Ringkasan:
- 7 Jenis Deposito Bank: Terdiri dari e-Deposito (praktis via m-banking), Deposito Berjangka (paling umum dengan tenor 1–24 bulan), Deposito Otomatis (sistem perpanjangan otomatis/ARO), Deposito Syariah (menggunakan akad bagi hasil/mudharabah), Deposito Oncall (tenor sangat singkat 7–30 hari dengan dana besar), Deposito Valas (menggunakan mata uang asing seperti USD/EUR), dan Sertifikat Deposito (bisa dipindahtangankan dengan bunga dapat dicairkan di awal).
- Fungsi & Kesesuaian: Pilih jenis deposito yang sesuai kebutuhan keuangan: e-Deposito/berjangka untuk pemula dan investasi pasif, syariah untuk prinsip bebas riba, oncall untuk tempat "parkir" dana bisnis sementara, serta valas untuk kebutuhan transaksi/sekolah luar negeri.
- Deposan Digital Praktis: Pembukaan dan pengelolaan tabungan deposito dapat dilakukan secara mudah, cepat, dan menguntungkan tanpa ke kantor cabang melalui GoPay Deposito by Jago di aplikasi GoPay.
Disclaimer: Ringkasan ini dibuat menggunakan Kecerdasan Buatan (AI)
Kamu pengin mulai nyimpan uang di deposito? Jangan langsung asal pilih! Ternyata, ada banyak jenis deposito dengan karakteristik yang berbeda-beda.
Ada jenis deposito bank yang lebih cocok buat menyimpan dana pribadi, ada juga yang lebih fleksibel buat membantumu mengatur arus kas.
Dengan memahami perbedaannya, kamu bisa memilih jenis tabungan deposito yang paling sesuai sama target keuanganmu. Yuk, kenalan lebih jauh dengan macam-macam deposito biar nanti kamu nggak salah pilih!
BACA JUGA: Apa Itu Deposito?
1. e-Deposito

e-Deposito | Sumber: Unsplash.com/driesdeschepper
e-Deposito alias deposito online adalah produk deposito yang keseluruhan prosesnya dilakukan secara digital, mulai dari pembukaan rekening, penempatan dana, sampai pencairan ketika jatuh tempo.
Kamu bisa melakukan semua itu lewat aplikasi m-banking sehingga nggak perlu repot-repot datang ke kantor cabang bank. Prosesnya cenderung lebih cepat dan praktis. Nantinya, kamu juga bisa mantau saldo dan jatuh tempo deposito kapan aja lewat aplikasi.
Itulah kenapa e-Deposito cocok buat kamu yang udah terbiasa sama gaya hidup digital. Selain itu, pemula yang baru belajar investasi juga bakal nyaman karena prosesnya bisa dipantau secara real-time.
Walaupun bersifat digital atau online, cara kerja e-Deposito nggak jauh berbeda dari jenis tabungan deposito lain pada umumnya, kok.
Kamu cuma perlu login ke akun e-banking, masuk ke menu Deposito Online, lalu lengkapi data yang diminta, termasuk data nominal setoran dan tenor jatuh tempo. Setelah itu, danamu bakal “dikunci” sampai tenor berakhir.
2. Deposito Berjangka

Deposito Berjangka | Sumber: Maginific.com/jcomp
Ini dia jenis deposito yang paling umum diketahui masyarakat. Deposito berjangka adalah produk tabungan yang dananya baru bisa dicairkan setelah mencapai jangka waktu tertentu sesuai kesepakatan, misalnya 1, 3, 6, 12, sampai 24 bulan.
Cara kerjanya cukup simpel karena kamu cuma perlu menyetor sejumlah dana di awal, pilih tenor, dan danamu bakal “mengendap” sampai jatuh tempo. Bank juga bakal memberimu bunga yang kompetitif sesuai ketentuan.
Tenang aja, dana yang kamu setorkan udah dijamin oleh Lembaga Penjamin Simpanan (LPS), sehingga bakal aman. Tapi, ingat, kamu nggak bisa mencairkannya sebelum jatuh tempo, ya. Kalau sampai dilakukan, biasanya bank bakal mengenakan denda.
Karena itu, deposito berjangka lebih dianjurkan buat kamu yang punya dana dingin dan nggak butuh dicairkan dalam waktu dekat.
3. Deposito Otomatis

Deposito Otomatis | Sumber: Magnific.com/magnific
Saat kamu membuka tabungan deposito berjangka, biasanya bank bakal menanyakan apakah nanti kamu mau memperpanjang deposito secara otomatis atau nggak.
Nah, deposito otomatis merujuk pada sistem perpanjangan otomatis tersebut, atau disebut juga automatic rollover (ARO).
Kalau kamu memilih ARO, nanti depositomu bakal otomatis diperpanjang saat jatuh tempo, biasanya dengan pokok yang sama atau termasuk bunganya sekalian (tergantung jenis ARO yang kamu pilih). Tenornya juga bakal sama mengikuti deposito sebelumnya.
Dengan deposito otomatis, kamu nggak perlu repot balik ke kantor cabang bank buat urus perpanjangan. Pada saat bersamaan, danamu bakal terus berkembang tanpa jeda.
Sistem ini cocok banget buat kamu yang tipe “set and forget” alias berinvestasi secara pasif tanpa perlu memantaunya terus. Terus, kalau kamu emang niat nabung buat jangka panjang dan nggak butuh dana cair dalam waktu dekat, deposito otomatis juga pas buat kamu.
BACA JUGA: Keuntungan Deposito
4. Deposito Syariah

Deposito Syariah | Sumber: Pexels.com/thirdman
Buat kamu yang pengin berinvestasi sesuai prinsip syariah Islam, ada deposito syariah. Dalam jenis deposito ini, kamu berperan sebagai shahibul maal atau pemilik dana, sedangkan peran bank adalah mudharib alias pengelola dana.
Karena mengacu pada nilai-nilai Islam, deposito syariah nggak menggunakan bunga. Sebagai gantinya, ada prinsip bagi hasil yang jumlahnya udah ditetapkan dalam akad saat pembukaan tabungan.
Nah, jenis akad yang diterapkan dalam deposito syariah pun bermacam-macam, tapi umumnya memakai akad mudharabah. Dalam akad ini, keuntungan dari deposito bakal dibagi antara kamu dan bank sesuai rasio bagi hasil yang udah disepakati di awal.
Sama seperti macam-macam deposito lainnya, deposito syariah juga merupakan produk simpanan yang dijamin LPS.
Selain itu, produk ini juga diawasi oleh Dewan Pengawas Syariah (DPS) buat memastikan bahwa pengelolaan dana udah sesuai syariah Islam dan bebas dari unsur riba.
5. Deposito Oncall

Deposito Oncall | Sumber: Magnific.com/jcomp
Masih belum familier sama jenis deposito bank satu ini? Deposito oncall adalah produk deposito yang jangka waktunya jauh lebih pendek daripada jenis deposito lainnya, biasanya minimal 7 hari dan maksimal 1 bulan.
Tapi, untuk membuka tabungan deposito oncall, kamu perlu menyiapkan dana pokok yang cukup besar, umumnya mulai dari Rp50 juta.
Karena tenornya singkat dan setoran minimumnya gede, nilai bunganya nggak mengacu ke tarif tetap yang ditetapkan bank. Besaran bunga justru biasanya dihitung berdasarkan negosiasi antara kamu dan bank.
Dengan tenor yang lebih singkat daripada deposito berjangka biasa, deposito oncall jelas lebih fleksibel.
Skema ini cocok buat kamu yang punya dana besar, butuh tempat “parkir” sementara, dan tetap pengin dapat imbal hasil. Contohnya kayak pemilik bisnis yang pengin menyimpan dana operasional sementara sebelum dipakai lagi dalam beberapa minggu.
6. Deposito Valas

Deposito Valas | Sumber: Unsplash.com/ninjason
Deposito valas adalah jenis deposito yang menggunakan mata uang asing, misalnya Dolar Singapura (SGD), Dolar AS (USD), atau Euro (EUR). Walaupun nggak pakai Rupiah, cara kerja deposito valas mirip dengan deposito berjangka pada umumnya, kok.
Kamu menyetor dana dalam mata uang asing untuk tenor tertentu, lalu dana bakal dikembalikan dalam mata uang yang sama, lengkap dengan bunga yang udah dihitung sesuai ketentuan bank.
Produk ini berguna buat kamu yang pengin melindungi diri dari fluktuasi nilai tukar mata uang. Kamu nggak cuma dapat bunga, tapi juga terlindungi dari risiko melemahnya Rupiah.
Terus, siapa aja yang cocok berinvestasi di deposito valas? Udah pasti kamu yang punya kebutuhan finansial dalam mata uang asing, contohnya rencana traveling ke luar negeri dalam 1–2 tahun ke depan atau biaya sekolah anak di luar negeri.
Semisal kamu pengin diversifikasi aset, deposito valas juga bisa jadi pilihan yang oke supaya kamu nggak “all in” di Rupiah aja.
7. Sertifikat Deposito

Sertifikat Deposito | Sumber: Unsplash.com/romaindancre
Sebetulnya, sertifikat deposito mirip dengan deposito berjangka. Bedanya, jenis tabungan deposito ini berbentuk sertifikat yang bisa dipindahtangankan atau diperjualbelikan ke pihak lain. Jadi, sertifikat tersebut nggak terikat atas nama orang atau lembaga tertentu.
Perbedaan lain juga terletak pada bunga. Dalam sertifikat deposito, bunganya dihitung dengan cara diskonto, yaitu selisih antara nilai deposito dan jumlah dana yang kamu setor.
Menariknya lagi, kamu bisa cairin bunga tersebut di awal, rutin setiap bulan, atau pas jatuh tempo. Jadi, kalau kamu butuh aset investasi yang fleksibel, sertifikat deposito bisa banget dijadikan pilihan.
Selain itu, jenis deposito bank ini juga cocok buat kamu yang cari skema bunga di muka, jadi kamu bisa merencanakan arus kas dengan lebih mudah sejak awal.
BACA JUGA: Tips Deposito untuk Pemula
Udah tau mau buka jenis tabungan deposito yang mana? Apa pun pilihanmu, pastikan kamu menyesuaikannya dengan tujuan keuangan dan kondisi budget, sehingga uang yang kamu simpan bisa berkembang optimal tanpa ganggu rencana finansial lain.
Kalau udah mantep buat mulai nabung deposito, cobain GoPay Deposito by Jago aja biar lebih praktis! Nggak perlu ke kantor cabang, semua prosesnya bisa kamu lakukan langsung lewat aplikasi GoPay.
Terus, kamu bisa bebas pilih tenor sesuai kebutuhan, dapat bunga yang kompetitif, dan nikmatin promo GoPay Deposito yang nguntungin. Yuk, cobain sekarang juga!
FAQ Jenis Deposito
Q: Apa perbedaan utama antara e-Deposito dan Deposito Berjangka konvensional?
A: e-Deposito dilakukan secara penuh melalui aplikasi m-banking (pembukaan, pemantauan, dan pencairan digital), sedangkan deposito berjangka konvensional umumnya memerlukan kedatangan fisik ke kantor cabang bank untuk pengurusannya.
Q: Bagaimana sistem bagi hasil pada Deposito Syariah bekerja?
A: Deposito syariah tidak menggunakan sistem bunga, melainkan akad bagi hasil (seperti mudharabah) antara pemilik dana (shahibul maal) dan bank (mudharib) sesuai nisbah rasio keuntungan yang disepakati di awal.
Q: Apa keunggulan Sertifikat Deposito dibanding deposito biasa?
A: Sertifikat deposito diterbitkan atas unjuk (tidak terikat nama pribadi), sehingga dapat dipindahtangankan atau diperjualbelikan kepada pihak lain, serta pencairan bunganya bisa dilakukan di muka (diskonto).
Q: Mengapa Deposito Oncall lebih cocok bagi pemilik bisnis atau pemodal besar?
A: Karena deposito oncall membutuhkan dana setoran awal yang relatif besar (mulai dari puluhan juta Rupiah) dengan jangka waktu penyimpanan sangat singkat (7 hingga 30 hari) untuk pemanfaatan dana operasional sementara.
Q: Bagaimana cara membuka tabungan deposito secara praktis dari ponsel?
A: Kamu bisa memilih tenor dan menikmati bunga kompetitif secara serba praktis langsung dari HP menggunakan fitur GoPay Deposito by Jago di aplikasi GoPay.







