Borong Krupuk Kemplang dan Kain Songket, Ini 10 Oleh-Oleh Palembang Terpopuler

6 November 2026

•

7 min

oleh-oleh Palembang

Ringkasan:

  • Kota Palembang menawarkan ragam oleh-oleh khas mulai dari kuliner olahan ikan (pempek frozen, kerupuk kemplang, ikan salai), hidangan durian olahan (tempoyak, lempok durian), kue tradisional legit manis (kue delapan jam, kue maksuba, engkak ketan), hingga kriya tekstil warisan budaya (kain jumputan, kain songket).
  • Rekomendasi pusat pembelian mencakup outlet pempek resmi (Pempek Candy), toko kerupuk legendaris (Kerupuk dan Kemplang 1001), pusat kue tradisional (Rumah Kue Basah Cek Isah, Palembang Harum), hingga sentra kerajinan tekstil (Griya Kain Tuan Kentang, Raguan Ilham Songket).
  • Seluruh kebutuhan transaksi pembelian buah tangan dapat diselesaikan dengan praktis, aman, dan hemat menggunakan pembayaran QRIS via aplikasi GoPay.

Disclaimer: Ringkasan ini dibuat menggunakan Kecerdasan Buatan (AI)


Udah foto-foto di Jembatan Ampera, kulineran pempek, tapi pulang dari Palembang tanpa bawa oleh-oleh? Wah, rasanya bakal kurang afdol!

Apalagi, ada banyak buah tangan khas Palembang yang sayang banget kalau dilewatkan. Kamu bisa membelinya buat stok camilan sendiri di rumah, dikasih ke keluarga, atau dibagi-bagi ke teman kantor.

Udah siap hunting oleh-oleh Palembang? Yuk, catat berbagai rekomendasinya berikut ini biar kamu nggak bingung!

BACA JUGA: Oleh-oleh Medan

1. Pempek frozen

Pempek frozen

Pempek frozen | Sumber: Pempekcandy.co.id

Ngomongin oleh-oleh Palembang, tentu kita nggak boleh skip pempek dari daftar. Bahan makanan khas Palembang ini terdiri dari adonan tepung tapioka, daging ikan, dan garam. Adonan ini dibentuk jadi berbagai varian seperti pempek lenjer, kapal selam, dan adaan.

Jenis daging ikan yang digunakan bermacam-macam, umumnya ikan tenggiri. Selain itu, ada juga yang menjual pempek dengan bahan utama daging ikan gabus, kembung, sampai belida.

Pempek biasanya lebih nikmat disantap bareng kuah pelengkap bernama cuko, yang terbuat dari rebusan gula merah, udang kering, dan cabai.

Buat oleh-oleh, kamu bisa beli pempek frozen yang kini udah banyak dijual di berbagai toko pempek maupun pusat oleh-oleh Palembang, sehingga lebih tahan lama dan aman buat dikasih ke keluarga maupun teman kantor.

Bisa dibeli di mana? Pempek Candy, Jl. Letjen Harun Sohar No.99, Kebun Bunga, Kec. Sukarami, Kota Palembang, Sumatera Selatan 30961

Kisaran harga oleh-oleh: Rp110.000–Rp550.000 per paket

2. Kerupuk kemplang

Kerupuk kemplang

Kerupuk kemplang | Sumber: Id.wikipedia.org

Kalau mau belanja oleh-oleh Palembang yang lebih awet, kerupuk kemplang oke banget masuk ke kopermu. Bahan utamanya adalah daging ikan belida atau tenggiri yang dicampur dengan tepung tapioka. Adonan kemudian dipukul-pukul atau “dikemplang” sampai pipih.

Umumnya, terdapat dua jenis kemplang yang dijual di pasaran. Ada kemplang panggang yang diproses di atas bara api, sehingga rasanya lebih smoky. Selain itu, kamu juga bisa beli kemplang goreng yang biasanya lebih mengembang.

Terlepas dari proses pembuatannya, kerupuk kemplang panggang maupun goreng sama-sama gurih khas ikan dan renyah. Cocok banget sebagai pelengkap pempek, teman makan nasi, maupun camilan sore!

Kamu bisa beli kemplang buat stok di rumah maupun dibagiin ke keluarga besar, sahabat, teman-teman sekantor, sampai tetangga yang doyan ngemil.

Bisa dibeli di mana? Kerupuk dan Kemplang 1001, Jl. MP. Mangkunegara, 8 Ilir, Kec. Ilir Tim. II, Kota Palembang, Sumatera Selatan 30961

Kisaran harga oleh-oleh: Rp36.000–Rp54.000 per kg

3. Ikan salai

Ikan salai

Ikan salai | Sumber: RRI.co.id

Ikan salai adalah ikan air tawar yang diasap sampai kering. Jenis ikan yang paling sering dipakai adalah gabus, patin, lele, dan baung. Proses pengasapan ini butuh waktu lama, biasanya kurang lebih 12 jam. Bahkan, ada juga yang sampai 1–2 hari, lho!

Hasilnya, oleh-oleh Palembang satu ini pun memiliki rasa dan aroma asap yang kuat. Tekstur kulit ikannya cenderung kering di luar, tapi surprisingly daging bagian dalamnya tetap lembut.

Di Palembang, ikan salai biasanya dimasak lagi jadi gulai, pindang, atau mangut. Cocok banget, nih, dikasih ke orang tua atau mertua yang hobi masak. 

Atau mungkin kamu punya teman perantau asal Sumatra Selatan? Mereka pasti bakal senang dapat oleh-oleh ikan salai buat pelipur lara kangen masakan kampung halaman.

Tenang aja, ikan salai umumnya bisa tahan sampai 1–2 bulan, apalagi kalau dikemas vakum. Jadi, aman dijadikan buah tangan khas Palembang untuk perjalanan panjang.

Bisa dibeli di mana? Jl. AKBP H. Umar RT 04 RW 02 No. 6938, belakang pasar No.km 5, Ario Kemuning, Kec. Kemuning, Kota Palembang, Sumatera Selatan 30139

Kisaran harga oleh-oleh: Rp70.000–Rp350.000 per kg (tergantung jenis ikan)

4. Kue delapan jam

Kue delapan jam

Kue delapan jam | Sumber: Id.wikipedia.org

Sesuai namanya, oleh-oleh khas Palembang satu ini emang butuh proses memasak selama 8 jam pas. Bahan utamanya adalah telur bebek, susu kental manis, mentega, dan gula pasir yang dicampur jadi satu adonan, lalu dikukus selama sekitar 8 jam. 

Kalau kurang dari waktu tersebut, bisa-bisa teksturnya bakal kurang padat, nggak kenyal, gampang hancur. Setelah dikukus, biasanya kue dipanggang sebentar dulu biar airnya mengering.

Hasilnya, kue delapan jam punya tekstur yang padat tapi lembut di mulut. Sementara itu, rasanya cenderung manis legit dengan aroma karamel yang cukup kuat. Pas banget jadi teman minum kopi hitam. 

Kamu bisa membelinya di toko kue atau pusat oleh-oleh Palembang, lalu memberinya kepada orang tua, kakek-nenek, atau siapa pun yang suka kue tradisional manis.

Bisa dibeli di mana? Jl. Peltu Tulus Yahya Lr. Bersama I No.41, 2 Ilir, Kec. Ilir Tim. II, Kota Palembang, Sumatera Selatan 30118

Kisaran harga oleh-oleh: Mulai dari Rp60.000 per kotak

5. Kue Maksuba

Kue Maksuba

Kue Maksuba | Sumber: Regional.kompas.com

Palembang punya kue lapis khas bernama maksuba. Bahan-bahannya emang sederhana, seperti telur bebek, gula pasir, susu kental manis, dan mentega. Tapi, proses pembuatannya lumayan nguji kesabaran. 

Gimana nggak? Kue maksuba idealnya dipanggang lapis demi lapis, sedangkan tiap loyang biasanya berisi sekitar 15 lapis. Agak mirip lapis legit, tapi lapisan kue maksuba nggak beraturan sehingga polanya kelihatan unik.

Rasanya sendiri manis legit dengan tekstur padat dan pulen dari telur bebek. Di Palembang, kue maksuba sering dijadikan hidangan di acara lamaran atau saat Idulfitri. 

Kini, kamu juga bisa membelinya sebagai oleh-oleh khas Palembang buat dibagi ke orang tua, mertua, atau atasan. Umumnya, kue maksuba bisa tahan sampai kurang lebih 2 minggu pada suhu ruang.

Bisa dibeli di mana? Rumah Kue Basah Khas Palembang Cek Isah, Perumahan Pusri Borang Jl. Rinjani No.12 Blok A6, Sako, Kec. Sako, Kota Palembang, Sumatera Selatan 30162

Kisaran harga oleh-oleh: Mulai dari Rp200.000-an per loyang

BACA JUGA: Oleh-oleh Jakarta

6. Tempoyak

Tempoyak

Tempoyak | Sumber: RRI.co.id

Kamu punya teman atau anggota keluarga yang doyan banget sama durian? Mereka pasti bakal senang dapat oleh-oleh tempoyak alias durian yang difermentasi.

Tempoyak dibuat dari daging durian yang diberi garam, dimasukkan ke toples, kemudian ditutup rapat. Setelah didiamkan selama sekitar seminggu, barulah tempoyak siap dinikmati.

Tapi, jangan bayangin rasa tempoyak sama kayak buah durian yang manis legit, ya. Rasa tempoyak cenderung asam, pedas, dan gurih dengan aroma yang kuat.

Buah tangan khas Palembang ini sering diolah jadi saus tumisan yang dicampur irisan bawang dan cabai, kemudian digunakan sebagai bumbu gulai ikan. Unik banget, kan? Bisa juga, nih, dijadikan oleh-oleh buat orang-orang terdekat yang hobi masak!

Bisa dibeli di mana? Tempoyak Gumay, Jl. Gotong Royong No.E03, Talang Jambe, Kec. Sukarami, Kota Palembang, Sumatera Selatan 30151

Kisaran harga oleh-oleh: Rp35.000–Rp120.000

7. Engkak ketan

Engkak ketan

Engkak ketan | Sumber: Palembangharum.com

Sesuai namanya, engkak ketan adalah kue tradisional khas Palembang dari tepung ketan. Selain itu, adonan kue juga dicampur santan, telur bebek, gula pasir, mentega, dan susu kental manis sebelum dipanggang.

Gimana rasanya? Manis, gurih, dan wangi khas santan dengan tekstur padat yang sedikit chewy pas digigit. Engkak ketan cocok dijadikan oleh-oleh Palembang untuk orang tua, sahabat, rekan kerja, atau siapa pun yang suka camilan manis tradisional.

Bisa dibeli di mana? Palembang Harum, Jl. Merdeka No.811, Talang Semut, Kec. Bukit Kecil, Kota Palembang, Sumatera Selatan 30135

Kisaran harga oleh-oleh: Rp65.000–Rp300.000

8. Lempok durian

Lempok durian

Lempok durian | Sumber: Sumsel.genpi.co

Ada satu lagi buah tangan khas Palembang yang terbuat dari durian, yaitu lempok. Bentuknya mirip dodol, tapi adonannya nggak pakai tepung ketan.

Bahan-bahan utamanya adalah daging durian, gula pasir, dan sedikit garam. Adonan ini diaduk di atas api kecil selama berjam-jam hingga teksturnya padat dan lengket. Rasanya dominan manis dengan serat durian yang masih terasa.

Umumnya, lempok durian bisa tahan sampai sekitar sebulan di suhu ruang, sehingga cukup aman dibawa dalam perjalanan jauh buat dikasih ke keluarga maupun teman yang doyan durian.

Bisa dibeli di mana? Lempok Durian Wongkito, Tuan Kentang, Seberang Ulu I, Palembang City, South Sumatra 30255

Kisaran harga oleh-oleh: Rp15.000–Rp65.000

9. Kain jumputan

Kain jumputan

Kain jumputan | Sumber: RRI.co.id

Nggak semua oleh-oleh Palembang berbentuk makanan, kok. Ada juga kain jumputan yang proses pembuatannya cukup unik. Jadi, sebagian kain dijumput sesuai pola yang dimau, diikat dengan tali, kemudian dicelup ke larutan pewarna.

Nah, bagian yang nggak diikat nggak tertembus warna, sehingga bakal muncul motif yang berbeda-beda di tiap kain. Tapi, udah ada beberapa corak jumputan khas Palembang yang cukup populer, seperti kembang janur, bintang lima, dan bintik tujuh.

Dengan aneka motif dan warnanya yang cantik, kain jumput cocok banget dikasih ke ibu, saudara perempuan, atau teman yang suka fashion etnik.

Bisa dibeli di mana? Griya Kain Tuan Kentang, Jl. Aiptu A Wahab, Tuan Kentang, Kecamatan Jakabaring, Kota Palembang, Sumatera Selatan 30255

Kisaran harga oleh-oleh: Mulai dari Rp50.000-an per meter

10. Kain songket

Kain songket

Kain songket | Sumber: Detik.com

Songket adalah kain tenun khas Palembang yang dibuat menggunakan alat tenun tradisional. Ciri khasnya adalah pemakaian benang emas atau perak yang memberikan efek berkilau pada kain.

Beberapa motif benang emas yang cukup dikenal adalah tabur, rumpak, dan limar. Di Palembang, kain songket idealnya dikenakan saat upacara adat atau acara resmi seperti pernikahan. 

Kamu bisa belanja oleh-oleh Palembang ini untuk diberikan kepada pasangan yang mau nikah, orang tua yang hobi menjahit pakaian, atau kolektor kain etnik.

Selain dalam bentuk kain, sekarang songket juga banyak dijual dalam bentuk tas tangan, sarung bantal, dompet, sampai kotak perhiasan.

Bisa dibeli di mana? Toko Raguan Ilham Songket Palembang, PASAR KITO, kompleks ramayana/Pertokoan, Komp. Ilir Bar. Permai, Jl. Letkol Iskandar No.36, 24 Ilir, Kec. Bukit Kecil, Kota Palembang, Sumatera Selatan 30138

Kisaran harga oleh-oleh: Rp300.000-an sampai Rp2 jutaan per lembar/set

BACA JUGA: Oleh-oleh Bali

Udah tau mau belanja oleh-oleh Palembang yang mana? Tinggal sesuaikan sama selera penerima, dan siapin QRIS GoPay buat bayar belanjaanmu!

Sekarang udah banyak, lho, toko pusat oleh-oleh Palembang yang menerima pembayaran QRIS. Kamu tinggal scan kode QR lewat aplikasi GoPay tanpa repot siapin uang tunai atau nungguin kembalian.

Bahkan, transaksi belanja juga bisa lebih hemat pakai promo QRIS GoPay yang lagi berjalan. Yuk, pilih oleh-oleh Palembang favoritmu dan serahkan urusan pembayarannya ke QRIS GoPay biar bebas ribet!

FAQ Oleh-oleh Palembang

Q: Apa saja opsi oleh-oleh kuliner Palembang yang tahan lama dan aman untuk perjalanan jauh?
A: Pempek frozen yang dikemas vakum, kerupuk kemplang panggang atau goreng, ikan salai yang bisa tahan 1–2 bulan, lempok durian yang awet hingga 1 bulan, kue maksuba yang tahan hingga 2 minggu di suhu ruang, serta tempoyak.

Q: Apa perbedaan utama antara Kue Delapan Jam, Kue Maksuba, dan Engkak Ketan?
A: Kue Delapan Jam menggunakan adonan telur bebek, susu, mentega, dan gula yang dikukus selama 8 jam penuh hingga bertekstur padat-lembut dan beraroma karamel. Kue Maksuba adalah kue lapis khas berbahan telur bebek dan susu yang dipanggang lapis demi lapis sekitar 15 lapisan dengan pola garis unik. Sementara Engkak Ketan adalah kue panggang bertekstur sedikit chewy dan padat yang memanfaatkan tepung ketan serta santan gurih.

Q: Apa perbedaan antara Kerupuk Kemplang Panggang dan Kemplang Goreng?
A: Kemplang panggang diproses di atas bara api sehingga menghasilkan tekstur renyah dengan aroma smoky khas, sedangkan kemplang goreng diolah dengan minyak panas sehingga hasilnya lebih mengembang.

Q: Di mana sentra belanja kain khas Palembang seperti Jumputan dan Songket?
A: Untuk kain jumputan dapat mengunjungi Griya Kain Tuan Kentang di kawasan Jakabaring, sedangkan untuk kain songket berbenang emas atau perak dapat mendatangi Toko Raguan Ilham Songket di Kompleks Ilir Barat Permai.

Q: Apa itu Tempoyak dan bagaimana cara mengonsumsinya?
A: Tempoyak adalah hasil fermentasi daging durian dengan garam selama kurang lebih satu minggu. Rasanya cenderung asam, pedas, dan gurih, serta umum diolah menjadi saus tumisan bawang-cabai atau bumbu racik gulai ikan.

Q: Bagaimana cara bertransaksi dengan praktis saat memborong oleh-oleh di Palembang?
A: Kamu cukup memanfaatkan fitur scan QRIS di aplikasi GoPay untuk melakukan pembayaran nontunai tanpa perlu membawa uang cash dalam jumlah besar.

Artikel Terkait