Waspada! Ini 7 Cara Mengenali Penipuan Promo Palsu

13 February 2026

•

5 min

Cara Mengenali Penipuan Promo Palsu

Siapa pun pastinya senang dapat uang atau diskon kaget yang menggiurkan dari SMS atau WhatsApp, kan? Jangan sampai jempolmu bergerak lebih cepat daripada logikamu! Sebab, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) udah mencatat ada total 17.755 kasus penipuan berkedok promo palsu yang dilaporkan masyarakat.

Karena kasus yang udah marak banget, kamu perlu tahu cara mengenali penipuan promo palsu. 

Apalagi, para penipu udah makin pintar mendesain informasi promo tersebut supaya kelihatan datang dari sumber resmi, lengkap dengan logo perusahaan besar yang bikin kita gampang terkecoh. Nggak heran kalau jumlah korbannya makin banyak!

Terus, gimana cara mengenali penipuan promo palsu biar nggak kejebak? Yuk, simak tips dan triknya di sini!

BACA JUGA: Cara Mengenali Customer Service Palsu

1. Link tidak resmi

Link tidak resmi

Link tidak resmi | Sumber: Freepik.com/rawpixel-com

Cara mengenali penipuan promo palsu yang pertama adalah dengan memperhatikan alamat link atau URL dari pengirim. Soalnya, penipu sering banget pakai teknik typosquatting atau memelesetkan nama brand terkenal. 

Misalnya, kalau link resmi GoPay itu adalah gopay.co.id, mereka mungkin bakal pakai gopay-promo-gratis.site, gopayy-hadiah.biz, atau bahkan https://www.google.com/search?q=g0pay.com (pakai angka nol). 

Kalau cuma dilihat secara sekilas, mata kita mungkin nggak sadar ada huruf yang beda atau domain yang aneh. Ingat, platform besar dan kredibel gak akan pernah pakai domain gratisan seperti .xyz, .top, atau Blogspot untuk halaman promo resmi mereka.

Selain itu, perhatikan juga protokol keamanannya. Situs yang aman biasanya diawali dengan "https://" dan punya ikon gembok di sebelah alamat bar browser. Meski sekarang banyak situs penipuan yang juga sudah pakai https, kamu tetap harus curiga kalau nama domainnya gak masuk akal. 

Jangan pernah klik link yang isinya cuma deretan huruf dan angka acak yang udah dipendekkan pakai bit.ly atau tinyurl tanpa ada keterangan jelas. Kalau kamu ragu, lebih baik buka browser secara manual dan ketik alamat website resminya langsung.

2. Promo yang meminta data pribadi

Promo yang meminta data pribadi

Promo yang meminta data pribadi | Sumber: Freepik.com/freepik

Ini dia red flag promo palsu yang paling berbahaya. Promo resmi dari perusahaan mana pun nggak akan pernah minta data pribadi yang sifatnya rahasia di halaman awal atau lewat chat. 

Contoh data sensitif yang sering diincar penipu adalah kode OTP (One Time Password), NIK KTP, nama ibu kandung, PIN, sampai kode CVV kartu kredit. Kalau kamu ketemu promo yang mengharuskan kamu memasukkan data-data tersebut cuma buat mencairkan hadiah, itu udah pasti 100% penipuan.

Penipu sering berdalih kalau OTP itu adalah kode pemenang atau kode verifikasi pajak. Padahal, perusahaan asli sudah punya sistem sendiri dan gak perlu minta data itu dari kamu secara langsung lewat link abal-abal. 

Kode OTP itu ibarat kunci rumah kamu. Kalau kamu kasih ke orang lain, itu sama aja dengan kamu mempersilakan mereka menguras isi saldo kamu. Jadi, kalau ada yang minta data pribadi, langsung tutup halamannya dan blokir nomornya.

3. Ada deadline yang mendesak

Ada deadline yang mendesak

Ada deadline yang mendesak | Sumber: Unsplash.com/towfiqu999999

Kamu pernah deg-degan pas baca pesan "Promo ini hanya berlaku 10 menit lagi! Segera ambil hadiahmu!"? Itu adalah taktik psikologis artificial scarcity

Penipu sengaja bikin kamu ngerasa terburu-buru supaya kamu nggak sempat berpikir jernih atau ngecek kebenaran promonya. Soalnya, saat kita panik atau terdesak, bagian otak yang berfungsi untuk berpikir logis sering kali kalah sama insting untuk segera bertindak.

Di sisi lain, promo yang beneran biasanya punya periode waktu yang jelas dan masuk akal, misalnya selama sebulan atau seminggu. Kalau kamu merasa dipaksa untuk segera klik atau transfer uang, itu saatnya kamu perlu berhenti sejenak, tarik napas, dan mengakhiri interaksi.

4. Diskon atau hadiah yang terlalu fantastis

Diskon atau hadiah yang terlalu fantastis

Diskon atau hadiah yang terlalu fantastis | Sumber: Unsplash.com/tamanna_rumee

Siapa sih, yang nggak suka diskon? Tapi, kalau diskonnya 99% untuk produk yang harganya puluhan juta rupiah atau ada kesempatan dapat hadiah mobil tanpa diundi cuma dengan bayar biaya admin Rp500 ribu, itu terlalu muluk-muluk.

Perusahaan sebesar apa pun tetap hitung-hitungan dalam memberikan hadiah. Mereka punya budget pemasaran yang terukur, jadi gak mungkin mereka bagi-bagi barang mewah secara massal tanpa syarat yang jelas dan masuk akal.

Sedangkan, para penipu sengaja pasang umpan yang menggiurkan banget buat memancing rasa serakah kita. Begitu kamu tertarik, mereka bakal mulai minta uang pelicin atau biaya asuransi. 

Solusinya, selalu gunakan logika kamu. Kalau penawarannya kedengaran nggak masuk akal buat bisnis, kemungkinan besar itu memang bohong.

5. Syarat dan ketentuan yang tidak masuk akal

Syarat dan ketentuan yang tidak masuk akal

Syarat dan ketentuan yang tidak masuk akal | Sumber: Freepik.com/rawpixel-com

Cara mengenali penipuan promo palsu yang berikutnya adalah perhatikan syarat dan ketentuan promonya. Promo asli biasanya punya syarat yang berkaitan dengan penggunaan aplikasi, misalnya "belanja minimal Rp50 ribu pakai aplikasi e-wallet tertentu." 

Tapi dalam kasus penipuan, syaratnya seringkali aneh dan nggak ada hubungannya sama produk mereka. Contohnya, mungkin kamu bakal diwajibkan menyebarkan link promo tersebut ke 10 atau 20 grup WhatsApp sebagai syarat supaya hadiahnya bisa terbuka. 

Padahal, itu adalah cara mereka buat menyebarkan malware atau mencari korban baru secara berantai menggunakan tangan kamu sendiri.

Contoh lain adalah syarat harus membayar pajak pemenang di muka ke rekening tertentu. Di dunia nyata, pajak undian biasanya dipotong langsung dari hadiah (kalau berupa uang) atau diurus secara resmi lewat administrasi yang jelas di kantor perusahaan.

Kalau syaratnya mengharuskan kamu melakukan hal-hal yang merepotkan dan nggak profesional seperti itu, segera tinggalkan.

BACA JUGA: Tips Melindungi Akun E-Wallet

6. Meminta pembayaran ke rekening pribadi

Meminta pembayaran ke rekening pribadi

Meminta pembayaran ke rekening pribadi | Sumber: Unsplash.com/nordwood

Perusahaan resmi nggak akan pernah pakai rekening atas nama pribadi untuk transaksi apa pun. Kalau kamu diminta transfer uang administrasi ke rekening atas nama "Budi Setiawan", "Siti Aminah", atau nama individu lainnya, itu udah fiks penipuan. 

Sebaliknya, perusahaan profesional selalu menggunakan akun bisnis atau Virtual Account atas nama perusahaan mereka sendiri.

Penipu sering beralasan kalau itu adalah rekening bendahara atau petugas pajak mereka. Jangan percaya! Begitu uang kamu masuk ke rekening pribadi mereka, uang itu bakal langsung hilang ditarik atau dipindahkan ke akun lain dalam hitungan detik, dan kamu gak akan bisa melacaknya dengan mudah.

7. Permintaan download aplikasi mencurigakan

Permintaan download aplikasi mencurigakan

Permintaan download aplikasi mencurigakan | Sumber: Unsplash.com/hamedtaha

Modus penipuan promo palsu terbaru yang lagi ngetren adalah meminta calon korban buat mengunduh file berformat .APK dengan kedok "Cara Tukar Hadiah Promo" atau aplikasi khusus untuk redeem sejenis loyalty point.

Tapi begitu kamu klik dan install aplikasi tersebut, HP kamu bakal disusupi malware yang bisa membaca semua SMS kamu (termasuk OTP transaksi keuangan) dan merekam apa yang kamu ketik di keyboard (keylogger).

Ingat, aplikasi resmi cuma bisa diunduh dari Google Play Store atau Apple App Store. Perusahaan kredibel nggak akan kirim file mentah lewat WhatsApp dan nyuruh kamu install secara manual. 

Jadi, kalau kamu dapat pesan berisi file dengan ekstensi .APK dari nomor nggak dikenal dengan iming-iming hadiah, jangan pernah dibuka dan langsung hapus pesannya.

BACA JUGA: Cara Menghindari Penipuan Online

Kunci dari cara mengenali penipuan promo palsu adalah jangan gampang tergiur, selalu cek dua kali, dan jangan pernah ragu untuk bertanya ke kanal resmi kalau kamu ketemu info yang mencurigakan. 

Jangan lupa, promo yang asli dari platform kredibel seperti GoPay hanya diumumkan lewat website resmi, aplikasi GoPay itu sendiri, dan akun media sosial resmi yang udah terverifikasi (ada centang birunya). GoPay nggak akan pernah minta kode rahasia atau uang muka lewat chat pribadi.

Selain itu, kamu nggak perlu khawatir berlebihan karena aplikasi GoPay punya sistem Trust & Safety yang kuat buat menjaga akun dan transaksi kamu tetap aman. 

Sistem ini mampu mendeteksi aktivitas mencurigakan, dan kamu bakal dapat proteksi ekstra dari fitur PIN serta fitur Touch ID dan Face ID supaya kamu bisa bertransaksi dengan nyaman. Jadi, tetaplah waspada, ya!

Artikel Terkait