7 Tips Deposito untuk Pemula, Cocok untuk Kamu yang Baru Mulai

20 July 2026

•

6 min

Tips deposito untuk pemula

Ringkasan:

  • Deposito sebagai Langkah Awal Investasi Pemula 2026: Deposito menjadi instrumen investasi yang sangat direkomendasikan bagi pemula karena memiliki risiko yang sangat rendah, aman, serta mampu memberikan imbal hasil yang pasti untuk mengamankan uang dingin.
  • 7 Tips Strategis Memulai Deposito: Agar keuntungan maksimal, pemula wajib menyesuaikan setoran awal (mulai Rp100 ribu), memahami skema suku bunga tahunan (per annum) dan pajaknya, memilih tenor (1–12 bulan) sesuai target, memastikan legalitas OJK/LPS, mencermati aturan penalti pencairan dini, mengaktifkan fitur Automatic Roll Over (ARO), serta mempertimbangkan platform digital.
  • Kemudahan Akses Lewat GoPay: Menabung deposito kini tidak perlu lagi mengantre di kantor cabang bank fisik. Kehadiran fitur GoPay Deposito by Jago di Aplikasi GoPay memberikan solusi praktis untuk membuka, mengelola, dan memantau pertumbuhan dana langsung dari smartphone, lengkap dengan penawaran promo yang menguntungkan.

Disclaimer: Ringkasan ini dibuat menggunakan Kecerdasan Buatan (AI)


“Mau mulai investasi, mendingan sejak masih muda!”

Kamu sering dikasih nasihat itu? Memang, pesannya nggak sepenuhnya salah karena manfaat investasi dalam jangka panjang baru bakal terasa kalau kamu mulai sedini mungkin. Tapi, gimana kalau kamu bingung sebagai pemula dan takut akan risiko?

Tenang, ada satu instrumen yang aman banget buat pemula dan rendah risiko, yaitu deposito. Masalahnya, mungkin aja kamu bingung gimana cara mulai menabung di deposito dengan tepat. Biar nggak salah langkah, yuk, simak tips deposito untuk pemula di sini!

BACA JUGA: Apa Itu Deposito

1. Pilih setoran awal sesuai kemampuan finansial

Pilih setoran awal sesuai kemampuan finansial

Pilih setoran awal sesuai kemampuan finansial | Sumber: Unsplash.com/mufidpwt

Tips deposito untuk pemula yang pertama adalah coba lihat kondisi dompet kamu sendiri dulu. Jangan sampai kamu paksain diri menaruh banyak uang di deposito hanya karena tergiur bunga tinggi.

Ingat, uang yang masuk ke deposito bakal dikunci selama jangka waktu tertentu. Jadi, pastikan kamu pakai uang dingin yang benar-benar nggak bakal dibelanjain dalam waktu dekat.

Untungnya, sekarang udah ada banyak bank yang punya syarat setoran awal super terjangkau. Dengan modal mulai dari Rp100 ribu aja, kamu udah bisa buka rekening deposito pertamamu.

Jadi, kamu bisa lebih gampang menyisihkan seenggaknya 10% dari total pemasukan bulananmu untuk disimpan di rekening deposito.

2. Pelajari besaran suku bunga deposito

Pelajari besaran suku bunga deposito

Pelajari besaran suku bunga deposito | Sumber: Unsplash.com/austindistel

Sebelum memantapkan pilihan, kamu wajib banget tau seberapa besar keuntungan yang ditawarkan. Alasannya, setiap bank punya kebijakan suku bunga deposito yang berbeda-beda.

Umumnya, bunga deposito dihitung dalam persentase tahunan atau sering disebut sebagai per annum (p.a.). Jadi, kamu mesti jeli membandingkan penawaran dari satu bank dengan bank lainnya.

Jangan lupa juga bahwa keuntungan dari bunga ini nantinya akan dikenakan pajak penghasilan (PPh) sebesar 20% kalau kamu menyimpan uang lebih dari Rp7,5 juta di deposito.

Memahami skema bunga deposito dari bank bakal membantu kamu mengira-ngira berapa keuntungan bersih yang didapat supaya perencanaan target keuangan masa depan lebih realistis. Jangan ragu-ragu manfaatkan fitur kalkulator simulasi bunga deposito, ya!

3. Ketahui beda tenor jangka pendek dan panjang

Ketahui beda tenor jangka pendek dan panjang

Ketahui beda tenor jangka pendek dan panjang | Sumber: Unsplash.com/towfiqu999999

Tenor atau jangka waktu penyimpanan uang di tabungan deposito juga nggak kalah penting, lho. Biasanya, pilihan tenor deposito itu bervariasi banget mulai dari 1, 3, 6, sampai 12 bulan.

Tips deposito untuk pemula berikutnya adalah cocokkan tiap opsi tenor dengan rencana keuangan pribadimu. Jangan asal pilih jangka waktu yang panjang tanpa pikirin kebutuhan mendesak yang mungkin akan datang.

Bingung sebaiknya pilih tenor jangka pendek atau panjang? Waktu yang lebih singkat cocok kalau kamu punya target keuangan dalam waktu dekat, misalnya beli laptop baru atau liburan akhir tahun.

Sebaliknya, tenor jangka panjang lebih pas buat kamu yang pengin amanin dana nganggur jangka panjang. Contohnya, untuk menyiapkan dana pernikahan, DP rumah, atau bahkan dana pendidikan anak nanti.

4. Pilih deposito dari bank yang resmi

Pilih deposito dari bank yang resmi

Pilih deposito dari bank yang resmi | Sumber: Unsplash.com/mufidpwt

Keamanan uang modal kamu adalah hal mutlak yang nggak bisa dinego dengan alasan apa pun. Kamu pasti ogah banget, kan, uang di rekening depositomu raib begitu aja gara-gara bank penyedianya terlibat masalah?

Untuk mencegahnya, pastikan bank pilihanmu udah terdaftar dan diawasi langsung oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Ini adalah jaminan kalau bank tersebut udah mematuhi hukum yang berlaku.

Selain OJK, sebaiknya bank tersebut juga terdaftar sebagai Bank Peserta Penjaminan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS). LPS akan menjamin uang kamu kembali utuh selama bunga depositomu nggak melebihi tingkat bunga penjaminan yang ditentukan, yaitu 3,50%.

BACA JUGA: Istilah Dalam Deposito

5. Perhatikan syarat penarikan uang deposito

Perhatikan syarat penarikan uang deposito

Perhatikan syarat penarikan uang deposito | Sumber: Unsplash.com/pampouks

Ingat, deposito itu nggak sefleksibel tabungan biasa yang uangnya bisa kamu tarik kapan aja. Justru, uangmu beneran dikunci, dan kamu harus disiplin menunggu sampai tanggal jatuh tempo tiba. Tapi, gimana kalau lagi kepepet?

Sebelum membuka rekening, cari tahu secara rinci aturan pencairan dana darurat sebelum tenor deposito berakhir. 

Soalnya, ada banyak bank tradisional yang akan mengenakan penalti atau denda kalau kamu nekat mencairkan uang sebelum tanggalnya. Denda ini bisa berupa potongan biaya admin yang lumayan atau hangusnya seluruh bunga berjalan yang seharusnya kamu terima.

Untungnya, sekarang ada juga bank modern yang udah mulai ngasih kelonggaran bebas penalti untuk pencairan dini.

6. Gunakan fitur Automatic Roll Over

Gunakan fitur Automatic Roll Over

Gunakan fitur Automatic Roll Over | Sumber: Unsplash.com/rdiazcaris

Saat masa kontrak deposito kamu habis, kamu harus pilih mau mencairkan uangnya atau lanjut simpan lagi. Biar nggak perlu ribet perpanjang secara manual, sebaiknya ikuti tips deposito untuk pemula ini: pilih deposito dengan fitur Automatic Roll Over (ARO).

Fitur ini akan memperpanjang masa simpanan deposito secara otomatis dan kamu nggak perlu ngulang dari awal lagi. 

Umumnya, ada dua opsi sistem perpanjang otomatis yang bisa kamu pilih sesuai dengan kebutuhan. Opsi pertama adalah memperpanjang uang pokoknya aja, sedangkan bunga hasil investasinya langsung ditransfer ke rekening tabungan biasa.

Terus, apa opsi yang kedua? Kamu bisa pilih mau simpan uang pokok beserta bunganya lagi di deposito. Pilihan yang ini lebih recommended karena bisa menciptakan efek compounding interest atau bunga berbunga yang bikin tabungan bertumbuh lebih cepat.

7. Pertimbangkan deposito digital

Pertimbangkan deposito digital

Pertimbangkan deposito digital | Sumber: Unsplash.com/plhnk

Di era modern seperti sekarang, hampir semua urusan harian udah bisa kita selesaikan lewat layar HP. Hal yang sama juga berlaku untuk deposito, lho!

Kalau kamu buka rekening deposito digital, kamu nggak perlu buang-buang banyak waktu cuma buat ngantre di kantor cabang bank fisik. Justru, kamu udah bisa memantau perkembangan tabunganmu sambil rebahan di rumah atau sela-sela jam kerja.

Selain itu, proses pendaftaran deposito digital juga lebih cepat dan nggak perlu banyak tumpukan berkas fisik. Terus, kamu juga bisa lihat bunga harian yang masuk secara langsung lewat aplikasi. Lebih hemat waktu dan ongkos transportasi, kan?

BACA JUGA: Rekomendasi Investasi

Ternyata, memulai langkah pertama untuk mengamankan uang dingin di deposito nggak sesulit yang kamu bayangin, kan? Dengan mengikuti beberapa tips deposito untuk pemula di atas, kamu dijamin bisa menabung dengan lebih tenang dan gampang.

Biar kamu bisa langsung mempraktikkan cara menabung praktis secara digital, sekarang udah ada fitur GoPay Deposito by Jago, lho! Jadi, kamu cukup buka aplikasi GoPay di smartphone untuk mulai menabung di deposito. Nggak perlu ke bank lagi, deh.

Lebih untungnya lagi, ada juga promo GoPay Deposito dengan berbagai hadiah menarik yang bikin menabung makin asyik, dan tabunganmu juga jadi makin cepat bertumbuh! Tertarik? Langsung aja cobain sekarang!

FAQ Tips Deposito untuk Pemula

Q: Berapa modal minimal untuk membuka rekening deposito bagi pemula dan uang apa yang sebaiknya digunakan?
A: Saat ini, syarat setoran awal deposito sudah sangat terjangkau. Anda bisa mulai membuka rekening pertama dengan modal mulai dari Rp100 ribu saja. Syarat utamanya adalah Anda harus menggunakan dana dingin, yaitu uang menganggur yang benar-benar tidak dialokasikan untuk kebutuhan pokok atau pengeluaran mendesak dalam waktu dekat karena dana tersebut akan dikunci selama jangka waktu tertentu.

Q: Kapan keuntungan bunga deposito akan dikenakan Pajak Penghasilan (PPh) dan berapa besarannya?
A: Keuntungan dari bunga deposito akan dikenakan Pajak Penghasilan (PPh) sebesar 20% apabila total nominal uang yang Anda simpan di dalam deposito tersebut melebihi Rp7,5 juta. Jika total simpanan Anda di bawah nominal tersebut, maka bunga yang Anda terima tidak akan dipotong pajak.

Q: Bagaimana cara menentukan pilihan tenor (jangka waktu) deposito yang paling tepat sesuai kebutuhan?
A: Anda harus menyesuaikannya dengan rencana keuangan pribadi:

  • Tenor Jangka Pendek (1, 3, atau 6 bulan): Cocok untuk target finansial jangka dekat, seperti dana liburan akhir tahun atau membeli gawai baru.
  • Tenor Jangka Panjang (12 bulan atau lebih): Tepat untuk mengamankan dana nganggur jangka panjang, seperti persiapan dana pernikahan, uang muka (DP) rumah, atau dana pendidikan anak.

Q: Mengapa sangat penting memastikan bank penyedia deposito terdaftar di OJK dan merupakan peserta penjaminan LPS?
A: Pendaftaran di OJK menjamin bahwa bank tersebut beroperasi secara legal dan mematuhi hukum keuangan yang berlaku di Indonesia. Sementara itu, menjadi peserta LPS (Lembaga Penjamin Simpanan) memastikan bahwa uang modal Anda dijamin aman dan akan kembali utuh jika bank mengalami masalah, selama tingkat bunga deposito Anda tidak melebihi batas tingkat bunga penjaminan yang ditentukan (saat ini sebesar 3,50%).

Q: Apa itu fitur Automatic Roll Over (ARO) dan opsi mana yang paling bagus untuk melipatgandakan keuntungan?
A: Fitur ARO adalah sistem perpanjangan kontrak deposito secara otomatis saat jatuh tempo tanpa perlu repot mengurusnya secara manual. Opsi yang paling direkomendasikan untuk pertumbuhan dana yang cepat adalah memperpanjang uang pokok beserta bunganya sekaligus. Metode ini memicu efek compounding interest (bunga berbunga), di mana bunga yang didapat sebelumnya akan ikut menghasilkan bunga baru pada periode berikutnya.

Artikel Terkait