajinlah mengecek kabar terbaru supaya kamu nggak ketinggalan momen saat bunga lagi tinggi-tingginya.
Selain itu, nggak ada salahnya coba hitung simulasi bunganya sendiri sebelum memutuskan untuk setor dana dalam jumlah besar. Biasanya, di situs atau aplikasi resmi bank ada kalkulator deposito yang bisa bantu kamu melihat estimasi hasil akhirnya.
2. Bandingkan setiap deposito

Bandingkan setiap deposito | Sumber: Pexels.com/katie-harp-636435
Jangan langsung jatuh cinta sama bank pertama yang kamu lihat atau sering muncul iklannya. Justru, kamu perlu melakukan riset kecil-kecilan untuk membandingkan produk deposito dari satu bank dengan bank lainnya.
Misalnya, bank digital belakangan ini sering banget kasih bunga yang lebih berani dibanding bank konvensional karena biaya operasional mereka lebih rendah.
Namun, bank besar mungkin menawarkan rasa aman yang lebih tinggi buat sebagian orang karena nama besarnya yang udah puluhan tahun. Kamu tinggal pilih mana yang paling sesuai dengan profil risiko dan kebutuhan kamu.
Bandingkan juga biaya-biaya administrasinya kalau ada, meskipun biasanya deposito itu bebas biaya admin bulanan. Beberapa bank mungkin mengenakan biaya materai atau biaya pembukaan yang perlu kamu perhitungkan dalam modal awal.
Kamu bisa memanfaatkan situs perbandingan keuangan atau tanya-tanya di komunitas investor untuk mendapat review jujur. Soalnya, pengalaman orang lain sering kali ngasih info yang nggak tertulis di dokumen resmi bank.
3. Ketahui tenor yang ditawarkan

Ketahui tenor yang ditawarkan | Sumber: Pexels.com/towfiqu-barbhuiya
Tenor atau jangka waktu adalah durasi berapa lama uang kamu harus dikunci di dalam rekening deposito. Biasanya pilihannya mulai dari 1 bulan, 3 bulan, 6 bulan, hingga 12 atau bahkan 24 bulan. Berapa lama, sih, durasi yang pas?
Kalau kamu ngerasa bakal butuh uangnya dalam waktu dekat, sebaiknya ambil tenor pendek seperti 1 atau 3 bulan aja. Meski bunganya mungkin sedikit di bawah tenor panjang, kamu tetap punya akses lebih cepat ke dana tersebut.
Sebaliknya, kalau uang itu benar-benar dana dingin yang nggak bakal dipakai lama, ambil aja tenor 12 bulan ke atas. Biasanya, bank kasih bunga lebih maksimal untuk nasabah yang mau berkomitmen menaruh dana dalam jangka waktu panjang.
Nggak kalah penting, jangan lupa tanyakan soal sistem perpanjangan otomatis atau Automatic Roll Over (ARO). Dengan fitur ini, deposito kamu bakal otomatis diperpanjang kalau udah jatuh tempo tapi kamu belum sempat ambil uangnya.
Ini praktis banget buat kamu yang sibuk dan nggak pengin uangnya berhenti menghasilkan bunga sepeser pun.
4. Cek minimum penempatan dana

Cek minimum penempatan dana | Sumber: Unsplash.com/mufidpwt
Setiap bank punya standar minimum penempatan dana yang berbeda; ada yang mulai dari Rp1 juta sampai harus Rp10 juta. Pastikan kamu memilih tabungan deposito yang sesuai dengan kemampuan finansialmu saat ini tanpa memaksakan diri.
Beberapa bank digital sekarang udah inklusif banget dengan memperbolehkan nasabah buka rekening deposito mulai dari ratusan ribu saja. Ini tentu cocok banget buat kamu yang baru mau mulai belajar investasi secara konsisten.
Tapi, kalau kamu punya dana melimpah, ada juga bank yang menawarkan bunga spesial buat nasabah prioritas dengan penempatan dana tertentu. Biasanya, angka minimumnya cukup fantastis, tapi sebanding dengan fasilitas dan bunga ekstra yang diberikan.
Intinya, tips memilih deposito yang tepat adalah dengan memilih yang syarat saldonya masuk akal buat kamu. Jangan masukin semua uang di tabungan ke deposito sampai kamu nggak punya sisa uang buat belanja atau bayar tagihan.
BACA JUGA: Keuntungan Deposito
5. Pastikan deposito aman dan legal

Pastikan deposito aman dan legal | Sumber: Unsplash.com/sasun1990
Keamanan adalah harga mati kalau kita bicara soal uang, apalagi dalam jumlah yang lumayan besar.
Jadi, kamu harus memastikan bahwa bank tempat kamu menaruh uang sudah terdaftar dan diawasi secara resmi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK). OJK ini tugasnya menjaga agar semua praktik perbankan berjalan sesuai aturan dan nggak merugikan nasabah.
Selain OJK, kamu juga wajib cek apakah bank tersebut sudah menjadi Bank Peserta Penjaminan dari LPS (Lembaga Penjamin Simpanan). Dengan kata lain, jangan cuma cari yang angkanya paling tinggi tanpa mempertimbangkan aturan dari LPS.
Ada batas maksimal suku bunga yang dijamin oleh LPS agar uang kamu tetap aman, yaitu Rp2 miliar. Kalau bank kasih bunga jauh di atas batas itu, kamu perlu lebih waspada karena risikonya juga bakal naik.
Gimana cara ceknya? Kamu bisa lihat stiker atau logo LPS dan OJK di pintu masuk bank atau di bagian bawah situs resmi mereka. Kalau nggak ketemu, kamu bisa langsung buka situs resmi LPS dan cari nama bank tersebut di daftar peserta penjaminan.
6. Pelajari fleksibilitas penarikan uang

Pelajari fleksibilitas penarikan uang | Sumber: Unsplash.com/sharonmccutcheon
Kadang-kadang, rencana keuangan yang udah kita buat bisa berubah seketika di tengah jalan. Oleh karena itu, kamu harus tahu apa yang terjadi kalau kamu terpaksa menarik dana deposito sebelum waktunya jatuh tempo.
Ada bank yang aturannya ketat banget, tapi ada juga yang lebih santai soal urusan penarikan uang ini.
Beberapa bank bakal mengenakan biaya penalti atau denda kalau kamu melakukan penarikan prematur yang bisa memotong modal awalmu. Selain denda, biasanya bunga yang sudah berjalan juga nggak bakal dibayarkan oleh bank tersebut sebagai sanksi.
Tapi, kabar baiknya, sekarang mulai banyak produk deposito yang menawarkan fitur tarik dana kapan aja tanpa denda penalti sama sekali. Meskipun bunganya mungkin sedikit lebih kecil, fleksibilitas tersebut tentu membantu banget kalau kamu punya kebutuhan mendadak.
Tanyakan secara detail soal kebijakan ini ke customer service atau baca syarat dan ketentuan di aplikasinya sebelum klik tombol konfirmasi.
7. Pertimbangkan kemudahan akses tabungan deposito

Pertimbangkan kemudahan akses tabungan deposito | Sumber: Unsplash.com/nordwood
Zaman sekarang udah serba canggih, jadi rasanya kurang praktis kalau kamu masih harus bolak-balik ke kantor cabang cuma buat urusan deposito.
Akan lebih baik lagi kalau semua proses mulai dari buka rekening, cek saldo, sampai pencairan bisa diakses secara digital lewat smartphone.
Bayangin betapa ribetnya kalau setiap kali mau menambah dana atau mengubah tenor kamu harus antre berjam-jam di bank. Dengan layanan digital, kamu bisa melakukannya sambil rebahan atau di sela-sela kesibukan kerja tanpa perlu ninggalin tempat.
Selain itu, akses digital juga memudahkan kamu untuk memantau perkembangan bunga deposito secara real-time setiap harinya. Kamu bisa melihat berapa estimasi keuntungan yang udah terkumpul hanya dengan beberapa kali klik di layar HP.
BACA JUGA: Perbedaan Tabungan Konvensional dan Deposito
Setelah memahami semua tips memilih deposito yang tepat dan tepercaya di atas, sekarang kamu udah siap untuk mulai menabung. Kuncinya adalah sabar dalam melakukan riset dan jangan terburu-buru mengambil keputusan hanya karena emosi sesaat.
Biar mengelola deposito jadi lebih praktis dalam satu genggaman aja, ada GoPay Deposito by Jago! Soalnya, kamu bisa buka tabungan deposito tanpa perlu ke bank dan kirim dokumen fisik banyak-banyak. Cukup apply secara online lewat HP!
Plus, buat kamu yang mau nilai tabungan makin bertumbuh, jangan sampai kelewatan promo GoPay Deposito yang sering tersedia buat nasabah baru maupun lama. Yuk, mulai amankan masa depanmu dengan pilih deposito yang paling pas buat kamu sekarang juga!
FAQ Tips Memilih Deposito
Q: Mengapa kita perlu membandingkan produk deposito antara bank digital dan bank konvensional?
A: Bank digital biasanya menawarkan suku bunga yang lebih tinggi dan berani karena biaya operasional mereka lebih rendah, sedangkan bank konvensional menawarkan rasa aman dan reputasi yang sudah terbangun selama puluhan tahun.
Q: Bagaimana cara menentukan tenor deposito yang tepat untuk uang kita?
A: Jika Anda merasa akan membutuhkan dana tersebut dalam waktu dekat, pilihlah tenor pendek (1-3 bulan). Namun, jika dana tersebut adalah uang dingin yang tidak akan dipakai lama, pilihlah tenor panjang (12 bulan ke atas) untuk mendapatkan bunga yang lebih maksimal.
Q: Apa yang dimaksud dengan fitur Automatic Roll Over (ARO) pada deposito?
A: ARO adalah sistem perpanjangan otomatis di mana dana deposito Anda yang sudah jatuh tempo akan langsung diperpanjang ke periode berikutnya secara otomatis jika belum sempat Anda cairkan, sehingga uang tetap terus menghasilkan bunga.
Q: Lembaga apa saja yang wajib mengawasi dan menjamin keamanan bank penyedia deposito di Indonesia?
A: Bank tersebut wajib terdaftar dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) serta menjadi bank peserta penjaminan dari Lembaga Penjamin Simpanan (LPS).
Q: Berapa batas maksimal saldo dan suku bunga yang dijamin oleh LPS?
A: LPS menjamin dana nasabah hingga maksimal nominal Rp2 miliar per nasabah per bank, dengan catatan suku bunga deposito tersebut tidak melebihi tingkat bunga penjaminan yang ditetapkan LPS.
Q: Apa konsekuensi yang harus dihadapi jika kita mencairkan dana deposito sebelum jatuh tempo?
A: Tergantung kebijakan bank, Anda bisa dikenakan denda penalti yang memotong modal awal, atau bunga berjalan pada bulan tersebut tidak akan dibayarkan oleh pihak bank.
Q: Bagaimana cara membuka deposito secara praktis tanpa harus mengantre di kantor cabang bank?
A: Anda bisa memanfaatkan fitur GoPay Deposito by Jago langsung dari smartphone untuk membuka tabungan deposito secara online tanpa perlu mengirim dokumen fisik, serta berkesempatan menikmati keuntungan dari promo khusus yang tersedia.







