Ringkasan
- Definisi & Karakteristik Utama: Sinking fund merupakan dana tabungan yang dihimpun secara sengaja untuk memenuhi kebutuhan atau keinginan masa depan yang jadwal dan nominalnya sudah bisa diprediksi, seperti liburan, pajak kendaraan, hingga renovasi rumah.
- Perbedaan Utama dari Dana Darurat: Perbedaan mendasar keduanya terletak pada sifat pengeluaran; sinking fund disiapkan untuk rencana yang pasti terpakai, sedangkan dana darurat bertindak sebagai jaring pengaman likuid untuk kejadian tak terduga yang semoga tidak terpakai.
- Perencanaan Terukur dengan GoPay: Strategi pembuatan sinking fund dilakukan dengan menentukan target, memisahkan rekening, dan menghitung setoran per bulan lewat rumus pembagian waktu, yang dapat dievaluasi polanya memakai fitur Laporan Pengeluaran di Aplikasi GoPay.
Disclaimer: Ringkasan ini dibuat menggunakan Kecerdasan Buatan (AI)
Udah punya dana darurat? Good job! Tapi, masih ada satu lagi jenis tabungan yang nggak kalah penting: sinking fund.
Banyak orang yang mengira kalau sinking fund sama persis kayak dana darurat. Padahal, keduanya punya fungsi yang berbeda bagi keuangan pribadimu.
Memangnya, apa itu sinking fund? Seperti apa beda sinking fund dan dana darurat? Biar nggak salah kaprah dan bisa mengatur uang dengan lebih efektif, yuk, simak penjelasan lengkap seputar sinking fund di bawah ini!
BACA JUGA: Menabung demi Capai Tujuan Keuangan
Apa Itu Sinking Fund?

Apa Itu Sinking Fund? | Sumber: Unsplash.com/towfiqu999999
Sinking fund adalah dana tabungan yang disiapkan khusus buat memenuhi kebutuhan atau keinginan di masa depan yang udah bisa diprediksi. Artinya, sinking fund bukan dipakai buat kondisi mendesak yang dadakan, beda sama dana darurat.
Gampangnya, anggap aja sinking fund sebagai tabungan dengan tujuan khusus. Contohnya, kamu berencana liburan akhir tahun dengan budget Rp5 juta.
Daripada langsung ngeluarin uang Rp5 juta sekaligus pas waktunya berangkat, kamu bisa nabung Rp500.000 tiap bulan selama 10 bulan. Jadi, pas hari H liburan, dananya udah siap dan keuangan bulananmu nggak ikut terganggu.
Selain buat liburan, sinking fund juga cocok buat pengeluaran lain seperti staycation, servis kendaraan, pajak tahunan kendaraan, renovasi rumah, ganti HP atau laptop, biaya pernikahan, sampai dana pendidikan anak.
Manfaat Punya Sinking Fund

Manfaat Punya Sinking Fund | Sumber: Pexels.com/karola-g
Kalau kamu tau bakal ada pengeluaran besar yang waktunya bisa diprediksi, sinking fund adalah solusinya biar dompet kamu nggak kaget. Apalagi, metode nabung satu ini menawarkan banyak manfaat. Yuk, cari tau di bawah ini!
1. Memenuhi kebutuhan jangka panjang masa depan
Pengeluaran besar bakal terasa berat kalau harus kamu bayar sekaligus dalam satu waktu. Nah, dengan sinking fund, pengeluaran tersebut bisa kamu pecah jadi nominal yang lebih kecil sehingga bakal terasa lebih ringan.
Misalnya, kamu tau kalau dua tahun lagi bakal butuh biaya buat anak masuk sekolah. Dengan ngumpulin dana sedikit demi sedikit tiap bulan, target tersebut bakal terasa lebih realistis. Plus, arus kas bulananmu nggak bakal terganggu.
2. Menghindari utang konsumtif
Karena dananya udah disiapin sejak awal, kamu bisa lebih tenang pas kebutuhan tertentu datang di masa depan. Nggak ada lagi cerita buru-buru pakai kartu kredit atau pinjol yang mengharuskanmu bayar bunga cicilan.
Dengan kata lain, sinking fund bisa membantumu terhindar dari risiko terlilit utang konsumtif. Bonusnya, kamu bisa nikmatin pembelian atau pengalaman di masa depan tanpa rasa bersalah. Soalnya, bukan dana darurat maupun uang dadakan yang kepakai.
3. Bantu menabung untuk lebih dari satu goal
Punya banyak target keuangan buat masa depan? No worries, sinking fund bisa digunakan untuk beberapa kebutuhan sekaligus, kok!
Kamu bisa bikin beberapa pos sinking fund sesuai tujuan. Terus, pastikan tiap pos punya alokasi dan jangka waktu yang jelas. Misalnya, satu pos buat servis mobil 6 bulan lagi, satu pos buat liburan akhir tahun nanti, dan satu pos lagi buat beli laptop baru tahun depan.
Dengan begini, kamu bisa mengejar beberapa target keuangan dalam waktu bersamaan tanpa ngorbanin tabungan utama maupun dana darurat. Keuangan jadi lebih rapi dan terarah, deh!
BACA JUGA: Kapan Darurat Boleh Digunakan?
Beda Sinking Fund dan Dana Darurat

Beda Sinking Fund dan Dana Darurat | Sumber: Pexels.com/karola-g
Di atas, udah dibahas sedikit apa itu sinking fund dan bedanya dari dana darurat. Biar makin jelas dan nggak bingung lagi, yuk, kita bedah lagi beda sinking fund dan dana darurat berdasarkan faktor-faktor berikut!
1. Sifat pengeluaran
Perbedaan utama sinking fund dan dana darurat jelas ada pada sifat pengeluarannya.
Seperti yang udah disinggung, sinking fund disiapin buat pengeluaran yang udah kamu rencanain sejak awal. Jadi, kamu memang udah tau uang tersebut bakal dipakai untuk apa dan pada waktu yang udah bisa diprediksi.
Beda cerita sama dana darurat, yang justru khusus disiapin untuk kejadian nggak terduga yang sifatnya mendesak. Contohnya kayak biaya pengobatan mendadak atau kehilangan pekerjaan.
Kamu nggak bakal pernah tau kapan harus menggunakan dana darurat karena memang nggak ada jadwal tetap.
Simpelnya, sinking fund adalah tabungan yang “udah pasti kepakai”, sedangkan dana darurat adalah tabungan yang “semoga aja nggak kepakai”.
2. Tujuan penggunaan
Tujuan sinking fund adalah memenuhi kebutuhan atau mewujudkan rencana yang udah kamu susun jauh-jauh hari. Sebut aja servis kendaraan, liburan, beli barang impian, atau renovasi rumah.
Di sisi lain, dana darurat berfungsi sebagai bantalan atau jaring pengaman keuangan. Jadi, semisal terjadi hal-hal nggak diharapkan, kamu bisa mengandalkan dana darurat sehingga nggak perlu sampai berutang.
3. Tempat penyimpanan yang disarankan
Beda sinking fund dan dana darurat ternyata juga bisa dilihat dari tempat penyimpanannya, lho. Sinking fund sebaiknya disimpan di tempat yang gampang diakses, tapi tetap terpisah dari rekening utama.
Contohnya kayak rekening tabungan berjangka yang baru bisa cair pas jatuh tempo. Jadi, kamu nggak bakal tergoda memakainya buat hal lain.
Sementara itu, dana darurat sebaiknya diletakkan di tempat yang sangat likuid alias bisa dicairin kapan aja tanpa proses lama maupun penalti. Kamu bisa menyimpannya di rekening terpisah agar nggak kecampur sama pengeluaran sehari-hari.
Cara Membuat Sinking Fund

Cara Membuat Sinking Fund | Sumber: Pexels.com/karola-g
Setelah memahami apa itu sinking fund dan bedanya dari dana darurat, sekarang waktunya kamu praktik. Tenang, cara membuat sinking fund sama sekali nggak ribet, kok. Kamu cuma perlu ngikutin langkah-langkah berikut!
1. Tentukan tujuan yang jelas
Sinking fund harus punya tujuan yang jelas dan spesifik, bukan nabung buat jaga-jaga. Makanya, tentukan dulu kamu mau nabung buat apa dan kapan tabungan bakal dipakai.
Kamu bisa nabung sinking fund untuk liburan akhir tahun 6 bulan lagi, ganti HP tahun depan, biaya masuk sekolah anak buat 2 tahun lagi, atau renovasi rumah 3 tahun lagi.
Gimana kalau kebutuhanmu banyak? Boleh aja, kok, bikin beberapa sinking fund sekaligus. Tapi, jangan lupa prioritaskan yang paling penting atau paling dekat waktunya.
2. Hitung target dan jangka waktu
Tujuan udah jelas, berarti sekarang saatnya menghitung total dana yang kamu butuhkan dan kapan harus terkumpul. Cara membuat sinking fund ini penting banget karena bakal nentuin jumlah uang yang harus kamu sisihkan tiap bulan.
Sebagai contoh, kamu mau mau liburan akhir tahun dengan dengan estimasi budget Rp5 juta, dan sekarang baru bulan Februari. Artinya, kamu punya waktu 10 bulan buat ngumpulin dana tersebut.
Dengan kata lain, kamu perlu menyisihkan uang Rp500.000 per bulan mulai Maret–Desember agar dana liburan akhir tahun berhasil terkumpul.
3. Siapkan rekening khusus sinking fund
Agar sinking fund nggak kepakai buat pengeluaran lain, simpanlah di rekening terpisah dari rekening utama sehari-hari. Kamu bisa pakai e-wallet, rekening tabungan berjangka, atau fitur “kantong” terpisah di aplikasi keuangan masa kini.
Kalau kamu termasuk tipe orang yang gampang tergoda, sebaiknya pilihlah rekening yang nggak dilengkapi kartu debit. Alhasil, kamu jadi nggak dikit-dikit kepikiran buat pakai sinking fund sebelum waktunya.
4. Gunakan rumus sinking fund
Cara membuat sinking fund yang paling simpel adalah dengan menggunakan rumus berikut:
Dana yang harus disisihkan per bulan = Total target dana : Jumlah bulan
Contohnya, kamu mau upgrade ke laptop baru seharga Rp12 juta dalam waktu 12 bulan. Berarti, dana yang perlu kamu sisihkan per bulan adalah: Rp12 juta : 12 = Rp1 juta per bulan. Gampang banget, kan?
5. Evaluasi progres secara berkala
Last but not least, jangan lupa cek progress sinking fund kamu secara berkala, misalnya tiap bulan atau tiga bulan. Langkah ini penting buat mastiin progress-mu on-track dan target tercapai tepat waktu.
Terus, kamu juga bisa sekaligus melakukan penyesuaian semisal ada perubahan kondisi keuangan. Contohnya, kalau ternyata progress-mu ketinggalan, kamu bisa menambah jumlah setoran bulanan atau menggeser tenggat waktu target.
BACA JUGA: Cara Mengatur Keuangan Bulanan
Sinking fund adalah cara nabung untuk pengeluaran besar yang udah kamu rencanain. Buat ngitung nominal yang kamu butuhkan, kamu juga perlu tau pola pengeluaran seperti berapa biaya servis kendaraan tahun lalu, berapa pajak yang harus dibayar tiap tahun, dan lain-lain.
Biar lebih gampang, cek aja pakai fitur Laporan Pengeluaran di aplikasi GoPay! Mulai dari riwayat pembayaran sampai rekap pengeluaran, semua bisa kamu lihat di sini. Kamu jadi bisa lebih mudah membuat rencana kebutuhan dana buat tahun depan.
FAQ Sinking Fund
Q: Mengapa penempatan rekening untuk sinking fund disarankan berbeda dari tempat penyimpanan dana darurat?
A: Sinking fund sebaiknya disimpan di rekening berjangka atau pos tabungan khusus yang terpisah agar tidak mudah diutak-atik hingga waktu targetnya tiba. Sebaliknya, dana darurat wajib ditempatkan di rekening yang sangat likuid dan mudah dicairkan dalam hitungan menit tanpa penalti karena tujuannya untuk mengatasi situasi kritis yang mendadak.
Q: Bagaimana penerapan rumus sinking fund yang benar jika seseorang ingin mengumpulkan dana untuk beberapa tujuan sekaligus?
A: Anda hanya perlu menerapkan rumus dasar:
Dana per bulan = Total target dana/Jumlah bulan
secara terpisah pada masing-masing pos goal. Misalnya, jika ingin membeli laptop Rp12 juta dalam 12 bulan (12.000.000 : 12 = 1.000.000 per bulan) dan servis mobil Rp1,2 juta dalam 6 bulan (1.200.000 : 6 = 200.000 per bulan), maka total dana sinking fund yang harus Anda sisihkan adalah Rp1.200.000 per bulan.
Q: Apakah aman memakai saldo sinking fund untuk menutup pengobatan mendadak jika dana darurat utama ternyata habis?
A: Dalam hierarki keuangan, jika dana darurat utama habis, Anda diperbolehkan menggunakan sinking fund sebagai cadangan terakhir demi menghindari utang konsumtif/pinjol. Namun, konsekuensinya rencana masa depan yang sudah Anda susun (seperti liburan atau ganti HP) harus rela ditunda atau lini masanya digeser mundur.
Q: Mengapa memiliki sinking fund diklaim dapat membantu seseorang terhindar dari perilaku utang konsumtif?
A: Karena saat kebutuhan atau keinginan besar tersebut datang (misalnya saat jatuh tempo pembayaran pajak mobil tahunan atau liburan), Anda sudah memiliki uang tunai yang siap pakai. Anda tidak perlu lagi mengandalkan cicilan kartu kredit atau pinjaman online yang membebani keuangan dengan bunga tinggi.
Q: Bagaimana fitur Laporan Pengeluaran di Aplikasi GoPay membantu mempermudah estimasi pembuatan sinking fund tahunan?
A: Fitur Laporan Pengeluaran di Aplikasi GoPay merekam secara otomatis riwayat transaksi dan pengeluaran masa lalu Anda. Melalui rekam jejak tersebut, Anda bisa melihat data konkret mengenai berapa biaya yang biasanya Anda habiskan untuk servis kendaraan atau belanja tahunan, sehingga Anda bisa menentukan target nominal sinking fund berikutnya secara lebih akurat dan realistis.







