Ringkasan:
- Penyalahgunaan Teknologi Pengeditan AI: Deepfake merupakan teknologi manipulasi video, foto, dan audio berbasis AI yang kini marak disalahgunakan untuk penipuan digital. Pelaku meniru identitas orang terdekat atau otoritas resmi guna menipu korban agar membagikan data sensitif atau mentransfer dana.
- Indikator Kejanggalan Visual dan Auditoris: Meskipun tampak canggih, rekayasa deepfake umumnya menyisakan cacat yang bisa dikenali, seperti tatapan mata tidak natural, suara berdistorsi dengan intonasi datar, ketidaksinkronan gerakan bibir dengan suara, hingga visual latar belakang yang kabur.
- Langkah Proteksi Komunikasi dan Jaminan Keamanan: Cara pencegahan mencakup pembuatan kode rahasia keluarga, verifikasi lewat saluran komunikasi alternatif, pengajuan tes gerakan spontan saat video call, serta kewaspadaan terhadap perintah darurat. Demi memberikan perlindungan dari kejahatan siber, GoPay melengkapi sistemnya dengan Trust & Safety, fitur biometrik (Touch ID/Face ID), serta program Jaminan Saldo Kembali.
Disclaimer: Ringkasan ini dibuat menggunakan Kecerdasan Buatan (AI)
Perkembangan pesat teknologi artificial intelligence (AI) membuat modus penipuan online makin naik level. Sekarang, pelaku kerap menggunakan teknologi deepfake AI untuk membuat video dan rekaman suara palsu yang mirip banget sama orang aslinya.
Siapa pun bisa jadi target karena tampilan deepfake AI makin sulit dibedakan dari yang asli. Makanya, kamu perlu tau cara kerja modus penipuan deepfake AI biar nggak mudah terkecoh. Yuk, kenali sama-sama!
BACA JUGA: Modus Penipuan E-wallet Terbaru
Apa Itu Modus Penipuan Deepfake AI?

Apa Itu Modus Penipuan Deepfake AI? | Sumber: Pexels.com/tima-miroshnichenko
Deepfake adalah teknologi berbasis AI yang dapat memanipulasi video, foto, dan suara hingga terlihat dan terdengar seperti aslinya.
Awalnya, teknologi ini dikembangkan buat kebutuhan kreatif, contohnya di industri film. Tapi, belakangan ini deepfake AI justru malah disalahgunakan untuk penipuan digital.
Pelaku modus penipuan deepfake AI menggunakan AI untuk meniru wajah, gerakan bibir, ekspresi, hingga suara seseorang. Target yang ditiru bisa siapa aja, mulai dari teman, anggota keluarga, atasan, artis, sampai petugas customer service (CS).
Tujuannya adalah membuat kamu percaya sampai bersedia melakukan tindakan yang diminta pelaku, seperti mentransfer uang atau membagikan data pribadi.
Untuk melangsungkan modus tersebut, biasanya pelaku suka menerapkan beberapa metode. Contohnya bisa kamu lihat di bawah ini!
- Penipuan identitas: pelaku menyamar jadi orang berwenang, seperti atasan atau CS bank, untuk minta data sensitif.
- Penipuan transaksi: manipulasi suara orang terdekat untuk minta transfer uang mendadak.
- Penipuan rekrutmen: pelaku meniru suara atau wajah perekrut untuk menawarkan “lowongan kerja” di perusahaan fiktif.
- Hadiah atau unian palsu: penggunaan wajah public figure untuk mengumumkan bahwa kamu “menang undian” abal-abal.
- Investasi bodong: rekomendasi investasi palsu menggunakan rekayasa video yang seolah-olah berasal dari figur tepercaya.
Kabar baiknya, walaupun deepfake AI makin canggih, modus penipuan ini biasanya masih ninggalin “jejak” yang bisa kamu kenali, yaitu:
- Tatapan mata atau kedipan terlihat nggak wajar (nggak natural).
- Suara terdengar agak anak, misalnya intonasi terlalu datar atau muncul distorsi di beberapa bagian.
- Gerakan bibir dan suara nggak sinkron.
- Bagian rambut, wajah, atau latar belakangnya terlihat kabur atau buram.
- Gerakan atau ekspresi yang kelihatan “terlalu sempurna” atau justru berlebihan.
- Pelaku menciptakan situasi panik atau tergesa-gesa.
Cara Mencegah Modus Penipuan Deepfake AI

Cara Mencegah Modus Penipuan Deepfake AI | Sumber: Unsplash.com/pramodtiwari
Setelah mengenali ciri-ciri modus penipuan deepfake AI, sekarang saatnya membekali diri dengan cara pencegahannya. Tenang aja, kamu nggak perlu jadi ahli teknologi buat menghindari modus ini. Begini cara-caranya!
1. Buat kode rahasia dengan orang terdekat
Coba, deh, bikin kode rahasia sederhana dengan keluarga dan sahabat buat memastikan identitas saat ada permintaan mendesak lewat video call maupun telepon suara.
Kode bisa berupa kalimat, kata, atau pertanyaan yang jawabannya cuma diketahui orang-orang tertentu.
Jadi, semisal tiba-tiba ada “keluarga” yang minta transfer uang, kamu tinggal tanyakan kode rahasianya. Kalau dia nggak bisa jawab, kemungkinan besar itu adalah penipuan pakai deepfake AI.
2. Hubungi orang terdekat melalui cara lain
Kalau kamu menerima chat, telepon, atau video call dari nomor yang mengaku sebagai keluarga, teman, atau bahkan pihak resmi seperti CS bank, jangan langsung percaya!
Segera lakukan verifikasi dan konfirmasi lewat saluran komunikasi berbeda dari yang dipakai pengirim pesan atau panggilan.
Misalnya, kalau ada orang yang menghubungimu lewat DM Instagram dan mengaku sebagai keluarga, kamu bisa langsung konfirmasi lewat nomor WhatsApp yang tersimpan.
3. Ajukan tes gerakan acak dan cepat
Gimana kalau kamu ragu, “Ini sebetulnya modus penipuan deepfake AI atau video call beneran?”
Cobalah minta lawan bicara buat melakukan gerakan spontan dan cepat, misalnya melambaikan tangan di depan wajah, menoleh mendadak, atau memiringkan kepala.
Teknologi deepfake real-time umumnya masih sulit ngikutin gerakan acak secara mulus, sehingga biasanya bakal muncul jeda atau gangguan “patah-patah” di layar.
4. Waspadai perintah mendesak
Pelaku modus penipuan deepfake AI suka memanfaatkan kepanikan. Tujuannya agar kamu sulit berpikir jernih sehingga mau memberikan data sensitif.
Buat menciptakan rasa panik, biasanya pelaku bakal bikin skenario semacam “ada transaksi mencurigakan” atau “akun kamu diblokir”.
Selain itu, kamu juga wajib waspada sama isi pesan video atau suara yang menawarkan hadiah menggiurkan atau too good to be true. Apalagi, kalau ujung-ujungnya sampai minta transfer uang.
5. Perhatikan intonasi yang nggak wajar
Teknologi deepfake AI memang bisa meniru suara seseorang. Tapi, biasanya bakal tetap ada distorsi atau jeda yang nggak biasa, baik pada suara maupun videonya.
Untuk itu, coba dengerin baik-baik irama dan kecepatan bicara si penelepon. Kalau ritme bicaranya datar, aneh, atau terdengar nggak natural, kamu perlu lebih waspada.
BACA JUGA: Tips Hindari Penipuan Dunia Digital
Modus penipuan deepfake AI memang makin canggih, itulah kenapa kamu harus selalu waspada. Kalau sehari-hari kamu bertransaksi digital pakai GoPay, kamu bisa lebih tenang karena GoPay memiliki sistem Trust & Safety yang kuat.
Sistem ini dilengkapi berbagai lapisan perlindungan seperti fitur Touch ID dan Face ID, sehingga cuma pemilik akun yang bisa mengakses aplikasi dan menyelesaikan transaksi.
Terus, semisal saldo GoPay-mu hilang akibat transaksi mencurigakan, ada Jaminan Saldo Kembali yang bakal memberikan refund. Yuk, tingkatkan kewaspadaan dan optimalkan fitur keamanan di aplikasi GoPay agar terhindar dari modus penipuan digital!
FAQ Modus Penipuan Deepfake AI
Q: Apa saja metode penipuan yang paling sering dilancarkan menggunakan teknologi deepfake AI?
A: Metode yang sering digunakan meliputi penipuan identitas (menyamar sebagai atasan atau customer service bank), penipuan transaksi (meniru suara keluarga untuk meminta uang), penipuan rekrutmen kerja fiktif, pengumuman hadiah atau undian palsu, hingga promosi investasi bodong menggunakan wajah figur tepercaya.
Q: Bagaimana cara kerja "kode rahasia" dalam melindungi anggota keluarga dari ancaman deepfake AI?
A: Kode rahasia berupa kata, kalimat, atau pertanyaan khusus yang disepakati bersama dan hanya diketahui oleh internal keluarga atau sahabat. Ketika ada panggilan video atau suara mendesak yang meminta bantuan finansial, Anda cukup menanyakan kode tersebut. Jika lawan bicara gagal menjawab, dapat dipastikan bahwa panggilan itu adalah rekayasa deepfake.
Q: Mengapa meminta lawan bicara melakukan gerakan acak dan cepat efektif untuk mendeteksi deepfake secara real-time?
A: Karena teknologi deepfake yang bekerja secara langsung (real-time) membutuhkan proses komputasi yang berat untuk merender visual secara instan. Gerakan spontan seperti memiringkan kepala dengan cepat atau melambaikan tangan di depan wajah akan mengacaukan pemetaan AI, sehingga akan muncul jeda, visual patah-patah, atau distorsi aneh di layar ponsel.
Q: Apa yang harus dilakukan jika menerima panggilan video dari kerabat yang meminta uang darurat dengan alasan akunnya diblokir?
A: Jangan langsung panik atau menuruti perintah tersebut. Segera putuskan panggilan dan lakukan verifikasi ulang secara mandiri melalui jalur komunikasi yang berbeda, misalnya dengan menghubungi nomor telepon atau WhatsApp resmi kerabat tersebut yang sudah tersimpan di kontak Anda untuk memastikan kebenaran situasinya.
Q: Bagaimana cara sistem Trust & Safety GoPay melindungi saldo pengguna dari potensi kejahatan digital?
A: Sistem Trust & Safety GoPay menerapkan lapisan proteksi berlapis, salah satunya melalui integrasi otentikasi biometrik seperti Touch ID dan Face ID untuk memastikan hanya pemilik sah yang bisa membuka aplikasi dan memproses transaksi. Selain itu, GoPay menyediakan program Jaminan Saldo Kembali yang memberikan pengembalian dana (refund) jika terjadi saldo hilang akibat aktivitas transaksi yang tidak sah.







