Awas Terjebak! Ini 7 Mitos Investasi Emas yang Masih Dipercaya Pemula

30 October 2026

•

6 min

Mitos investasi emas

Ringkasan:

  • Tujuan & Mitos Utama: Emas adalah instrumen penyimpan nilai (safe haven) untuk investasi jangka menengah-panjang, bukan jalan pintas mencari keuntungan kilat (passive income atau cuan instan).
  • Aksesibilitas & Likuiditas: Investasi emas kini sangat terjangkau (mulai dari 0,01 gram via emas digital) dan memiliki likuiditas tinggi karena mudah dicairkan baik secara fisik maupun digital.
  • Variasi Produk & Kemudahan Aplikasi: Produk emas tersedia dalam bentuk batangan (seperti ANTAM/UBS), perhiasan, maupun digital. Layanan seperti GoPay Emas Digital memudahkan pengumpulan emas secara bertahap tanpa perlu simpan fisik di rumah, meski tetap ada faktor spread, ongkos cetak, dan aturan pajak.

Disclaimer: Ringkasan ini dibuat menggunakan Kecerdasan Buatan (AI)


Memang betul bahwa emas termasuk salah satu instrumen investasi safe haven. Soalnya, nilai emas cenderung stabil dan bahkan cenderung naik di tengah kondisi ekonomi yang serba nggak pasti.

Masalahnya, banyak orang jadi menganggap bahwa investasi emas pasti untung. Padahal, kenyataannya belum tentu. Nggak cuma itu, masih banyak salah kaprah investasi emas lainnya yang beredar di berbagai kalangan, terutama investor pemula.

Memang, gimana fakta investasi emas sebenarnya? Biar nggak asal ikut kata orang, yuk, kita spill satu per satu mitos investasi emas dan fakta aslinya!

BACA JUGA: Apa Itu Investasi Emas?

1. Investasi emas butuh banyak uang

Investasi emas butuh banyak uang

Investasi emas butuh banyak uang | Sumber: Pexels.com/robert-lens

“Investasi emas? Nggak, deh, kayaknya harus punya banyak duit dulu.”

Kalau kamu pernah berpikir begitu, kamu nggak sendirian. Banyak orang mengira bahwa emas adalah instrumen investasi sultan, alias cuma cocok buat orang-orang berdompet super tebal.

Padahal, fakta investasi emas nggak begitu, lho. Sekarang, udah ada program nabung emas sehingga kamu bisa membelinya dalam pecahan kecil sesuai kemampuan, bahkan mulai dari 0,01 gram sekalipun.

Artinya, kamu nggak perlu nunggu jadi sultan dulu buat mulai investasi emas. Yang lebih penting adalah konsistensimu. 

Misalnya, kalau kamu menyisihkan uang buat beli 0,5 gram emas tiap bulan, dalam setahun kamu bakal punya sekitar 6 gram emas. Lumayan banget, kan?

2. Harga emas dijamin selalu naik

Harga emas dijamin selalu naik

Harga emas dijamin selalu naik | Sumber: Pexels.com/karola-g

Ini dia salah satu mitos investasi emas paling sering beredar. Karena emas termasuk instrumen safe haven, banyak orang menganggap bahwa investasi emas pasti untung alias harganya bakal selalu naik.

Penting buat diingat bahwa yang namanya investasi pasti punya risiko, nggak terkecuali emas. Artinya, harga emas juga tetap bisa naik-turun. Bahkan, harga emas udah sempat mengalami koreksi alias penurunan sementara pada Juni 2026 kemarin. 

Koreksi seperti ini wajar banget, kok, dalam investasi. Naik-turun harga biasanya dipengaruhi oleh kondisi geopolitik, suku bunga, kurs dolar, sampai permintaan bank sentral.

Karena itu, emas cenderung lebih cocok buat investasi jangka panjang, apalagi dengan rekam jejaknya sebagai aset penyimpan nilai.

3. Emas bisa memberikan passive income

Emas bisa memberikan passive income

Emas bisa memberikan passive income | Sumber: Pexels.com/karola-g

Investasi emas memang bisa menjadi salah satu cara untuk menjaga dan bahkan meningkatkan nilai aset. 

Tapi, jangan langsung bayangin emas bakal rutin menghasilkan passive income seperti bunga deposito atau dividen saham, ya. Anggapan ini juga termasuk salah kaprah investasi emas.

Satu-satunya keuntungan emas datang dari selisih harga. Kamu baru bakal terima keuntungan kalau harga jual emas (buyback) lebih tinggi dari harga pas kamu beli.

Misalnya, kamu beli emas saat harganya Rp1,2 juta per gram. Beberapa waktu kemudian, harganya jadi Rp1,5 juta per gram. Nah, kalau kamu menjualnya seharga Rp1,5 juta, otomatis kamu bakal dapat potensi untung Rp300.000 dari selisih tersebut.

Jadi, buat kamu yang butuh passive income, emas kurang tepat dijadikan instrumen investasi karena masih perlu dipadukan dengan reksadana pasar uang, saham, deposito atau aset lainnya.

4. Emas susah dijual kembali

Emas susah dijual kembali

Emas susah dijual kembali | Sumber: Pexels.com/aukid-phumsirichat

Banyak orang masih beranggapan bahwa kalau mau jual emas, kamu harus bawa barangnya ke toko emas fisik, nawar harga, lalu nunggu lama sampai proses penjualan benar-benar selesai. Dari sinilah muncul mitos investasi emas sulit dijual kembali.

Faktanya, emas justru termasuk aset yang likuid, lho. Untuk emas fisik seperti ANTAM, kamu bisa menjualnya kembali di Butik Emas Logam Mulia yang cabangnya tersebar di berbagai tempat.

Sedangkan, buat yang memiliki emas digital, kamu dapat mencairkannya melalui fitur buyback di aplikasi investasi. 

Tapi, ingat, mudah dijual bukan berarti harga jual emas selalu sama dengan harga belinya. Ada baiknya cek dulu harga buyback di beberapa tempat atau platform biar kamu bisa mendapatkan harga jual terbaik.

BACA JUGA: Keuntungan Investasi Emas

5. Emas bisa menghasilkan keuntungan cepat

Emas bisa menghasilkan keuntungan cepat

Emas bisa menghasilkan keuntungan cepat | Sumber: Pexels.com/aurelijus-u

Siapa, sih, yang nggak mau investasi hari ini dan besoknya langsung cuan? Sayangnya, emas bukanlah instrumen yang pas buat ngejar cuan kilat. Harga emas memang bisa naik, tapi pergerakannya sering kali pelan dan bahkan bisa naik-turun dulu. 

Apalagi, dalam investasi emas ada yang namanya spread, yaitu selisih antara harga beli dan harga jual kembali. Semisal kamu jual emas di hari yang sama dengan hari beli, nilai spread-nya belum cukup gede buat ngasih kamu keuntungan.

Jadi, harga emas harus naik cukup tinggi dulu buat nutup selisih tersebut, baru kamu mulai benar-benar untung. Itulah kenapa emas lebih cocok disimpan dalam jangka menengah sampai jangka panjang, bukan buat nyari cuan instan.

6. Beli emas digital berarti stoknya gaib 

Beli emas digital berarti stoknya gaib

Beli emas digital berarti stoknya gaib | Sumber: Unsplash.com/kurniawann

“Emas digital cuma berupa angka di layar. Jangan-jangan, emasnya nggak ada.”

Anggapan tersebut wajar banget, kok. Soalnya, yang terlihat di layar memang berupa angka gramasi atau saldo, bukan emas batangan yang bisa langsung kamu pegang.

Tapi, ini juga termasuk mitos investasi emas. Investasi emas digital bukan berarti kamu beli emas gaib. Saldo yang kamu lihat di aplikasi adalah catatan kepemilikan secara elektronik. Jadi, emas fisiknya beneran ada dan disimpan di lembaga penyimpanan emas.

Buktinya, kamu bisa mengubah saldo tersebut jadi emas batangan melalui fitur cetak emas. Saldo emas digitalmu bakal dikonversi ke emas batangan fisik resmi, seperti ANTAM atau UBS. 

Prosesnya pun mudah karena kamu cukup buka aplikasi investasi emas, pilih fitur cetak emas, dan tentukan gramasi emas yang mau dicetak. Setelah itu, kamu bisa langsung ambil emasnya di Butik Emas Logam Mulia atau menunggu dikirim.

7. Investasi emas sama sekali tidak dikenakan potongan biaya 

Investasi emas sama sekali tidak dikenakan potongan biaya

Investasi emas sama sekali tidak dikenakan potongan biaya | Sumber: Pexels.com/jakubzerdzicki

Kalau kamu investasi emas, ternyata kamu nggak cuma keluar uang buat harga belinya. Ada juga biaya untuk pajak investasi, spread, dan pembuatan perhiasan emas. Soal pajak, ketentuannya berbeda-beda karena bergantung pada jenis emas dan transaksinya. 

Menurut Peraturan Menteri Keuangan (PMK) 51 dan 52 Tahun 2025, pembelian emas oleh konsumen akhir dari bank bulion atau penjual emas nggak bakal dikenakan PPh Pasal 22.

Penjualan emas oleh konsumen akhir ke lembaga jasa keuangan bulion juga bebas pajak selama nilainya nggak lebih dari Rp10 juta. Sedangkan, kalau melebihi Rp10 juta, kamu bakal dipungut pajak 0,25%.

Selain pajak, kamu juga perlu memperhitungkan spread alias selisih antara harga beli dan harga jual kembali di waktu yang sama. Sebagai contoh, kamu beli emas Rp1,5 juta per gram dan harga jual kembalinya adalah Rp1,3 juta. 

Nah, selisih Rp200.000 inilah yang disebut spread. Artinya, harga emas yang kamu beli harus naik dulu sebesar itu biar kamu bisa balik modal.

Terus, buat kamu yang beli emas dalam bentuk perhiasan, ada juga ongkos pembuatan. Saat kamu beli perhiasan emas, harga beli biasanya udah mencakup biaya pembuatan tersebut. Tapi, biaya ini biasanya bakal hangus pas kamu jual emas kembali.

Alhasil, harga buyback perhiasan emas jadi lebih rendah karena ada potongan buat ongkos pembuatan serta pemurnian ulang. Jadi, kalau tujuanmu murni investasi, beli emas batangan atau digital lebih recommended.

BACA JUGA: Cara Menghitung Buyback Emas

Terjawab sudah berbagai mitos investasi emas yang selama ini beredar di berbagai kalangan. Jangan gampang kemakan mitos yang salah total biar hasil investasi emasmu makin berkembang.

Udah siap mulai investasi? Kamu bisa Investasi Emas Digital dengan mudah di aplikasi GoPay. Prosesnya mudah dan praktis karena kamu bisa ngumpulin emas digital secara bertahap tanpa perlu menyimpan emas fisik sendiri di rumah.

Terus, investasimu juga bisa lebih untung pakai Promo GoPay Emas Digital! Yuk, mulai langkah investasimu sekarang juga bersama GoPay!

FAQ Mitos Investasi Emas

Q: Apakah investasi emas membutuhkan modal besar?
A: Tidak. Saat ini sudah ada program tabungan emas digital yang memungkinkan kamu membeli emas dalam pecahan kecil sesuai kemampuan, bahkan mulai dari 0,01 gram.

Q: Mengapa emas tidak cocok untuk mencari keuntungan cepat (cuan kilat)?
A: Harga emas cenderung bergerak lambat dan memiliki spread (selisih antara harga beli dan harga jual kembali). Harga emas harus naik cukup tinggi terlebih dahulu melebihi nilai spread agar kamu bisa mendapatkan keuntungan.

Q: Apakah investasi emas bisa menghasilkan pendapatan pasif (passive income)?
A: Tidak. Emas tidak memberikan deviden atau bunga seperti dividen saham atau bunga deposito. Keuntungan investasi emas murni hanya berasal dari selisih harga jual yang lebih tinggi dibanding harga beli (capital gain).

Q: Apakah emas digital memiliki wujud fisik yang nyata?
A: Ya, saldo emas digital di aplikasi dijamin oleh stok emas fisik resmi yang disimpan di lembaga penyimpanan aman, dan saldo tersebut bisa dicetak menjadi emas batangan fisik (seperti ANTAM atau UBS).

Q: Bagaimana cara praktis mulai berinvestasi emas digital melalui aplikasi GoPay?
A: Kamu bisa langsung menggunakan fitur GoPay Tabungan Emas di aplikasi GoPay untuk membeli dan mengumpulkan saldo emas secara bertahap mulai dari nominal terjangkau, tanpa perlu repot menyimpan emas fisik sendiri di rumah.

Artikel Terkait