Ringkasan:
- Konfrontasi Data & Kurasi Konsumsi Informasi: Mengatasi financial anxiety dimulai dengan menghadapi kondisi keuangan secara jujur (menghitung saldo, tagihan, dan utang) serta membatasi paparan konten flexing media sosial dan berita ekonomi negatif yang memicu panik.
- Tindakan Terukur & Pengendalian Diri: Pecah target finansial besar menjadi aksi kecil yang realistis, terapkan jeda 24 jam sebelum belanja impulsif (doom spending), dan gunakan teknik relaksasi seperti meditasi 5–10 menit saat rasa cemas melanda.
- Pencatatan Otomatis & Bantuan Profesional: Evaluasi pengeluaran secara berkala menggunakan fitur Laporan Keuangan di aplikasi GoPay untuk mendapatkan kepastian data, serta jangan ragu berkonsultasi ke psikolog jika kecemasan sudah mengganggu fungsi harian.
Disclaimer: Ringkasan ini dibuat menggunakan Kecerdasan Buatan (AI)
Uangmu berkurang gara-gara kondisi darurat? Wajar banget kalau kamu langsung kepikiran. Selama rasa khawatir tersebut mereda setelah kamu nemuin solusi atau dapat pemasukan lagi, sebetulnya nggak ada yang perlu dikhawatirin secara berlebihan.
Tapi, beda cerita kalau kamu terus-terusan cemas dan overthinking soal uang sampai bikin sulit fokus, susah tidur, atau malah takut ngeluarin uang buat kebutuhan sehari-hari. Kondisi ini bisa jadi tanda financial anxiety yang nggak boleh diabaikan.
Kalau terus dibiarin, financial anxiety bisa mengganggu kualitas hidup dan bikin hubunganmu dengan uang jadi nggak sehat. Kabar baiknya, ada tips mengatasi financial anxiety biar kamu bisa merasa lebih aman. Yuk, kita bahas satu per satu!
BACA JUGA: Financial Burnout
1. Hadapi angka secara jujur

Hadapi angka secara jujur | Sumber: Unsplash.com/sincerelymedia
Kalau urusan uang bikin anxious, respons alami yang biasanya langsung muncul adalah menghindari kenyataan. Kamu sengaja nggak cek saldo rekening, malas cek tagihan, atau pura-pura nggak tau total pengeluaran bulan ini.
Masalahnya, menghindari kayak gini justru bisa bikin rasa cemas makin menjadi. Soalnya, kamu jadi nggak punya gambaran jelas tentang kondisi keuangan yang sebenarnya.
Jadi, kamu harus ngapain? Coba beranikan diri buat melihat angka-angka tersebut secara jujur. Terus, catat berapa pemasukanmu, pengeluaran rutin, jumlah cicilan atau utang, dan sisa uang yang tersedia.
Nggak perlu langsung mikirin semuanya sekaligus. Take it one step at a time. Buat sekarang, kamu cukup dapetin gambaran soal kondisi keuangan terkini.
2. Batasi konten media sosial pamer kekayaan

Batasi konten media sosial pamer kekayaan | Sumber: Pexels.com/miriam-alonso
Tips mengatasi financial anxiety yang berikutnya ini berhubungan sama media sosial. Gimana nggak? Ada yang baru bangun rumah, beli mobil, liburan ke luar negeri, sampai posting tentang financial freedom di usia muda. Wajar kalau lama-lama kamu jadi insecure.
Kalau konten flexing kayak gitu sering bikin kamu bandingin kondisi finansial sendiri dengan orang lain, mungkin ini saatnya buat ngurangin dosisnya. Segera mute atau unfollow akun-akun yang bikin kamu ngerasa harus mencapai standar hidup tertentu.
Sebagai gantinya, kurasi timeline-mu dengan konten yang lebih relatable sama tujuan finansialmu. Misalnya, kamu bisa follow akun edukasi keuangan yang napak tanah atau cerita orang yang lagi sama-sama berjuang nabung.
3. Kurangi frekuensi menonton berita ekonomi negatif

Kurangi frekuensi menonton berita ekonomi negatif | Sumber: Pexels.com/eren-li
Inflasi naik, nilai Rupiah menurun, harga kebutuhan meningkat, belum lagi ekonomi global yang serba nggak pasti. Kalau kamu setiap hari mengonsumsi berita ekonomi negatif, pikiran pun otomatis jadi alert dan terus-terusan mikirin nasib keuangan.
Bukan berarti kamu harus stop mengonsumsi berita ekonomi sama sekali, kok. Gimanapun juga, kamu tetap butuh informasi tersebut biar bisa ambil keputusan keuangan secara bijak. Tapi, gimana kalau kamu justru makin cemas tiap kali baca atau nonton berita ekonomi?
Coba pelan-pelan atur frekuensinya. Misalnya, cukup cek berita ekonomi sekali sehari, bukan sepanjang hari. Nggak kalah penting, pilihlah berita dari sumber kredibel biar nggak kebawa framing yang bikin panik.
4. Fokus pada aksi kecil

Fokus pada aksi kecil | Sumber: Unsplash.com/sasun1990
Ketika lagi cemas soal uang, rasanya semua masalah finansial harus beres saat ini juga. Padahal, tekanan buat langsung memperbaiki semuanya justru bikin kamu makin ngerasa overwhelmed.
Punya target besar seperti “punya dana darurat” atau “harus kaya” emang sah-sah aja. Tapi, buat tips mengatasi financial anxiety, coba pecah target tersebut ke dalam aksi kecil yang lebih realistis.
Misalnya, kamu bisa mulai menyisihkan 10% dari gaji tiap bulan buat tabungan dana darurat. Semisal 10% masih terasa berat, mulai aja dari nominal yang sanggup kamu sisihkan secara konsisten.
Intinya, fokuslah pada hal yang emang bisa kamu kendaliin. Rasa punya kendali ini penting banget buat bantu kamu ngurangin kecemasan soal uang.
BACA JUGA: Doom Spending Gen Z
5. Beri jeda waktu berpikir sebelum membeli barang

Beri jeda waktu berpikir sebelum membeli barang | Sumber: Pexels.com/liza-summer
Pas lagi cemas, wajar banget kalau kamu mencari cara buat menyenangkan diri, termasuk dengan checkout barang secara impulsif.
Sayangnya, kesenangan belanja ini sering kali cuma bertahan sesaat. Setelahnya, kamu justru ngerasa makin cemas karena menyesal udah ngeluarin duit buat hal yang nggak benar-benar kamu butuhin.
Karena itu, kasih jeda waktu berpikir sebelum beli barang. Tunggu selama 24 jam, dan selama masa jeda ini, tanyakan ke diri sendiri apakah kamu beneran butuh barang ini atau cuma kebawa suasana?
Kalau setelah 24 jam kamu masih pengin banget barang tersebut, baru deh pertimbangkan lagi. Apakah emang ada budget-nya? Semisal nggak beli sekarang, ada konsekuensinya atau nggak?
Dengan cara ini, kamu bisa mencegah doom spending alias belanja impulsif yang dipicu oleh kecemasan soal ketidakpastian ekonomi dan masa depan.
6. Lakukan meditasi saat mulai cemas

Lakukan meditasi saat mulai cemas | Sumber: Unsplash.com/rickopan
Financial anxiety sering kali muncul karena kebanyakan mikir soal skenario terburuk soal masa depan. Misalnya, “Uangku cukup nggak, ya? Gimana kalau nanti ada kebutuhan mendadak?”
Kalau pikiran udah mulai ke mana-mana, meditasi dapat menjadi tips mengatasi financial anxiety yang efektif. Luangkan waktu selama 5–10 menit, lalu duduklah dengan nyaman. Tarik napas dalam-dalam dan fokuskan perhatianmu ke napas tersebut.
Semisal pikiran soal uang muncul, nggak perlu dilawan atau denial. Cukup sadari dan akui, kemudian kembalikan fokusmu ke pernapasan.
Meditasi emang bukan solusi buat melenyapkan financial anxiety-mu, tapi cara ini bisa bantu kamu ngurangin gejala kecemasan. Fokusmu bakal teralihkan dari rasa cemas ke momen saat ini.
7. Catat dan awasi pengeluaran secara rutin

Catat dan awasi pengeluaran secara rutin | Sumber: Pexels.com/karola-g
Sering bingung uangmu pergi ke mana aja? Ini saatnya kamu perlu mulai tracking pengeluaran. Kalau dilakukan secara rutin, kebiasaan ini bisa bantu kamu melihat pola keuangan dengan lebih jelas.
Nggak perlu nunggu sampai akhir bulan. Kamu bisa luangkan waktu secara berkala buat cek pengeluaran, misalnya seminggu sekali.
Kelompokkan pengeluaranmu jadi beberapa kategori, seperti tagihan, transportasi, makan, ngopi, dan hiburan. Dari sini, bakal terlihat pos mana yang paling banyak ngabisin uang dan apakah pengeluaran tersebut masih on track dengan budget.
Jadi, semisal ada pengeluaran yang mulai kelihatan membengkak, kamu bisa segera melakukan penyesuaian agar kondisi finansial tetap aman.
BACA JUGA: Lifestyle Inflation
Kecemasan soal uang emang nggak selalu bisa hilang dalam semalam. Tapi, kamu bisa mulai menguranginya dengan berbagai tips mengatasi financial anxiety di atas. Selain itu, rasa cemas juga dapat berkurang saat kamu punya kepastian data.
Untuk itu, download aplikasi GoPay yang siap bantu kamu mengelola keuangan. Lewat fitur Laporan Keuangan di aplikasi GoPay, kamu bisa melihat grafik transaksimu secara rapi sehingga nggak perlu menebak-nebak ke mana uangmu pergi.
Dengan begini, kamu bisa mengambil keputusan finansial yang lebih bijak berdasarkan data, bukan rasa khawatir semata. Tapi, semisal financial anxiety udah sampai mengganggu aktivitas harian, jangan ragu buat cerita ke profesional seperti psikolog, ya!
FAQ Tips Mengatasi Financial Anxiety
Q: Apa bedanya rasa khawatir uang biasa dengan financial anxiety yang perlu diwaspadai?
A: Rasa khawatir biasa umumnya mereda setelah masalah teratasi atau ada pemasukan baru. Financial anxiety ditandai dengan kecemasan berlanjut dan overthinking yang mengganggu tidur, menurunkan fokus, hingga menimbulkan rasa takut berlebihan untuk mengeluarkan uang bagi kebutuhan harian.
Q: Mengapa mengabaikan saldo dan tagihan justru memperburuk kecemasan finansial?
A: Menghindari kenyataan (financial denial) membuat ketidakpastian makin tinggi. Mengetahui angka pasti pengeluaran dan pemasukan—sekecil apa pun itu—memberikan rasa kendali yang sangat dibutuhkan untuk menurunkan tingkat cemas.
Q: Bagaimana cara menerapkan aturan jeda 24 jam untuk mencegah doom spending?
A: Saat timbul keinginan membeli barang impulsif karena rasa cemas, beri jeda waktu selama 24 jam sebelum bertransaksi. Tanyakan pada diri sendiri apakah barang tersebut kebutuhan nyata atau sekadar pemuas emosi sesaat.
Q: Apakah meditasi bisa menyelesaikan masalah keuangan yang melatarbelakangi kecemasan?
A: Meditasi tidak menyelesaikan masalah finansial secara langsung, namun efektif meredakan gejala fisik dan mental akibat anxiety. Ini membantu mengembalikan fokus ke saat ini (present moment) sehingga kamu dapat berpikir lebih jernih saat mengambil keputusan keuangan.
Q: Fitur apa di aplikasi GoPay yang bisa membantu mengurangi kecemasan soal pengeluaran?
A: Fitur Laporan Keuangan di aplikasi GoPay menyajikan grafik dan rekapitulasi transaksi harian secara rinci, sehingga kamu mendapatkan kepastian data mengenai alokasi uang tanpa perlu menebak-nebak.







