Cari Investasi Risiko Rendah? Ini 5 Instrumen Investasi Aman yang Cocok untuk Pemula!

10 April 2026

•

3 min

investasi risiko rendah

Tertarik buat mulai investasi, tapi ragu soalnya takut rugi? Kekhawatiranmu wajar banget, kok, apalagi kalau selama ini kamu belum punya pengalaman investasi.

Tapi sebetulnya, ada investasi risiko rendah yang cocok untuk pemula. Dengan memilih investasi rendah risiko, kamu bisa pelan-pelan belajar investasi sambil tetap menjaga keamanan dana.

Jadi, apa aja contoh investasi pada aset risiko rendah? Yuk, cari tau daftarnya di bawah ini!

BACA JUGA: Apa itu Investasi

1. Tabungan Berjangka

Tabungan Berjangka

Tabungan Berjangka | Sumber: Unsplash.com/@towfiqu999999

Tabungan berjangka adalah produk simpanan dari bank yang mengharuskan kamu buat setor uang selama jangka waktu tertentu, misalnya enam bulan atau setahun.

Sebelum menabung, biasanya kamu bakal diminta buat nentuin target atau tujuan finansial yang mau dicapai. Berdasarkan target tersebut, kamu harus menabung setiap bulan dalam jumlah yang udah disepakati sampai mencapai nominal target.

Selama periode menabung ini, kamu nggak boleh menarik uang sewaktu-waktu. Tapi di sisi lain, sistem seperti ini jadi “memaksa” kamu buat membangun kebiasaan menabung.

Plus, tabungan berjangka nggak menarik biaya administrasi dan biasanya memiliki suku bunga yang lebih tinggi daripada tabungan biasa. Makanya, nggak heran kalau tabungan berjangka jadi salah satu jenis investasi dengan risiko rendah.

2. Deposito

Deposito

Deposito | Sumber: pexels.com/@towfiqu-barbhuiya

Mirip kayak tabungan berjangka, deposito juga termasuk investasi risiko rendah yang punya jangka waktu tertentu. Bedanya, kamu harus menyetor dana deposito sekaligus di awal, jadi nggak menabung tiap bulan seperti tabungan berjangka.

Skemanya simpel banget sehingga mudah dipahami pemula. Setorkan dulu uang dalam jumlah tertentu, misalnya Rp10 juta. Terus, uang tersebut bakal disimpan di bank selama jangka waktu tertentu (tenor). Tenor ini biasanya mulai dari 1, 3, 6, 12, sampai 24 bulan.

Kalau kamu memilih tenor 12 bulan, uang deposito yang udah kamu setor nggak bakal bisa diambil sebelum itu. Sebagai gantinya, kamu bakal menerima bunga yang umumnya lebih tinggi daripada tabungan biasa maupun tabungan berjangka.

Nah, info soal bunga biasanya udah disampaikan oleh bank sejak awal. Jadi, kamu bisa tau imbal hasil yang bakal kamu terima setelah tenor berakhir. 

Nggak cuma menjadi investasi rendah risiko, deposito juga aman karena dijamin oleh Lembaga Penjamin Simpanan (LPS). Cocok banget buat pemula yang mau mulai investasi tanpa pusing memantau pasar sekaligus menjaga keamanan dana!

3. Reksa Dana Pasar Uang

Reksa Dana Pasar Uang

Reksa Dana Pasar Uang | Sumber: https://unsplash.com/@polarmermaid

Reksa dana pasar uang (RDPU) adalah jenis reksa dana yang menginvestasikan 100% dana ke aset pasar uang seperti obligasi jangka pendek, deposito, atau surat utang dengan jatuh tempo kurang dari setahun.

Jangan khawatir, bukan kamu yang harus menginvestasikan uang ke aset-aset tersebut. Ada manajer investasi (MI) yang bakal mengelola portofolio investasi RDPU. Tugasmu cuma memilih produk RDPU, terus top-up atau setor dana sesuai jumlah produk yang dipilih.

RDPU cocok buat kamu yang belum mau investasi dalam jumlah banyak. Soalnya, modal awalnya terjangkau, bahkan bisa mulai dari puluhan ribu Rupiah aja! Terus, risikonya juga cenderung rendah karena fokus pada instrumen jangka pendek.

4. Obligasi atau SBN

Obligasi atau SBN

Obligasi atau SBN | Sumber: Pexels.com/@ahsanjaya

Mau investasi untuk pemula sekaligus dapet passive income? Obligasi atau Surat Berharga Negara (SBN) adalah jawabannya!

Obligasi adalah surat utang yang diterbitkan pemerintah. Jadi, dengan membeli obligasi, pada dasarnya kamu “meminjamkan” uang kepada negara. Sebagai gantinya, kamu bakal dapetin imbal hasil berupa kupon (bunga) secara berkala.

Di sisi lain, uang pokok yang kamu “pinjamkan” juga dijamin negara sehingga kamu nggak perlu khawatir kehilangan modal investasi. 

5. Emas

Emas

Emas | Sumber: Pexels.com/@robert-lens

Investasi risiko rendah yang nggak kalah menarik adalah emas. Udah sejak lama emas jadi pilihan investasi buat pemula karena tahan terhadap inflasi dan nilainya cenderung stabil. 

Selain itu, emas juga mudah dijual kembali kapan pun kamu butuh dana tambahan. Tunggu sampai nilai jualnya lebih tinggi daripada nilai beli biar kamu bisa dapet keuntungan berupa capital gain.

Menariknya lagi, kamu nggak harus beli emas fisik buat investasi. Saat ini, udah ada layanan investasi emas digital melalui aplikasi sehingga lebih praktis dan aman.

BACA JUGA: Manfaat Investasi

Memulai investasi nggak harus langsung dengan instrumen berisiko tinggi. Justru, dengan instrumen investasi risiko rendah seperti deposito, kamu bisa belajar mengelola keuangan sekaligus memberi kesempatan uang untuk bertumbuh secara lebih stabil.

Apalagi, sekarang udah ada GoPay Deposito by Jago yang bikin kamu bisa investasi deposito dengan cara lebih praktis. Cuma dengan bermodalkan smartphone, kamu udah bisa buka akun, pilih tenor, serta mengelola uang di mana pun dan kapan pun. 

Yuk, mulai investasi dari sekarang dengan promo GoPay Deposito biar investasi makin bertumbuh!

Artikel Terkait