Ringkasan:
- Pengaruh Suku Bunga BI: Perubahan suku bunga mempengaruhi Imbal Hasil dan Nilai Aktiva Bersih (NAB) reksadana karena berdampak langsung pada harga instrumen dasar seperti deposito, obligasi, dan saham.
- Dampak Berbeda pada Tiap Jenis Reksadana: Kenaikan suku bunga menguntungkan Reksadana Pasar Uang dan saham perbankan, namun cenderung menekan Reksadana Pendapatan Tetap serta saham sektor konsumer/properti.
- Kemudahan Diversifikasi via GoPay: Mengantisipasi fluktuasi suku bunga dapat dilakukan secara fleksibel dengan memantau kinerja dan mendiversifikasi portofolio reksadana secara praktis melalui GoPay Investasi.
Disclaimer: Ringkasan ini dibuat menggunakan Kecerdasan Buatan (AI)
Suku bunga dari Bank Indonesia (BI) ternyata ngaruh banget ke imbal hasil reksadana kamu, lho! Apakah ini artinya kamu bakal otomatis cuan saat suku bunga BI naik? Atau justru malah turun?
Ternyata, dampak suku bunga ke reksadana bisa bermacam-macam karena bergantung sama jenis reksadana yang kamu beli. Kok, bisa?
Yuk, kita bahas bareng-bareng efek suku bunga terhadap reksadana! Informasi ini penting kamu ketahui biar nanti bisa nentuin strategi investasi yang tepat.
BACA JUGA: Apa Itu Reksadana?
Dampak Suku Bunga ke Reksadana

Dampak Suku Bunga ke Reksadana | Sumber: Unsplash.com/polarmermaid
Perubahan suku bunga BI itu efeknya bisa ke mana-mana, termasuk reksadana. Soalnya, reksadana nempatin dana investor ke berbagai aset seperti saham, obligasi, dan deposito.
Alhasil, pas suku bunga berubah, harga aset-aset tersebut ikut berubah sehingga nilai aktiva bersih (NAB) dan imbal hasil reksadana ikutan terdampak. Saatnya bongkar satu per satu efek suku bunga terhadap reksadana biar kamu makin jago baca arah portofolio!
1. Suku bunga naik, NAB reksadana pasar uang naik
Kenaikan suku bunga BI sering membawa angin segar buat reksadana pasar uang. Gimana ceritanya?
Reksadana pasar uang menginvestasikan sebagian besar dana investor pada instrumen pasar uang, seperti deposito dan surat utang jangka pendek. Begitu suku bunga naik, hasil instrumen pasar uang yang baru diterbitkan atau diperbarui pun bakal ikut naik.
Artinya, ketika manajer investasi (MI) memperoleh instrumen dengan imbal hasil yang lebih tinggi, potensi imbal hasil portofolio reksadana pasar uang biasanya juga meningkat. Efeknya bisa kamu lihat dari kenaikan NAB secara bertahap.
2. Suku bunga naik, harga obligasi lama turun
Kalau kamu investasi di reksadana pendapatan tetap, ceritanya beda lagi. Reksadana pendapatan tetap menempatkan mayoritas dana investasi pada obligasi atau surat utang, sehingga imbal hasilnya bergantung banget sama pergerakan harga obligasi.
Terus, apa hubungannya sama efek suku bunga terhadap reksadana pendapatan tetap?
Obligasi punya yang namanya yield, yaitu tingkat pengembalian yang bakal diperoleh investor setelah nempatin dananya ke obligasi dalam jangka waktu tertentu. Nominal yield dinyatakan dalam persentase.
Nah, ketika suku bunga naik, yield obligasi baru cenderung ikutan naik. Masalahnya, obligasi lama yang udah beredar kemungkinan besar masih nawarin kupon lebih rendah.
Agar obligasi lama tersebut tetap menarik di pasar, harganya perlu disesuaikan sehingga sering kali bergerak turun.
Penurunan harga obligasi lama ini otomatis ikut menekan NAB reksadana pendapatan tetap. Jadi, pas suku bunga naik, jangan kaget kalau lihat NAB sempat “merah” sesaat.
3. Suku bunga turun, capital gain obligasi naik
Gimana kalau yang terjadi adalah suku bunga justru turun? Dalam situasi kayak gini, biasanya pergerakan harga obligasi justru menguat. Yield obligasi baru emang cenderung turun, tapi yield obligasi lama yang punya kupon malah meningkat.
Karena itu, permintaan terhadap obligasi lama biasanya bakal ikut naik dan bikin harganya berpotensi meningkat.
Kenaikan harga ini bisa menciptakan peluang capital gain terhadap pemegang obligasi, termasuk kamu yang berinvestasi dalam reksadana pendapatan tetap.
Sebab, reksadana pendapatan tetap menempatkan mayoritas dana di obligasi, sehingga kenaikan harga tersebut ikut mendorong NAB.
4. Volatilitas tinggi pada reksadana pendapatan tetap
Efek suku bunga terhadap reksadana pendapatan tetap bisa dibilang lumayan bergejolak. Di fase awal, kenaikan suku bunga sering kali bikin NAB reksadana tersebut sempat goyang, soalnya portofolio lama masih menanggung obligasi yang yield-nya lebih rendah.
Tapi, kamu nggak perlu panik karena seiring berjalannya waktu, MI biasanya bakal masukin obligasi baru dengan yield lebih tinggi ke dalam portofolio. Saat portofolio mulai berisi obligasi dengan imbal hasil lebih menarik, performa investasi bakal berangsur pulih.
BACA JUGA: Jenis Reksdana
5. Saham sektor perbankan naik
Dampak suku bunga ke reksadana saham juga nggak main-main. Untuk memahaminya, kamu perlu tau yang namanya Net Interest Margin (NIM), yakni selisih antara pendapatan bunga yang diterima bank dan jumlah bunga yang harus diberikan kepada nasabah.
Pada beberapa kondisi, naiknya suku bunga bisa menambah pendapatan bunga bank sehingga meningkatkan NIM.
Alhasil, kalau saham perbankan menguat dan reksadana saham punya portofolio besar di sektor bank, otomatis pergerakan reksadana saham ikutan naik.
Sebaliknya, kalau saham bank tertekan, NAB reksadana dengan bobot besar di sektor tersebut juga bakal kena imbas.
6. Saham sektor konsumer dan properti tertekan
Sayangnya, keuntungan yang dirasakan sektor perbankan saat suku bunga naik nggak berlaku buat sektor konsumen dan properti.
Suku bunga tinggi bikin cicilan Kredit Pemilikan Rumah (KPR) dan Kredit Kendaraan Bermotor (KKB) makin mahal, sehingga menurunkan daya beli masyarakat. Sedangkan bagi perusahaan, naiknya biaya pinjaman bisa menekan profitabilitas sampai rencana ekspansi.
Akibatnya, muncul efek suku bunga terhadap reksadana saham di sektor-sektor properti, otomotif, dan ritel. Saat saham-saham tersebut mengalami koreksi, reksadana saham dengan porsi besar di sektor terkait bakal ikut terkoreksi.
7. Efek pada saham sektor ekspor dan impor
Naik-turunnya suku bunga ternyata juga berdampak pada nilai tukar Rupiah, yang bakal memberi efek berbeda bagi eksportir dan importir. Kok, bisa?
Saat suku bunga lagi tinggi, instrumen investasi Indonesia jadi menarik di mata investor asing. Dana asing pun mengalir deras hingga nilai Rupiah cenderung menguat.
Bagi eksportir, kondisi tersebut merupakan tantangan karena produk mereka jadi relatif lebih mahal bagi pembeli luar negeri setelah dikonversi ke mata uang asing.
Sebaliknya, perusahaan yang menggunakan banyak bahan baku impor justru bakal diuntungkan, sebab biaya dalam Rupiah jadi lebih murah.
Jadi, kalau reksadana saham punya banyak porsi di saham perusahaan ekspor atau impor, perubahan nilai tukar Rupiah bakal ikut memengaruhi kinerjanya.
Cara Menyikapi Efek Suku Bunga Terhadap Reksadana

Cara Menyikapi Efek Suku Bunga Terhadap Reksadana | Sumber: Pexels.com/alphatradezone
Efek suku bunga terhadap reksadana emang bisa bikin nilai investasimu naik-turun kayak roller coaster. Tapi, bukan berarti kamu harus langsung bongkar portofolio tiap kali BI ngumumin perubahan suku bunga.
Dampak suku bunga ke reksadana nggak terjadi secara instan, kok. Kamu bisa manfaatin waktu ini buat atur ulang strategi investasi saat suku bunga naik maupun turun. Terus, apa yang harus kamu lakukan?
Pas suku bunga lagi naik, pertimbangkan reksadana pasar uang yang cenderung lebih tenang dan stabil. Instrumen pasar uang biasanya menawarkan imbal hasil yang ikutan naik ketika suku bunga pasar meningkat.
Di sisi lain, reksadana pendapatan tetap dan saham akan cenderung tertekan. Tapi, kamu nggak perlu langsung menjual seluruh reksadana pendapatan tetap, kok.
Kalau emang target investasimu masih panjang, pertimbangkan kembali potensi pemulihan harga obligasi dan saham, serta kondisi portofoliomu.
Apalagi, suku bunga masih bisa turun ke depannya. Saat ini terjadi, harga obligasi yang udah beredar biasanya berpotensi naik, sehingga ngasih potensi capital gain bagi reksadana pendapatan tetap yang memiliki obligasi tersebut.
Itulah kenapa kamu perlu mendiversifikasi portofolio reksadana. Jangan menaruh semua telur di satu keranjang aja.
Dengan diversifikasi, kinerja portofoliomu nggak bakal bergantung ke satu jenis reksadana aja, sehingga bisa bantu mengurangi risiko fluktuasi pasar.
BACA JUGA: Kapan Waktu Terbaik Beli Reksadana?
Efek suku bunga terhadap reksadana emang cukup signifikan. Agar hasil investasimu tetap maksimal, kamu perlu mengenali tren suku bunga, karakter masing-masing jenis reksadana, dan melakukan diversifikasi.
Kabar baiknya, sekarang memantau performa investasi sekaligus diversifikasi reksadana jadi lebih gampang pakai GoPay Investasi!
Kamu bisa mengakses beragam pilihan produk investasi reksadana dalam aplikasi GoPay, jadi nggak perlu ribet pindah-pindah platform buat membangun portofolio yang lebih beragam. Yuk, cobain sekarang juga!
FAQ Efek Suku Bunga Terhadap Reksadana
Q: Mengapa perubahan suku bunga BI mempengaruhi imbal hasil reksadana?
A: Karena reksadana mengalokasikan dana ke berbagai instrumen pasar modal seperti deposito, obligasi, dan saham yang harganya sensitif terhadap pergerakan suku bunga.
Q: Mengapa kenaikan suku bunga BI justru menguntungkan Reksadana Pasar Uang?
A: Suku bunga yang naik membuat instrumen pasar uang baru (seperti deposito) menawarkan bunga lebih tinggi, sehingga mendorong kenaikan NAB Reksadana Pasar Uang secara bertahap.
Q: Mengapa harga obligasi lama dan NAB Reksadana Pendapatan Tetap turun saat suku bunga naik?
A: Obligasi baru menawarkan kupon (yield) lebih tinggi, sehingga harga obligasi lama berkupon rendah perlu disesuaikan (turun) agar tetap menarik di pasar.
Q: Kapan waktu terbaik mendapatkan capital gain di Reksadana Pendapatan Tetap?
A: Saat suku bunga BI turun, karena permintaan dan harga obligasi lama berkupon tinggi akan meningkat sehingga mendongkrak NAB reksadana.
Q: Sektor saham apa saja yang diuntungkan dan dirugikan saat suku bunga BI naik?
A: Sektor perbankan cenderung diuntungkan berkat potensi kenaikan Net Interest Margin (NIM), sedangkan sektor konsumer dan properti tertekan akibat naiknya biaya cicilan KPR/KKB dan pinjaman usaha.
Q: Apakah investor harus langsung menjual seluruh portofolio saat suku bunga BI berubah?
A: Tidak perlu, karena efek suku bunga tidak terjadi secara instan. Investor disarankan melakukan rebalancing dan diversifikasi sesuai target jangka panjang.
Q: Bagaimana cara mudah mendiversifikasi portofolio reksadana di GoPay?
A: Kamu bisa memantau performa investasi sekaligus membeli berbagai jenis produk reksadana secara langsung dalam satu aplikasi melalui fitur GoPay Investasi.







