Kalau kamu sering belanja atau menerima pembayaran pakai QRIS, pasti sudah sadar ada dua jenis QRIS yang biasa dipakai: statis dan dinamis. Keduanya sama-sama memudahkan transaksi tanpa uang tunai lewat kode QR, tapi fungsinya berbeda dan cocok untuk situasi bisnis yang berbeda pula.
Supaya kamu tidak bingung lagi saat memilih antara QRIS statis dan dinamis, yuk bahas perbedaan keduanya secara mendalam di sini!
Apa Itu QRIS Statis?
QRIS statis adalah kode QR yang dibuat sekali, lalu bisa dipakai berkali-kali. Pemilik usaha cukup mencetak atau menampilkan satu kode QR, dan pembeli tinggal scan lalu memasukkan nominal pembayaran sendiri.
Apa Itu QRIS Dinamis?
Sebaliknya, QRIS dinamis adalah kode QR yang berubah setiap kali ada transaksi. Nominal pembayaran sudah otomatis tercantum di dalam kode QR, jadi pembeli tinggal scan dan langsung bayar tanpa perlu mengetik jumlah uang.
Perbedaan QRIS Statis vs Dinamis
1. Masa Berlaku Kode QR
QRIS Statis:
- Tidak punya masa kedaluwarsa
- Bisa dipakai berulang kali selama rekening atau akun pembayaran tetap sama
QRIS Dinamis:
- Hanya berlaku 30 menit – 48 jam sejak terbit, tergantung kebijakan PJP
- Kode langsung hangus setelah satu kali transaksi berhasil
2. Cara Melacak Transaksi
QRIS Statis:
- Pencatatan lebih manual, kode tidak terhubung ke nominal tertentu
- Pemilik usaha harus cek notifikasi aplikasi atau mutasi rekening secara berkala
QRIS Dinamis:
- Setiap kode terhubung ke nominal spesifik, transaksi tercatat otomatis
- Memudahkan pemantauan arus kas dan pelaporan keuangan usaha
3. Kecocokan untuk Jenis Transaksi
QRIS Statis cocok untuk:
- Bisnis dengan transaksi sederhana, seperti pedagang pasar, warung, atau usaha yang baru memulai
- Pembayaran dengan nominal yang diinput pelanggan
QRIS Dinamis cocok untuk:
- Kebutuhan pencatatan status pembayaran yang lebih otomatis
- QR berbeda untuk setiap transaksi
4. Tingkat Keamanan Transaksi
QRIS Statis:
- Risiko salah ketik nominal karena pembeli input manual
- Kode yang sama dipakai berulang kali → rawan disalahgunakan jika tidak diawasi. Pelajari modus penipuan QRIS yang perlu diwaspadai
QRIS Dinamis:
- Setiap kode hanya berlaku sekali dan tidak bisa diduplikasi
- Mengurangi risiko salah input nominal oleh pelanggan dan memudahkan rekonsiliasi
Mana yang Lebih Cocok untuk Usahamu?
Jika kamu punya usaha kecil yang butuh cara simpel dan hemat tanpa perlu sistem rumit, QRIS statis sangat disarankan. Namun, jika skala usahamu sudah cukup besar dan ingin menghindari kesalahan input dari pelanggan, maka QRIS dinamis adalah pilihan yang lebih tepat.
Beberapa pelaku usaha bahkan menggunakan kombinasi keduanya — QRIS statis untuk transaksi harian sederhana, dan QRIS dinamis untuk transaksi dengan nominal yang perlu dipastikan akurasinya.
Cara Mendapatkan QRIS Statis dan Dinamis
Terlepas dari jenis QRIS yang kamu butuhkan, keduanya bisa didapatkan sekaligus dengan mendaftar sebagai GoPay Merchant. Cukup bermodalkan aplikasi di smartphone, kamu bisa buat QRIS dalam proses yang simpel dan cepat — kode QR-nya langsung aktif dan siap digunakan untuk menerima pembayaran.
Jika usahamu terdaftar sebagai Usaha Mikro (UMI), kamu juga bisa menikmati MDR 0% untuk setiap transaksi QRIS dengan nominal hingga Rp500.000. Pelajari lebih lanjut tentang biaya transaksi QRIS untuk merchant.
FAQ: Pertanyaan Umum Seputar QRIS Statis dan Dinamis
Apakah saya bisa punya QRIS statis dan dinamis sekaligus?
Ya. Sebagai GoPay Merchant, kamu bisa mengaktifkan kedua jenis QRIS dan menggunakannya sesuai kebutuhan transaksi — misalnya statis untuk transaksi harian dan dinamis untuk pesanan dengan nominal spesifik.
QRIS mana yang lebih aman, statis atau dinamis?
QRIS dinamis secara umum lebih aman karena kode hanya berlaku satu kali dan nominal sudah otomatis terisi, sehingga risiko salah input menjadi lebih rendah dibanding QRIS statis.
Apakah QRIS statis bisa kedaluwarsa?
Tidak. QRIS statis tidak memiliki masa berlaku dan bisa terus digunakan selama akun atau rekening pembayaran yang terhubung masih aktif.
Usaha seperti apa yang cocok pakai QRIS dinamis?
QRIS dinamis cocok untuk usaha dengan volume transaksi tinggi atau nominal yang bervariasi setiap transaksi, seperti restoran, kafe, atau toko retail yang membutuhkan pencatatan otomatis dan akurat.
Bisakah saya menagih pembayaran QRIS tanpa bertemu pelanggan?
Bisa. Gunakan fitur Tagih via QRIS di aplikasi GoPay Merchant — cukup tentukan nominal, lalu kirim kode QRIS ke pelanggan lewat WhatsApp, Instagram, LINE, atau Facebook Messenger.
Apakah ada biaya tambahan untuk menggunakan QRIS dinamis?
Tidak ada biaya tambahan khusus. Biaya yang berlaku tetap mengikuti tarif MDR standar sesuai kategori usahamu — termasuk MDR 0% untuk usaha mikro dengan transaksi di bawah Rp500.000.
Perbedaan utama QRIS statis dan QRIS dinamis terletak pada cara penggunaan, tingkat keamanan, serta proses pembayaran. QRIS statis cocok untuk bisnis yang menginginkan solusi pembayaran sederhana dengan satu kode QR yang dapat digunakan berulang. Sementara itu, QRIS dinamis lebih cocok untuk bisnis yang ingin nominal pembayaran dibuat otomatis pada setiap transaksi, sehingga mengurangi risiko kesalahan input dan memudahkan pencatatan transaksi.
Apa pun kebutuhan bisnismu, baik QRIS statis, QRIS dinamis, hingga menagih pembayaran online lewat fitur Tagih via QRIS, semuanya bisa kamu dapatkan secara gratis dengan mendaftar sebagai GoPay Merchant. Download aplikasinya sekarang dan mulai terima pembayaran QRIS dengan lebih praktis!






-small.webp)

