Ringkasan:
- Dilema QRIS: Kontrol vs. Impulsif: QRIS memiliki dua sisi yang mempengaruhi psikologi belanja. Di satu sisi, sistem frictionless payment (pembayaran tanpa hambatan) dan fenomena decoupling (terpisahnya aktivitas belanja dari rasa kehilangan uang fisik) memicu kecenderungan belanja impulsif. Di sisi lain, pencatatan otomatis secara real-time memberikan transparansi yang memudahkan pelacakan anggaran.
- Faktor Pemicu Boros: Kemudahan transaksi yang hanya memakan waktu hitungan detik membuat konsumen hampir tidak punya waktu untuk berpikir ulang (thinking time). Hal ini seringkali mengubah niat awal yang tadinya "males antre" menjadi "ya sudahlah, beli saja" karena prosesnya yang sangat simpel.
- Strategi Bijak Transaksi: Untuk mencegah pemborosan, pengguna disarankan untuk menetapkan batas anggaran harian/mingguan yang kaku, mengaktifkan notifikasi transaksi agar pengeluaran terasa "nyata", serta rutin mengevaluasi riwayat transaksi melalui fitur insight pengeluaran di aplikasi seperti GoPay.
Disclaimer: Ringkasan ini dibuat menggunakan Kecerdasan Buatan (AI)
Sekarang, jajan kaki lima, bayar kopi susu, sampai belanja bulanan bisa kita lakukan cukup dengan scan QRIS. Tren penggunaannya bahkan terus meningkat, lho!
Menurut data dari Asosiasi Sistem Pembayaran Indonesia (ASPI), ada total 41 juta merchant yang terdaftar, 58 juta pengguna, dan total 10 miliar transaksi QRIS per September 2025 lalu.
Kemudahan transaksi jadi salah satu alasan utama QRIS bisa populer banget. Gimana nggak? Kamu cuma perlu scan kode QR lewat aplikasi e-wallet atau mobile banking, dan transaksi udah bisa selesai dalam hitungan detik.
Tapi, dari sini jadi muncul pertanyaan menarik: apakah QRIS mempengaruhi pengeluaran? Sebetulnya, QRIS bantu kita mengontrol pengeluaran atau justru malah bikin boros? Yuk, cari tau jawabannya di bawah ini!
BACA JUGA: QRIS Adalah
Apakah QRIS Selalu Lebih Boros?

Apakah QRIS Selalu Lebih Boros? | Sumber: Pexels.com/pavel-danilyuk
Jawaban singkatnya: belum tentu! Memang, sih, bayar pakai QRIS tuh bikin pengeluaran lebih nggak kerasa soalnya kita nggak mengeluarkan uang fisik dari dompet. Tinggal scan, konfirmasi, dan pembayaran pun selesai.
Tapi, kita sering lupa sama keunggulan QRIS yang lain, yaitu pencatatan otomatis. Tiap kali kamu bayar pakai QRIS, transaksinya bakal langsung otomatis tercatat di aplikasi.
Dengan riwayat transaksi yang rapi, pengeluaran jadi lebih transparan dan mudah dilacak. Alhasil, kamu juga bisa lebih mudah mengontrol budget bulanan
Nah, fitur pencatatan otomatis inilah yang bisa bantu kamu biar nggak boros pas pakai QRIS. Kamu cuma perlu cek riwayat transaksi secara berkala, kok. Jadi, semisal ternyata total pengeluaran udah hampir mencapai batas maksimal budget-mu, kamu bisa langsung rem pengeluaran.
Hal yang Bikin Transaksi QRIS Boros

Hal yang Bikin Transaksi QRIS Boros | Sumber: Pexels.com/shvetsa
Coba ingat-ingat kapan terakhir kali kamu batal beli jajan karena males antre bayar? Atau ngerasa berat ngeluarin duit buat beli es kopi di bazar? Tapi kalau bayarnya tinggal scan dan klik, semua itu langsung berubah jadi, “Ya udahlah beli aja.”
Ini dia yang disebut frictionless payment, yaitu sistem pembayaran yang sengaja dikembangkan buat menghilangkan berbagai hambatan dalam proses transaksi.
Nah, QRIS adalah salah satu contoh sempurnanya. Kamu nggak perlu uang tunai, gesek kartu, maupun tanda tangan. Karena prosesnya mudah dan cepat, kamu jadi hampir nggak punya waktu buat berpikir ulang sebelum beli sesuatu.
Coba bandingin sama proses pembayaran tunai. Kamu harus buka dompet dulu, hitung uang, dan menyerahkan uang tersebut ke penjual. Kerasa banget, tuh, ada uang fisik yang berkurang.
Pada pembayaran digital kayak QRIS, proses tersebut nyaris nggak kerasa karena nggak ada uang fisik yang terlihat. Situasi ini disebut juga dengan fenomena decoupling, yaitu ketika aktivitas belanja terasa “terpisah” dari rasa kehilangan uang.
Akibatnya, otak jadi nggak ngerasain “kehilangan” yang sama dan inilah yang sering bikin kita belanja impulsif sampai berujung boros.
Tips Bijak Pakai QRIS Biar Nggak Boros

Tips Bijak Pakai QRIS Biar Nggak Boros | Sumber: Unsplash.com/christiannkoepke
Sekarang, kita udah tau jawaban dari apakah QRIS mempengaruhi pengeluaran. Nggak bisa dimungkiri kalau kemudahan bayar pakai QRIS berpotensi bikin kita impulsif belanja. Kabar baiknya, kita dapat mencegah risiko tersebut dengan beberapa tips berikut!
1. Tetapkan budget harian/mingguan
Buat melawan efek frictionless payment, tetapkan “batas” yang nyata sebelum mulai bertransaksi. Tentukan budget harian atau mingguan biar pengeluaranmu nggak kebablasan.
Misalnya, dalam sehari kamu menetapkan budget sebanyak Rp100.000. Kalau batas tersebut udah tercapai, segera hentikan transaksi.
2. Aktifkan notifikasi transaksi
Salah satu efek QRIS adalah pengeluaran terasa kurang “terlihat” karena nggak pakai uang fisik. Hal ini bisa kamu atasi dengan mengaktifkan notifikasi transaksi.
Jadi, setiap kali transaksi berhasil, kamu bakal langsung menerima pengingat kalau uang baru aja berpindah, nggak peduli sekecil apa pun jumlahnya.
Dengan begini, transaksi QRIS pun terasa lebih nyata sehingga kamu bakal lebih aware terhadap frekuensi belanja sehari-hari.
3. Manfaatkan fitur riwayat transaksi atau insight pengeluaran
Ini dia fitur powerful dari QRIS yang sayangnya masih sering diabaikan. Biasakan mengecek semua transaksi QRIS secara rutin setiap minggu.
Cara ini bisa bantu kamu melihat pola pengeluaran, seperti total jajan dalam seminggu, kategori pengeluaran yang paling banyak, sampai seberapa sering belanja impulsif terjadi.
Dengan rutin mengecek riwayat transaksi QRIS, kamu jadi bisa langsung mengerem pengeluaran sebelum kebablasan.
BACA JUGA: Transaksi Pakai QRIS Gopay
Jadi, apakah QRIS mempengaruhi pengeluaran? Ya, pembayaran jadi jauh lebih sat-set sehingga meningkatkan kecenderungan belanja impulsif.
Meski begitu, bukan berarti QRIS selalu bikin boros. Justru karena seluruh transaksi tercatat otomatis, QRIS bisa bantu kamu mengontrol pengeluaran. Kalau kamu pakai QRIS Gopay, ada fitur Laporan Pengeluaran buat melihat riwayat dan pola transaksi dalam satu aplikasi.
Bahkan, kamu juga bisa lebih hemat dengan berbagai promo QRIS Gopay! Yuk, mulai transaksi lebih praktis tapi tetap mindful pakai QRIS Gopay!
FAQ Apakah QRIS Mempengaruhi Pengeluaran
Q: Apa yang dimaksud dengan fenomena decoupling dalam sistem pembayaran digital seperti QRIS?
A: Decoupling adalah fenomena psikologis ketika aktivitas berbelanja terasa terpisah dari rasa kehilangan uang. Karena tidak ada perpindahan fisik uang tunai dari dompet saat melakukan pemindaian QRIS, otak tidak merasakan efek "kehilangan" yang sama, sehingga memicu kecenderungan belanja impulsif.
Q: Berapa jumlah merchant dan total transaksi QRIS yang tercatat berdasarkan data ASPI per September 2025?
A: Berdasarkan data Asosiasi Sistem Pembayaran Indonesia (ASPI), telah tercatat total 41 juta merchant yang terdaftar, 58 juta pengguna aktif, serta akumulasi total mencapai 10 miliar transaksi QRIS.
Q: Bagaimana cara kerja sistem frictionless payment pada QRIS yang dapat memengaruhi psikologi pengeluaran seseorang?
A: Frictionless payment bekerja dengan cara memangkas atau menghilangkan hambatan dalam proses pembayaran tunai konvensional (seperti menghitung lembaran uang, menunggu kembalian, atau menggesek kartu). Proses pemindaian yang selesai dalam hitungan detik ini membuat konsumen hampir tidak memiliki waktu jeda untuk berpikir ulang sebelum membeli sesuatu.
Q: Apa saja tiga tips utama yang disarankan agar penggunaan QRIS tidak membuat pengeluaran bulanan menjadi boros?
A: Tiga tips utamanya meliputi:
-
Menetapkan batasan nominal budget yang nyata untuk harian atau mingguan.
-
Mengaktifkan notifikasi atau pengingat transaksi di ponsel agar perpindahan saldo tetap terasa nyata.
-
Memanfaatkan fitur riwayat transaksi secara rutin setiap minggu guna mengevaluasi pola pengeluaran.
Q: Fitur khusus apa yang disediakan oleh aplikasi GoPay untuk membantu penggunanya memantau dan mengontrol anggaran harian?
A: Aplikasi GoPay menyediakan fitur Laporan Pengeluaran. Fitur ini berfungsi merekam seluruh riwayat transaksi secara otomatis dan mengelompokkannya, sehingga pengguna dapat melihat grafik serta pola pengeluaran bulanan mereka secara transparan.







