Ringkasan
- Para Perasuk merupakan film drama supernatural garapan sutradara Wregas Bhanuteja yang dibintangi Angga Yunanda dan Maudy Ayunda, mengangkat premis unik tentang tradisi "pesta kerasukan" di sebuah desa.
- Sebelum resmi tayang di Indonesia pada 23 April 2026, film ini telah mengukir prestasi internasional dengan meraih CJ ENM Award di Busan serta mendapatkan standing ovation di Sundance Film Festival 2026.
- Terdapat berbagai fakta menarik film Para Perasuk lainnya, mulai dari debut akting Anggun C. Sasmi yang turut menciptakan 20 mantra, hingga totalitas Angga Yunanda yang berlatih gerakan melata layaknya lintah selama tiga bulan.
Kalau kamu lagi nyusun watchlist film 2026, Para Perasuk wajib masuk daftar. Film ini jadi salah satu judul yang paling ditunggu-tunggu pada 2026 ini. Nggak heran, soalnya Para Perasuk udah mencuri perhatian dunia internasional sejak sebelum tayang di tanah air.
Film drama supernatural garapan Wregas Bhanuteja ini sukses mengangkat kearifan lokal Indonesia melalui kisah coming-of-age yang kuat.
Bayangin aja, ada desa yang merayakan fenomena kerasukan. Para penduduk di desa tersebut bahkan sampai mengadakan “pesta kerasukan” biar roh-roh hewan memasuki tubuh mereka.
Tujuannya? Buat merasakan sensasi kesenangan sekaligus melindungi desa dari ancaman penggusuran.
Nggak cuma punya sinopsis menarik, masih ada sederet fakta menarik film Para Perasuk yang membuatnya semakin layak buat ditonton. Yuk, kita bedah satu per satu!
BACA JUGA: Film Lokal Bioskop
1. Angga Yunanda Beradu Akting dengan Maudy Ayunda

Angga Yunanda Beradu Akting dengan Maudy Ayunda | Sumber: Grid.ID
Para Perasuk adalah film yang mempertemukan aktor dan aktris papan atas Indonesia. Salah satunya adalah Angga Yunanda sebagai Bayu, seorang pemuda desa yang bertekad menjadi perasuk andal.
Ia beradu akting dengan Maudy Ayunda yang berperan sebagai Laksmi, seorang pelamun yang dirasuki roh hewan.
Mereka menjadi duo utama di film ini, tentunya dengan dukungan kuat karakter-karakter lain yang diperankan oleh Chicco Kurniawan, Anggun C. Sasmi, Bryan Domani, Ganindra Bimo, dan Indra Birowo.
Buat pemanasan sebelum lihat adu akting Angga dan Maudy, kamu bisa nonton film Tale of the Land (2024) atau Dopamine (2025). Kedua film ini mempertemukan Angga dengan sang istri, Shenina Cinnamon.
2. Pemenang CJ ENM Award di Asian Project Market 2024

Pemenang CJ ENM Award di Asian Project Market 2024 | Sumber: JPNN.com
Sebelum tayang di bioskop tanah air, Para Perasuk udah lebih dulu diakui di kancah film internasional. Film ini berhasil meraih CJ ENM Award dalam ajang Asian Project Market (APM) 2024, yang masih jadi bagian dari Busan International Film Festival 2024.
Pencapaian tersebut tentunya nggak diraih begitu aja. Setidaknya ada 441 film dari 44 negara yang mendaftar di APM 2024. Setelah disaring, terpilihlah 30 film panjang dari 17 negara untuk dipresentasikan.
Para Perasuk menjadi salah satu dari delapan film yang memperoleh penghargaan tersebut. Hal ini nggak terlepas dari keunikan tema yang diangkat, apalagi dengan latar belakang sosial dan budaya khas Indonesia yang kuat.
3. Pernah Ikut Serta dalam World Cinema Dramatic Competition

Pernah Ikut Serta dalam World Cinema Dramatic Competition | Sumber: JPNN.com
Fakta menarik film Para Perasuk nggak berhenti di situ aja. Para Perasuk juga terpilih untuk berkompetisi bersama 9 film internasional lain dalam kategori World Cinema Dramatic Competition di Sundance Film Festival 2026.
Pencapaian tersebut patut dirayain karena Para Perasuk udah berhasil menyisihkan ribuan proyek film lain dari 164 negara. Kerennya lagi, kompetisi ini juga dikenal sebagai kategori paling bergengsi di Sundance Film Festival buat film-film non-bahasa Inggris.
Makin spesial lagi kalau ingat bahwa Sundance Film Festival 2026 jadi tahun terakhir festival ini diadain di Utah. Mulai 2027, mereka bakal pindah venue ke Boulder, Colorado.
Jadi, film Para Perasuk nggak cuma membanggakan nama Indonesia di festival bergengsi tersebut, tapi juga melakukannya di waktu yang bersejarah.
4. Pendekatan Berbeda terhadap Fenomena Kerasukan

Pendekatan Berbeda terhadap Fenomena Kerasukan | Sumber: VOI.id
Coba, deh, perhatiin film-film horor Indonesia. Kebanyakan film biasanya menjadikan kerasukan sebagai hal yang menakutkan dan dihindari. Nah, Para Perasuk justru mengambil pendekatan yang sama sekali berbeda.
Di Desa Latas yang menjadi latar utama cerita, warga malah sengaja membiarkan diri dirasuki roh-roh hewan seperti kerbau, kupu-kupu, dan burung emprit. Tujuannya buat melarikan diri dari realitas dan bersenang-senang sesaat di tengah ruwetnya hidup.
Cerita tersebut merupakan gambaran fenomena dari sebagian kelompok masyarakat di Indonesia yang menjadikan hal supranatural sebagai sarana rekreasi.
Meski begitu, perlu dicatat bahwa Para Perasuk bukanlah film horor, ya. Ini adalah film drama supranatural dengan sentuhan kuat kearifan lokal.
5. Debut Anggun C. Sasmi di Layar Lebar

Debut Anggun C. Sasmi di Layar Lebar | Sumber: Indonews
Di Indonesia, Anggun C. Sasmi lebih dulu dikenal sebagai penyanyi internasional. Para Perasuk jadi film debut pertamanya.
Sebetulnya, ia pernah mendapat tawaran buat main di film James Bond, The World is Not Enough (1999). Tapi, Anggun menolak tawaran tersebut karena saat itu masih pengin fokus berkarier sebagai penyanyi.
Puluhan tahun kemudian, ia akhirnya tampil di layar lebar lewat Para Perasuk. Anggun memerankan tokoh Guru Asri, yang membimbing para perasuk dalam pesta kerasukan.
Nggak cuma itu, ia juga berkontribusi menciptakan 20 mantra yang dipakai dalam film! Mantra-mantra ini jadi salah satu faktor kuat yang membangun atmosfer supranatural di film Para Perasuk.
BACA JUGA: Film Seru Indonesia
6. Totalitas Angga Jadi Lintah

Totalitas Angga Jadi Lintah | Sumber: RRI
Fakta menarik film Para Perasuk juga berkaitan sama effort para pemainnya. Persiapan akting Angga Yunanda termasuk salah satu yang paling mencuri perhatian.
Dalam film, Angga dituntut untuk bergerak melata seperti lintah sebanyak dua kali dalam seminggu. Buat mempersiapkan peran ini, ia harus latihan fisik selama sekitar tiga bulan bersama koreografer.
Sesi latihan biasanya diawali dengan stretching biar badan bisa bergerak lebih fleksibel, terutama di bagian perut.
Soalnya, Angga harus sering tengkurap dan mengesot dalam berbagai gaya, mulai dari diam di tempat, menggunakan tangan, sampai memelintirkan tubuh.
Angga benar-benar totalitas demi bisa menampilkan cara lintah bergerak secara meyakinkan di layar lebar.
7. Disutradarai Wregas Bhanuteja

Disutradarai Wregas Bhanuteja | Sumber: Hypeabis
Nama Wregas Bhanuteja udah jadi semacam jaminan mutu di industri film Indonesia. Para Perasuk adalah film panjang ketiganya setelah Penyalin Cahaya (2021) dan Budi Pekerti (2023).
Rekam jejaknya nggak main-main! Film Penyalin Cahaya sukses meraih 12 Piala Citra dari 17 nominasi di Festival Film Indonesia (FFI) termasuk penghargaan Penulis Naskah Asli Terbaik dan Sutradara Terbaik.
Sementara itu, film Budi Pekerti juga mendominasi FFI 2023 dengan 17 nominasi, menjadikannya film dengan jumlah nominasi terbanyak pada tahun itu.
Mereka berhasil membawa pulang piala Pemeran Utama Wanita Terbaik (She Ina Febriyanti) dan Pemeran Pendukung Wanita Terbaik (Prilly Latuconsina).
Kali ini, Wregas comeback dengan film bergenre drama supranatural yang menggabungkan elemen lintas seni, fantasi, dan psikologis. Sejak sebelum tayang di bioskop tanah air, Para Perasuk bahkan udah berhasil menorehkan prestasi di kancah internasional.
8. Mendapat Standing Ovation di Sundance Film Festival

Mendapat Standing Ovation di Sundance Film Festival | Sumber: TIMES Indonesia
Momen membanggakan sempat terjadi di Sundance Film Festival 2026. Setelah film Para Perasuk selesai ditayangkan, para penonton memberikan standing ovation yang meriah.
Momen ini tentu bukan kebetulan. Para Perasuk berhasil menampilkan sesuatu yang mungkin jarang ditemui di festival tersebut, yakni cerita lokal Indonesia yang orisinal dengan sentuhan budaya, visual, dan emosional yang kuat.
Nggak heran kalau sebelum resmi tayang di Indonesia, film Para Perasuk udah melanglang buana duluan di berbagai festival internasional lain: Miami Film Festival 43, MOOOV Film Festival, Fantaspoa International Film 2026, dan Minneapolis Saint Paul International Film Festival (MSPIFF) ke-45.
9. Hasil Kerja Sama dari Tiga Negara

Hasil Kerja Sama dari Tiga Negara | Sumber: Suara Merdeka Jakarta
Fakta menarik film Para Perasuk ternyata menjangkau lintas negara! Film ini diproduksi oleh Rekata Studio Indonesia yang bekerja sama dengan rumah produksi asal Singapura, Momo Film Co.
Kerennya lagi, Para Perasuk juga memperoleh hibah pascaproduksi melalui program Spring 2025 Post-Production Grants dari Purin Pictures, Thailand. Mereka dikenal sebagai organisasi yang mendukung film-film independen di Asia Tenggara.
Nggak berhenti di situ aja, dukungan internasional buat Para Perasuk juga datang dari Prancis. Mereka menayangkan teaser film di acara TV setempat, Les Enfants de la Télé, yang juga menghadirkan Anggun C. Sasmi sebagai bintang tamu.
10. Ada Original Soundtrack dari Maudy Ayunda

Ada Original Soundtrack dari Maudy Ayunda | Sumber: Kupang News
Kontribusi Maudy Ayunda di Para Perasuk ternyata nggak cuma berhenti di depan kamera. Ia juga mengisi original soundtrack film dengan membawakan dua lagu berjudul “Di Tepi Lamunan dan “Aku yang Engkau Cari” di bawah arahan Lafa Pratomo.
Sebetulnya, Wregas selaku sutradara nggak berencana bikin lagu khusus buat soundtrack film. Ide ini justru datang sendiri dari Maudy Ayunda. Kedua lagu ditulis dari sudut pandang Bayu, tokoh utama pria yang diperankan Angga Yunanda.
Maudy membuat lagu “Di Tepi Lamunan” secara spontan. Ia mengirimkan draf sketsa lagu berupa voice note kepada sang produser. Setelah mengembangkannya bersama, mereka langsung rekaman dalam satu kali take.
Sementara itu, lagu “Aku yang Engkau Cari” dibuat oleh Maudy dan Lafa dalam waktu kurang dari satu jam setelah nonton Para Perasuk bareng-bareng.
BACA JUGA: Tips Nonton Film Bioskop
Jadi, udah siap ke bioskop setelah mengetahui berbagai fakta menarik film Para Perasuk? Mulai dari keunikan premis sampai totalitas para pemain, semuanya membuktikan bahwa Para Perasuk memang layak masuk watchlist-mu.
Film Para Perasuk dijadwalkan tayang mulai 23 April 2026 di jaringan bioskop tanah air. Sebelum itu, kamu bisa beli dulu tiketnya lewat aplikasi GoPay biar lebih untung!
Soalnya, ada promo beli tiket bioskop di aplikasi GoPay, GRATIS biaya admin, dan cashback GoPay Coins buat transaksi pembelian tiket bioskop. Yuk, buruan beli sebelum kehabisan kursi!
Selain itu, kamu bisa berkesempatan memenangkan VOUCHER nonton gratis dengan mengikuti Daily Quiz setiap harinya. Jangan sampai kelewatan, ya!







