Jangan Sampai Terpotong! Pahami Jenis Biaya Investasi Reksadana

30 October 2026

•

5 min

Biaya investasi reksadana

Ringkasan:

  • Jenis Biaya Transaksi Langsung: Investor dapat dikenakan subscription fee (pembelian: 1–2,5%), redemption fee (penjualan kembali: 0,5–2%), switching fee (pengalihan unit: 0,5–2%), dan biaya transfer antar-bank saat pencairan dana.
  • Biaya Otomatis Potong NAB: Biaya pengelolaan Manajer Investasi (management fee), biaya jasa simpan bank kustodian (<1%/tahun), serta biaya operasional sistem S-INVEST/KSEI sudah otomatis diperhitungkan langsung ke dalam Nilai Aktiva Bersih (NAB) harian.
  • Transparansi Investasi di GoPay: Kamu dapat mengecek rincian biaya secara transparan, melihat fund fact sheet, serta bertransaksi berbagai produk reksadana tanpa biaya tersembunyi secara praktis lewat fitur GoPay Investasi.

Disclaimer: Ringkasan ini dibuat menggunakan Kecerdasan Buatan (AI)


Mau mulai investasi reksadana? Jangan cuma siapin dana buat beli produknya, ya. Soalnya, ada beberapa biaya investasi reksadana yang perlu kamu ketahui sebelum mulai.

Tenang, nggak semua biaya ini kamu rasain langsung, kok. Ada yang baru muncul pas kamu transaksi, ada juga yang otomatis kepotong dari Nilai Aktiva Bersih (NAB). Masing-masing punya ketentuan berbeda, tapi tetap ngaruh ke hasil akhir investasimu.

Memangnya, apa aja jenis biaya dalam investasi reksadana dan kapan biaya ini dikenakan? Yuk, kita bahas satu per satu biar kamu lebih siap berinvestasi!

BACA JUGA: Cara Kerja Reksadana

1. Biaya pembelian

Biaya pembelian

Biaya pembelian | Sumber: Pexels.com/jakubzerdzicki

Ketika membeli unit penyertaan reksadana, kamu bakal dikenakan biaya pembelian atau subscription fee. Jumlahnya berbeda-beda, bergantung pada produk dan pihak yang menjual atau mendistribusikannya, tapi umumnya berkisar antara 1–2,5%.

Jadi, semisal kamu beli setor dana Rp1 juta dan kena subscription fee sebesar 1%, berarti dana yang beneran masuk jadi unit reksadana cuma Rp990.000.

Kabar baiknya, sekarang ada banyak platform investasi reksadana yang udah menggratiskan biaya pembelian ini. 

Terus, dari mana kamu tau kalau suatu produk reksadana gratis subscription fee atau nggak? Kamu bisa cek lewat informasi produk atau fund fact sheet masing-masing produk reksadana, ya!

2. Biaya penjualan kembali

Biaya penjualan kembali

Biaya penjualan kembali | Sumber: Unsplash.com/jakubzerdzicki

Kalau biaya pembelian dikenakan di muka, biaya penjualan kembali atau redemption fee biasanya berlaku ketika kamu menjual kembali unit reksadana.

Besarannya cukup bervariasi, bergantung pada kebijakan Manajer Investasi (MI) masing-masing produk. Biasanya, makin cepat kamu jual unit reksadana (misalnya baru sebulan setelah beli), bakal makin besar potongannya.

Jadi, seandainya kamu mencairkan unit reksadana senilai Rp5 juta dan ada redemption fee 0,5%, dana yang bakal kamu terima adalah Rp4.975.000. Kebijakan ini jadi semacam “penalti” supaya investor nggak asal jual-beli reksadana dalam waktu singkat. 

Sebaliknya, kalau kamu mau sabar hold dalam waktu lebih lama (misalnya lebih dari setahun), biaya investasi reksadana satu ini sering kali bisa turun jadi 0%. 

Intinya, jangan cuma lihat potensi imbal hasil saat memilih produk reksadana. Perhatikan juga biaya yang mungkin bakal berlaku saat kamu pengin mencairkannya.

3. Biaya pengalihan unit

Biaya pengalihan unit

Biaya pengalihan unit | Sumber: Unsplash.com/jakubzerdzicki

Salah satu keunggulan investasi reksadana adalah fleksibilitas dalam menyesuaikan portofolio sesuai target keuangan dan profil risiko. 

Sebagai contoh, awalnya kamu beli lebih banyak reksadana pasar uang yang cenderung minim risiko, sebab ini baru pertama kalinya kamu investasi sehingga nggak mau ambil risiko terlalu gede.

Seiring berjalannya waktu, kamu makin berani ambil risiko demi dapetin return lebih tinggi, sehingga kamu pengin beralih ke produk yang berisiko lebih tinggi seperti reksadana pendapatan tetap.

Nah, kamu bisa mindahin dana dari reksadana pasar uang ke reksadana pasar tetap tanpa perlu cairin dulu ke rekening. 

Proses pemindahan dana ini disebut pengalihan unit atau switching, dan biasanya dikenakan switching fee. Jumlah biayanya bergantung pada ketentuan masing-masing produk dan kebijakan MI, umumnya di kisaran 0,5–2%.

Buat lebih pastinya, baca dulu prospektus produk reksadana sebelum kamu switching unit. Dengan begini, kamu bisa menyesuaikan portofolio reksadana tanpa kaget lihat biaya tambahan dalam transaksi.

4. Biaya manajemen

Biaya manajemen

Biaya manajemen | Sumber: Unsplash.com/jakubzerdzicki

Biaya manajemen atau management fee adalah biaya investasi reksadana yang diberikan kepada MI sebagai imbalan atas jasa mereka. 

Jadi, bisa dibilang management fee merupakan “gaji” MI yang udah kerja keras melakukan riset, analisis pasar, memilih aset, dan mengatur portofolio reksadanamu setiap hari.

Tenang aja, kamu nggak harus setor biaya manajemen tiap bulan ke MI secara manual, kok. Soalnya, management fee udah diperhitungkan dalam NAB reksadana sehingga bakal otomatis kepotong. 

Jadi, kalau kamu lihat return reksadana di aplikasi, angka tersebut biasanya udah bersih dari biaya manajemen.

BACA JUGA: Keuntungan Investasi Reksadana

5. Biaya bank kustodian

Biaya bank kustodian

Biaya bank kustodian | Sumber: Unsplash.com/dentistozkanguner

Dalam investasi reksadana, ada bank kustodian yang bertugas menyimpan, menjaga, dan mengadministrasikan seluruh dana dari para investor. 

Kenapa bukan MI sendiri yang megang danamu? Kehadiran bank kustodian diharapkan bisa menghindari risiko broker bermasalah yang seenaknya ambil keuntungan dari dana tersebut.

Jadi, semisal MI bermasalah, dana investasimu bakal tetap aman karena dititipkan secara terpisah ke bank kustodian. 

Nah, jasa bank kustodian ini juga dikenakan biaya dan udah otomatis kepotong dari NAB. Tenang aja, biaya bank kustodian biasanya kecil banget, umumnya di bawah 1% per tahun untuk tiap produk reksadana.

6. Biaya transfer bank 

Biaya transfer bank

Biaya transfer bank | Sumber: Pexels.com/jakubzerdzicki

Ini dia biaya investasi reksadana yang terasa lebih familier karena berhubungan langsung sama transaksi perbankan.

Saat kamu mau cairin hasil investasi reksadana ke rekening bank, kemungkinan bakal ada biaya transfer yang dipotong, terutama kalau rekening tujuan ternyata beda bank dari rekening dana nasabah (RDN) kamu.

Misalnya, kamu berniat cairin reksadana dan hasil pencairannya perlu ditransfer ke rekening bank. Ternyata, proses ini menggunakan sistem transfer yang mengenakan biaya. Alhasil, nominalnya bakal ngurangin dana akhir yang kamu terima.

Nominal biaya investasi reksadana satu ini emang biasanya nggak seberapa, tapi tetap perlu diperhitungkan biar ekspektasi hasil investasimu jadi lebih realistis.

7. Biaya penggunaan Sistem Pengelolaan Investasi Terpadu (S-INVEST)

Biaya penggunaan Sistem Pengelolaan Investasi Terpadu (S-INVEST)

Biaya penggunaan Sistem Pengelolaan Investasi Terpadu (S-INVEST) | Sumber: Pexels.com/jakubzerdzicki

Sistem Pengelolaan Investasi Terpadu (S-INVEST) adalah sistem resmi yang dikelola Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) buat mencatat seluruh transaksi produk investasi secara digital dan terpusat.

Melalui S-INVEST, kamu bisa punya Single Investor Identification (SID) atau nomor identitas investor tunggal. Dengan begini, semua produk reksadana yang kamu miliki dapat termonitor dalam satu identitas.

Nah, pengelolaan S-INVEST ini dikenakan biaya. Tapi, nggak perlu khawatir karena biaya S-INVEST udah termasuk dalam komponen biaya yang ditanggung NAB reksadana secara keseluruhan.

Artinya, biaya S-INVEST udah diperhitungkan dalam NAB reksadana, jadi kamu nggak perlu membayarnya lagi secara terpisah.

BACA JUGA: Jenis Reksadana

Biaya investasi reksadana bisa berpotensi mengurangi hasil return yang kamu dapatkan. Dengan mengetahui jenis-jenis biaya tersebut, kamu bisa lebih bijak memilih produk reksadana dan lebih realistis ngitung potensi keuntungan.

Kabar baiknya, sekarang investasi reksadana secara transparan bisa kamu lakukan dengan lebih praktis lewat GoPay Investasi. 

Tinggal buka aplikasi GoPay di HP, dan kamu bisa langsung pilih berbagai produk reksadana, lengkap dengan rincian informasi produk dan biayanya. Jadi, nggak perlu khawatir ada biaya yang tiba-tiba muncul tanpa kamu ketahui.

Sekalian cek juga berbagai promo Produk Keuangan yang bisa bantu maksimalkan keuntungan investasi reksadanamu. Jadi, tunggu aa lagi? Yuk, mulai investasi reksadana tanpa jebakan biaya tersembunyi di aplikasi GoPay!

FAQ Biaya Investasi Reksadana

Q: Apa bedanya biaya transaksi langsung dengan biaya yang memotong Nilai Aktiva Bersih (NAB)?
A: Biaya transaksi langsung (subscription, redemption, switching, transfer bank) dibayarkan saat kamu melakukan aksi transaksi, sedangkan biaya memotong NAB (management fee, bank kustodian, S-INVEST) sudah otomatis diperhitungkan harian dalam nilai reksadana sehingga return yang kamu lihat di aplikasi sudah merupakan angka bersih.

Q: Mengapa menjual reksadana terlalu cepat bisa dikenakan redemption fee yang lebih tinggi?
A: Redemption fee berfungsi sebagai penalti untuk mencegah investor melakukan transaksi jangka pendek (trading) yang berlebihan, sekaligus menjaga kestabilan dana kelolaan Manajer Investasi. Biaya ini biasanya berkurang atau menjadi 0% jika unit disimpan lebih lama.

Q: Apakah kita perlu membayar gaji Manajer Investasi dan biaya bank kustodian secara terpisah tiap bulan?
A: Tidak perlu. Biaya manajemen (management fee) dan biaya bank kustodian sudah otomatis dipotong dari dana kelolaan reksadana (NAB), sehingga kamu tidak perlu melakukan transfer manual.

Q: Apa fungsi biaya S-INVEST yang terdapat dalam operasional reksadana?
A: Biaya tersebut digunakan untuk pengelolaan sistem pencatatan transaksi investasi secara digital dan terpusat oleh KSEI, yang memberikan setiap investor nomor identitas tunggal (Single Investor Identification / SID) agar seluruh aset terpantau aman.

Q: Bagaimana cara mengetahui rincian biaya reksadana secara transparan sebelum mulai berinvestasi?
A: Kamu bisa langsung mengecek rincian biaya, prospektus, dan fund fact sheet setiap produk secara praktis serta bertransaksi reksadana tanpa khawatir biaya tersembunyi melalui fitur GoPay Investasi di aplikasi GoPay.

Artikel Terkait